MUSIM DINGIN YANG PANJANG (THE LONG WINTER)

Judul buku: Musim Dingin yang Panjang

Penulis: Laura Ingallsa Wilder

Judul asli : The Long Winter

Penerbit BPK Gunung Mulia,

426 halaman, 18 cm

Di buku inilah Laura pertama kali bertemu dengan Almanzo Wilder yang kelak menjadi suaminya. Cerita yang begitu meluluhkan hati  musim dingin seolah tak akan berakhir, sementara persediaan makanan habis, kereta api tak datang karena jalur tertutup salju. Pembaca akan dibawa ke situasi musim dingin yang mengerikan hingga merasa beruntung di Indonesia tidak ada musim dingin.

Keluarga Ingalls sudah menempati tanah milik mereka sendiri, saat ini Pa terus bekerja tanpa henti membuat jerami. Cuaca sedang bagus sehingga tak ada waktu. Laura diperbolehkan membantu untuk persediaan maknana ternak di musim dingin yang akan segera datang. Saat melihat tikus kesturi, yang sarangnya tebal dan tinggi, Pa sudah menaruh curiga akan mendapat musim dingin yang buruk. Sebab binatang lebih tahu menghadapi perubahan musim. Beberpa kali Pa menceritakan kegelisahannya kepada Ma akan musim dingin yang mungkin buruk. Ma menanggapi kalau otu hanya perasaan Pa saja sebab saat itu sungguh panas dan terik yang membakar.

Mata bajak Pa patah, Laura disuruhnya membeli ke kota karena kalau Pa yang pergi itu akan memperlambat pekerjaan. Akhirnya Laura dan Carrie yang pergi. Perjalanan pulang Carrie mengusilkan agar mereka langsung mengantar ke ladang tidak perlu ke rumah agar le ih cepat. Mereka beranggapan kalau sedang menuju arah yang benar di mana Pa berada. Lama sekali mereka kehilangan arah. Untung Wilder bersaudara yang juga sedang membuat jerami melihat mereka dan menunjukkan arah dimana Pa berada. Itulah kali pertama Laura bertemu dengan Almanzo. Laura menatap lelaki itu lekat-lekat seolah-olah mereka telah lama saling mengenal.

Kecurigaan Pa semakin kuat sebab itik dan angsa tidak ada yang bisa diburu semua terbang seprti sedang terburu-buru ke arah utara. Ditambah lagi orang indian yang datang ke kota mengingatkan warga kulit putih akan musim yang akan datang sangat panjang dan mengerikan. Ia mengangkat tujuh jarinya, bisa berarti musim dingin akan berlangsung selama 7 bulan. Beberapa percaya beberapa tidak namun semua warga bersiap menghadapi musim dingin.

Keluarga Ingalls memutuskan akan tinggal di kota selama musim dingin Sehingga lebih mudah memperoleh apa yang mereka butuhkan. Lagipula rumah di pertanian mereka tidak akan cukup kuat menahan badai musim dingin. Laura dan Carrie tidak terlalu suka tinggal di kota sebab banyak orang asing dan terlalu berisik. Mereka pun diharuskan Ma pergi ke sekolah. Awalnya sulit namun mereka jadi suka karena ada teman baru. Musim dingin dimulai sekitar bulan Oktober mereka bersekolah saat awan gelap menyelimuti langit Nona Garland guru merka terlihat cemas namun belum memutuskan apakah akan membubarkan sekolah. Sampai Pak Fuller datang menjemput mereka. Badai sudah mengamuk di luar. Tidak bisa melihat yang ada di hadapan. Mereka saling berpegangan tangan agar tidak terpisah dan bisa pulang satu per satu dengan selamat. Cap Garland memisahkan diri dan mengambil jalur lain. Laura merasa Cap mengambil jalur yang benar namun ia tak berani mengikuti sebab pesan huru dan Pak Fuller selalu bersama. Syukurlah mereka tiba di rumah dengan selamat. Dan musim dingin yang panjang pun dimulai.

