Martabak Bandung Ken Ken

Anda domisili Karang Tengah, Lebak Bulus? Lapar tengah malam mau ngemil tapi malas keluar? Mungkin yang satu ini adalah jawabannya. Iya, apalagi kalau bukan Martabak Top Bandung Ken Ken beralamat di Jl. Karang Tengah Raya no.33. Persis sebelahnya ruko plaza Bona Indah. Tinggal telepon, order, tunggu duduk manis  dan tidak sampai 30 menit pesanan pun datang siap disantap.

Mereka menyediakan aneka hidangan martabak manis dengan berbagai rasa dan martabak telor ayam maupun telor bebek. Untuk harga dan menu dan di gambar. Yang tak bisa ditebak dari gambar adalah rasa. Rasanya enak dan legit tidak akan mengecewakan. Kalau sudah beli pasti akan ketagihan. Tapi untuk yang sedang diet atau sedang membatasi asupan kalori, lemak dan gluten, sorry HINDARI!!

Saat itu kami membeli martabak manis special komplit alias semua rasa kena 50 ribu. Tapi rasanya enak. Sehari sebelumnya kami juga memesan martabak telor bebek isi 3. Berhubung saya kurang suka jadi tidak dipoto. Salah satu keunggulan martabak ken ken adalah seluruh permukaan martabak diberi toping jadi saat dilipat akan ada 2 lapisan. Seperti di gambar berikut. Sebab saya pernah temukan martabak yang diberi topping hanya sebelah saja karena yang sebelah lagi untuk menutup saat dilipat.

Sangat menggiurkan
Sangat menggiurkan
Bagian dalam dengantopping yang jadi 2 layer sesudah dilipat
Bagian dalam dengantopping yang jadi 2 layer sesudah dilipat
Tampilan packing
Tampilan packing
Daftar harga baru
Daftar harga baru

Martabak Top Bandung Ken Ken layak dicoba dan tidak akan mengecewakan. Mereka juga punya cabang di Cinere. Bagi yang domisili Cinere semakin dekat. Jika di gambar no telp tidak jelas ini dia:
021-932712
0813-1108-2579

Selamat mencoba…. (Fin/rs030615)

Waspadai Testis Tidak Turun Pada Bayi Laki-laki (Part 1)

Testis yang tidak turun ke kantong testis (skrotum) disebut kriptorkidisme pada bayi laki-laki yang hingga kini belum diketahui penyebabnya bisa terjadi pada bayi lahir prematur 30 persen dan 4 persen pada bayi lahir dengan waktu normal. Sebutan lain adalah undescended testicles (cryptorchidism). Pemeriksaan fisik akan dilakukan dengan cara meraba apakah terdeteksi testis ada atau tidak. Jika tidak ditemukan dokter akan menganjurkan pengobatan. Biasanya akan ditunggu hingga bayi usia 6 bulan dengan harapan akan turun secara alamai, lewat 6 bulan jika belum turun juga akan diterapi hormon hingga usia setahun. Usia diatas setahun beberapa sumber menyebut di atas 2 tahun harus operasi.

Kami tidak ada berpikiran sebelumnya akan terjadi pada anak kami Gevariel yang saat ini sudah berusia 22 bulan. Kami berpikir semua normal tidak ada yang salah dengan anak kami, karena memang tidak ada gejala sama sekali dan tak ada edukasi sama sekali dari pihak rumah sakit (hal ini yang paling saya sesalkan) padahal berkali kali bolak balik ke rs. SOP pemeriksaan bayi terutama laki-laki bagaimana sebenarnya.

