Ayam Gota tanpa Gota

Hari ini hari terakhir tahun 2013, besok sudah 2014. Banyak harapan dan target yang menunggu. Oke, kali ini saya memasak untuk hidangan akhir tahun adalah ayam gota. Ayam gota merupakan masakan khas orang Batak. Ayam dimasak dengan dicampur gota (red: darah). tapi bagi sebagian orang makan darah tidaklah diperbolehkan baik dari agama maupun kesehatan. Itu. Brtul, sebab dalam darah banyak penyakit. Itu sebab untuk mendeteksi beberapa penyakit yang paling sering dilakukan adalah tes lab darah. Hmmm….

Kembali ke menu ayam gota. Karena ini salah satu makanan kesukaan suami saya. Umumnya ayam yang digunkan adalah ayam kampung lebih nikmat. Saat disembelih darahnya ditampung diwadah yang sudah ada campuran air dan perasan jeruk nipis,  tujuannya aga darah ayam ataupun gota tidak menggumpal.  Kali ini saya memakai ayam boiler saja dan tanpa darah. Ini saya dapat dari beberapa artikel dan penglaman kakak saya. Langsung saja…

bahan:

1/2 ekor ayam boiler

1 ati  blender hingga hals sebagai pengganti gota

2 sdm kelapa gongseng yang sudah dihaluskan

bumbu halus:

10 buah cabe merah

4 buah cabe rawit merah

3 siung bawang putih

3 siung bawang merah

seibu jari lengkuas berukuran besar

seruas jahe kira-kira 2 cn

1 sdm ketumbar

1 sdm andaliman

2 butir kemiri

bumbu tak halus:

A5 lembar daun jeruk

2 batang serai memarkan

1 potong assam galugur

gula garam secukupnya

Cara membuat:

1. Tumis bumbu halus hingga wangi masukkan daun jeruk dan serai

2. Masukkan ayam, asam serta  serundeng atau kelapa gongseng, gula serta garamm masak hingga ayam empuk

3. Masukkan ati yang sudah diblender aduk aduk saat mendidih hingga ati benar benar matang. Sebelum dihidangkan pisahkan bumbu yang tidak dihaluskan seperti daun jeruk, serai dan asam galugur.

Ayam gota tanpa gota siap dihidangkan

 

Ayam gota tanpa gota
Ayam gota tanpa gota

 

note :

untuk masakan gota, rasa pedas, asam dan asin harus terasa dan seimbang penentu rasa yang utama adalah serundeng dan andaliman. Tanpa ati blended pun udah sangat mendekati rasanya. Dijamin enak tanpa jimat alias penyedap rasa. Selamat mencoba….

 

 

 

 

 

Advertisements

Ayam Gulaiku

Sebenarnya saya tidak terlalu bisa memasak. Kebanyakan masakan saya hanya untuk saya makan sendiri. Karena tidak enak. Hehe… Saya pun kurang berminat menyantap masakan orang lain yang kurang pas bagi saya. Contohnya, terlalu berminyak, berkecap dan memakai “jimat” alias penyedap rasa. Seperti pembokat di rumah menurutku masakannya seperti masakan warteg. Aihhh… Sangat tak nyaman di mulut. Biasanya saya makan seuprit aja. Sungkan sama orangnya. Abis itu saya masak sendiri lauk buat diri sendiri.

Salah satu yang saya masak adalah gulai ayam. Tanpa penyedap sedikitpun tapi tetap enak. Dan suami pun suka. Hmmm…. Nyam nyam. Ini resep saya, barangkali sama dengan yang lain.

ayam 1/2  ekor

cabai merah 7 buah

cabe rawit merah 3 buah

lengkuas seruas ibu jari

Bawang merah 3 siung, bawang putih 3 siung

jahe 1 cm

ketumbar 1 sdt

gula

garam

asam kuping/asam galugur satu lembar diameter 2 cm

kemiri 1 butir

santan

serai 2 batang memarkan

daun jeruk 4 lembarr

air

minyak 4 sdm

Cara membuat:

1. Haluskan semua bumbu kecuali serai, daun jeruk dan asam gelugur, menggunakan blender biar praktis.

2. panaskan minyakdi wajan, masukkan bumbu halus. Setelah harum, tambahkan daun jeruk dan serai

3. Masukkan ayam aduk rata jika terlalu kering tambahkan air, garam, gula dan asam. Tutup biarkan sampai ayam matang dan aduk sesekali,

4. Setelah ayam empuk boleh tambahkan kentang jika suka.

5. Masukkan santan dalam hal ini saya memakai santan kara lebih praktis kira-kira  5-6 sendok makan. Aduk-aduk hingga mendidih dan siap dihidangkan.