Kereta api tak bisa datang dan memutuskan akan datang dimusim berikutnya. Persediaan batu bara habis, Pa keluar mengumpulkan jerami lebih banyak lalu memilinnya sebagai pengganti batu barra untuk menghangatkan seisi rumah. Walaupun tidak sehangat batu bara namun sangat menolong. Saat persediaan makanan habis Pa berkunjung ke toko makanan ternak milik Wilder. Mereka sedang menikmati panekuk yang hangat, dengan irisan daging babi goreng. Sungguh hidangan yang amat mewah bila dibandingkan dengan keadaan di rumah Pa. Tanpa pikir panjang pa langsung mengisi embernya dengan benih gandum milik Almanzo yang sebenarnya dia simpan dengan rapi agar tidak ketahuan oleh siapapun karena persediaan di toko susah habis. Tapi Pa tak bisa diakali ia jeli sekali melihatnya. Almanzo tidak mau sebab itu adalah bibit terakhir miliknya untuk ditanam musim depan. Tapi Pa memohon sebab mereka sudah tak lagi memiliki apapun untk dimakan. Akhirnya Almanzo memberikan.

Almanzo berpikir untuk mencari gandum yang dikabarkan ada dimiliki seseorang dalam jumlah besar. Royal tidak mengijinkan kalaupun dia pergi ia juga harus ikut tapi sudah disepakati salah seorang dari mereka harus tinggal sekiranya terjadi apa-apa dalam perjalanan. Berangkatlah Almanzo dan Cap dengan arah yang sulit diperkirakan sebab salju menutupi seluruh permukaan. Si pohon tunggallah satu-satunya petunjuk arah bagi mereka. Setelah lama berputar-putar akhirnya mereka menemukan rumah. Namanya Anderson ia memiliki banyak gandum namun tak ingin menjual karena akan dijadikan benih tahun depan. Almanzo dan Cap terus berunding agar ia mau menjualnya. Harga terakhir yang ditawarkan Almanzo 1 dolar 25 sen per bushel (satuan ukuran terutama hasil pertanian). Mereka berhasil memperoleh enam puluh bushel. Perjalanan pulang terasa lebih berat bagi mereka, kuda lebih sering terperosok dan mereka terjebak badai bahkan hingga 3 hari. Namun pejuangan mereka demi menyambung hidup seisi kota tidak goyah. Setiba di kota di toko Pak Loftus mereka melapor. Mereka pun tak perlu dibayar untuk mengangkut semua gandum. Pak Loftus ternyata menjual dengan sangat mahal 3 dolar setiap bushel. Orang-orang marah dan hampir menghabisi Pak Loftus. Melalui perundingan yang sengit akhirnya Pak Loftus menjual dengan harga pokok saja. Persediaan sangat banyak bagi setiap rumah sehingga masih sangat cukup bahkan hingga musim semi mendatang.

Malam itu  Laura merasa ada yang berbeda hawa dingin tidak menusuk dan aliran air terdengar olehnya. Ya musim semi telah tiba itu adalah Angin Chinook (angin hangat, dan kelmbapan rendah, bertiup sebentar saja suhu langsung naik hingga  20 derajat). Mereka telah melewati musim dingin dan masih baik-baik saja. Semua bergembira.

Suara peluit terdengar, namun itu bukan kereta yang mereka nantikan. Di hari semua orag berharap kereta datang ternyata yang datang adalah kereta lain yang , membawa barang dan persediaan pendudk yang pindah. Orang-orang kecewa hingga membuka paksa gerbong yang berisi bahan makanan sebab di kota sudah tak ada lagi bahan makanan.

Ada yang berbeda, Pa pulang bersama Pak Boas dan meggotong tong besar hadiah dari Pendeta Alden. Rupanya kereta api sudah datang dan membawa sejumlah besar persediaan makanan untuk seisi kota. Kini mereka bisa menjalani hari yang menyenangkan dan telah memenangkan pertarungan dengan musim dingin yang panjang. Bahkan seperti merayakan natal di bulan Mei. (Fin/rs30092015)

Musim Dingin yang Panjang
Membersihkan jalur kereta dari tumpukan salju namun tetap tak berhasil larrna badai akan kemabli menutup jalur yang telah dibersihkan
Royal membantu menggosok kaki Almanzo sepulang dari membeli gandum
Royal membantu menggosok kaki Almanzo sepulang dari membeli gandum

NB: karakter pekerja keras bagi petani Amerika di masa itu dan saling membantu. Tidak ada yang berpangku tangan. Namun ada saja orang yang berupaya mengambil keuntungan seperti Pak Loftus. Cerita yang mengharukan dengan musim dingin yang mengerikan.

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s