IKEA Alam Sutera ‘Home Furnishing’

Apa yang terbersit begitu mendengar IKEA? Awalnya saya tidak berpikir apa-apa karena memang saya tidak tahu apa itu IKEA. Lalu muncul storenya di film, dan puncaknya dapat katalog bulan Desember tahun lalu, sekedar info saja, katalognya itu apik sangat tebal dan bagus. Bak majalah cosmopolitan. Saya lihat sekilas isinya tenyata dia menjual berbagai peralatan rumah tangga. Selanjutnya, ponakan saya main waktu libur natal tahun baru, saya dan suami mengajaknya makan di Hokben namun mengambil rute jalan toll lingkar luar barat 2 yang baru. Jadi kami mengambil arah ke Tangerang dan keluar di Alam Sutera, itu sangat dekat dengan pintu tol. Berikutnya terkadang saya membaca-baca si katalog sambil mememani anak saya membaca. Karena Geva kalau dia membaca seringnya minta diceritakan tentang gambar yang sedang dia baca. Kalau tidak didampingi bisa dicari kemana saja. Di katalog dipaparkan bagaimana cara berbelanja, apa yang perlu dipahami. Contoh tidak menyediakan kantong pembungkus setelah belanja, barang yang dibeli semacam kursi, lemari atau perabot lainnya yang perlu dirakit harus dirakit sendiri. Jasa pengiriman juga tidak mereka sediakan. Namun jika tetap ingin memakai jasa mereka dikenakan biaya yang super mehong.

How much you have to pay? Voila...
How much you have to pay? Voila…

Oke.. Akhirnya saya dan suami berencana melihat secara langsung si IKEA. Lihat lagi timing yang tepat belum bisa coba arrange lagi belum bisa dan karena ada janji yang batal hari Sabtu 14 Maret lalu jadilah kami meluncur ke sana. Sebenarnya salah satu keinginan saya adalah taste the food meat ball and salmon. It’s was in mind along way. Dalam perjalanan suami bertanya mau makan ga? Secara perut lapar belum sempat makan. Sangat tergiur namun saya kembali ke visi saya mau Swedish meal. Mungkin di sana ada makanan jawabku ke suami. “Oh iya…” Katanya. Kami terus menelusuri jalan menuju storenya IKEA, melewati

Wah... Geva tampak menikmati
Wah… Geva tampak menikmati

mall Alam Sutera serta proyek pembangunan berbagai pemukiman maupun gedung perkantoran. Voila, dapat deh tuh storenya. Tampak dari luar woww…And you know, rame bangets. Saya tak habis pikir IKEA harga barangnya2 so sangat mehong but the fact orang tetap saja berduyun duyun untuk berbelanja. Dalam hati saya bertanya, apa mereka sama seperti saya yang penasaran? Ataukah memang orang kaya di Jakarta sekitarnya amat banyak? Dunno lah. Oke.. Masuk parkiran yang luas ada di halaman luar maupun basement, namun kami memilih di parkiran luar saja. Wuih… Di dalam jauh lebih rame pengunjungnya membuat rasa penasaran saya semakin menjadi. Kami melangkahkan kaki di pintu masuk utama disambut display tempat tidur yang apik dan mempesona bersebelahan dengan rak katalog yang bisa dipinjam tapi kudu dikembalikan di kasir.

Ada petunjuk arah, ke showroom dan tempat makan dengan eskalator ke arah lain (kiri) ke area gerai snack dan area toko dan tampak deretan kasir toko. Melihat petunjuk kami memilih arah kiri karena ada banyak kasir. Kami melangkah ke arah kasir dan gerai snack saya coba lihat apa gerangan, banyak biskuit jahe, minuman dan kerpik dan sebaigainya dengan harga yang menurut saya mahal. Ada booth lainnya seperti makanan semacam hot dog, es krim, kopi. Untuk mendapatkan es krim dan kopi pembeli kudu masukin koin dan self service. Diujung ada customer service dan tempat pengambilan barang yang barangkali di rak tidak ada atau butuh penangan khusus. Ada juga space untuk merakit furnish dan mengetes bohlam. Sebab mereka tidak menyediakan jasa perakitan walaupun ada harganya mahal. Sebenarnya kami tidak berniat menyusuri hingga ke ujung tapi karena kami tak jua menemukan gang masuk. Alhasil kami masuk lewat kasir setelah melihat satu keluarga juga melakukannya.

