Shabu Hachi, Karang Tengah-Lebak Bulus

Siapa yang tidak tahu jenis makanan shabu shabu yang berasal dari Jepang ini. Di Jakarta restoran dengan menu ini menjamur dimana-mana. Apa sebenarnya shabu shabu itu? Bukan jenis narkotika ya, kalau itu lain lagi ceritanya.
Kutipan dari wikipedia menyebutkan,

Shabu-shabu (しゃぶしゃぶ?) atau shabu shabu adalah makanan Jepang jenis Nabemono berupa irisan sangat tipis daging sapi yang dicelup ke dalam panci khusus berisi air panas di atas meja makan, dan dilambai-lambaikan di dalam kuah untuk beberapa kali sebelum dimakan bersama saus (tare) mengandung wijen yang disebut gomadare atau ponzu. Di dalam panci biasanya juga dimasukkan sayur-sayuran, tahu, atau kuzukiri.

Selain irisan sangat tipis daging sapi, daging lain yang bisa dimakan secara shabu-shabu misalnya daging ayam, daging domba, ikan fugu, gurita dan ikan kakap. Gyūshabu adalah sebutan untuk shabu-shabu daging sapi. Di Hokkaido, shabu-shabu daging domba disebut Ramushabu. Shabu-shabu daging babi disebut Tonshabu atau Butashabu. Di Nagoya dikenal shabu shabu dengan ayam Nagoya Kōchin yang disebut Niwatorishabu.

Restoran lainnya ketegori All You Can Eat dengan jenis masakan Jepang seperti namanya “Shabu”. Terletak di kawasan Jakarta Selatan Lebak Bulus Karang Tengah “Shabu Hachi”. Belum lama berdiri sekitar April 2015 lalu namun setiap melintas dari restoran ini sering ramai pengunjung. Kami penasaran dengan restoran ini akhirnya kami masuk dan bersantap di sana.

Tampak dari depan
Tampak dari depan

Saat memasuki restoran akan disambut pelayan dan diarahkan ke meja yang kosong sesuai jumlah tamu, kecuali yang sudah reservasi terlebih dahulu tidak akan ada masalah. Lalu pelayan akan menyodorkan menu, bisa dinikmati ‘all you can eat’ maupun ‘ala carte’. Ada beberapa tipe daging yang ditawarkan dan harganya pun berbeda. Kami memutuskan memilih all you can eat dengan jenis daging Australian Beef. Untuk soup shabunya ada beberapa pilihan, Japanese Broth, Original Konbu, Miso Soup, Hot Miso Soup, Sukiyaki, Tom Yum. Keterangan lebih lanjut bisa ditanya pada pelayan. Suami memilih Tom Yum (asam-manis), saya Miso Soup (cenderung gurih).

Daftar menu dan harga untuk ala carte maupun all you can eat dengan jenis daging dan soup sesuai selera. Yang paling murah adalah Australian Beef
Daftar menu dan harga untuk all you can eat dengan jenis daging dan soup sesuai selera. Yang paling murah adalah Australian Beef

Barangkali gambar kurang jelas harga sesuai jenis daging: Wagyu, adult 358K untuk child/senior/group 258K; US Premium, adult 188K, child 148K; Black Angus adult 238K, child 198K; Autralian Beef adult 138K, child 98K. Untuk harga ala carte tidak dicapture tapi bedanya sangat tipis untuk 2 tray kalau tidak salah selisih 10 ribu saja.

Selanjutnya akan diberi panci berisi soup pilihan pelanggan dan diletakkan di atas kompor induksi di atas meja, silahkan mengambil sendiri aneka sayuran, baso, ikan, udang, ayam, jamur, mie, bihun dll untuk isian Shabu. Tersedia juga bawang cacah, cabe, sambal, dan masih banyak lagi. Sesuai pilihan pelanggan jenis daging apa pelayan restoran juga akan mengantar beberapa tray jika kurang masih bisa minta lagi.
Dan acara masak-masak dan makan-makan pun di mulai.

Menu utama Shabu yang rasanya enak dan gurih akan sangat memanjakan lidah Anda, selain itu terdapat juga side dish seperti takoyaki, dorayaki, waffel dan beef teriyaki dan spagetty bolognase. Bagi saya semuanya terasa enak apalagi takoyakinya dan beef teriyaki. Spagety belum pernah coba jadi tidak tahu mendeskripsikannya.

Sayuran segar, tahu, aneka baso, bihun dan lainnya yang sangat menggiurkan
Sayuran segar, tahu, aneka baso, bihun dan lainnya yang sangat menggiurkan
Tray daging sudah kosong
Tray daging sudah kosong
Adegan masak-masak
Adegan masak-masak sudah selesai
So, do you want more baby boy?
So, do you want more baby boy?
Jangan lupa cobain beef teriyaki dan takoyaki. Enak banget
Jangan lupa cobain beef teriyaki dan takoyaki. Enak banget

Restoran juga menyediakan salad buah yang super segar serta saos salad sesuai selera. Terkadang ada juga jajanan tambahan terletak di atas cooler display isian shabu. Pernah gorengan, aneka lumpia, namun yang terambil gambar kali ini adalah singkong thailand, terus terang saya tidak mencobanya namun penampakannnya sangat cantik. Terdapat juga puding yang lembut dan enak dengan beberapa pilihan rasa serta saus fla yang legit.