Semua ini berawal saat jadwal vaksin tiba November 2014 (Gevariel berusia 16 bulan), namun vaksin di rumah sakit kosong sudah sebulan. Minggu berikutnya kami coba datang dan vaksin masih kosong. Bahkan sampai sekarangpun (Mei 2015) masih kosong malahan bertambah banyak item vaksin yang kosong. Jadi November kami tidak jadi vaksin, karena kami tidak ingin pulang dengan tangan kosong dua kali, akhirnya saya ke dokter anak iseng-iseng minta penisnya diperiksa. Sebab Gevariel sering pegang-pegang siapa tahu kotor atau luka. Ternyata penisnya baik-baik saja dan itu vase anal kalau sang anak suka memegang alat kelaminnya. Dokter dengan segera memeriksa testisnya dan benarlah yang kiri tidak ditempatnya namun di bagian atas di rongga abdomen. Dokter anak menyuruh ke bagian sub specialis Endokrin untuk memastikannya. Sabtu saat jadwal dokter endokrin tiba kami pun cek. Beliau sependapat dengan dokter anak. Dari beliau kami diberitahu kira-kira apa akibatnya. Secara kasat mata tidak tampak dan tidak mengganggu namun testis didesain Tuhan itu berada diluar tubuh dengan suhu lebih rendah 1-1,5 derajat dari suhu dalam tubuh. Normalnya laki-laki memiliki 2 testis, jika hanya ada satu yang berada di skrotum itu artinya abnormal yang bisa berdampak ke reproduksi. Artinya produksi sel sperma juga hanya setengah dari normalnya, peluang ini juga berlaku untuk pembuahan sel telur. Akibat lain adalah bisa menyebabkan keganasan. Karena itu harus segera ditangani. Dan untuk memastikan posisi testis dimana, ada atau tidak Dokter menganjurkan dilakukan USG. USG dijalanin dengan perjuangan yang keras sebab sang anak menangis meraung raung hingga munta-muntah. Kondisi yang sangat tidak nyaman bagi dia memang. Hasil USG pun keluar tidak lama kemudian dan secara awam bisa dilihat memang posisi testis tidak di dalam skrotum tapi ada.

 

Hasil USG
Hasil USG

Kembali konsultasi dengan dokter anak sub spesialis endokrin, jalan keluar kasus ini adalah operasi. Si Dokter juga bilang baru kemarin ada juga yang operasi kasus sama dengan ini, usianya pun sama satu tahun 4 bulan. Saya pribadi kaget mendengar dan tak tahu harus bagaimana. Membayangkan anakku dioperasi rasanya tidak menentu. Ingin saya saja yang menggantikan. Kami mulai mencari literatur di internet dan kerabat. Ternyata salah satu tetangga kakak saya punya anak laki-laki yang mengalami hal yang sama. Dari kejadian ini juga saya lebih paham sebenarnya ada standar dari rumah sakit untuk anaknyi laki-laki yang baru lahir. Penjelasan singkat dari pihak rumah sakit saat mau pulang:
-bayinya laki-laki ya bu
-ini penisnya dan testisnya
-bilirubinnya bla bla
-berat badan bla bla
-panjang bla bla
Dst

Dibeberapa poin RS tempat anak saya lahir tidak diberi penjelasan dan kambali saya sangat menyayangkan karena kakak saya bidan di Siloam sebelumnya dia menjelaskan apa yang harusnya dilakukan rumah sakit jika bayi laki-laki lahir dan mau pulang dari rs. Apa yang disebut kakak saya tidak dilakukan pihak rs sama sekali. Apalagi ini anak pertama, saya masih belum mengerti apa-apa. Tapi semua sudah terjadi, baik juga RS punya SOP terutama untuk bayi laki-laki. Saat hal ini kami sampaikan ke dokter anak dan dokter anak endokrin mereka hanya terdiam. Sudahlah…. Saya pikir selalu ada berkah dan Tuhan itu teramat baik. Mungkin ada hal yang harus lebih kami pahami dari karya Tuhan atas kejadian ini. Kembali ke topik, padahal kami berulang kali kembali untuk kontrol dan vaksin namun tak satupun kejadian yang melakukan pemeriksaan di bagian testis, bahkan kembali berkali-kali untuk vaksin tetap tidak ada. Mungkin karena bukan kasus umum. Saya sebagai ibu yang awam tidak menaruh curiga apapun dan tidak kepikiran sedikitpun untuk memeriksanya. Ditambah anak saya sehat, aktif, bobotya cukup, kecuali pupnya yang sering keras. Air lebih banyak serta buah dan sayur yang extra terkadang bisa mengatasinya. Tumbuh kembangnya berjalan seperti biasa.

