Empat Tahun Pertama (The First Four Years)

Judul Buku: Empat Tahun Pertama

Judul asli : The First Four Years

Penulis : Laura Ingalls Wilder

Penerbit : Libri, 2011

152 halaman, 18 cm

 

Lanjutan dari Tahun-tahun Bahagia. Di sini lebih rinci bagaimana Laura dan Almanzo membuat kesepakatan pernikahan mereka, seperti apa keinginan Laura bagi keluarganya yang baru.

Laura melihat kedatangan kereta bugi saat ia sedang menjahit pinggiran kain linen gaunnya. Cepat-depat dihampirinya dan mereka berkereta hingga 20 kilometer tanpa berbicara. Akhirnya Almanzo berbicara mengajak Laura menikah dalam waktu dekat. Sebab disaat kepulangannya musim dingin lalu kakak perempuannya mengusulkan agar diadakan pesta besar. Almanzo tak menginginkan itu, pikirnya begitu juga dengan Laura. Laura beipikir sambil memutar mutar cincin emasnya menjawab Almanzo kalau ia merasa tak bahagia menjadi istri seorang petani. Ia mengharapkan Almanzo mencari mata pencaharian lain. Almanzo penasaran mengapa Laura tak mau menjadi istri petani. Berat menjadi petani bagi seorang wanita, banyak yang harus dikerjakan terlebih lagi yang menentukan harga adalah orang kota. Manly panggilan akrab Almanzo beranggapan semua seimbang si kaya mendapat es di musim panas, si miskin mendapat es di musim dingin. Mereka mulai berdebat, Laura mengutarakan betapa tak ingin dia hidup miskin sedang Almanzo adalah petani sejati bahkan dari usianya masih sangat belia yang dia inginkan hanya menjadi petani karena petani bebas merdeka tak harus mematuhi siapapun,is menjadi majikan atas dirinya. Akhirnya Manly memberi penawaran bagaimana kalau mereka mencobanya dalam waktu 3 tahun. Jika tidak mampu membahagiakan Laura mereka akan berhenti. Laura setuju. Pernikahan yang amat sangat sederhana di rumah Pendeta Brown pun berlangsung.

TAHUN PERTAMA

Tak lama sesudah jamuan makan siang di hari pernikahan Laura dan Alamanzo langsung menuju rumah mereka dan tahun pertama pun dimulai. Laura memandangI rumah ITU dia sangat bangga tertata rapi dan sederhana. Pagi pertama Manly langsung berangkat ke rumah pertanian keluarga Webb, saling membantu agar kelak Manly juga dibantu. Laura mulai membersihkan seisi rumah. Manly membeli bajak baru dan kuda yang lebih besar agar pengerjaan lahan lebih cepat. Dan kuda kecil , Trixy, untuk Laura. Di suatu sore Laura sendirian di rumah, lima orang Indian mendatanginya. Laura sangat ketakutan, ia mengunci pintu dan menyelinap ke kamar belakang. Laura tak membukakan pintu. Rupanya para Indian itu menuju gudang. Laura tak tahan lagi ia membentak-bentak para Indian itu dengan rambut terkibas-kibas. Para Indian akhirnya pergi tak mengambil apapun. Musim tanam tiba, kesibukan pun semakin banyak. Laura merasa sakit dan selalu pusing setelah dokter memeriksanya ternyata ia sedang mengandung. Musim tuai diperkirakan Manly sudah datang karena itu ia membeli mesin tuai ke kota harganya 200 dolar. Laura mulai mengitung hasil panen dan hutang-hutang yang harus dubayar. Ia memperkirakan semua akan lunas bahkan akan ada uang berlebih. Namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diperkirakan. Banyak biji gandumg yang kosong. Tak berselang lama hujan es pun turun dan tanaman gandum semua sudah rusak tak ada yamg selamat.

Surat hutang harus segera dilunasi mesin penusi, mesin penggaru, mesin pemotong, bajak,penabur yang telah membantu menabur benih, gerobak baru, dan 500 dolar untuk ongkos membangun rumah yang belakangan Laura ketahui. Jadi apakah mereka berhasil menjadi petani tahun ini?

TAHUN KEDUA

Mereka telah pindah  ke pondok kecil di pertanian agar tanah bisa digadaikan. Musim dingin waktunya bagi Laura bersalin dan lahirlah anak perempuan mereka menamainya Rose. Hasil panen gandum tidak begitu baik, namun cukup untuk membayar bunga-bunga utang besar dan melunasi tang-utang kecil. Rasanya mereka tidak terlalu gagal.