Aneka puding
Aneka puding
Karena tiap hari beda kali ini casava thailand
Karena tiap hari beda kali ini casava thailand

Untuk minuman ada banyak pilihan, Ocha, Lemon Tea, Mango Peach, Blackcurrant, kopi, mesin kopi Nescafe ada Milo, Tiramisu, Cappucino, juga ada water boiler jika Anda ingin menikmati kopi buatan sendiri, tidak seperti restoran all you can eat lainnya, restoran ini menyediakan air mineral, sehingga pengunjung tidak perlu keluar uang tambahan kalau hendak minum air mineral.

Pilihan minuman
Pilihan minuman
Bahkan water boiler tersedia seandainya hendak memnuat kopi sendiri
Bahkan water boiler tersedia seandainya hendak membuat kopi sendiri
Air mineral pun tersedia
Air mineral pun tersedia

Dekorasi restoran yang sederhana, sajian hidangan yang menggoyang lidah, banyaknya variasi menu yang tersedia, pelayanan yang ramah akan menyertai Anda saat bersantap di restoran ini. (Fin/rs 260715)

Jangan lupa alamatnya di:

SHABU HACHI

JL KARANG TENGAH RAYA NO 52

BONA INDAH-LEBAK BULUS JAKSEL

TELP 0822 99119958

Suasana yang sederhana
Suasana yang sederhana
Yummy kan baby boy? But i'm sorry just a little bit ya makannya. Sebab bukan suguhan untuk anak bayi/batita
Yummy kan baby boy? But i’m sorry just a little bit ya makannya. Sebab bukan suguhan untuk anak bayi/batita
Advertisements

Anak Tani (Farmer Boy), Seri Laura

Buku ini mengisahkan masa kecil Almanzo James Wilder yang kelak menjadi suami Laura Ingalls. Bagian dari buku seri Laura Rumah Kecil, diera 1860-an di Amerika. Almanzo termasuk dari keluarga mampu, ayahnya seorang petani ulung memiliki banyak sekali hasil pertanian dan ternak. Pekerja keras adalah ciri utama petani di masa itu. Bertarung dengan musim yang terus berganti, kadang akan mematikan yang ada di ladang dan itu bisa sangat menakutkan bagi petani yang bergantung pada musim.

Almanzo anak keempat dari empat bersaudara, usianya 9 tahun. Kakaknya yang pertama laki-laki bernama Royal usia 13 tahun, yang kedua Elisa Jane usianya 12 tahun dan yang ketiga Alice usianya 10 tahun.

Hari pertama Almanzo ke sekolah saat usianya belum genap 9 tahun berangkat bersama ketiga kakaknya. Almanzo harus melangkah lebih cepat untuk mengimbangi langkah kakak-kakaknya sambil membawa kotak makan sedikit tidak nyaman bagi Manzo sebab ia yang terkecil diharuskan membawa kotak makan, ia merasa bahwa yang paling besarlah yang harusnya membawa kotak makan, tapi kakak-kakaknya berpikiran sebaliknya jadilah Almanzo membawa kotak makan.
Manzo serta anak baru seusianya yang baru pertama kali ke sekolah duduk paling depan dengan tempat duduk yang tidak sesuai untuk ukuran badan bagi mereka sebab didesain untuk anak yang lebih besar. Almanzo bertemu dengan anak-anak bertubuh besar lainnya yang sudah lebih dulu bersekolah dan Almanzo merasa ketakutan mereka berumur 16 tahun. Itu adalah Big Bill Ritchie dan teman-temannya. Sudah sering mereka melukai guru yang sebelumnya hingga bertahan hanya beberapa minggu atau bulan saja. Alamanzo kwatir mereka akan melukai Pak Corse ternyata tidak. Pak Corse mencambuk mereka dengan cambuk ular hitam yang biasa digunakan ayah ke sapi atau kuda. Dan betul, Big Bill dan teman-temannya tidak berkutik.

Ulang tahun Almanzo ke-9 ia boleh tidak ke sekolah. Ayah dan Ibu sudah menyediakan hadiah istimewa untuknya. Manzo berlari ke kandang dan ayah menginjinkannya menjinakkan Star dan bright. Bahkan ayah sudah menyediakan kuk kecil. Manzo dengan seksama mempehatikan ayahnya bagaimana melatih anak-anak sapi dan ia pun mulai melatih sapi-sapi kecil itu seperti yang dilakukan ayahnya. Itu artinya Manzo sudah bertambah besar sudah dipercaya mengendalikan sapi tapi belum untuk kuda. Bukan hanya itu ayah juga memberikannya kereta luncur salju, dan Manzo diijinkan bermain seluncur di bukit. Makanan yang enak dan banyak juga disediakan ibu di hari hulang tahun Almanzo yang ke-9.

Tradisi rumah es, dimana saat musim dingin sungai akan membeku dan keluarga Wilder memotong es mengangkutnya ke rumah es untuk disimpan. Dan hebatnya es ini bisa mereka nikmati nanti di musim panas atau musim semi selanjutnya. Sungguh menakjubkan. Teknologi yang begitu sederhana di era 1860-an.

Mereka mandi hanya sekali seminggu pada Sabtu malam, dengan mencairkan salju yang bersih dan menghangatkannya dekat tungku, jadi di hari Minggu mereka akan bersih saat akan berangkat ke gereja. Di gereja mereka harus duduk diam selama 2 jam, tidak boleh terrwa hanya berbicara dengan berbisik atau bersuara pelan.