Kami mulai menelusuri lorong, desain rak yang besar dan tinggi untuk perlengkapan yang berukuran besar seperti meja, kursi, lemari kasir dan sebagainya. Saya amati bererapa brang banyak juga terdapat di gerai lain seperti Carrfour maupun hypermart. Sebagai contoh kursi anak punya Geva saya beli di carrfour dengan harga 130ribu sementara di IKEA harga promonya 190ribu. Woww…. Jauh sekai bedanya ya.
Selanjutnya beberapa lorong kami masuki dan cukup banyak yang berbelanja dengan trolley yang penuh ataupun menggunakan troley pallet untuk benda barang yang lebih besar bak meja atauapun kursi dan sejenisnya. Tak lupa berpoto memperlihatkan suasana store IKEA.

Salah satu lorong, luas, tinggi dan besar
Salah satu lorong, luas, tinggi dan besar

Di setiap rak ada nomor rak ini memudahkan benda yang dicari dalam katalog. Perhatikan betul harganya sebab terkadang tersembunyi entah dimana. Kami berpapasan dengan beberapa orang bule, bapak-bapak 2 orang sedang memilah-milah kasur mencocokkan dengan gambar di katalog sedankan satu wanita serta anak bocah kira-kira berusia 12 tahun berpose. “Ternyata orang bule poto-poto juga ya.” Ujar suami saya. Saya langsung menoleh ke arah mereka dan menimpali suami saya pertanda setuju sambil tersenyum.

Lanjut ke ruangan lain yang tidak seperti di awal tatanan rak tinggi dan besar. Disini memperlihatkan barang-barang yang lebih kecil entah lampu, frame, bunga, alat pertukangan dan sebagainya. Intinya barang-barang tak tak butuh rak rumit tinggi dan besar. Kami terus masuk hingga ke bagian ujung dan sinilah keanehannya terjadi. Semakin ke dalam semakin banyak orang dan mereka mengarah ke arah kami masuk di awal. Hingga terjadi sedikit desakan saking ramenya di gang sempit apalagi kami berlawanan arah dan membawa trolley berhadapan dengan sejumlah pengunjung yang tak sedikit. Suami kembali melontarkan jokenya, karena kami melawan arah, di saat semua orang ke arah kami masuk, kami justru kearah mereka masuk dan itu hanya kami. Kami tertawa terpingkal-pingkal mendapati kekeliruan ini. Dan faktanya adalah, di pintu masuk utama dimana ada eskalator ke showroom dan tempat makan, ke arah kiri ke toko. Nah, rute yang sebenarnya adalah pengunjung masuk ke showroom, di sana akan di arahkan barang apa di rak mana ambil troley pallet dimana. dari showroom masuk ke toko dengan gambaran yang jelas. Lha kami malah sebaliknya.

Berkeliling sesaat terasa lelah kami tiba di kasir dengan 3 item barang jam dinding, bantal dan lampu LED usb. Ketiadaan plastik pembungkus akhirnya kami menenteng barang yang kami beli. Kalau mau pake trolley juga boleh tapi karena cuma tiga, ringan dan tidak merepotkan kami putuskan menjinjing dengan tangan saja. Nah, waktunya mencicipi hidangan Scandinavia. Seperti tujuan semula. Tempat makan ada di atas dekat showroom menggunakan eskalator, bertanya pada sekuriti bagaimana ke sana, melihat bawaan kami sang sekuriti meminta kami mengambil kunci loker, menyimpan di loker barang bersangkutan baru naik ke atas. Aihhh… Ribetnya. Dengan membawa Geva yang sedang ngantuk ada PR baru yang repotnya tak kalah. Finally we decided not now. Perjalanan kami lanjutkan ke parkiran menuju mobil tak lupa berpose kembali. Saying goodbye perhaps any another chance to visit IKEA to taste the food.