6. Untukmenambah aroma boleh ditaburkan denagan bawang goren sesuai selera.

Ayam gulai gurih dan enak siap dihidangkan.

image

Cocok disantap dengan nasi hangat dan irisan timun segar…

tips :

– pilih ayam segar dan cuci bersih

– jika memaki jeruk nipis masukkan sesaat sebelum diangkat agar tidak pahit

– untuk mengurangi lemak sebaiknya bumbu tak perlu ditumis karena sudah ada kemiri, santan serta lemak dari ayam

– atau gunakan ayam tanpa kulit.

– sebelum menghidangkan buanglah bumbu yang tidak dihaluskan seperti daun jeruk, serai dan potongan asam

SELAMAT MENCOBA……

🙂

4 Bulan Geva (part 2)

Usia 1-2 bulan Usia 1 bulan ke 2 bulan terlihat perkembangan yang signifikan dari kemampuan Geva. Misalnya saja, keajaiban di jam tidur. Secara perlahan waktu tidur di malam hari lebih banyak dengan sendirinya. Tanpa harus mengubah apapun. Hal ini sungguh memukau saya. Bayi saja Tuhan rancang begitu rupa bahwa istirahatlah di malam hari. Kalau manusia tidak mungkin menjadikan hal ini. Sungguh pekerjaan Tuhan itu sangat nyata dalam segala hal. Misalnya saya menyuruh Geva yang baru 1 bulan, “Ge, kalau malam tidur lebih lama ya sayang. Siang terjaga ga masalah.” Dijamin Geva tidak akan mengerti. Wong masih bayi ko. Geva juga mulai menggerakkan tubuhnya, mengangkat kaki, tangan dan mulai memperlihatkan ekpressi yang berbeda di wajahnya. Woww.. Dan keajaiban-keajaiban lainpun bermunculan yang membuat saya semakin mengagumi karya Tuhan akan ciptaan-Nya. Karena seungguhnya seluruh ciptaan Tuhan itu adalah menceritakan, meneriakkan dan menggemakan kebesaran Sang Khlalik sekalipun tanpa suara. Pemberian ASI di bulan pertama dan kedua tidak semudah yang saya bayangkan atau seperti yang terlihat dilakukan oleh orang lain. Saya dihadapkan pada tantangan bahwa Geva masih bayi, lambungnya pun masih kecil, kemampuannya mengisap ASI juiga masih terbatas. Saya berpikiran, Geva minum ASI dikit amat, dan menurut pengamatan saya sepertinya tidak tambah besar. tapi setelah ke dokter ternyata pertambahan berat badan Geva sangat bagus. Kembali ke masalah menyusui. Geva lapar dan haus, tidak ada jalan lain selain netek. tapi saat dia netek ada yang tidak tepat. sebentar-sebentar netek sebentar-sebentar menangis kencang. setiap hari begitu. Saya sampai curiga kenapa dengan Geva. coba diskusi dengan suami akhirnya sepakat membawa ke klinik laktasi. Apalagi saat Geva baru lahir dicek dokter Geva memiliki selaput di bawah lidah “tongue tie” yang cukup tebal. itu bisa menghambat bayi menyusu. Saya inisiatif mengirim pesan ke dokter laktasi via WA, dan ternyata sang dokter merespon. Dokter memberi saya beberapa solusi. jadi sebelum bayi netek payudara jangan terlalu penuh. sebab jika ASI menyembur bisa membuat bayi tersedak. Saya amati sepertinya itulah masalah saya. Coba memerah ASI agar tidak terlalu penuh sebelum bayi netek, sedikit banyak membuahkan hasil. saat tiba di rs untuk jadwal saya kontrol, kami sudah mendaftar ke klinik laktasi, namun dokter yang kami harapkan sedang tidak ada jadwal. Akhirnya kami memutuskan tidak jadi ke klinik laktasi. dan seiring dengan berjalan waktu, sudah tidak masalah lagi. apalagi semakin bertambahnya usia kemampuan bayi menyusu pun semakin baik dan jumlah ASI yang diisap pun semakin banyak.