Keluarga Wilder juga membuat gula saat cuaca mulai panas, es mulai mencair jatuh dari ponon, getah  mulai naik  dipohon-pohon. Almanzo dan ayah akan ke hutan pohon mapel membawa kuk kayu besar, getah pohon mapel dikumpulkan di bejana besar yang dipanaskan dengan kayu. Ini nanti akan menjadi sirop mapel dan gula mapel.

Ayah Wilder memiliki kuda terbaik yang sangat cantik. Dari penjual panci Ayah tahu kalau kuda seperti miliknya bisa dihargai 200 dolar. Seseorang dari kota datang menemui ayah untuk menawar harga kuda, terjadi tawar-menawar dan ayah tetap tidak mau bergerak dari harga 200 dolar. Mereka sepakat uang 200 dolar pun diberikan kepada ayah. Masalahnya adalah itu uang yang sangat banyak dan ibu kwatir menyimpan di rumah, bagaimana kalau ada orang yang mnegincarnya. Ibu tak bisa tidur semalaman. Tapi di luar anjing gelandangan yang Elisa Jane beri makan berjaga-jaga terlihat mengeram dan mengangkat telinganya tingi-tinggi. Benarlah di pagi hari terlihat jejak kaki orang di sekitar rumah. Ayah juga mendapat kabar keluarga lain diperlakukan demikan mereka berpura-pura membeli kuda menyerahkan uang di sore hari sebab bank sudah tutup dan merampoknya di malam hari.

Musim dingin belum tiba namun hawa dingin sedang menyerang. Jagung yang mereka tanam tumbuh lambat. Di tengah malam Almanzo mendengar ibu memnanggil Royal dan dirinya. Secepat yang mereka bisa menyiram jagung yang baru tumbuh sebanyak mungkin yang tertutup salju. Begitu matahari muncul menyinari si jagung maka tak ada lagi harapan untuk hidup. Mereka tidak bisa menyelesaikanhya namun sudah banyak yang terselamatkan.

Perayaan hari kemerdekaan di kota Malone seluruh keluarga berangkat. Kota sangat semarak, banyak, pedagang dan berbagai perayaan. Sepupu Almanzo -Frank- yang tingal di kota juga di sana dan sedang membeli limun seharga 5 sen. Frank dan beberapa anak-anak lainnya menantang Almanzo meminta uang gkepada ayahnya untuk membeli limun. Almanzo tentu saja mencoba namun dengan bijak ayahnya menjelaskan kepada Almanzo. Ayah mengeluarkan uang perak senilai setengah dolar. Setiap sen yang mereka miliki adalah kerja keras seperti proses menanam kentang hingga panen butuh waktu yang lama dan tenaga yang tak sedikit. Jika dijual dengan harga baik setengah keranjang berharga setengah dolar. Almanzo mendengar dengan baik dan memahami betapa berharganya setiap sen uang yang mereka miliki. Lalau ayah memberi Almanzo uang setengah dolar dan menyarankan membeli anak babi yang kelak bisa beranak dan ia kan memiliki lebih banyak babi. Juka dijual Alamnzo akan memiliki uang lebih banyak. Alamanzo menuruti ayahnya ia juga sempat memamerkan uang setengah dolarnya kepada Frank dan teman-temannya, mereka seperti tak percaya dengan apa yang mereka lihat.

Alamanzo sangat ingin cepat besar agar ia diijinkan ayah menjinakkan kuda. Bahkan Almanzo makan banyak-banyak agar badanya lebih cepat besar. Almanzo sudah tidak sabar ingin memiliki kuda sendiri. Almanzo kurang suka pergi bersekolah ia ingin bekerja di rumah membantu ayah di ladang, mengurus kuda, menjinakkan sapi dan sebagainya. Semua pekerjaan petani amat sangat disukainya. Beberapa kali Almanzo membuat alasan akan mengerjakan ini itu agar ibu tak menyuruhnya ke sekolah. Saat terkabul, Almanzo sangat senang. Ia akan mengerjakan banyak pekerjaan.

Ayah dan Ibu menginap seminggu di rumah Paman Andrew sejauh 17 kilometer dari rumah. Ibu menyerahkan semua kendali rumah kepada Elisa Jane. Mereka selama seminggu bersenang-senang, makan es krim, membuatu kue, membuat gula-gula gagal yang nyangkut di gigi Lusi babinya Almanzo. Mereka hampir menghabiskan gula. Elisa Jane marah namun tak satupun dari mereka yang medengarkannya. Tak terasa ayah dan ibu akan pulang, mereka buru-buru menyelesaikan semua pekerjaaan. Almanzo yang yang ogah-ogahan saat menyemir tungku beradu mulut dengan Elisa Jane tanpa sengaja semir terlempar ke dinding ruang tamu daan meninggalkan bekas noda hitam. Almanzo takut  lalu pergi keluar rumah menghampiri Royal seolah-olah tak ada yang terjadi. Ibu yang sangat berhari-hati menjaga keindahan ruang tamunya pasti akan sangat marah. Saat tamu datang ibu mempersilahkan masuk. Almanzo ketakutan saat dia melihat ke tembok ternyata noda itu sudah hilang. Almanzo tak sabar ingin bertanya kepada Elisa Jane begitu tamu pulang, Elisa Jane menempel kertas diniding sisa yang dia temukan di loteng. Alamnzo sangat berterima kasih kepada Elisa Jane. Sejak itu mereka tidak pernah membicarakannya lagi.

