Rumah Kecil Di Tepi Sungai Plum (On The Banks Of Plum Creek)

Judul : Di Tepi Sungai Plum

Judul Asli: On the Banks Of Plum Creek

Penulis: Laura Ingalls Wilder

Penerbit: BPK Gunung Mulia

Kembali ke tokoh Laura dan keluarganya setelah di Farmer Boy menceritakan Almanzo James Wilder (Manly). Mereka pindah dari daerah Indian ke Sungai Plum. Di buku ini juga muncul Nellie Oleson, si anak orang kaya yang pirang, cantik dan sombong. Siapa yang tidak tahu Nellie Oleson. Laura bertemu dia di buku ini dan awal Laura mulai bersekolah.

Pa menghentikan gerobak, Laura dan Mary beranjak melihat sekelilingnya, sejauh mata memandang, ada hamparan padang rumput layaknya padang penggembalaan. Namun tidak terlihat rumah sampai si pria Norwegia, Pak Hanson, muncul mengagetkan Laura dan Mary. Pa menukar kuda mustang Pat dan Petty dengan rumah dan sebidang tanah pertanian juga Bunny, anak keledai dan atap gerobak dengan tanaman dan sapi. Rumahnya ada di tanggul sungai, di dalam tanah. Dari atas seperti padang rumput lainnya tidak akan ada yang tahu kalau di awah rumput itu ada rumah. Terasa Aneh bagi Caroline sebab belum pernah mereka tinggal di rumah dalam tanah. Tapi Pa meyakinkan Ma kalau meraka tinggal di sana hanya sampai panen gandum yang pertama sebab menurut pandangan Pa, tanahnya subur mereka akan menghasilkan gandum yang melimpah.

Mereka semua berangkat menuruni jalan kecil ke tanggul. Sungai mengalir deras dan berkilap-kilap, pepohonan tinggi tegak di seberang sungai. Ma mendukung Carrie bermain di tepian. Pa tidak mengijinkan Mary dan Laura bermain di lubuk, karena itu sangat dalam. Mary menurut, namun Laura terus saja masuk. Arus sungai yang besar membuatnya hampir tenggelam tidak ada ada pegangan. Lalu ia berusaha berdiri tegak kakinya bertumpu di atas tanah dengan baju basah kuyup. Tidak ada yang melihatnya, ternyata itupun juga belum cukup untuk Laura, makin lama Laura makin masuk kedalam, air terus naik hingga ke perut dan lengannya. Tiba-tias di dalam air ada yang menyeret kakinya da ia tenggelam. Tapi itu Pa, karena Laura pergi terlalu jauh dan tidak menuruti kata Pa.

Kawanan sapi berjalan satu rombongan, Johnny Johnson adalah penggembalanya. Ia hanya mengerti bahasa Morwegia. Pa melihat si penggembala dan kawanan sapinya mendekat dari batu karang besar, dan satu sapi yang cantik dihalau mereka ke kandang. Itu adalah sapi mereka. Pa mendapatnya dari Nelson atas bantuan Pa memotong rumput. Mereka senang sekali bisa memiliki sapi namanya Spot. Kini susu sudah bisa mereka nikmati.

Tumpukan rumput kering dan jerami sudah selesai sebagai persediaan makanan ternak dimusim dingin. Laura dan Mary bermain di padang rumput dan melihat tumpukan itu. Bau harum rumput kering begitu menggoda. Laura menaiki tumpukan hingga ke puncak “Aku terbang!” teriaknya. Mary pun tidak mau ketinggalan mereka melompat lebih tinggi lagi. Tiba-tiba Laura terperosok dan berdarah tapi tak menghentikannya. Lalu mereka kembali memanjat tumpukan jerami hingga tumpukan itu berantakan. Pa melarang mereka melakukannya lagi, sebab Pa harus membuat tumpukan itu kembali. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saat Pa pergi Laura mendekati tumpukan itu kendati sudah dilarang Mary. Laura terus memandanginya, dan akhirnya menaikinya. Mary pun tidak kuasa ia segera bergabung dengan Laura. Dengan berbagai alasan Laurapun berguling-guling di atas tumpukan itu. Pa memanggil mereka berdua dan bertanya apakah mereka tadi merosot di tumpukan jerami. Mereka menjawab tidak, Pa bertanya lagi tapi mereka tetap menjawab tidak. Pa dengan wajah tegang menyuruh mereka menjauhi tumpukan karena hanya itu makan untuk Spot, Pete dan Bright di musim dingin nanti.

Di tengah hari cuaca panas, hujan tidak turun dan salju tidak ada, sementara hari Thanks Giving hampir tiba. Itulah cuaca belalang. Saat itu mereka tak mengeti apa itu cuaca belalang. menjelang musim dingin Pa akan pergi ke kota mengajak serta Ma dan Carrie. Kawanan sapi menghancurkan tumpukan jerami Pa tidak ada lagi yang tersisa. Mary dan Laura ketakutan dengan amukan kawanan sapi. Laura, Mary dan Jack berusaha menghalau sapi menjauh tumpukan jerami. Pa dan Ma memuji tindakan mereka.

