Merawat Luka Sunat

Usia berapa anak disunat? Beragam. Ada usia beberapa hari, satu tahun, dua tahun, atau bahakan saat dewasa (20-30 tahun atau lebih) karena keharusan. Misalnya saat akan menikah (pria muslim), atau karena dia mualaf saat dewasa, atau karena penyakit yang mengharuskan disunat.  Atau karena alasan kesehatan. Dan itu sudah menjadi rahasia umum. Sunatlah anak sedini mungkin. Defenisi sunat menurut KBBI:

su·nat n berpotong kulup; khitan;

ber·su·nat v sudah berpotong kulup; dikhitankan: anak itu sudah -;

me·nyu·nat v 1 memotong kulup; mengkhitan; 2 ki memotong secara tidak sah (tt gaji dsb): ada pihak yg tega – pesangon karyawan itu;
Sunat diagama Islam wajib pada laki-laki, disertai dengan syukuran dan makan-makan dengan mengundang kerabat maupun handai tolan. Mungkin karena itulah usia anak yang disunat sudah relatif besar (7-10tahun) karena sudah paham diakan pesta buat dirinya dan kemungkinan akan mendapat sejumlah uang dari kerabat dan tamu-tamu yang datang.

Gevariel disunat pada usia 22 bulan bersamaan dengan operasi testikel (UDT). Perawatannya tidak rumit apalagi saya sudah pernah juga melakoni untuk ponakan.  Untuk luka operasi testis tidak ada masalah karena tertutup rapat oleh plester seperti luka operasi caesar pada ibu hamil. Dilapisi plester yang tahan air jadi tak ada perawatan khusus sepeti luka bekas operasi sunat. Hanya nanti saat kontrol seminggu setelah operasi dicek oleh dokter bedah.

Operasi dilakukan 18 Mei 2015, hari Senin. Selasa siang kami kembali dari rumah sakit perawatan dilanjutkan di rumah. Kalau di rumah sakit tidak terlalu repot karena perawat yang merawat luka. Untungnya Gevariel tidak terlalu rewel dan tidak terlalu merasa kesakitan jadi secara emosional sangat menolong.

Penis yang dibuang kulupnya pasca sunat akan merah dibagian ujung. Sebenarnya melihatnya saja saya merasa negeri, kesakitan dan kasihan. Di rumah sakit luka ditutup perban, tapi setiap kali Gevariel pipis balutan basah dan harus diganti lagi. Karena itu diputuskan biar luka terbuka saja lebih cepat kering juga, begitu kata perawat. Saya tidak bertanya lebih jauh, sebab ponakan saya dulu juga luka terbuka.

Dari rumah sakit sudah dibekali perlengkapan perawatan luka sunat seperti pada gambar,
Tiga tahap yang disampaikan dokter Mirza secara praktis, “basah-kering-oles”.

Perlengkapan perawatan luka
Perlengkapan perawatan luka

Keterangan gambar:

  1. Kasa steril
  2. Cairan steril sodium klorida
  3. Salep/krim oles “fenicol” sama seperti garamicyn
  4. Conector botol cairan garam sodium klorida.

Berdasarkan prinsip “basah-kering-oles” maka langkah yang dilakukan adalah,

  • Basahi/semprot kemaluan dengan sodium klorida menggunan conector (tusuk ke penutup karet bertuliskan out) seperti gambar, lalu semprotkan menyeluruh ke kemaluan anak bekas operasi sunat.
  • Selanjutnya keringkan dengan kasa steril dengan cara ditotol-totol, bukan dielus atau digesek karena bisa membuat luka melebar.
  • Kemudian oleskan krim/salep secara merata.

Perawatan seperti ini dikakukan tiga kali sehari. Tidak perlu khawatir kena air, jadi anak dimandikan seperti biasa saja (diguyur). Setiap akan memulai perawatan dan selesai perawatan luka cuci tangan bersih menggunakan sabun.