TAHUN KETIGA

Laura dan Manly terkena radang difteri ganas. Hanya penyakit Manly lebih ringan. Rose telah diamankan ke rumah Pa. Royal kakak Almanzo seorang bujangan datang dari kota untuk merawat Manly dan Laura bahkan ia hampir terkena sakit saat meninggalkan keduanya saking lelahnya. Dokter melarang keras bagi mereka bekerja terlalu keras, namun Manly melanggarnya hingga ia pun suatu hari tidak bisa bangun dan lumpuh. Laura menggosok-gosok kakinya dan membantunya agar bisa bergerak. Mereka kehabisan uang karena harus membayar tagihan dokter. Untunglah ada yang membeli tanah pertanian mereka serta rumah sehingga mereka kembali ke rumah kecil di pertanian. Peter, sepupu Laura datang sebab majikannya berniat pundah dan menjual biri-birinya seratus ekor. Dengan diskusi mereka sepakat membeli biri-biri itu dan Peter akan menggembalakannnya. Saat bulir-bulir gandum mulai berisi angin hangat terus bertiup makin lama makin panas sekama tiga hari tiga malam. Di hari keempat semua butir gandum kering.

TAHUN PERPANJANGAN

Kembali mereka menggarap lahan. Di tahun ketiga apakah mereka gagal menjadi petani? Tidak bisa dipastikan. Rasanya tidak terlalu buruk bagi Manly. Hasil panen memang selalu gagal namun mereka memilki empat ekor sapi dan beberapa anaknya, empat ekor kuda dan anak-anaknya. Beberapa alat pertanian dan biri-biri. Maka mereka akan mencoba setahun lagi.

Api padang rumput mengamuk kebakaran dahsyat pun terjadi. Banyak rumah dan gudang yang terbakar beserta isinya. Tak terkecuali dengan Manly, ia terpaksa membeli lagi bibit untuk ditanam. Saat musim semi akan berakhir Manly selalu mengamati perubahan cuaca. Angin bertiup lagi berbentuk runcing, angin puting beliung. Cepat cepat ia membawa Rose ke gudang bawah tanah. Angin itu bergerak ke arah timutr memusnahkan begitu banyak bangunan dan gudang. Anak kedua Laura pun lahir, bayi laki-laki. Tapi tidak lama, beberapa minggu kemudian bayinya menderita kejang-kejang dan akhirnya meninggal. Manly dan Peter bekerja jauh untuk membuat jerami. Laura menyalakn tungku dan meninggalkan dapur tanpa sadar api telah menghanguskan rumah mereka. Laura berlutut, menangis menjerit-jerit. Pak Sheldon mengijinkan mereka tinggal di rumahnya, sebagai imbalan bagi mereka memasak makanan bagi ia dan saudaranya. Berhasilkah mereka sebagai petani? Nasib buruk cukup banyak menimpa mereka. Namun Laura semakin bersemangat untuk berjuang. Petani memang manusia yang selalu yakin masa depannya cerah. Sekrang petani tetap saja menabur benih di musim semi, mempertaruhkan waktunya melawan alam.*** (Fin/rs:171215)

 

image
Empat Tahun Pertama, mencoba peruntungan menjadi petani

 

 

image
Tahun Keempat, rumah mereka terbakar tak menyisakan apapun

 

Catt: Di buku ini emosi diaduk-aduk. Perjuangan menjadi petani yang tak mudah. Sangat masuk akal jika awalnya Laura tak ingn menjadi istri petani. Empat tahun percobaan tak pernah mereka berhasil panen. Tapi akhirnya ia menerima dan  semakin bersemangat berjuang. Ada rasa geli di tahun kedua musim dingin helang kelahiran Rose. Laura masih bermain luncur padahal keesokan harinya ia akan melahirkan. Bagaimana rasanya meluncur dengan perut besar begitu ya? Tapi kesedihan datang di tahun ketiga saat keduanya sakit dan kehabisan uang. Bahkan di tahun keempat rasanya ingin menangis saat mereka kehilangan rumah. Tapi semangat mereka tetap menyala, melanjutkan hidup.

Tahun-tahun Bahagia (These Happy Golden Years)

Judul buku: Tahun-tahun Bahagia (Seri Laura)

Judul asli : These Happy Golden Years

Penulis: Laura Ingalls Wilder

396 halaman ; 18 cm

Penerbit, Libri 2011 Jakarta Indonesia

 

Laura mulai mengajar untuk pertama kalinya. Awalnya ia sangat takut tapi dukungan keluarga menguatkannya. Tidak mudah bagi Laura sebab ia belum genap 16 tahun, ia juga harus tinggal di rumah Keluarga Brewster. Ibu Brewster kurang bersahabat dengan Laura. Sering terjadi pertengkaran membuat Laura tidak nyaman. Sangat berbeda dengan di rumah. Minggu pertama sekolah Laura tidak bisa mengendalikan beberapa muridnya yang lebih besar. Hampir saja ia putus asa. Jumat sore adalah saat yang dinantikan sebab ia akan pulang ke rumah menghabiskan akhir minggu bersama Pa, Ma, Carrie dan Grace. Ternyata yang menjemput Laura hukan Pa melainkan Almanzo. Laura tidak menduga sama sekali tapi ia senang sebab kereta Almanzo sangat bagus dan kudanya pun sangat cantik. Demikianlah Almanzo menjemput Laura setiap Jumat sore dan mengantar ke rumah Brewster di Minggu sore. Setiap pulang ke rumah Laura selalu meminta nasihat dari Ma dan Pa tentang murid-muridnya. Dan bisa ditebak semua muridnya menjadi sangat baik, pintar dan rajin. Bahkan di akhir  masa Luara mengajar menjadi momen yang sedih karena mereka harus berpisah.