Saat panen tiba adalah saat tersibuk. Tak ada waktu untuk berleha-leha. Dari pagi hingga menjelang malam mereka tak berhenti bekerja. Insiden saat panen kentang, Almanzo merasa sangat kelaparan tapi panggilan makan siang tak kunjung terdengar. Ayah menginjinkan Almanzo dan Alice membakar kentang sambil menghangatkan badan. Letupan kentang terdengar hingga mengenai mata Alamnzo. Alice menyebut itu kentangnya, Almanzo menyebut itu kentangnya, akhirnya mereka berbagai kentang yang tersisa satu. Akhir panen adalah pekan raya. Keluarga wilder juga ke sana menikmati perayaan yang meriah. Labu milik Almanzo ikut diperlombakan, Almanzo terlihat was-was saat juri melakukan penilaian. Ternyata labu milik Almanzo adalah juara satu. Menurut juri rasanya sangat enak dan tidak ada tandingnanya. Almanzo menyebut kalau ia memberi susu ke labunya. Mungkin itu, melanggar peraturan, ternyata tidak dan ayah tahu akan hal itu sehingga tidak melarang Almanzo.

Saat musim dingin tiba waktunya untuk menggebuk gandum. Ayah tak ingin menggunakan mesin menurutnya itu untuk orang malas lagipula apa mereka harus berpangku tangan di musim digin. Bagi Almanzo sudah cukup berdiam diri dan berpangku tangan di hari minggu. Dan memang Almanzo sangat suka bekerja seperti ayahnya. Almanzo mengerjakan lebih banyak pekerjaan sebab Elisa Jane, Royal, dan Alice pergi akademi. Almanzo bekerja tanpa henti. Saat mengangkut kayu, ayah mengijinkannya membawa Star dan bright sendiri, dia dibantu Pierre dan Louis itu artinya Almanzo sudah besar dan sudah dipercaya membantu mengangkut kayu. Ternyata tidak mudah, beberapa kali terjatuh, jalanan bersalju, sapi dan gerobaknya terperosok namun ia tetap bangkit untuk membuktikan pada ayah kalau dia bisa sekalipun kakinya sakit Almanzo menahannya ayah menyuruh dia berhenti ia tidak mau.

Saat Ayah mengajaknya ke kota untuk menjual rumput di jalan mereka menemukan dompet berisis uang yang sangat banyak yang ternyata adalah milik Pak Thompson yang tidak percaya dengan bank sehingga ia membawa uangnya kemana-mana. Almanzo mengembalikannya atas perintah ayahnya namun Pak Thompson malah menuduh Almanzo mencurinya. Tidak diterima diperlakukan begitu Pak Paddock memaksa Pak Thompson memberikan 200 dolar untuk Almanzo, dengan berat hati Pak Thompson memberikannya. Ayah mengajak Almanzo ke bank agar ALmanzo menyimpannya di bank. Itu lebih aman dan ia bisa mengambilnya kapan saja ia mau. Pak Paddock menawarkan pada Ayah agar Almanzo kerja magang di tempatnya membuat roda gerobak karena itu adalah bisnis yang sedang maju dan penghasilannya pun lumyana. Ayah terlihat goyah namun ia akan membicarakan dengan ibu dan Almanzo. Ibu terlihat marah sekali dan sangat tidak senang akan ide ayah. Ia sudah cukup kehilangan Royal yang ingin menjadi pemilik toko. Ayah bertanya kepada Almanzo tentang tawaran Pak Paddock. Dengan bijak ayah menjelaskan baik buruknya menjadi seorang pembuat roda gerobak dan menjadi seorang petani. Ayah menyarankan dan memberi waktu kepada Almanzo agar memikirkannya dengan baik. Bagaimana pun ini adalah keputusan Almanzo. Almanzo bertanya kepada ayahya apakah ia boleh membeli seokor kuda dengan uang 200 dolarnya? Sebab ia ingin sekali melatih anak kuda. Itu adalah keinginannya terbesarnya selama ini. Kejutan pun didapat Almanzo, ia tidak perlu mengeluarkan uangnya ayah memberikan anak kuda Starlight kepada Almanzo. Ia dapat melatihnya dan merawatnya, bahkan nanti setelah anak kuda itu berusia empat tahun Almanzo boleh menjualnya dan menyimpan uangnya. Almanzo sangat senang, sebab memiliki kuda sendiri adalah impiannya. (fin/rs030815)

 

Cover Buku “Anak Tani” Seri Laura Rumah Kecil
Kentang yang dibakar Almanzo lemetup mengenai matanya
Kentang yang dibakar Almanzo lemetup mengenai matanya
Almanzo diajari ayahnya menghaluskan batang kayu, melihat ibu menenun
Almanzo diajari ayahnya menghaluskan batang kayu, melihat ibu menenun 

Catt:
Buku ini begitu menarik, seperti halnya buku seri Laura lainnya banyak yang diceritakan secara detail berbagai hal seperti membuat kereta luncur, menenun, membuat kue dan sebagainya. Penekanan Ayah sebagai kepala keluarga mengutamakan karakter yang baik bagi seluruh keluarga. Sangat menakjubkan betapa Almanzo begitu mengagumi ayah dan ibunya yang notabene dari keluarga petani. Kejujuran sangat dijunjung tinggi, keterbukaan dan ikatan yang kuat dalam keluarga. Tak ada yang berpangku tangan semua bekerja keras ditengah kerja keras mereka selalu tersedia makanan yang nikmat dan lezat. Semua mereka terima setimpal dengan apa yang dikerjakan.

