Sungkyunkwan Scandal 1 dan 2

Kisah persahabatan empat pelajar Sungkyunkwan. Kim Yoon-hee (Daemul) di jaman Dinasti Joseon abad  ke-18 yang menyamar menjadi pria dengan memakai identitas adiknya, Kim Yoon-sik agar bisa bekerja sebagai satrawan/pujangga. Sebab kala itu hanya terbuka unutk pria saja. Ia tinggal bersama Ibunya dan adiknya. Sedangkan ayahnya telah lama tiada. Lee Seon-joon dijuliki Garang putera dari Menteri Negara eengan partai Noron. Namun ia baik hati dan tidak sombong sama seklai. Dan pastinya Lee Seon-joon pintar dalam pekajaran. Moon Jae-shin yang juluki Geol-oh juga seorang anak pejabat. Ayahnya Menteri Kehakiman. Geol-oh sering membuat onar dan menyamar menjadi Hong Byukseo yang menyebarkan tulisan maupun puisi pemberontakan terhadap pemerintah. Sehingga ia dianggap buronan. Goo Yong-ha atau Yeorim anak pejabat kaya raya namun sangat playboy dan yang utama baginya adalah penampilan parlente. Ia sangat mengagumi karya Hong Byukseo karena menurutnya itu memiliki arti yang dalam.

Yoon-hee awalnya bekerja sebagai penulis (mungkin semacam replika) agar bisa dibeli orang lain. Iseng-iseng ia mengikuti ujian negara untuk masuk ke Sungkyunkwan (Akademi Kerajaan) yang mana kelak lulusannya akan menjadi pejabat negara. Benarlah Yoon-hee lulus dan diterima. Sehingga penyaamarannya harus diperpanjang lagi selama menjadi “Tuan Pelajar Sungkwunkan”. Yoon-hee berupaya keras menutupi identitas aslinya, namun beberapa teman dekatnya mencurigai dia sebagai wanita karena postur tubuhnya yang lebih mirip wanita, kakinya kecil, ramping, tidak ada bekas tumbuh kumis dan jenggot, dan kulitnya pun halus serta gerakannya gemulai dan wajahnya cantik. Lee Seon-joon awalnya kasihan padanya karena dia kira  si Yoon-sik yang ternyata adalah Yoon-hee sakit-sakitan sebab tubuhnya lemah. Lee Seon-joon yang mendapat julukan ingin melindunginya.

Moon Jae-shin orang pertama yang mengetahui kalau Yoon-hee ternyata wanita. Berawal dari perayaan kemenangan pertandingan yang diadakan di Sungkyunkwan, Yoon-hee mabuk dan tidak sadarkan diri. Geol-oh membantu Yoon-hee ke kamar. Ia pun mulai mengganti pakaian Yoon-hee yang penuh lumpur. Satu per satu ditanggalkan dan Geol-oh merasa curiga sebab kulitnya begitu halus dan putih. Hingga tiba dipenutup dada yang diikat erat-erat. Geol-oh seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Saat itu juga ia kabur dari kamar. Dan Geol-oh tidak membuka rahasia Yooh-hee kepada siapa pun.

Seon-joon sangat menyukai Yoon-hee. Namun perasaan itu ditutupi dengan rapi. Begitu juga Yoon-hee menyukai Seon-joon. Yoon-hee pernah berniat membuka indentitasnya kepada Seon-joon agar pria itu menyukainya. Beberapa pandangan orang yang terarah kepada mereka juga beranggapan kalau mereka tidak seperti kakak-adik. Bahkan mereka pernah dibawa ke sidang mahasiswa karena dituduh sebagai homo dan sederet kejadian janggal yang menimpa Yoon-hee, Seon-joon dan Geol-oh. Beruntung mereka bisa melaluinya itu juga berkat kecerdikan Yong-ha.

Seorang gisaeng yang pernah menolong Yoon-hee pun jatuh cinta padanya karena parasnya yang cantik. Itu menimbulkan api cemburu bagi Seon-joon. Sedangkan Seon-joon diketahui beberapa kali bertemu dan berkirim surat kepada Putri Menteri Perang yang bernama Hyo-eun dan mereka hampir menjalin hubungan serius membuat Yoon-hee tak tahan.