Dari membaca literatur, artikel dan sharing pengalaman, kami sedkit banyak harus mempersiapkan diri menghadapi operasi. Secara finansial, emosi, mental dan waktu. Tidak bisa dilakukan saat itu juga walapun dari dokter menganjurkan secepatnya. Kami mencoba ke RS Siloam menanyakan second opinion, kurang lebih sama. Namun RS ini belum ada fasilitas operasi urologi sehingga kami tidak bisa mendapat perkiraan biaya. Sedang di RSPC petugas tidak bisa memperkirakan biaya tanpa ada kategori bedah apa dari dokter. Beberpa RS di internet menyatakan itu operasi kecil saja. Jadi di RSPC kami coba tanya bagaimana jika itu operasi kecil, mereka menyebut sejumlah nominal. Dari hasil tanya sana sini dan perkiraan biaya kami sepakat Gevariel akan dioperasi sekalian disunat tapi tidak dalam jangka waktu segera karena perlu waktu mengumpulkan dana. Namanya juga biaya pribadi bukan asuransi so ya begitulah. Dan hal tak terduga lainnya terjadi di bulan berikutnya saat saya harus masuk rumah sakit karena keguguran. Itu juga menyedot dana yang tak sedikit. Jadilah tertunda lagi operasinya selain itu ada hal yang harus dihadiri di luar kota jadi sekalian selesai tidak dikejar-kejar waktu menunggu masa semua tenang dan nyaman. Saat itu pikiran saya segera lakukan operas titik. Tapi keadaan tidak semudah itu ternyata. Kami terus berdoa untuk anak kami agar diberi kekuatan dan kesehatan saat menghadapi operasi. Kami berdoa agar mukjizat Tuhan terjadi bahwa tanpa operasi testisnya akan normal. Kami mengimani dan mempercayai Tuhan akan bekerja atas apa yang menimpa Gevariel. Tapi sekalipun harus menjalani operasi bukan kami kecewa kepada Tuhan karena tidak mengabulkan doa kami atau tidak memberi mujizat pada anak kami, tapi kami mengimani pekerjaan Allah itu tidak terbatas. Setiap hari berdoa dan membiarkan Allah bekerja dan bersandar pada kekuatan Tuhan saja.

Bulan April kami coba cek ke dokter bedah urologi Dr. Hendy Mirza SpU. Kesan saya, wah dokternya masih muda. Apa bisa dia?
Apa cari yang lain saja ya? Tapi dokter Mirza menceritakan pengalamannya sudah sering melihat dan operasi untuk kasus ini. Bawaannya sangat santai tenang dan praktis, padahal saya deg degan dan takut. Cek punya cek dokter langsung tanya mau operasi kapan? Jumat? Saat itu hari Senin, akhirnya kami sepakati hari senin minggu berikutnya yaitu 27 April 2015. Sebab dokter Mirza jadwal operasi Senin dan Jumat. Berkas-berkas dipenuhi dan kami langsung coba ke admission. Tada…. Jika semua dijabanin operasi testis dan sunat total biaya untuk operasi saja mencapai 34 juta belum obat dan kamar. Jauh sekali dari perkiraan sebelumnya yang hanya di kisaran belasan saja. Penyebab naiknya biaya secara fantastis adalah kategori bedah. Dokter Hendy mengkategorikannya di “kategori khusus”. Jadi untuk operasi itu ada kategori yang akan menentukan biaya. Kategori kecil, sedang, besar dan khusus. Yang paling mahal adalah kategori khusus melebihi kategori besar. Belum lagi kalau ada asisten, alat extra atau tambahan lainnya saat di ruang operasi. Biaya juga akan naik sesuai dengan kelas kamar. Kategori khusus untuk kelas satu dan VIP tentulah VIP lebih mahal. Ini tindakannya saja belum termasuk kamar, obat dan lain-lainnya. Mulai otak diputarrr…. Tapi Tuhan memang sangat baik. (Bersambung…..)

Rahasia Putri Delima

“Ayah, minggu depan di sekolah ada bazar dan pertunjukan panggung boneka. Kata Bu Ita untuk memeriahkan hari kemerdekan negara kita. Orangtua juga diundang. Apakah ayah akan datang?” Tanya Delima kepada ayahnya yang sedang sibuk dengan laptopnya. “Jam berapa acaranya sayang?” Ayahnya bertanya balik. Dengan wajah berbinar-binar sambil menebarkan senyum termanisnya Delima beranjak dari kursi belajarnya langsung menghampiri ayahnya “Jam 9 sampai jam 12 siang ayah”. Mendekatkan wajahnya ke pipi ayahnya seraya menunjukkan senyum dan mengangkat alisnya tinggi-tinggi.

“Sebelum ayah menjawab, bisakah putri ayah yang cantik jelita ini menolong ayah sebentar?”

“Tentu saja Ayah. Apakah ayah ingin secangkir kopi? Atau ayah ingin dibuatkan nasi goreng atau mungkin ayah ingin Delima buatkan donat coklat kesukaan Ayah?” Tukas Delima kepada ayahnya tanpa melepas simpul senyum sedetik pun dari bibirnya. Ya benar semua itu bisa dilakukan Delima gadis berusia 10 tahun itu. Bahkan seluruh pekerjaan rumah. Sejak ditinggal ibunya 3 tahun silam Delima dan ayahnyalah yang bersama-sama mengerjakan pekerjaan rumah.