Geva usia 2 bulan

Usia 3-4 bulan Bayi selalu menghadirkan sesuatu yang baru. Geva, sempat susah sekali netek. saya harus trial trus seperti apa yang dia mau sebenranya. Netek sambil berdiripun pernah terjadi. saya netekin Geva tapi tidak mau dan terus saja menangis, akhir aku coba berdiri sambil netekin eh, diam dan netek dengan serius. hmm… adalagi nieh, abis mandi sore biasanya saya netekin Geva dan Geva akan tertidur. Tapi saat itu Geva ga mau sedikitpun netek malah nangis dengan kencangnya. ya udah saya diamin aja, coba menenagkannya, menggendong sambil mengelus. tapi ga mempan. Sampai lama karena kelelahan Geva tertidur. keesokan harinya terjadi lagi. Karena saya merasa gerah saya mandi, sehabis saya mandi saya sodorkan untuk netek, eh dia mau… Sampai sekarang, sadapat mungkin begitu Geva mandi tidak lama kemudian saya harus mandi. kebiasaan lain adalah, karena kemampuan motoriknya terus bertambah, saat netek Geva akan mulai menendang-nendang menarik apapun yang bisa ditarik. Dan kedua tangannya akan memegang payudara seperti memegang botol. Tapi lama kelamaan, yang masuk ke mulutnya malah jarinya bukan puting. Antisipasinya saya memberi jari saya untuk dia permainkan agar terhindar dari kamuflase itu. Geva belum mahir berguling sendiri. Menurut buku diusianya mestinya sudah bisa berguling sendiri. Maksudnya dari posisi telentang ke posisi tengkurap sudah bisa sendiri. akhirnya saya memberi sedikit latihan kepada Geva bagaimana berguling . Setiap hari. Memiringkan badan kiri dan kanan, berguling kiri dan kanan. Awalnya saya merasa sepertinya ini aneh. tapi ternyata Geva bisa juga bergulking sendiri. Yang saya yakini bukan karena saya tapi itu adalah anugerah Tuhan. Sekarang saya harus lebih waspada sebab Geva kegemaran barunya adalah berguling. Dan saya amat terkagum pertama kali melihat Geva berguling. bagi saya itu keajaiban…

Sama Papa

Mandi adalah satu kegiatan yang amat disukainya, kalau sudah dibaringkan di perlak mandi, pasti kegirangan. memukul-mukul air mulai dilakukannya. Bermain dengan air menjadi sangat menarik baginya. Jangankan mandi, saat cuci tangan saja Geva sudah amat kegirangan.. Setiap hari akan terdengar tawa yang menggelegar dari mulutnya, tangisnya sudah tidak terlalu sering. semakin mengenal oarangtuanya, memahami mimik wajah dan intonasi suara. Saat Papanya memasang wajah marah dan suara menaik Geva akan memasang wajah cemberut dan  dan dan dan pecahlah akhirnya menangis. Memotong kuku kudu lebih rajin. sekali 3 hari, karena tidak jarang akan menggoreskan jari-jarinya di wajahnya. Ocehan ocehan makin kaya, dan variasi tangis nya semakin bertambah. Terhadap mainan sudah semakin antusia, terlihat dari raut wajahnya yang begitu bahagia saat disodorkan mainan. mulai tertarik dengan gambar gambar. Terutama gambar bayi, karakter kartun.

Mainan Geva
Geva usia 4 bulan
Geva dan Mama

Saat ini Geva memasuki usia 5 bulan. Kejaiban lainnya terus bermunculan. Sehat sehat ya sayang Mama….

4 Bulan Geva (Part 1)

Tidak terasa 9 Desember besok Geva genap berusia 5 bulan. Rasanya baru kemarin dia lahir. Sebelum genap 5 bulan saya mau membuat sedikit ringkasan petualangan 4 bulan yang amazing.