Geva is sleepy. Mama stiil exiciting. Papa is taking pic
Geva is sleepy. Mama stiil exiciting. Papa is taking pic

Di mobil saya ambil lagi ketiga barang itu dan mengamati satu per satu.

Size 60x30 cm. Jadi seprti panjang kurus. Harga 75 ribu
Size 60×30 cm. Jadi seprti panjang kurus. Harga 75 ribu
Diameter kurang lebih 30 cm bahan plastik sangat ringan dan tampak sama dengan jam dinding lainnya harga 40 ribu
Diameter kurang lebih 30 cm bahan plastik sangat ringan dan tampak sama dengan jam dinding lainnya harga 40 ribu

Terakhir

Lampu meja dihubungkan dengan USB, cukup terang untuk membantu suami saat bekerja jika lampu utama dimatikan. Harga 100ribu.
Lampu meja dihubungkan dengan USB, cukup terang untuk membantu suami saat bekerja jika lampu utama dimatikan. Harga 100ribu.

Yang menarik dari ketiga benda ini adalah MADE IN CHINA tak satu pun made in Swedish. haduh… Rasanya gimana gitu ya. Beli barang murahan buatan Cina beli barang mehong buatan Cina juga. Ya sudahlah… Mungkin fenomena seperti sepatu Nike atau Adidas yang ternyata tidak punya pabrik, sepatu merk terkenal ini dibuat di pabrik lain dengan spesifikasi dari Nike dan Adidas. Nah, IKEA juga seperti itu. Pembuatan barangkali lebih murah di Cina kualitas sama why not.

That was my story when we had visited IKEA Home Furnishing in Alam Sutera Serpong. You may visit to redeem your curious enjoy, don’t forget to taste the food and share with me. (Fin/rst0315)

Advertisements

It’s been March 2015

Well we do realize it is March 2015, what have we done? So many and still many. It’s ok but make sure tou are in your path to your dream.

Still about my baby boy Gevariel Joseph Julian and still I am amazed by him. And also he told a lots about God’s working to the people. Really, it’s beyond my mind. God, You are so great how you creat baby boy day by day. I can’t stop amazed You.

Now Geva is 20 months wow, he is so wonderful, amazing,awesome. Many laughs at home with him, many joys and happiness. Everyday is a beatiful day even some not as good as sound but it is nothing. He likes singing, sometimes I can hear his voice dab dab dab but the song so familiar. You will laugh when you hear and see how Geva singing a song. Counting numbers to ten, he is the one of the best in his age I guess, wkwkwkw….

Memahami perintah dan mengenal orang terdekat dengan baik.
Geva sudah paham beberapa perintah sedeerhana, seperti minum, mengembalikan barang-barang milik orang yang terbawa. Memerikan barang kepada seseorang, mengambil sesuati, menaruh benda, berdiam karena licin lantainya dan sebagainya. Sudah tahu betul mana kakeknya, mbok e, Mbok Yati, bapatua. Penjual roti yang sering lewat, terkadang dengan suara musiknya tukang roti menyahut dengan spontan “iya”. Lucunya betul, sering mengundang tawa.

