Bagaimana Kalau Busana Istri Teroris Diperlombakan?

“Lomba Berbusana Mirip istri Teroris” adalah judul salah satu event yang saya baca. Kesan pertama yang muncul kaget setengah seperempat mati karena penyelenggara dengan besar nyali menyelenggarakan event ini. Sangat kontroversial dan menurut pandangan saya pribadi kurang layak. Memangnya istri teroris berbusana seperti apa? Apa ada yang tau? Apakah busana burqa dengan cadarnya begitu menggelitik sehingga harus disinggung dan diperlombakan layaknya lomba busana musim panas? Kalau judulnya lomba busana “burqa” barangkali tidak ada masalah tapi sebutan istri teroris itu begitu menendang harga diri sebagian orang. Pada akhirnya penyelenggara membantalkan karena banyaknya kecaman yang datang, disertai permohonan maaf kepada khlayak ramai.

Punlikasi event
Munnculnya ide ini awalnya mungkin sama sekali tidak ada niat mendiskreditkan wanita dengan busana burqa, justru sebaliknya yaitu untuk membuka ke umum bahwa mereka belum tentu istri teroris kutipan salah satu sumber. Tentu saja dengan penyampaian seperti itu kesan yang timbul tidaklah demikian. Menurut KBBI teroris didefenisikan
te·ro·ris /téroris/ n orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan — telah mengganas dng membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen
Jadi teroris itu bisa siapa saja, tanpa ada patokan busana yang seperti apa. Mereka yang duduk jadi pejabat mungkin saja memiliki karakter teroris, atau cara menjalankannya dengan cara politik. Siapa yang tahu. Kalaulah misalnya event itu jadi, lalu saya mau ikut. Busana yang bagaimana yang harus saya kenakan? Di toko berbagai busana ada, kasual, sporty, resmi, ke pesta, berenang, musim dingin dan sebagainya. Lalu kategori busana istri teroris seperti apa? Apa saya pakai semua jadi campur-campur? Rasanya konyol kalau event itu sampai terjadi.

Salah satu sumber metro.tempo.com menulis

TEMPO.CO, Depok – Penulis buku Akulah Istri Teroris, Abidah El Khalieqy, menyesalkan langkah Mul**eve** Organizer, yang mengelola peluncuran dan diskusi bukunya, mengadakan lomba busana mirip istri teroris. Musababnya, Abidah tidak mengetahui adanya lomba berbusana mirip istri teroris dalam peluncuran bukunya, yang urung dilakukan di Gramedia Depok, Minggu, 31 Mei 2015.

Bahkan dengan gegabahnya penyelenggara tanpa pemberitahuan dan diskusi terlebih dahulu dengan penulis novel bertajuk Akulah Istri Teroris”, karena event ini diadakan dalam rangka peluncurun novel tersebut. Saya orang awam belum membaca buku itu dan tidak tahu menahu apa yang terjadi di belakang akan berpikir, ‘ko bisa penulisnya juga setuju dibuat event semacam ini?’ Kesan buruk yang mengena ke pihak yang tidak tahu. sebagai EO (Event Organizer) setidaknya mereka lebih paham penerimaan publik dari setiap event yang mereka adakan. Kalau dipikir-pikir ada banyak kepala di EO bersangkutan, apa iya semua menyetujui? Namun itu urusan internal EO bersangkutan dan sumber lain juga menyebut EO mengadakan itu hanya untuk “guyon”.  Asataga…..

Semoga tidak adalagi kejadian semacam ini. Ciptakan damai untuk semua. (Fin/rs010615)

 

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s