Aramo dan Barunas (Part 2)

“Dimana Pangeran Barunas Pengawal?” Tanya raja kepada pengawal.

“Ampun Baginda, hamba tidak tahu.”

“Bukankan kamu bersama-sama dengan dia saat berburu di hutan.”

“Ampun yang mulia. Benar saya bersama dengan Pangeran Barunas. Lalu saya diajak katanya pangeran hendak buang air.” Dengan terus menundukkan kepalanya pengawal menceritakan kepada raja bagaimana mereka berpisah.

********

“Pengawal, kembalilah ke istana. Katakan kepada raja kalau saya baik-baik saja. Kita berpisah di sini.” 

“Jangan Pangeran, saya akan terus bersama Pangeran kemana pun Pangeran pergi?”

“Tidak perlu pulanglah. Ceritakanlah pada Raja yang sebenarnya terjadi jangan kurang jangan lebih.” Pangeran Barunas meyakinkan pengawal memegang pundaknya menatapnya dengan serius.

“Baiklah Pangeran. Berhati-hatilah.”

Pangeran Barunas menyuruh pengawalnya kembali sementara dia pergi ke arah lain menyusuri jalan hutan yang tak jelas arahnya. Pangeran Barunas menanggalkan jubah kerajaannya kini ia tampak seperti rakyat jelata melangkahkan kaki seorang diri. Matahari sudah kembali ke peraduan gelap gulita di tengah hutan, cahaya kunang-kunang bak bintang di langit menemani perjalanannya menuju setitik cahaya di kejauhan.

Pangeran Aramo menghadap Raja “Baginda apakah kakakku Pangeran Barunas akan kembali? Hamba sangat rindu padanya.”

“Mungkin dia perlu waktu untuk sendiri Pangeran Aramo. Tak perlu bersusah hati.”

“Pangeran Baranas adalah kakak terbaik yang pernah kumiliki. Sekalipun ibu kami berbeda, tapi Pangeran Baranas selalu mengajari saya banyak hal.”

Raja memerintahkan mencari Pangeran Barunas di hutan sampai ditemukan. “Panglima jangan sampai Pangeran Barunas terluka sedikitpun. Bawa dia kembali hidup-hidup.” Pasukan kerajaan pun berangkat ke hutan. Menyusuri setiap jengkal hutan tanpa henti. 

Pangeran Barunas begitu berbahagia kembali bertemu dengan temannya Jamido. Iya, Jamido adalah sahabat barunya. Mereka bertemu di hutan saat berburu bersama raja beberapa waktu lalu. Tak disangka bertemu secara diam-diam. Jamido tinggal dengan adik perempuannya bernama Mahira. Mereka bekerja mencari kayu dan hasil hutan lainnya untuk dijual. Tidak ada rumah lain di sana hanya mereka saja. Jamido dan adiknya memutuskan untuk tinggal di hutan jauh dari keramaian. Ayahnya adalah pedagang. Tapi saat ada serangan Ayah dan ibunya meninggal, tak menyisakan apapun karena telah dirampas oleh perampok.

Pangeran Barunas bergetar hatinya setiap kali menatap Mahira. Wajah ovalnya yang cantik, rambut hitamnya yang terurai membuatnya semakin bercahaya tak kala melintas menghangar teh dan kudapan untuk kakaknya dan Pangeran Barunas. Mahira mengintip dari balik tirai kepada Pangeran Barunas, dia menatap bibirnya yang merah, sinar matanya yang tajam tapi lembut, hidung mancungnya dan tubuhnya yang kekar. Mahira tak kuat  memikirkan itu semua, menggigit bibir bawahnya dan ada perasaan yang tak terjelaskan dalam hatinya. Kakinya bergetar tak tahan berdiri dan diapun terjatuh.

“Mahira suara apa itu?” Terdengar suara Jamido spontan yang terkejut. Pangeran Barunas juga kaget mendengar suara gedebuk. Seketika melihat ke arah datangnya suara dan mengentikan perbincangan dengan Jamido.

Mahira yang merasa malu meringis kesakitan “Bukan apa-apa Ka. Aku sedang membereskan kasur” sambil melongokkan kepalanya dari balik tirai dan memasang senyum. Kembali jantunganya seperti mau copot saat mata mereka bertemu pandang dengan Pangeran Barunas. Pangeran Barunas juga merasakan hal yang sama. Mata indah Mahira bertemu dengan matanya sesaat dan dunia serasa terbalik tubuhnya kaku darahnya mengalir deras. (To be continued…. /rs280615 u/NRD18)

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

One thought on “Aramo dan Barunas (Part 2)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s