“Mmmm… Yang terakhir itu boleh juga.” Ayah Delima menimpali tanpa memalingkan wajahnya. Seketika senyum di bibir Delima sirna. Padahal tawaran membuat donat itu sungguh tidak serius. Suasana hening sejenak Delima masih tak mengira respon ayahnya. Delima membalikkan badan menuju kursinya namun belum genap dua langkah dua tangan sudah mendarat di badannya memeluknya dengan erat dan mengangkat tinggi ke langit langit rumah seraya terdengar “Tentu saja ayah akan datang!”Keduanya tertawa bahagia dalam hangat pelukan. “Nah, sekarang tolong garuk punggung ayah ya dari tadi amat gatal rasanya.

Delima selalu bermimpi ingin seperti Putri yang sering ia baca di buku-buku ceritanya. Mengenakan gaun yang cantik sepanjang hari, tinggal di istana yang megah, bertemu dengan banyak orang yang juga bergaun cantik, menarik dan tertawa penuh bahagia. Delima membaca lagi buku “Putri Kejora” untuk kesekian kalinya. Putri kejora putri yang sangat cantik dan baik hati mempunyai tongkat ajaib. Meskipun ayahnya seorang raja namun Putri Kejora sekalipun tidak pernah sombong atau congkak, dia selalu tampak bahagia dan beteman dengan semua rakyat di kerajaan ayahnya. Semua penduduk di sana sangat menyukai Putri Kejora . Kecuali si penyihir jahat yang ingin mencelakalan Putri Kejora. Putri Kejora ditangkap penyihir jahat dan disihir menjadi seekor tupai, dikurung dalam kandang di rumah si penyihir jahat. Seluruh istana mencari putri tapi mereka tak jua menemukan.

Delima sedang berbaring menikmati angin sepoi-sepoi di tepi Danau Seroja, karena hampir seluruh permukaannya tertutup bunga seroja. Mekar berwarna warni memikat hati Delima bersama Lupi anjing kecilnya. Delima tertidur sedangkan Lupi mengawasi sekitar sambil menyandarkan kepalanya ke tubuh Delima sesekali menutup mata yang mungkin juga diserang kantuk hebat.”

Delima terperanjat seketika menghampiri Lupi yang sedang menggonggong ke arah semak. Seekor tupai terluka, bercak darah menyelimuti sekujur tubuh. Jelas wajahnya menunjukkan betapa kesakitannya dia. Melihat rintihan sang tupai Delima merasa iba, dengan sangat perlahan didekatinya tupai berbulu putih dengan mata merah. Diusapnya dengan lembut diangkatnya dan dipelihara dengan penuh kasih sayang. Di pondoknya yang sempit Delima, Lupi dan si tupai hidup bersama. Delima sedang sibuk di dapur membuat makan malam. “Delima maukah engkau menolongku sekali lagi?” Betapa kagetnya Delima mendengar suara itu. Dia mencoba mencari dari suara itu berasal tapi tidak ada siapa-siapa di sana. “Delima tolonglah saya!” Kembali suara itu terdengar.

“Kamu siapa? Perlihatkan dirimu!” Seru Delima panik bercampur takut.
“Ini saya. Saya tupai putih saya sedang duduk di bawah kaki nona”.
“Hahh.. Pergi kamu. Kamu pasti hantu!” tangan Delima menepis disertai gonggongan Lupi membuat suasan makin gaduh. Delima berlari kencang menuju hutan meninggalkan Putri Kejora yang berubah wujud menjadi tupai putih. Berjarak beberapa meter dari pondok Delima mencoba mengawasi kalau kalau tupai itu sudah pergi.
“Kamu tidak perlu takut. Saya tidak akan menyakitimu.” Suara tupai kembali terdengar. Delima melihat kalau sang tupai sudah ada di belakangnya. “Saya sangat berterima kaih atas pertolonganmu. Mungkin aku sudah mati jikalau bukan karenamu. Karena itu izinkan saya menceritakan kisah saya.”

Ketulusan dan kesungguhan tupai membuat Delima luluh juga. Kini Delima mengerti Penyihir jahat telah menculik Putri Kejora mengubahnya menjadi tupai putih dengan mata yang sangat merah. Putri Kejora berhasil kabur dari kandang dan hampir diterkam binatang buas.

“Saya akan mengantarmu ke istana. Tunjukkan jalannya..” Delima menimpali.

