Vacation in Bandung Eps 2: Tangkuban Perahu (End)

Keluar dari Trans Studio Bandung sekitar jam 7 malam. Kami berkendara lewat Dago ke arah Lembang sesuai arahan Google Maps, dan ternyata ada jalan alternatif yang melewati pemukiman penduduk, jalan bagus tidak selebar jalan utama namun cukup dan lebih cepat. Dipilih jalur ini karena informasi Google maps lewat jalan biasa macet. Ternyata ujung jalan ini sudah sangat dekat dengan pasar Lembang. Hmmm…. Boleh juga. Mengitari Lembang beberapa kali mencari tempat makan yang menyediakan makanan hangat berkuah, semacam Chinese Food, ada satu. Alahmakk mahalnya, kami pesan gurame asam manis, sop ayam, sapo tahu, nasi goreng (salah masak, diminta jangan pedas dikasi super pedas),akhirnya pesan mie ayam (sangat tidak enak) sebagai gantinya atas permintaan ponakan, swike, dan nasi 3 porsi. Minumnya biasa jeruk hangat dan teh tawar hangat. Haujubile… Kami bayar 445rb. Buset dah, mahal amat… Makan di restoran bagus juga ga segitunya ya. Apa dia lagi kesempatan ya. Ga habis pikir, lain kali sebelum pesan tanya harganya dulu ya, atau makan di tempat dengan harga sudah tertera. Sebenarnya masih ada yang lain, seperti sotomie, penyetan, nasi goreng pinggir jalan dll tapi lagi pengen yang begitu.

Saatnya mencari penginapan setelah makan. Melihat dan mencoba menanyakan beberapa akhirnya pilihan jatuh ke Grand Hotel Lembang, letak kamar mirip seperti motel, kendaraan bisa parkir di depan kamar. Kamar twin untuk kelurga kakak saya, dan king size untuk keluarga kami karena punya bayi. Sebab untuk yang berdekatan itu tipe kamar yang sesang tersedia. Room rate 850ribu per malam. Kamarnya luas dan nyaman, sedikit troble dengan air panas di awal. Pertama masuk ada keong di kasur, aihhh langsung saya minta ganti sprei dan bersihin maning. Luas banget menurut petugas kapasitas untuk 1000 orang, ada kolam renang yang tak sempat kami mikmati. Ada welcome drink yang tak kami ambil, dan breakfast untuk 2 orang. Anak diatas 5 tahun kena charge tidak tau berapa. Menu sarapan nasi goreng, omelet telur, pasta, atam goreng, capcay, di meja lain coco crunch, bubur ayam, roti bakar, minuman ada susu, kopi, teh, jeruk, jus jambu dan air putih. Rasanya standar aja, menurut suami yang paling juara omelet telur, namun di beberapa kurang kering dibagian dalam. Alias masih mentah. Sehabis sarapan packing, check out langsung meluncur ke Tangkuban Perahu.

Saya sebenarnya tidak begitu tertarik selain sudah beberapa kali juga karena saya bawa bayi, kasihan kena belerang. Gimana ya, suami belum pernah sih, wkwkwk… Gerbang masuk total kami bayar 95rb termasuk mobil, berlima jadi satu orang 15rb, tapi untuk wisatawan asing bayarnya lebih mahal yakni 75rb. Bis tidak diperbolehkan namun disediakan lahan parkir dibawah sebelum gerbang masuk. Tiba di atas ternyata Tangkuban Perahu makin rapi, makin luas tempat parkir, kios pun makin banyak. Usaha yang bagus untuk pengelola. Ramai sangat pengunjung dikala itu libur lebaran, baik domestik maupun asing. Ponakan saya langsung melonjak naik kuda. Tau tau muncul udah di atas kuda. Wajahnya yang senang dan jujur terlihat jelas. Saya pun tersenyum melihatnya. Raut wajah bahagia dengan tulus.

20140808-104959.jpg
Yoriyas naik kuda

Lainnya yang bisa dinikmati antara lain pemandangan kawah yang fantastik bagusnya, makan jagung bakar, bakso, minum susu jahe, berpoto, aneka souvenir lainnya. Awalnya saya tidak berniat turun lantaran bau belerang takut terhirup bayi saya, ternyaa konfirmasi dari suami tidak ada bau, barulah saya memberanikan turun sambil menggendong anak saya. Saya membeli juga souvenir satu untuk anak saya. Yaitu topi supaya kepala dan telinganya tetap hangat.
Ternyata saat dikenakan lucu juga ya.

20140808-110502.jpg
Gevariel dengan topinya 🙂

Pemandangan kawah yang super fantastik bisa dinikmati, everything tells us how great is our God.

20140808-110628.jpg
Pemandangan kawah dengan sedikit editan.

20140808-110801.jpg
Kawah di belakang

Bagi saya itu keren banget. Perjalanan di Tangkuban Perahu berakhir, kami turun menuju lokasi pemetikan strawberry. Lagi-lagi memenuhi permintaan ponakan saya sudah minta dari jauh-jauh hari. Kami berhenti di Natural Strawberry, sekaligus tempat makan dan istirahat sebelum perjalanan pulang ke Jakarta. Disana ada berbagai menu ikan, ayam maupun seafood. Tidak bayank yang kami order, nasi goreng, jus strawberry, teh manis hangat, kopi, kwetiau goreng dan pisang goreng. Karena kami belum merasa lapar, mampir di sini tujuan utamanya membawa ponakan memtik strawberi. Sudah dijanjikan soalnya, kudu ditepati. Tempatnya enak, ada saung untuk kita sendiri, tapi ada juga resto untuk ruang yang lebih besar.

20140808-111334.jpg

Memetik strwbery ada tiket masuk seharga 10ribu. Dan hasilnya akan ditimbang lalu dibayar.

20140808-111454.jpg

20140808-111518.jpg

Ada juga kebun sayur kembang kol, tempatnya bagus, sejuk dan harga makanannya masuk akal. Tidak seperti chinese food yang sebelumnya kami singgahi :-(.

20140808-111740.jpg

Lainnya di sini bisa naik kuda, dan kembali ponakan saya menungganginya bahkan sampai 2 round. Haha…. Dan kembali pula tawa bahagianya terpampang.

20140808-111910.jpg

Melangkah keluar dari Natural Resto hendak melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, di tepi jalan banyak kios yang menjual hasil bumi sekitar seperti labu, alpukat, nenas dan lainnya. Saya tergiur mau beli, apalagi anak saya doyan bener sama alpukat. Karena saat itu dia sedang tidur di pangkuan saya jadinya yang membeli kakak saya. Alpukat dan labu kuning. Terlihat sangat cantik. Bahkan setiba di rumah ART kira itu mainan saking bagusnya. Alpukat ada 2 jenis, yang satu kulit lebih halus dan satu sangat kasar. Menurut keterangan penjual yang halus 2 hari akan matang, ternyata 3-4 hari, yang kasar kata penjual 3 hari, ternyata sampai sekarang sudah seminggu belum matangg juga. Haduhhh… Tipsnya lain kali pilih yang udah setengah matang atau yg kulitnya halus aja dah… Ok selesai perjalanan. Saatnya kembali ke Jakarta.. Bye bye Bandung…

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s