Tangan Mungil Baby Boy

Pagi yang sibuk, karena pembokat yang satu keluar. Jadi saya memutuskan akan mengerjakan beberapa hal untuk meringankan kerjaan mboke. Di atas tempat tidur terlihat dia yang tidur lelap. Saya membenahi kamar dengan sangat pelan dan hati- hati agar tidak membangunkannya. Tak lama kemudian terdengar suara isak tangisnya, saya mencoba menidurkannya tapi tak mampu, akhirnya dia terbangun dan mulai berkeliaran di kamar.

“Eeeng…. Eeeeng….” Terdengar suaranya sambil mengulurkan tangannya hendak meraih sesuatu dari atas rak. Saya tidak tahu persis apa itu jadi saya putuskan untuk membawa dia lebih dekat ke atas rak. Dan ternyata benda yang diambilnya adalah uang koin senilai 500 rupiah. Dia mulai melihat koin dengan seksama, tak lama kemudian memutarbalikkan badannya rengekan pun terdengar lagi. Tangan yang mungil kembali terulur sambil menggerakkan seluruh badan hendak meraih benda lain di meja rias. Jaraknya kira-kira empat meter dari rak dimana dia mengambil koin. Sayapun melangkahkan kaki ke arah meja rias dan mulai menebak benda apa yang dimaksud. Saya tidak tau, akhirnya saya mendekatkan dia ke meja rias dan membiarkan dia mengambil benda yang diinginkan hatinya. Dan ternyata yang diambilnya adalah benda berbentuk drum berwarna merah dengan lubang segaris berisi koin. Ya benar sekali itu celengan. Saya bantu dia memegang celengan serta merta dia mulai memasukkan si koin ke celengan. Percobaan pertama gagal, kedua pun gagal, saya memberi contoh bagaimana memasukkan si koin, baru masuk setengah, dia tarik dan mulai mencoba sendiri. Asyik sekali dia mencobanya walaupun selalu gagal. Saya terharu melihatnya dan tak kuasa menahan senyum.

Di sisilain saya membersihkan rak berisi barang- barang pribadi saya termasuk kosmetik. Saya keluarkan keranjangnya agar bisa saya bersihkan satu persatu. Melihat saya dia segera bergabung dan mengobrak abrik barang saya terlihat jelas sedang mencari sesuatu yang tepat. Dia mengambil lotion sebentar lalu dilepas, deodoran ambil lepas lagi, parfum pun begitu, lepas, dan akhirnya dia melihat pelembab wajah yang hampir setiap hari dia lihat saya gunakan di wajah. Menemukan pelembab saya seperti pucuk dicinta ulam pun tiba. Dia senang dan bersorak. Pelembab wajah saya diambil dan mulai melihat, memutar, mengamati dengan seksama dan menoleh ke arah saya. Sambil memegangnya mengulurkan tangannya pada saya, saya kira dia akan memberikannya, tentu saja saya membalas dengan menengadahkan tangan saya, ternyata tidak, dan kembali dia bersuara khasnya, mengarahkan pelembab ke saya sambil dia memegangnya. Saya inisiatif mendekatkan wajah saya, dan ternyata benar, dia mau mememakaikan nya ke wajah saya. Astaga…. Saat saya mendekatkan wajah saya, tangannya menggores-goreskan si pelembab ke wajah saya. Sugguh kejadian yang sangat mengharukan.

Namanya Gevariel, usianya baru setahun. Tapi dia tak henti membuat diri ini kagum, terharu dan menangis bahagia. Teruslah bertumbuh anakku sayang. Banyak cinta dan doa untukmu…

Tuhan yang memberi kekuatan untuk terus bertumbuh sesuai dengan usiamu. Kelak jadilah berkat bagi banyak bangsa, milikilah hati seluas samudera, banggakanlah orangtuamu dan jadilah pria yang menghangatkan bagi keluargamu kelak.

Papa dan Mama sayang padamu…

He likes orange so much
He likes orange so much

 

Sometimes he sleeps with this pose
Sometimes he sleeps with this pose
Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s