“Saya tidak tahu persis mana arah jalan yang benar. Tapi kalau Delima pernah mendengar Kota Sejuta Bunga. Setiba di sana kita akan pergi ke arah barat sampai bertemu pohon jati yang sangat besar dan tua. Itu adalah pentunjuk menuju istana. Kita harus bergegas sebab penyihir jahat menguasai seluruh kota.”

“Baiklah saya tahu tempat itu. Kita akan menyusuri bukit mungkin satu hari satu malam kita bisa tiba di Kota Sejuta Bunga. Jadi malam ini saya akan persiapkan bekal kita untuk mulai perjalanan esok sebelum fajar.”

Pagi-pagi saat subuh ketiganya meninggalkan pondok melewati jalan setapak, menyusuri hutan lebat dan sungai. Tak terasa malam pun tiba, mereka tidur di tepi sungai seusai menyantapp bekal. Lupi yang pertama bangun menjilati wajah majikannya dan mereka pun segera bersiap menuju Kota Sejuta Bunga. Dalam perjalanan mereka melintasi kebun bunga yang amat luas seperti lautan dengan aneka warna. Terasa membahagiakan hati. Itu adalah Kerajaan Sejuta Bunga, yang sangat terkenal dengan bunganya. Delima, Lupi dan Putri Kejora meninggalkan Kota Sejuta Bunga ke arah barat dimana pohon jati tua dan besar berada. Tidak sulit menemukan pohon jati jaraknya sekitar setengah hari perjalanan dari Kota Sejuta Bunga.

Istana menunjukkan dirinya dari kejauhan menggirangkan hati mereka meluapkan semangat berlari hingga nafas tersenggal-senggal. Kebahagiaan tak kuasa mereka sembunyikan karena apa yang mereka cari sudah di depan mata. Ketiganya berjalan hampir berlari dengan riang. Seolah-olah akan mendapati hadiah istimewa. Putri Kejora Si Tupai Putih seketika berubah menjadi Putri Kejora yang sebenarnya putri yang sudah lama hilang begitu tiba di istana. Delima tercengang tak percaya dengan yang dilihatnya. Putri yang sangat cantik bak bidadari di buku dongeng yang sering dibacanya.

Putri Kejora dengan lihai melawan penyihir jahat dan mengusirnya dari istana dengan bantuan tongkat ajaibnya. Penyihir jahat pun pergi dari istana. Raja dan Permaisuri sangat berterimakasih kepada Delima dan Lupi. Mereka diijinkan tinggal di istana dan Delima diangkat menjadi saudara angkat Putri Kejora. Putri Delima demikian ia dipanggil seluruh penghuni istana. Kini Putri Delima menggunakna gaun indah, tinggal di istana, memiliki kakak yag sangat baik dan cantik.

Delima mengabiskan waktunya di taman istana berbaring di hijaunya rumput di bawah pohon bunga flamboyan yang sedang mekar.
“Delima, bangun sayang. Kita harus bergegas ke acara sekolahkan!” Suara ayahnya terdengar melintas dari depan kamar Delima. Delima tersadar dan mencoba mengingat apa yang dialaminya.
image
“Ayah, aku bermimpi jadi putri. Aku punya seorang kakak bernama Putri Kejora dan aku Putri Delima.” Tukas Delima sambil berputar menengadahkan kepala ke atas mengibaskan roknya seperti penari.
“Itu kan Tokoh yang ada di buku ceritamu.” Jawab ayahnya seraya menyantap sarapannya.
“Iya aku bermimpi bertualang bersama Putri Kejora mengalahkan penyihir jahat.” Delima melanjutkan cerita lebih bersemangat.
“Tentu saja anak ayah ini seorang putri. Putri yang cantik jelita dan baik hati seperti Putri Kejora. Tapi lebih cantik lagi kalau sarapannya dihabiskan segera.” Ayahnya berdiri dan mencubit lembut cuping hidung Delima. Tiba di sekolah sudah banyak murid dan orangtua yang tiba. Beberapa menyantap makanan, memilah-milah baju dan musik pertanda pertunjukkan menyaksikan panggung boneka pun terdengar. Anak-anak berkerumun mengambil tempat duduk paling depan. Tak terkecuali Delima dan ayahnya, mereka duduk bersebelahan dengan Mitha teman baik Delima di sekolah. Delima membuka tasnya hendak mengabadikan kebersamannya dengan sang ayah, Delima terperanjat karena di dalam tasnya ada bunga flamboyan. Delima memandang ke arah ayahnya yang dengan serius menyaksikan Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih sambil memeluknya erat.”Jangan lupa hutang donat coklat ya Tuan Putri Delima!” Bisik ayahnya kepada Delima. (Fin/rt23052015)