Sikat gigi dan toilet trainning
Hingga saat ini masih harus belajar, awalnya toilet trainning berjalan sangat baik, Geva pup di toilet tentu dengan berpegangan pada saya, atau di potty. Tapi sekarang kalau mau pup di toilet pupnya kadang keluar tapi amat sedikit dan terburu-buru dia mau liahat itu pup dan mem’flush’. Jadi sepertinya perhatiannya teralihkan oleh si pup sehingga sulit untuk mengeluarkannya. Sehingga saya harus batu dia pup dengan melumasi anusnya dengan sedikit minyak agar licin. Saya membelinya sikat gigi lalu memperagakan di depannya bagaimana cara menggosok gigi. Geva terlihat antusias dan penasaran. Dia mengambil sikat gigi namun hanya disentuhkan di bibir sambil tersenyum dan berucap ‘gigi gigi’. Hahaha… Saya menaruh lagi sikat gigi mencoba lagi keesokan harinya. Setelah beberapa hari entah kenapa sang sikat gigi dibawa-bawa kemana saja. Kalau tidak diberi pasti pecah tangisnya. Dia pamer sama mbok sambil menyentuhkan sikat giginya ke bibir layaknya orang sikat gigi, di awa bermain kelur dan akhirnya itu sikat gigi menyikat sofa, mainan, meja dan barang-barang lainnya. Sebenarnya dia tidak sengaja namuan karena dipegangnya jadilah si sikat gigi turut dalam permainan. Jadi untuk membersihkan giginya saya basahi lap bersih lalu giginya saya seka dengan lap. Memang sela-sela gigi tidak akan terjangkau namun mendinganlah.

Siat gigi dibawa kemana pun
Siat gigi dibawa kemana pun

Bermain air
Kalau sudah tiba di kamar mandi langsung main semprotan air, mem’flush’ closet, menjungkirbalikkan ember, gayung keran dinyLain, shoer dinyLain, pokoknya super ramenya. Tapi seringnya dia kalau saya bilang sudah di tidak akan merengek untuk berlama-lama di kamar mandi. Akan langsung nurut saat saya gendong keluar dari kamar mandi. Terkadang merengek tapi tidak akan lamam. Satu dua suara rengeken sudah akan mengakhirinya.

Tanda buang air kecil
Geva akan menyebut satu kata kalau dia pipis, sulit untuk ditulis tapi kira-kira begini pce pce… Nah kalau itu terdengar dia mau pipis atau sudah pipis. Kalau belum pipis segera angkat kemar mandi tapi biasa sebelum nyampe sudah keluar pipisnya.

Main di kursi sopir
Kesukaan baru Geva kalau di mobil saat papanya tidak ada adalah langsung beranjak ke kursi sopir dan mulai berakting seperti sopir, memencet klakson tapi ga bunyi karena kurang kuat, memencet berbagai tombol yang ada, radio, lampu hati-hati, kaca spion, power window dan sebagainya. Geva terlihat sanga menikmati mengeksplor apapun yang ada di sana. Tapi kalau ada papanya dududk dipang sambil menyetir Geva ga akan bertahan lama. Beberapa dtik saja dia akan langsung minta pindah ke mamanya. Jadi terkadang kalau papanya pergi kerja tidak bawa mobil Geva saya bawa ke mobil saja. Apalagi kalau menangis. Lumayan, pasti betah…

Batita sangan ahli meniru.
Banyak kosa kata yang baru didengar langsung diulang dan mahir. Meniru waktu saya ganti baterai mainannya harus dibuka sekruonya dengan obeng, eh jadi hal baru dan sering dilakukan. Menuntun saya ke tempat penyimpanan obeng menyuruh membuka dan langsung diambilnya, kemudian berlari ke arah mainan dan mencob membuka cabin baterai. Sangat menarik melihat perkembangan anak usia 19 bulan.

Sedang mencoba memperbaiki mainan dengan obeng andalannya
Sedang mencoba memperbaiki mainan dengan obeng andalannya

Masih belajar banyak hal, perkembangannya juga banyak. Bersyukur setiap saat akan kemurahan Tuhan bagi kami.

Looks like a driver
Looks like a driver
One his favorite activity outside
One his favorite activity outside
image
Your laugh s our happiness

Many loves, many prayers, many laughs for you my baby boy.
Growing up day by day to be the best.