Awal kelahiran adalah hal yang paling membahagiakan. Geva lahir dengan selamat dan begitu mungilnya, suci hingga jutaan kata pun takkan sanggup menggambarkannya. Berhubung ini anak pertama saya mencoba mengumpulkan dari berbagai referensi bagaimana merawat bayi. at the beginning ada ketakutan, duh ntar gimana ya? Bisa ga ya? Barangkali ibu-ibu dengan kelahiran anak pertama mengalaminya juga. Pelan-pelan dan yakin itulah yang saya lakukan. Misalnya saja membedong, wuihh.. Berkali kali liat suster di RS membedong tak bisa juga. Ngikutin yang di youtube tak bisa rapi. Jadi ya seadanya saja.

Usia 0-1 bulan

Geva kebanyakan tidur, sangat jarang menangis. Beri “bir cinta” (baca:asi) sedikit langsung tidur. Pup cukup sering, apalagi pipis. Sehari bisa habis 15-25 popok kain. Kalau malam dengan terpaksa saya pakaikan Geva pampers kalau saya ketiduran ternyata Geva pipis, ga ganti2 popok kasihan Geva juga. Hingga saat ini pada malam hari masih saya pakaikan pampers. Pengen juga sih tidak memakaikan pampers, supaya lebih terjaga. Sebab kata orang tua, itu ibu yang malas kalau bayinya pakai pampers, tidak mau repot. Haduh, serba salah. Saya sudah komitmen tidak akan menggendong Geva terlalu banyak supaya tidak ketagihan ternyata oh ternyata. Pasca melahirkan Geva digendong banyak orang, mereka yang datang berkunjung. Dah gitu Ibu saya juga datang otomatislah digendong juga. Awalnya ketika saya kontrol ke rs Geva digendong,terus, kemudian siang sampai sore banyak kerabatdatang, gendong lagi. Keesokan harinya ke gereja, gendong lagi lama. Seingatku sejak itulah Geva minta digendong lebih sering.

Saat bayi berusia 7 hari akan ada kontrol pertama trus pengecekan hasil lab terhadap kesehatan bayi dan vaksin untuk usia 0. Kemudian kembali lagi saat bayi usia sebulan untuk vaksin. Saat itu saya sangat senang karena kenaikan berat badan Geva cukup baik. Di rumah saya selalu memandanginya seraya bertanya-tanya, apakah Geva nambah bobotnya? Karena aku melihat sepertinya tidak ada pertambahan bobot. Samapi kakak saya bilang “itu karena kamu lihat setiap hari”. Selain itu saya merasa Geva juga kalau netek dikit amat. Hampir sajasayadan suami melakukan hal buruk terhadapnya karena perasaan tadi.

usia ini usia adaptasi saya,saya memiliki bayi yang luar biasa. Saya memiliki kesibukan dan peran yang baru. Setiap menatap wajahnya selalu muncul doa dan harapan baginya.

Kemampuan Geva usia ini adalah menangis dengan suara amat sangat kencang. Rasanyatelinga mau pecah.. Arggghhh….. terkadang saya tengkurapkan dia.menghentakkan kaki juga sudah mampu. Dan keunikannya, Geva tidak mau netek kalau popoknya basah atau ada pup. Dia akan menangis dengan amat kencang dan tidak berhenti apabila tidak diganti.

Sekarang saya menyadari betapa bodohnya saya saat Geva netek namun dengan tangisan yang memekakkan telinga. Kondisi Geva lapar dan haus, harus netek. Tapi saya menyodorkan payudara yang penuh sehingga asi yang keluar nyembur. Dan itu sulit dinyot bayi cenderung membuat keselek. Saya kasihan pada Geva mestinya dari awal saya menyadarinya. Saat ini juga saya harusrajin menyendawakan Geva, meskipun begitu kembung tidak hilang. Hal lain yang saya temui adalah sering muntah. Pertamanya saya was was ada apa dengan Geva? Setelah knsultasidengan dokter itu memnag dialami bayi karena selaput diafragma belum sempurna, bayi juga kembung bahkan Geva muntah keluardarihidung. Saya sangat kasihan. Tapi menurut dokter itu normal untuk bayi. Syukurlah…

Geva baru lahir

Bobot baru lahir 3050 gram
Bobot baru lahir 3050 gram

Geva usia 1 bulan

Geva umur 1 bulan 4,7kg
Geva umur 1 bulan 4,7kg

to be continued…….