Seon-joon menganggap dirinya gila sebab ia sangat menyukai Yoon-hee yang jelas-jelas adalah pria. Ia mencium Yoon-he di acara piknik kampus ke air terjun, karena sudah tidak tahan lagi dengan Yoon-hee. Saat itulah Yoon-hee menyatakan siapa dirinya sebenarnya. Awalnya Seon-joon tidak percaya hingga dilihatnya tubuh Yoon-hee seutuhnya. Mereka masih harus menyimpan rapat-rapat rahasia ini dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Menjelang kelulusan Seon-joon mengirim surat kepada Hyo-eun Mengatakan banwa mereka tidak bisa bertemu lagi. Sang Putri Menteri Perang tidak terima ia malah meminta ayahnya melamar Seon-joon. Pengawal pribadi Seon-joon melaporkannya dan membuat Seon-joon panik. Mengambil langkah seribu menghadap ayah agar tak menerima lamaran itu. Di jaman itu jika tidak diterima itu dianggap sebagai penghinaan. Apalagi jabatan Menteri Negara -ayahnya Seon-joon- berada di bawah Menteri Perang.  Seon-joon pun akhirnya menceritakan keadaan sebenranya kepada pengawal pribadinya agar mendapat dukungan. Selama persiapan ujian Seon-joon belajar mati-matian. Ia bahkan tak menghiraukan Yoon-hee sedikitpun sekedar menyapa pun tidak. Sementara Yoon-hee diperlakukan demikian merasa tersiksa dan sering menagis. Ia pun harus pintar-pintar menutupinya sebab tak pantas bagi seorang pria menangis.

Yoon-hee, Seon-joon, Jae-shin dan Yong-ha dikenal dengan empat sekawan di kampus Sungkyunkwan, mereka selalu bersama. Belajar, bermain dan kini di hari kelulusan pun mereka semua lulus. Dan tak disangka Seon-joon adalah idola mereka semua. Sebab Seon-joon membawa angin perubahan bagi mereka. Sekalipun ia dari partai Noron yang notabene harusnya ada di asarama barat, Seon-joon lebih memilih di asarama timur. Jelas sekali ia tidak inign mencampur adukkan politik dalam pendidikannya. Moon Jae-shin mengagumi Seon-joon sebab sebelumnya ia selalu kabur dari asrama menyebarkan tulisan propoganda di sudut-sudut kota. Ia juga sering tidak lulus ujian sehingga ia sangat senior di kampus. Walau sebenarnya Geol-oh sangat mahir di bagian sastra dan ia adalah putra pejabat Menteri Kehakiman. Melihat Seon-joon ia jadi lebih memahami mengapa ia harus belajar dan lulus. Goo Yong-ha kesukaanya ialah menghabiskan waktu dan uang di tempat para gisaeng. Tidak peduli dengan pelajaran appun sekalipun sebenarnya ia pintar dan cerdas. Yang dia akui sekarang belajar apapun dengan hati, kelak ia pun akan jadi pejabat bekerja dengan hati. Yoon-hee sejak awal sangat terpesona oleh Seon-joon. Wajahnya tampan, rendah hati dan pintar. Dari hasil kelulusan Seon-joon bahkan menduduki peringkat pertama. Kepada mereka berempat pun kaisar menaruh perhatian khusus bahkan pernah menyempatkan diri mampir ke Sungkyunkwan hanya untuk berbincang dengan mereka berempat.

Pada akhirnya Yoon-hee dan Seon-joon menikah dengan taruhan Seon-joon kepada ayahnya kalau ia menjadi peringkat pertama di Sungkwunkwan.

nb: buku ini membuat penasaran dan ingin terus membacanya sampai akhir. Di buku Sungkyunkwan Scandal 1 tidak menjawab rasa penasaran sehingga pembaca “dipaksa” membaca buku kedua. Sajian yang menarik konflik yang membuat pembaca greget sebab hampir saja terungkap siapa Yoon-hee. Menurut saya di bagian endingnya masih kurang tajam, sebab pernikahan Seon-joon dan Yoon-hee terkesan sanga tlancar dengan kondisi dua keluarga yang totally bertolak belakang. Yoon-hee orang jelata dan Partai Nirim sedangkan Seon-joon anak pejabat dan partai Noron. Itu bukan hal lumrah saat itu dan tidak mudah beda partai menikah seperti yang dialami kedua orang tua Yoon-hee. Jangan-jangan yang menikah bukan Seon-joon dan Yoon-hee. Akan adakah buku ke-3? Kita lihat saja. Yang sudah nonton serialnya bagusan mana? Tapi pengalaman mengatakan buku selalu lebih menarik dibanding layar lebarnya. (Fin/rs:28092915)

Buku Versi Bahasa Indonesia

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s