Tahun-tahun Bahagia (These Happy Golden Years)

Judul buku: Tahun-tahun Bahagia (Seri Laura)

Judul asli : These Happy Golden Years

Penulis: Laura Ingalls Wilder

396 halaman ; 18 cm

Penerbit, Libri 2011 Jakarta Indonesia

 

Laura mulai mengajar untuk pertama kalinya. Awalnya ia sangat takut tapi dukungan keluarga menguatkannya. Tidak mudah bagi Laura sebab ia belum genap 16 tahun, ia juga harus tinggal di rumah Keluarga Brewster. Ibu Brewster kurang bersahabat dengan Laura. Sering terjadi pertengkaran membuat Laura tidak nyaman. Sangat berbeda dengan di rumah. Minggu pertama sekolah Laura tidak bisa mengendalikan beberapa muridnya yang lebih besar. Hampir saja ia putus asa. Jumat sore adalah saat yang dinantikan sebab ia akan pulang ke rumah menghabiskan akhir minggu bersama Pa, Ma, Carrie dan Grace. Ternyata yang menjemput Laura hukan Pa melainkan Almanzo. Laura tidak menduga sama sekali tapi ia senang sebab kereta Almanzo sangat bagus dan kudanya pun sangat cantik. Demikianlah Almanzo menjemput Laura setiap Jumat sore dan mengantar ke rumah Brewster di Minggu sore. Setiap pulang ke rumah Laura selalu meminta nasihat dari Ma dan Pa tentang murid-muridnya. Dan bisa ditebak semua muridnya menjadi sangat baik, pintar dan rajin. Bahkan di akhir  masa Luara mengajar menjadi momen yang sedih karena mereka harus berpisah.

Paman Tom berkunjung sehingga hari-hari mereka habiskan berbagi cerita. Bagaimana Paman Tom dan rombongan selamat dari kejaran prajurit yang membakar kemah mereka. Saat Almanzo menjemput Laura ia terlihat murung. Ternyata ia cemburu pada pria yang di rumah Laura. Laura tertawa melihat ekspresi Almanzo yang menduga kalau itu pemuda yang sedang dekat dengan Laura.

Mary pulang kegembiraan meledak di keluarga Ingalls. Ia tampak cantik dan mahir dalam segala hal. Di sekolah khusus mereka diajar mandiri melakukan segala hal. Bahkan Mary juga membawa bingkisan bagi seluruh anggota keluarga yang ia buat sendiri. Betapa mengagumkannya kemampuan Mary.

Hari-hari musim panas Laura kembali bekerja pada Nona Bell. Lima puluh sen setiap hari. Memang ini akan mengurangi waktu bertemunya dengan Mary yang sedang libur namun tak ada salahnya Laura bisa memperoleh uang lagi. Akhir musim panas minggu terakhir bulan Agustus Mary harus kembali ke sekolah. Rumah terasa kosong.

Laura mulai memikirkan pakaiannya. Ia pun akan bekerja kembali kepada nona Bell setiap hari Sabtu. Organ baru sudah ada agar kelak saat Mary datang ia bisa memainkannya. Itu adalah organ yang indah dilengkapi dengan kursi. Sangat indah mereka tak sabar Mary segera pulang. Gaun poplin Laura ia kenakan di hari minggu. Iya itu gaun yang sangat cantik dilengkapi dengan topi anyaman jerami dengan bulu-bulu yang rapi dan menawan. Selesai mencuci piring Laura mulai mondar-mandir. Tiba-tiba dari kejauhan muncul kereta bugi. “Mau naik kereta ini?” Ajak Almanzo. Nellie Oleson berada dalam kereta bugi saat menjemput Laura ke rumahnya. Laura tidak menyukai suasana ini. Tapi ia berusaha bersikap manis. Nellie memaksa Almanzo agar ia ikut dalam  kereta buginya. Laura menolak jika lain kali ada Nellie ia tak ikut. Perjalanan pulang dari kursus menyanyi Almanzo menarwarkan cincin tunangan kepada Laura. Di minggu berikutnya Almanzo menyematkan cincin emas, di tengah batu delima daengan mutiara di kedua sisinya.Laura memnyukainya. Musim panas mendatang Almanzo akan mulai membangun rumah kecil bagi mereka. Musim dingin Almanzo harus pergi ke keluarganya. Laura merasa sepi dan ia menyadari betapa ia selalu mengharapkan kedatangan Almanzo. Seseorang bertamu di malam Natal yang ternyata adalah Almanzo. Ia tak ingin meninggalkan Laura terlalu lama. Karena itu ia kembali lebih cepat. Laura kembali mengikuti ujian guru. Ia lulus sertifikat tingkat dua. Florence tidak lulus namun ia menyampaikan kabar baik kalau Laura boleh mengajar di sekolah mereka dengan gaji 30 dolar sebulan. Sore hari saat Ma dan Laura sedang mengerjakan gaun untuk Laura tiba-tiba Almanzo datang sebab itu hari Selasa. Setelah agak jauh Almanzo menjelaskan bagaimana kalu mereka segera menikah. Sebab ibunya akan datang bersama kakanya dan mereka merencanakan membuat pesta besar untuk pernikahan Almanzo. Jadi sedapat mungkin mereka menikah sebelum ibu dan kakaknya tiba. Keduanya berdiskusi dan lega karena disepakati kalau itu usul yang baik. Pa juga setuju Ma kurang setuju tapi itu sudah yang terbaik. Laura sudah siap dengan gaun hitamnya saat Almanzo menjemput. Mereka berkereta ke rumah Pendeta Brown. Mereka disahkan dengan saksi yang ada menjadi suami istri. Keduanya kembali ke rumah. Hidangan lezat sudah menanti tapi tak terasa sebab ia akan meninggalkan rumah. Pasangan yang baru diberkati itu menaiki kereta menuju rumah mereka sendiri. Laura sangat bangga dan kagum akan rumah kecil itu. Iya ini miliknya. (Fin/rs;41215)

 

image
Buku Seri Laura “Tahun-tahun Bahagia”
Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s