Kicauan Nyamuk

Ahay… Terdengar pintu terbuka pertanda tuan rumah pulang. Si Nyamuk yang sedari tadi menanti terbang ke sana kemari mencari sesuap darah tak jua menemukan melonjak kegirangan. Sosok yang dinanti datang, meletakkan tas kerja, menyambar handuk dan bergegas mandi. Tak butuh waktu lama pria itu langsung merebahkan tubuhnya di kasur menggapai ponsel pintarnya dan mulai sibuk menggeser jari kesana kemari di atas layar. Si Nyamuk mulai beraksi mengendap-endap mendekati Si Pria Botak Licin. Kali ini nyamuk harus lebih berhati-hati kalau tak ingin berakhir di pembantaian.

Happ… Mendarat di licinnya kulit kepala si pria dan mulai mengendus pembuluh darah terdekat. Jarum penusuk diarahkan dan mulai menancapkan. Hush… Tangan Si Pria Botak Licin mengelus kepalanya membuat nyamuk menyingkir. Mencoba lagi di kulit kepala yang menegangkan jarum penusuk dan… Tara.. rombongan nyamuk lain datang menimbulkan bunyi yang tak nyaman bagi si botak licin. Dia mengibaskan tangannya ke sana kemari mengusir para nyamuk. Si Nyamuk mulai mencari celah dan kembali menemukan lokasi empuk untuk mengisap darah. Tepat betis kiri Si Nyamuk mulai beraksi mengeluarkan jarum penusuk dan booomm.. Dapat! Tak berlangsung lama si pria botak licin beranjak dari kasur menghampiri belakang pintu kamarnya. Tidakkk….!! Begitu pikir Si Nyamuk melihat Si Pria Botak Licin menggenggam sebuah benda yang sangat mengerikan bagi Si Nyamuk. Bagaimana tidak malam sebelumnya Si Nyamuk melihat dengan matanya sendiri salah satu temannya terpanggang persis saat mulai menghisap darah Si Pria Botak Licin. Mengeluarkan bau yang menyengat yang tak akan pernah dilupakan Si Nyamuk. Benda itu bagai penyiksaan lahir batin bagi Si Nyamuk, memiliki mata merah menyala saat pria botak licin menyentuh tombol serta mengeluarkan petir yang menghanguskan temannya Si Nyamuk atau mungkin saja Si Nyamuk adalah korban berikutnya. Tak mau kalah, Si Nyamuk memasang strategi jurus ‘Terbang Mengecoh’. Si Nyamuk mendekati pria botak licin menimbulkan suara gaduh telinganya sehingga Si Pria Botak Licin mulai mengarahkan raket nyamuk miliknya kesana kemari. Si Nyamuk menikmati mengecoh Si Pria Botak Licin dan melupakan setetes darah untuk sesaat. Tak puas mengecoh sekali, kembali Si Nyamuk berpura-pura hinggap dilengan si Pria Botak Licin. Tentu saja dengan gerakan hati-hati agar tak membuat Si Nyamuk beranjak. Raket diayunkan dan tebak… Si Nyamuk kabur sambil tertawa. Semakin menikmati tingkah si Pria Botak Licin, Si Nyamuk mengecoh kembali. Kali ini Si Nyamuk terus menerus terbang dekat telinga si Pria Botak Licin, raket kembali beraksi dan Si Nyamuk lolos lagi. Semakin kencang dia tertawa menganggap Si Pria Botak Licin sangat dungu. Tiba-tiba bau asap menyengat menyebar, tdengar pekikan petir mini dan goresan percikan listrik di senjata mematikan yang di pegang Si Pria Botak Licin. Si Nyamuk terpanggang menghitam bahkan tubuhnya tercerai berai. Tanpa disadari, Si Pria Botak Licin mengayunkan raket ke guling karena salah satu rekan Si Nyamuk sedang bertengger di sana. Si Nyamuk yang sedang tertawa terbahak-bahak turut serta dalam penyetruman. (Fin/rs260615 uNR15D16)

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s