Panjang ya ulasannya. Saking sukanya saya dengan buku ini. Jangan sampai tidak membaca bukunya ya.. 🙂

Rumah Kecil di Padang Rumput (Little House On The Prairie)

Keluarga Ingalls pindah dari Rimba Besar, Wisconsin, ke daerah barat. Dengan alasan rimba besar sudah banyak orang. Pa tidak terlalu menyukainya. Mereka berkemas dengan gerobak melintasi bukit, sungai Missouri ke daerah Indian. Dalam perjalanan itu tak diduga sungai meluap dengan arus deras hingga Pa harus menarik kuda Pet dan Patty untuk menyeberanginya. Namun mereka berhasil walau Jack anjing bulldog itu sempat hilang. Pa menemukan wilayah yang cukup bagus di padang rumput. Bahkan Pa menyebut kalau mereka akan hidup seperti raja, karena di sana tersedia yang mereka butuhkan. Ada sungai, tanah yang subur dan hewan buruan yang melimpah. Pa mulai mengumpulkan balok kayu dan mendirikan rumah bagi keluarga Ingalls. Dan ternyata mereka punya tetangga yang berjarak tiga kilometer di seberang sungai bernama Pak Edwards, juga ada Pak Scott dan keluarganya. Pa dibantu Pak Edwars dan Scott mendirikan rumah, kandang dan sumur. Walaupun sempat terjadi insiden saat menggali sumur Pak Scott pingsan di dalam sumur karena gas beracun saat dia menolak mengirim lilin menyala terlebih dahulu untuk memastikan keadaan di sumur. Jika lilin menyala hidup didalam itu berarti aman.

Di padang rumput serigala berkeliaran dengan bebas, sekawanan serigala mengelilingi rumah mereka di bulan purnama. Keluarga Ingalls tak bergerak sedikit pun, mengintip dari jendela kawanan serigala mengaum bersahut-sahutan. Itu malam yang menakutkan bagi keluarga Ingalls. Tak disangka Indian mendatangi rumah mereka mengambil persediaan makanan bahkan hampir membawa bulu-bulu hewan yang menjadi taruhan untuk membeli bubit di musim tanam. Bau yang menyengat yang dibawa Indian pun memenuhi seisi rumah. Untunglah Indian itu tidak melukai keluarga Ingalls.

Mereka mengambil persediaan makanan dan hampir membawa kulit binatang yang jadi modal mereka memperoleh binit tanaman
Mereka mengambil persediaan makanan dan hampir membawa kulit binatang yang jadi modal mereka memperoleh bibit tanaman

Penggembala sapi sedang berada di sekitar rumah mereka hendak menghalaun kawanan sapi ke kota. Penggembala di malam hari terdengar bernyanyi menidurkan kawanan sapi. Pa dimintai tolong untuk membantu menyeberangkan kawanan sapi ke seberang sungai, dan akan mendapat imbalan potongan daging sapi. Ma, Laura dan Mary sangat senang mendengarnya, bahkan Carrie pun senang. Siapa sangka saat pulang Pa membawa dua ekor sapi. Yang satu betina dan yang satu anaknya. Yang betina terlalu kurus untuk ikut perjalanan sedangkan anak sapi masih terlalu kecil tidak akan kuat. Jadilah keluarga Ingalls memiliki sapi. Sekarang mereka bisa minum susu dan membuat keju dan mentega. Rasanya kebahagiaan mereka terus saja bertambah.

Sapinya masih liar, hingga Pa pun kena tendang saat memerah susunya
Sapinya masih liar, hingga Pa pun kena tendang saat memerah susunya

Disuatu pagi Laura merasa kedinginan, tak sanggup bangun dari tempat tidurnya, namun tiba-tiba panas sekujur tubuhnya. Mary juga terbaring sakit lalu Pa dan Ma. Dokter Tan dan Nyonya Scott membantu mereka hingga benar-benar sembuh. Tak lama kemudian demam itu kambuh, mereka tidak tahu kalau itu malaria kala itu.

Pa pergi ke kota membawa kulit binatang hasil buruannya untuk ditukar dengan berbagai bibit tanaman yang akan mereka tanam. Kota Independece berjarak kurang lebih 60 kilometer, Pa membutuhkan waktu 2 hari untuk tiba di sana, jika urusan lancar Pa bisa kembali di hari keempat. Namun Pa pulang terlambat, mereka sangat kuatir. Ternyata Pa kesulitan melintasi jalan berlumpur dan cuaca dingin. Indian mendatangi lagi rumah mereka memakan apa yang ada, dan Ma pun memasak untuk mereka. Laura sangat ketakutan begitu juga Mary dan Jack. Laura memandangi mereka, yang hampir telanjang melihat setiap benda yang menempel di tubuhnya. Untunglah Indian itu tidak melukai keluarga Inggalls hanya mengambil persediaan makanan.