Paman Tom berkunjung sehingga hari-hari mereka habiskan berbagi cerita. Bagaimana Paman Tom dan rombongan selamat dari kejaran prajurit yang membakar kemah mereka. Saat Almanzo menjemput Laura ia terlihat murung. Ternyata ia cemburu pada pria yang di rumah Laura. Laura tertawa melihat ekspresi Almanzo yang menduga kalau itu pemuda yang sedang dekat dengan Laura.

Mary pulang kegembiraan meledak di keluarga Ingalls. Ia tampak cantik dan mahir dalam segala hal. Di sekolah khusus mereka diajar mandiri melakukan segala hal. Bahkan Mary juga membawa bingkisan bagi seluruh anggota keluarga yang ia buat sendiri. Betapa mengagumkannya kemampuan Mary.

Hari-hari musim panas Laura kembali bekerja pada Nona Bell. Lima puluh sen setiap hari. Memang ini akan mengurangi waktu bertemunya dengan Mary yang sedang libur namun tak ada salahnya Laura bisa memperoleh uang lagi. Akhir musim panas minggu terakhir bulan Agustus Mary harus kembali ke sekolah. Rumah terasa kosong.

Laura mulai memikirkan pakaiannya. Ia pun akan bekerja kembali kepada nona Bell setiap hari Sabtu. Organ baru sudah ada agar kelak saat Mary datang ia bisa memainkannya. Itu adalah organ yang indah dilengkapi dengan kursi. Sangat indah mereka tak sabar Mary segera pulang. Gaun poplin Laura ia kenakan di hari minggu. Iya itu gaun yang sangat cantik dilengkapi dengan topi anyaman jerami dengan bulu-bulu yang rapi dan menawan. Selesai mencuci piring Laura mulai mondar-mandir. Tiba-tiba dari kejauhan muncul kereta bugi. “Mau naik kereta ini?” Ajak Almanzo. Nellie Oleson berada dalam kereta bugi saat menjemput Laura ke rumahnya. Laura tidak menyukai suasana ini. Tapi ia berusaha bersikap manis. Nellie memaksa Almanzo agar ia ikut dalam  kereta buginya. Laura menolak jika lain kali ada Nellie ia tak ikut. Perjalanan pulang dari kursus menyanyi Almanzo menarwarkan cincin tunangan kepada Laura. Di minggu berikutnya Almanzo menyematkan cincin emas, di tengah batu delima daengan mutiara di kedua sisinya.Laura memnyukainya. Musim panas mendatang Almanzo akan mulai membangun rumah kecil bagi mereka. Musim dingin Almanzo harus pergi ke keluarganya. Laura merasa sepi dan ia menyadari betapa ia selalu mengharapkan kedatangan Almanzo. Seseorang bertamu di malam Natal yang ternyata adalah Almanzo. Ia tak ingin meninggalkan Laura terlalu lama. Karena itu ia kembali lebih cepat. Laura kembali mengikuti ujian guru. Ia lulus sertifikat tingkat dua. Florence tidak lulus namun ia menyampaikan kabar baik kalau Laura boleh mengajar di sekolah mereka dengan gaji 30 dolar sebulan. Sore hari saat Ma dan Laura sedang mengerjakan gaun untuk Laura tiba-tiba Almanzo datang sebab itu hari Selasa. Setelah agak jauh Almanzo menjelaskan bagaimana kalu mereka segera menikah. Sebab ibunya akan datang bersama kakanya dan mereka merencanakan membuat pesta besar untuk pernikahan Almanzo. Jadi sedapat mungkin mereka menikah sebelum ibu dan kakaknya tiba. Keduanya berdiskusi dan lega karena disepakati kalau itu usul yang baik. Pa juga setuju Ma kurang setuju tapi itu sudah yang terbaik. Laura sudah siap dengan gaun hitamnya saat Almanzo menjemput. Mereka berkereta ke rumah Pendeta Brown. Mereka disahkan dengan saksi yang ada menjadi suami istri. Keduanya kembali ke rumah. Hidangan lezat sudah menanti tapi tak terasa sebab ia akan meninggalkan rumah. Pasangan yang baru diberkati itu menaiki kereta menuju rumah mereka sendiri. Laura sangat bangga dan kagum akan rumah kecil itu. Iya ini miliknya. (Fin/rs;41215)

 

image
Buku Seri Laura “Tahun-tahun Bahagia”