Laura menyelinap pergi ke sungai, sedikit demi sedikit ia masuk ke sungai hingga ia basah kuyup, itu belum cukup baginya, ia mau lebih lagi. Aliran air deras menangkapnya dan menariknya ke bawah jembatan kayu. Ia berpegangan pada papan kayu berusaha mengangkat tubuhnya, untunglah ia berhasil dan tidak terhanyut arus sungai. Di ladang Pa mulai menggarap lahan dengan susah payah karena tanah terlalu kering. Ia membajak dalam-dalam dan menggaru sebaik-baiknya dan menyebar biji gandum secepatnya. Tak lama tunas gandum pun tumbuh. Pa mulai mendirikan rumah, ia mendapat kayu dengan bayaran gandum setelah panen nanti. Caroline tampak kuang setuju namun Pa meyakinkan bahwa mereka akan mendapat hasil panen gandum yang melimpah. Pa dan Nelson pun mulai mendirikan rumah. Pa juga membeli tungku yang cantik untuk digunakan ma memasak di rumah. Mereka sangat senang dan hampir tak mmepercayai kalau tungku itu sangat bagus. Pa dan Ma sudah sepakat kalau Laura dan Mary harus pegi ke sekolah. Laura sangat tidak ingin pergi ke ekolah, ia lebih senang berada di dekat rumah, bermain di padang rumput, dan mengejakan hal lainnya. Laura mengatakan kepada Pa saat memasang perangkap ikan tapi Pa tetap mengharuskan Laura pegi ke sekolah. Hari pertama ke sekolah bagi Laura dan Mary, Ma memberikan mereka buku. Ada perasaan takut karena mereka tidak kenal siapapun. Mereka diejek karena tidak memakai sepatu, dan rok mereka juga kependekan. Beruntung Christy Kennedy datang menghentikan adiknya. Kemudian Christy menyebut nama-nama murid lain. Dan mereka langsung berteman. Gadis lain yang berambut kuning, dengan tampilan mewah memandang singit kepada Laura dan Mary menyebut mereka “gadis desa”. Namanya Nellie Oleson. Di sekolah semua anak-anak perempuan harus mengikuti kemauan Nellie Oleson bermain “Ring Around the Rosie”, biarpun mereka sudah bosan tapi karena itu keinginan Nellie Oleson mereka mau saja. Tiba-tiba Laura berteriak mengajak anka-anak bermain “Paman John”. Anak-anak lain pun ikut. Nellie mencengkram rambut Laura yang panjang dan menariknya sampai jatuh ke tanah. Ingin rasanya Laura menampar Nellie Oleson, tapi ia ingat ucapan Pa kalau Laura tidak boleh memukul siapapun. Laura dan Mary pergi ke rumah Nellie Oleson bersama anak-anak lain. Rumahnya sangat bagus, kamar Nellie juga amat bagus, Laura tercengang sebab belum pernah ia lihat yang sedemikain indahnya. Semua mainan dikeluarkan, termasuk milik Willie adik laki-laki Nellie Oleson. Nellie mengeluarkan boneka lilinnya yang paling bagus dan bisa mengeluarkan suara. Laura todak ingin menyentuh hanya berpikir untuk menyentuh boneka itu tahu-tahu jarinya sudah terulur ke arah sutra biru pakaian boneka lilin itu. “Jangan kau sentuh!” jerit Nellie. “Jangan sekali kali kau sentuh bonekaku, Laura Ingalls!” Laura kaget dan sedih dan ia berniat membalas Si Nellie Oleson.

Pesta balasan pun diadakan Ma di rumah mereka hari Sabtu berikutnya. Laura mengundang teman-temannya termasuk Nellie Oleson. Laura membawa mereka bermain di air dekat sarang ketam batu (mirip kepiting). Laura dengan sengaja membiarkan Nellie di sekitar sarang ketam. Saat Nellie keluar dari air binatang pengisap darah menempel di kaki dan betisnya. Nellie menjerit-jerit ketakutan sedangkan Laura tertawa. Laura tidak peduli, Chrysti pun merasa senang dengan apa yang dialami Nellie, menurut meteka itu setimpal. Laura merasa puas.