Saat malam Natal tiba tidak ada salju namun jujan deras menutupi bumi dan dingin yang begitu menggigit. Mary dan Laura kwatir kalau sinterklas tidak akan tiba di padang rumput karena cuaca yang huruk. Tapi mereka tetap menggantungkan kaos kakinya barangkali ada. Pa dan Ma tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka menyantap hidangan malam Natal yang sangat lezat. Terdengar pintu diketuk saat suara Jack mengeram, ternyata Pak Edwards datang membawa bungkusan dan tentu saja memnuhi undangan Pa agar makan malam bersama mereka di malam Natal. Pak Edwards besah kuyup dan kedinginan, segera Pak Edwards menghangatkan diri. Laura mendengar suara Pak Edwards dan bertanya apakah Pak Edwards bertemu sinterklas. Pak Edwards bercerita kalau ia bertemu sinterklas dan menitipkan hadiah untuk Mary, Laura dan Carrie. Mereka mendapat hadiah yang amat mereka sukai. Bahkan Mary dan Laura mendapat satu penny. Mereka sangat senang, karena baru kali ini mereka memiliki uang sendiri.

Edwards menyeberangi sungai yang meluap padahal cuaca sangat dingin demi hadiah Natal untuk Mary, Laura dan Carrie.
Edwards menyeberangi sungai yang meluap padahal cuaca sangat dingin demi hadiah Natal untuk Mary, Laura dan Carrie.

Pekik suara Indian terdengar sangat mengerikan. Mereka kesulitan tidur. Sepertinya akan terjadi perang diangara orang indian. Saat siang hari terasa sunyi namun Pa tidak pergi bekerja, mereka berjaga-jaga di rumah.  Pertemuan sudah berakhir, orang Indian pergi dengan jumlah yang sangat banyak, tak henti-hentinya mereka memandangi kawanan Indian yang melintas di depan rumahnya. Laura memandangi bayi Indian yang melintas, memandangi matanya yang bening dan bercahaya, bahkan Laura ingin memilikinya sambil merengek kepada Pa dan Ma. Tentu saja Pa dan Ma tidak mengabulkannya.

Suara pekik yang keras memenuhi malam hingga keluarga Ingalls tak bisa tidur di malam hari
Suara pekik yang keras memenuhi malam hingga keluarga Ingalls tak bisa tidur di malam hari
laura tak berhenti memandangi bayi Indian yang dikeranjang hingga melaju jauh dan tak terlihat
laura tak berhenti memandangi bayi Indian yang dikeranjang hingga melaju jauh dan tak terlihat

Kepergian orang Indian membawa ketenangan di padang rumput. Pa mulai sibuk mengejakan ladang. Ma, Mary dan Laura menanam benih. Mereka menanam buncis, ubi, bawang lobak, kacang, wortel. Tiap hari mereka memandangi kebun dan bibit-bibit itu tumbuh dengan cepat. Pa juga akan menanam jagung agar Pet dan Patty bisa makan jagung yang masak.

Menanam bibit saat Indian pergi.
Menanam bibit saat Indian pergi.

Ma, Mary dan Laura mendengar suara Pa keras dan marah, “Aku tidak akan tinggal di sini sampai tentara mengusirku bagaikan mengusir bandit-bandit saja…..” Tukas Pa. Dari Scott dan Edwards membawa kabar kalau pemerintah akan mengirim tentara untuk mengusir semua pemukim di daerah Indian. Pa sudah memutuskan akan pindah entah ke mana. Mereka langsung berkemas-kemas. Pa memberikan sapi kepada Scott karena mereka tidak bisa membawanya. Pagi harinya selesai sarapan Pa memuati gerobak, hanya bajak yang tidak bisa mereka bawa. Tidak ada tempat untuk menaruhnya. Saat akan berangkat Laura ingin sekali melihat rumah dan meminta kepada Pa agar diperbolehkan.  Kuda Pet dan Patty berjalan cepat membawa keluarga Ingalls menyusuri lembah, jurang dan sungai mencari tempt tinggal baru meninggalkan daerah Indian.padahal mereka baru setahun tinggal di padang rumput, bibit baru saja tumbuh, bahkan jagung baru saja ditanam. Semua itu mereka tinggalkan berangkat dari padang rumput. (Fin/rs140715)

Berpisah dengan Scott dan Edwards. Pa memberikan si sapi kepada Scott karena tak bisa membawanya.
Berpisah dengan Scott dan Edwards. Pa memberikan si sapi kepada Scott karena tak bisa membawanya.
Bermalam dalam perjalanan mencari tempat tinggal baru meninggalkan padang rumput.
Bermalam dalam perjalanan mencari tempat tinggal baru meninggalkan padang rumput.

Shabu Slim Restoran

Siapa yang sudah berkunjung ke Shabu Slim? Restoran menu Jepang kepunyaan Fery Salim. Bagaimana tanggapannya? Saya pernah ke sana sekali bersama suami dan tentu saja bocah kecil kami. Ada tiga cabang, Mall Kelapa Gading, Kota Kasablanka dan Central Park. Penasaran, kami menyambangi yang di Kota Kasablanka. Sebelumnya suami sudah baca-baca dulu review di internet. Ada paket ‘all you can eat’. Kami masuk dan memilih all you can eat, kata suami biar puas. Okelah…

Shabu Slim, menghidangkan masakan Jepang, seperti namanya Shabu, jadi mereka menyediakan menu shabu. Selain Shabu ada juga menu lain seperti suhsi. Ada aneka sayuran seperti sawi, toge, jamur, bihun ayam, telur, sosis, dan sebagainya. Semuanya tersedia di konveyor. Jadi pelanggan tak perlu bolak-balik untuk mengambil jenis makanan yang disukai. Untuk memudahkan pelanggan semua meja berada di sisi konveyor kecuali untuk side dish yang nonstop mengalirkan makanan dengan piring-piring kecil diberi tutup. Jika ada yang kosong chefnya sudah ada yang stand by langsung mengganti dengan yang baru.