Kapan luka sembuh total?

Hari Selasa saya tidak memakaikan Gevariel celana sama sekali, jadi benar-benar telanjang pinggang ke bawah. Saya mencoba memakaikan “celana sunat”, dibeli suami di apotek ukuran paling kecil seharga 20 ribu. Saya perhatikan rasanya tidak akan nyaman dipakai, Gevariel menolak. Berkali-kali saya coba dia tetap menolak. Saya coba cara klasik yang juga digunakan ponakan saya yaitu memakai gelas bekas air minum dalam kemasan 240 ml, dipotong sedikit dari bagian dasar lalu ditempel dikemaluan dengan plester. Cara ini berhasil untuk ponakan saya tapi tidak untuk anak saya. Karena tak satupun yang berhasil ya sudahlah biar saja dia tanpa celana berkelana di setiap sudut rumah, bermain ke sana kemari. Perawatan 2 hari pertama cukup dramatis, karena disertai jerit tangis bocahku ini. Lukanya masih merah dan sangat basah. Jadi perlu tenaga extra memegangnya agar tak meronta-ronta yang akan menggagalkan pembersihan luka. Namun di hari Kamis tangisnya sudah tidak menyeramkan hanya sedikit rintihan dan hari selanjutnya tidak ada lagi adegan drama tragedi. Hari Rabu-Kamis saya pakaikan dia celana yang dibolongin, luka sudah terlihat mulai mengering, Jumat saya pakaikan celana biasa yang longgar dan sesekali celana bolong sunat, dan sudah bisa pakai popok, Sabtu sudah seperti biasa. Jadi kira-kira 5-7 hari. Untuk orang dewasa butuh waktu lebih lama, hingga 10-14 hari.

IMG_1743
Keterangan gambar:

  1. Celana sunat yang tak jadi dipakai
  2. Memakai celana yang dibolongin daripada tak bercelana
  3. Bermain di rumah tanpa celana, duduk di kursi kerja ayahnya

Ada hal-hal lucu selama masa pemulihan luka sunat. Saat mau turun dari tempat tidur mungkin karena masih sakit dia jadi sedikit nungging. Nah waktu pas di bagian tepi sulit untuknya agar penisnya tidak menyentuh kasur, di menurunkan sedikit namun terasa sakit lalu menaikkan kembali, karena mencoba beberapa kali tetap terasa sakit sambil menoleh ke arah saya seraya berkata “nyangkut nyangkut”. Spontan saya tertawa. Sering juga dia melihat kemaluannya dan memandangi, terkadang mengambil salep dan mencoba mengoles sendiri. Saat tidur tengkurap juga serba salah bagi dia, karena tidak bisa tengkurap sempurna, bokongnya harus naik sedikit agar kemaluannya tidak menyentuh kasur. Lain lagi saat sudah sembuh, sudah bisa mengenakan celana, saat ayahnya mau memijat dia, salah satu  kesukaannys dia tidak mau tengkurap sempurna, bokongnya sedikit naik, barangkali masih segar di benaknya rasa sakit itu. Hari Minggu saya membawa dia sekolah Minggu agar tak bosan di rumah seminggu penuh, bertemu teman-teman, bernyanyi dan ada suasana baru. Penyembuhan tidak lama, telaten membersihkan luka dan sabar tentunya. Tak perlu panik atau bingung, santai saja nikmati tau tau sudah sembuh. (fin/rs040715)

IMG_1748

Kiri Atas: bermain di teras tanpa celana

Kanan atas: sekolah minggu perdana pasca operasi di hari Senin sebelumnya

Kiri bawah: sudah sembuh tapi menolak memaki celana. Bahkan hingga kini beberapa kali masih menolak memaki celana sejak operasi sunat. Terkadang saya memaikan menunggu setelah dia lupa akan penolakannya memakai celana.

Kanan bawah: saat dipijat ayahnya bokongnya sedikit naik tidak tengkurap sempurna

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s