Tampaknya tanaman gandum akan segera dipanen. Cuaca terlihat bagus dan Pa terus menceritakannya kepada Ma. Mereka akan memliki hasil gandum yang melimpah. Sampai awan hitam datang hingga menutupi sinar matahari. Awalnya merek mengira akan ada badai, tapi itu bukan awan yang biasa. Ternyata itu adalah belalang. Belalang yang amat sangat banyak bak hujan. Semua tertutupi belalang. Pa berusaha membuat asap di sekitar ladang gandum agar tidak dimakan oleh belalang. Dalam sekejap semua habis dilahap oleh belalang. Tidak ada sedikitpun yang berwarna hijau. Belalang coklat ini begitu banyaknya hingga Pa pun menyerah dan kini semua gandum di ladang habis. Tak ada lagi yang tersisa. Sudah banyak yang pindah ke timur termasuk Chrysti. Pa mulai membajak lagi, saat Laura hendak menghampiri Pa, ternyata Pa tidak membajak, Sam dan David juga diam tenang. Itu artinya ada hal mengerikan yang sedang terjadi. Pa pulang dan menceritakan kepada Ma, kalau belalang itu bertelur. Dan seluruh tanah penuh dengan telur belalang. Kalau telur itu menetas semua tumbuhan hijau akan lenyap. Mereka tidak akan bisa panen tahun depan. Pa menemukan jalan keluar, di daerah timur sedang panen, karena itu Pa akan pergi ke timur sekitar 200-300 kilometer. Setiap Sabtu Laura pergi ke rumah Pak Nelson untuk mencari tahu apakah ada surat dari Pa. Sore itu sedang hujan deras, saat Laura pergi ke rumah Pak Nelson, tanpa sengaja ia menemukan boneka kain miliknya Charlotte yang dulu didapat di rimba besar. Boneka itu dibawa Anna saat sedang bermain ke runah mereka bersama Bu Nelson, Anna merengek ingin memiliki dan terpaksa Laura memberinya sebab Ma juga menyuruhnya. Saat Laura menemukan bonekanya sudah rusak, dan kotor. Anna membuangnya. Dengan hati sedih Laura memungut dan menceritakannnya pada Ma. Ma memperbaiki Charlotte mencuci dan membuatnya seperti baru kembali. Surat dari Pa datang, ternyata Pa harus berjalan sejauh 500 kilometer untuk mendapat pekerjaan, Pa di bayar satu dolar sehari, Pa juga mengirimkan selembar uang kertas 5 dollar, pa juga sudah membeli sepatu bot yang baru seharga 3 dolar. Mereka senang karena Pa baik-baik saja dan sudah mendapat sepatu bot yang baru. Kepulangan Pa dari timur adalah hari yang menegangkan bagi mereka. Hingga Pa tiba dengan sehat dan selamat di rumah.

Musim dingin tiba, sedikit demi sedikit persediaan hampir habis. Pa berangkat ke kota dan ternyata badai salju berlangsung lebih lama. Ma dan anak-anak harus mengerjakan pekerjaan Pa. Mengurus ternak, memerah sapi. Ma harus berusaha keras menembus badai dari rumah ke kandang. Untung saja pa sudah mengikatkan tali jemuran sehingga memudahkan berpegangan agar tidak kehilangan arah. Sebab badai begitu hebat hingga tak terlihat apapun. Pa terjebak di tengah badai dan tak mampu mencapai rumah. Hari kedua, ketiga dan keempat Pa pulang hingga mengagetkan seisi rumah. Sempat juga Laura mengira kalau itu adalah hewan berbulu tebal. Mereka senang Pa sudah kembali, rumah pun menjadi ceria lagi. Pa menceritakan bagaimana dia melewati badai. Pa terjatuh di tanggul sungai sehingga terlindung dari badai salju yang hebat. Pa terpaksa memakan gula-gula yang akan diberikan kepada anak-anak sebab ia kelaparan. Saat badai reda, Pa melihat sekelilingnya ternyata itu adalah tanggul sungai dekat rumah dimana dia dan Laura memasang perangkap ikan. Pa sudah sangat dekat dengan rumah hanya berjarak 90 meter tapi karena badai tak terlihat apa-apa. Untunglah Pa memakai mantel bulu bison yang tebal yang dibelinya di kota seharga 10 dolar. Malamnya mereka merayakan makan Natal bersama dengan penuh kegembiraan.

Di Tepi Sungai Plum (On the Banks of Plum Creek)
Pesta di rumah Nellie Oleson
Pertama kali melihat pohon Natal di kota
Pa berlindung di tanggul sungai saat badai salju

Note: Pengalaman pahit tidak menyurutkan semangat keluarga Ingalls untuk bangkit kembali. Mereka bekeja dengan keras, dan tak mau kalah dengan cuaca belalang yang merenggut gandum mereka. Usaha Pa yang harus berjalan sejauh 500 kilometer ke timur untuk mendapat pekerjaan dengan sepatu bot nya yang sudah rusak sungguh menyentuh. Tak bisa dibayangkan berjalan kaki sejauh 500 kilometer, barangkali dari ujung Jawa Barat hingga unjung Jawa Timur masih kurang. Tapi dijabanin Pa eemi keluarganya. Laura dan angota keluarga lainnya begitu menyayangi Pa, mereka senantiasa Pa sehat dan selamat.

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s