Vacation in Bandung, Eps 1: Trans Studio Bandung

Liburan lebaran tahun ini (2014) kami sempatkan main ke Bandung. Jumat berangkat, Minggu balik. Hari pertama Jumat, berangkat dari Lippo Cikarang naik mobil saudara, lancar jaya hingga masuk tol Purbaleunyi, macet panjang, beberapa kendaraan memilih putar balik, baru kali ini lihat di jalan tol ada kendaraan putar balik. Kami keluar di pintu tol Jatiluhur hendak menuju Lembang. Tiba di Lembang sudah sore kami segera memcari penginapan. Pilihan jatuh pada Cottage Cikole, dikelola oleh Perhutani. Kamar yang kami pilih rumah kayu dengan 2 kamar tidur, ada dapur, ruang tamu, kamar mandi ada air panas, dispenser, kompor masak. Bagi saya cocok karena saya punya bayi. Harga 850rb per malam. Karena kami 2 keluarga saya pikir ini cocoklah. Tapi kalau mau lebih private kurang cocok atau tidak ingin antri mandi, pilih hotel saja. Malam hari berendam di Sari Ater, harga tiket 50ribu per orang. Sarapan paginya nasi putih, telur goreng, ayam goreng, kerupuk dan timun. Beyond my expectation. Sebab biasanya di penginapan yang biasa hanya dapat nasi goreng setumplik. Suami saya juga mengakui dan menyukai menu ini, katanya cocok, pas dan cukup. Dari pemginapan kami menuju Bandung kota hendak ke Trams Studio Bandung. Karena belum pernah jadi penasaran. Tiba di lokasi kemudian beli tiket. Harga tiket hari biasa 150rb per orang, hari libur 250rb per orang, dapat diskon 20persen dengan kartu Kredit Bank Mega. Harga tiket sama untuk semua kecuali VIP. Bahkan untuk bayi juga. Semua umur dikenakan harga tiket sama. Waktu itu kami berenam termasuk bayi saya.

Masuk ke dalam memang megah dan orang-orang yang di sana juga kelihatan ceria, ramah membuat pengunjung tersanjung. Menurut saya konsep dasar seperti Kidzania yang di Jakarta hanya ini lebih dimodifikasi arena bermain, semua umur. Kalau Kidzania lebih ke edukatif dan maximal 12 tahun yang bisa bermain.

Wahana yang ada banyak yang mirip seperti di Dufan Ancol, beberapa yang saya mainkan, Giant Swing (ga lagi dah), kapal pirates, cinema 4D, air terjun spt niagaragara, pertunjukan di panggung utama, dunia science banyak hal menarik di sana, ke tempat bermain anak, special effect dan sedikit dunia lain. Studio special effect, haduh, antri lama berbondong bondong orang kirain ada apa. Di dalam ada adegan berbahaya seperti di film action, yang membuatnya sangat tidak menarik adalah intronya lama lama dan lama banget, kirain mau seperti apa ternyata hanya sedikit dan kurang menarik. Selesai dari situ pada negeluh yang nonton. Karena bener bener ga sebanding.

Semua transaksi menggunakan kartu tersendiri jadi kalau habis direfill aja. Memudahkan para counter tak perlu menyediakan uang kembalian. Tinggal gesek saja. Jika masih ada sisa bisa direfund.

Beberapa hal yang menjadi sorotan saya;
1. Bayi bayar penuh tapi disana tidak ada permainan atau arena untuk bayi.
2. Ruang menyusui sangat sempit dan tidak nyaman. Hanya ada kursi pendek 4 dan washtafel, sangat tidak nyaman. Berbeda dengan ruang menyusui di mall di jakarta yang saya temui, sangat jauh. Di studio Trans ruang menyusui paling hanya 1,5 meter x 1,5 meter. Tragis banget apa mereka tidak pernah melihat ruang menyusui? Di salah satu mall di jakarta itu bahkan ada yang menyediakan box bayi, dispenser, kulkas menyimpan asi, pad mengganti popok. Dan sofa untuk ibunya. Sepersepulunhya pun tak ada di studio Trans Bandung.
3. Setelah berjam-jam di dalam saat mau pulang lelah raga ingin segera out, masalah belum berhenti juga saat mau refund. Apalagi saya bawa bayi jadi pengennya lekas keluar masuk mobil dan tidur, tanya petugas. Kalau mau refund dimana? Dijawab: nanti Pak di depan. Ok, kami ke depan ke arah pintu keluar, tanya lagi petugas loket isi ulang, “Di sana Pak, lurus mentok belok kiri”. Oke kami cari menelusuri banyaknya orang karena Studio Trans nyatu dengan mall dan berada di lantai foodcourt. Bertepatan pengunjung padat ditambah asap dari dapur counter food memenuhi dan baunya kemana-mana, ditambah saya gendong bayi sedang kelelahan. Dan ternyata tempat refund itu jauhnya haujubileh..Karena di foodcourt juga belanja menggunakan kartu yang sama. Saya jengkel amat sangat, “Mb kenapa ga sekalian aja loketnya di Lembang. Kenapa sih dipersulit.” Begitu terlontar kepada petugas. Saya bener-bener tidak habis pikir, betapa mereka mempersulit mengembalikan uang. Apa salahnya dibuat counter di pintu keluar. Rasanya saya mau marah.
4. Eskalator menuju arena bermain dari tempat pbelian tiket hanya naik, itu artinya pengunjung dipaksa mengitari mall untuk keluar. Dan itu menambah kekesalan saya. Saya kelelahan dan saya menggendong bayi yang sudah bosan dan rewel. Bisa dibayangkan alangkah menyebalkannya tempat itu. Catatan juga saat itu hari libur tapi pengunjung Studio Trans Bandung hanya sedikit, bahkan berkali-kali kakak saya berucap “lebih banyak petugas dari pengunjung ya.” Lebih dari 3 kali ada kalimat itu terucap. Haha… Memang benar sih.
5. Parkir sempit dan tidak teratur, tidak ada label blok. Nah loe, lupa kan parkir dimana.

Hal positif dari Studio Trans Bandung, petugas atau pegawainya all out banget kinerjanya. Tetap senyum dan ramah dan tak satupun terlihat sibuk memainkan gadget, biarpun sedang tidak ada kerjaan, pemain pentas juga benar-benar totalitas. Salut banget buat mereka.

Catatan akhir saya,
1. saya tidak penasaran lagi, tidak se-woww yang dibayangkan, dan sangat tidak adil untuk pengunjung bayi yang diharuskan bayar full tapi tak ada arena bermain, dan fasilitas nilainya minus.
2. Bagi yang belum pernah, Dufan jauh lebih menarik, tak perlu sepenasaran itu
3. Tidak lagi ke sana dan tidak saya rekomendasikan buat Anda yang dari luar kota
4. Mungkin saya akan ke sana lagi kalau ada yang traktir tiket, urus kartu buat belanja, urus refund dan jemput ke lobi. Catatan mobill juga ga bisa mutar ke lobi dari pakiran.

So thank you so much Trans Studio Bandung it was the first time may be the last time…

20140806-163115.jpg
Pintu masuk Trans Studio Bandung

20140806-163222.jpg
Cottage Cikole milik Perhutani

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s