The food just beside you, take n cook

Untuk kuah ada beberapa pilihan, seperti chicken (kaldu ayam biasa), tom yum pedas, dan ada lagi saya lupa namanya. Kami memilih 2 jenis yaitu tom yum pedas dan kaldu ayam. Sebenarnya saya lebih suka dengan sushi namun saat konveyor berjalan sejauh pengamatan saya hanya ada dua jenis sushi dan biasa saja, kemudian mungkin karena kami ambil terus, lama kosong tak ada sushi yang mengalir. Sampai-sampai suami bertanya ke waitressnya, dan menawarkan untuk diambil. Diambilindeh sama waitressnya yang berseragam imut-imut.

 

dua kuah satu panci

 

Side dish yang tersedia bihun goreng, bakmi goreng, kwetiau goreng, pangsit goreng dan otak-otak yang disajikan sisi kanan pintu masuk begitu kita masuk. Untuk taste tidak begitu memikat mungkin karena dingin juga kali ya. Hidangan desert puding dan buah juga tersedia di sebelah side dish. Untuk minuman dan es krim juga tersedia yang bisa dipilih sendiri sesuai rasa yang tersedia dan toping aneka butir-butir coklat warna warni.

Side dish

 

desert dan minuman
sushi di konveyor

 

Untuk item minuman yang tidak termasuk all you can eat beberapa tersedia di konveyor seperti minuman kemasan, yang lainnya bisa order.

 

minuman di order tersendiri

 

suasana restoran dengan ornamen Jepang, dan kursi bayi yang terlalu rendah dibanding kursi-meja dewasa

Suasana di restoran ini nyaman, ornamen Jepang sangat kuat dan banyak. Namun kurang ergonomis untuk kursi bayi, sebab ketinggian yang berbeda. Jadi kalau bawa batita rada repot

Tidak selamanya bisa duduk dan makan disini. Waktu yang diberikan berkisar 1,5 jam. Dari pesanan pertama. Jadi setelah kita duduk, tidak lama kemudian waitress akan datang ke meja menempelkan kertas berisi pesanan awal dan jam mulai. Jadi saat kita bayar terdeteksi berapa lama kita berada di sana. Berapa harganya? 202rebai. Mahal dibanding yang lain dan ketersediaan menu, jumlah varian menu dan taste. Apalagi untuk sushi yang amat terbatas. So, it was the first may be could be the last. Skala 1-10 (10 terbaik, saya beri nilai 5.5). (Fin/rs050615)

 

Sebelum pulang say goodbye to 'louhan'
Sebelum pulang say goodbye to ‘arwana’

Merawat Luka Sunat

Usia berapa anak disunat? Beragam. Ada usia beberapa hari, satu tahun, dua tahun, atau bahakan saat dewasa (20-30 tahun atau lebih) karena keharusan. Misalnya saat akan menikah (pria muslim), atau karena dia mualaf saat dewasa, atau karena penyakit yang mengharuskan disunat.  Atau karena alasan kesehatan. Dan itu sudah menjadi rahasia umum. Sunatlah anak sedini mungkin. Defenisi sunat menurut KBBI:

su·nat n berpotong kulup; khitan;

ber·su·nat v sudah berpotong kulup; dikhitankan: anak itu sudah -;

me·nyu·nat v 1 memotong kulup; mengkhitan; 2 ki memotong secara tidak sah (tt gaji dsb): ada pihak yg tega – pesangon karyawan itu;
Sunat diagama Islam wajib pada laki-laki, disertai dengan syukuran dan makan-makan dengan mengundang kerabat maupun handai tolan. Mungkin karena itulah usia anak yang disunat sudah relatif besar (7-10tahun) karena sudah paham diakan pesta buat dirinya dan kemungkinan akan mendapat sejumlah uang dari kerabat dan tamu-tamu yang datang.

Gevariel disunat pada usia 22 bulan bersamaan dengan operasi testikel (UDT). Perawatannya tidak rumit apalagi saya sudah pernah juga melakoni untuk ponakan.  Untuk luka operasi testis tidak ada masalah karena tertutup rapat oleh plester seperti luka operasi caesar pada ibu hamil. Dilapisi plester yang tahan air jadi tak ada perawatan khusus sepeti luka bekas operasi sunat. Hanya nanti saat kontrol seminggu setelah operasi dicek oleh dokter bedah.

Operasi dilakukan 18 Mei 2015, hari Senin. Selasa siang kami kembali dari rumah sakit perawatan dilanjutkan di rumah. Kalau di rumah sakit tidak terlalu repot karena perawat yang merawat luka. Untungnya Gevariel tidak terlalu rewel dan tidak terlalu merasa kesakitan jadi secara emosional sangat menolong.

Penis yang dibuang kulupnya pasca sunat akan merah dibagian ujung. Sebenarnya melihatnya saja saya merasa negeri, kesakitan dan kasihan. Di rumah sakit luka ditutup perban, tapi setiap kali Gevariel pipis balutan basah dan harus diganti lagi. Karena itu diputuskan biar luka terbuka saja lebih cepat kering juga, begitu kata perawat. Saya tidak bertanya lebih jauh, sebab ponakan saya dulu juga luka terbuka.

Dari rumah sakit sudah dibekali perlengkapan perawatan luka sunat seperti pada gambar,
Tiga tahap yang disampaikan dokter Mirza secara praktis, “basah-kering-oles”.

Perlengkapan perawatan luka
Perlengkapan perawatan luka

Keterangan gambar:

  1. Kasa steril
  2. Cairan steril sodium klorida
  3. Salep/krim oles “fenicol” sama seperti garamicyn
  4. Conector botol cairan garam sodium klorida.

Berdasarkan prinsip “basah-kering-oles” maka langkah yang dilakukan adalah,

  • Basahi/semprot kemaluan dengan sodium klorida menggunan conector (tusuk ke penutup karet bertuliskan out) seperti gambar, lalu semprotkan menyeluruh ke kemaluan anak bekas operasi sunat.
  • Selanjutnya keringkan dengan kasa steril dengan cara ditotol-totol, bukan dielus atau digesek karena bisa membuat luka melebar.
  • Kemudian oleskan krim/salep secara merata.

Perawatan seperti ini dikakukan tiga kali sehari. Tidak perlu khawatir kena air, jadi anak dimandikan seperti biasa saja (diguyur). Setiap akan memulai perawatan dan selesai perawatan luka cuci tangan bersih menggunakan sabun.

Kapan luka sembuh total?

Hari Selasa saya tidak memakaikan Gevariel celana sama sekali, jadi benar-benar telanjang pinggang ke bawah. Saya mencoba memakaikan “celana sunat”, dibeli suami di apotek ukuran paling kecil seharga 20 ribu. Saya perhatikan rasanya tidak akan nyaman dipakai, Gevariel menolak. Berkali-kali saya coba dia tetap menolak. Saya coba cara klasik yang juga digunakan ponakan saya yaitu memakai gelas bekas air minum dalam kemasan 240 ml, dipotong sedikit dari bagian dasar lalu ditempel dikemaluan dengan plester. Cara ini berhasil untuk ponakan saya tapi tidak untuk anak saya. Karena tak satupun yang berhasil ya sudahlah biar saja dia tanpa celana berkelana di setiap sudut rumah, bermain ke sana kemari. Perawatan 2 hari pertama cukup dramatis, karena disertai jerit tangis bocahku ini. Lukanya masih merah dan sangat basah. Jadi perlu tenaga extra memegangnya agar tak meronta-ronta yang akan menggagalkan pembersihan luka. Namun di hari Kamis tangisnya sudah tidak menyeramkan hanya sedikit rintihan dan hari selanjutnya tidak ada lagi adegan drama tragedi. Hari Rabu-Kamis saya pakaikan dia celana yang dibolongin, luka sudah terlihat mulai mengering, Jumat saya pakaikan celana biasa yang longgar dan sesekali celana bolong sunat, dan sudah bisa pakai popok, Sabtu sudah seperti biasa. Jadi kira-kira 5-7 hari. Untuk orang dewasa butuh waktu lebih lama, hingga 10-14 hari.

IMG_1743
Keterangan gambar:

  1. Celana sunat yang tak jadi dipakai
  2. Memakai celana yang dibolongin daripada tak bercelana
  3. Bermain di rumah tanpa celana, duduk di kursi kerja ayahnya

Ada hal-hal lucu selama masa pemulihan luka sunat. Saat mau turun dari tempat tidur mungkin karena masih sakit dia jadi sedikit nungging. Nah waktu pas di bagian tepi sulit untuknya agar penisnya tidak menyentuh kasur, di menurunkan sedikit namun terasa sakit lalu menaikkan kembali, karena mencoba beberapa kali tetap terasa sakit sambil menoleh ke arah saya seraya berkata “nyangkut nyangkut”. Spontan saya tertawa. Sering juga dia melihat kemaluannya dan memandangi, terkadang mengambil salep dan mencoba mengoles sendiri. Saat tidur tengkurap juga serba salah bagi dia, karena tidak bisa tengkurap sempurna, bokongnya harus naik sedikit agar kemaluannya tidak menyentuh kasur. Lain lagi saat sudah sembuh, sudah bisa mengenakan celana, saat ayahnya mau memijat dia, salah satu  kesukaannys dia tidak mau tengkurap sempurna, bokongnya sedikit naik, barangkali masih segar di benaknya rasa sakit itu. Hari Minggu saya membawa dia sekolah Minggu agar tak bosan di rumah seminggu penuh, bertemu teman-teman, bernyanyi dan ada suasana baru. Penyembuhan tidak lama, telaten membersihkan luka dan sabar tentunya. Tak perlu panik atau bingung, santai saja nikmati tau tau sudah sembuh. (fin/rs040715)

IMG_1748

Kiri Atas: bermain di teras tanpa celana

Kanan atas: sekolah minggu perdana pasca operasi di hari Senin sebelumnya

Kiri bawah: sudah sembuh tapi menolak memaki celana. Bahkan hingga kini beberapa kali masih menolak memaki celana sejak operasi sunat. Terkadang saya memaikan menunggu setelah dia lupa akan penolakannya memakai celana.

Kanan bawah: saat dipijat ayahnya bokongnya sedikit naik tidak tengkurap sempurna