3 Nafas Likas

Awalnya saya hanya penasaran ini film apa. Tanpa membaca sinopsis atau rating. Dan memang ini film sudah lama, Oktober 2014. Kenapa saya ingin menontonnya? Saya penasaran Likas itu apa? Saya kira semacam mahluk ajaib yang muncul ke bumi dan kesulitan bernafas kecuali dengan 3 hal ternyata ini jauh dari mahluk gaib.

Likas Tarigan yang kemudian dikenal dengan Likas Gintings adalah istri dari Djamin Ginting pahlawan nasional dari Sumatera Utara. Itu pun belakangan saya tahu kalau beliau adalah Pahlawan Nasional dianugerahkan oleh Presiden Joko Widid November 2014. Yang saya tahu tentang Djamin Ginting adalah itu nama jalan di Medan ke arah Kabanjahe dan kalau dengar Djamin Ginting yang terbersit adalah BPK alias babi panggang karo yang bertebaran di kanan dan kiri sepanjang jalan.

Likas Tarigan gadis yang berasal dari desa Sibolangit di era penjajahan Belanda dan Jepang. Wataknya keras, cerdas dan tidak kebanyakan sepeti anak-anak perempuan lainnya. Likas lebih suka bermain gundu (red:kelereng) ketimbang bermain hal lain. Likas bahkan lebih jago bermain dari anak laki-laki. Naga, teman sepermainannya, pernah mengejeknya dan Likas tidak terima sehingga ia merusak tanaman bapaknya Naga. Ayah Likas Ngatari Tarigan berkali-kali bertanya apakah Likas yang merusak tanaman bapak Naga tapi Likas tidak mengaku hingga sang ayah mengatakan apa yang akan terjadi kalau Likas berbohong dan kejadian ini masih bisa diperbaiki kalau Likas mengaku. Akhirnya Likas mengaku, bersegera pria paruh baya membantu memperbaiki dan tidak lagi ada keributan. Dari kejauhan Likas menatap sang ayah bersama Bapak Naga membenahi ladang. Sejak itu Likas berjanji tidak akan pernah berbohong lagi.

Di sekolah Likas selalu menjadi yang paling pandai. Diam-diam ia mengamati gurunya. Hingga ia menyampaikan kepada ayahnya keinginannya menjadi guru. Karena ia melihat guru itu enak, punya uang banyak dan murid-mirid untuk disuruh apa saja. Awal mula ia ingin menjadi guru adalah ia melihat kalau menjadi guru itu enak sebab guru punya uang banyak, guru juga punya murid yang bisa disuruh-suruh. Ayahnya menjelaskan bagaimana mestinya Likas memandang pekerjaan ini bukan hanya yang kelihatan enak saja. Likas pun didaftarkan masuk sekolah guru dan lolos tes. Meski ibunya tidak setuju anaknya pergi jauh dari rumah. Sepertinya kala itu ada anggapan kalau merantau adalah untuk kaum miskin yang tidak mampu. Tapi ayah Likas menegaskan Likas pergi sekolah bukan merantau. Likas pun berangkat ke sekolah guru yang kala itu dikelola Belanda tanpa persetjuan ibunya dan tanpa berpamitan. Sedih dan merinding bagaimana Likas jauh dari rumah untuk pertama kalinya tinggal di asrama tanpa keluarga. Pada akhirnya ibunya bisa menerima dan berharap Likas bahagia dengan pilihanya.

Sebelum Likas menamatkan sekolahnya sang ibu meninggal tanpa sepengetahuannya. Saat libur panjang tiba Likas pulang dan menemukan rumah kosong tanpa ibu dan berantakan. Penduduk kampung mempersalahkannya menyebut dialah penyebab kematian ibunya. Seperti biasa ayahnya menjelaskan dengan bijak apa yang terjadi. Hingga Likas tak perlu menyalahkan dirinya.

Likas menjadi guru bertugas di beberapa tempat hingga di Pangkalan Brandan dimana ia bertemu dengan Djamin Ginting. Djamin Ginting yang adalah seorang tentara pindah dari Medan persis di sebelah rumah kontrakan Likas. Djamin rupanya menyukai Likas dan selalu berusaha menemuinya. Djamin juga berkirim surat pada Likas menyatakan isi hatinya. Likas tidak menggubris dan berusaha menghindar dari Djamin. Djamin dipindahtugaskan dan perang masih terus berkecamuk. Peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang membuat suasana kecam. Tak terkecuali Likas yang harus pindah ke Kabanjahe. Dan situasi semakin burukk menimpa Desa Sibolangit kampung halaman Likas.

Sore itu hari yang tak bisa dilupakan Likas, hujan deras mengguyur kampung Sibolangit saat telegram tiba di rumah. Namun tak satupun yang mengerti sebab ditulis dalam bahasa Jepang. Di luar tentara Jepang sedang berjaga-jaga dan Likas memberanikan diri bertanya apa isi telegram itu. Ternyata berita duka kematian Kakaknya Njore. Likas terpukul dengan berita itu. Ia sangat akrab dengan kakaknya dan kakaknyalah yang menyemangati Likas agar bersekolah agar tidak menjadi seperti perempuan-perempuan Karo di kampungnya yang terus bekerja tanpa henti. Bahkan sebelum matahari terbit hingga larut malam. Berbeda dengan para bapak yang sepulang dari ladang mereka berkumpul dengan teman-temannya bernyanyi, bermain catur, minum tuak. Bagi Likas ada ketidakadilan yang menimpa kaum perempuan Karo.

Likas akhirnya membalas surat Djamin yang awalnya untuk menyemangati tentara yang sedang berjuang namun sepertinya Likas pun menyukai Dajamin, gayung bersambut.

Lamaran pun datang ke rumah Likas, rombongan keluarga Djamin tiba di depan rumah tapi ayah Likas malah pergi karena tidak setuju Likas menikah dengan Djamin. Adegan yang menyita emosi, betapa malunya Likas menghadapi keluarga Djamin. Meski Ayah akhirnya menyetujui tapi emas kawin yang diminta sangat tinggi karena berangapan Likas sudah menjadi guru dan untuk menyekolahkannya tidak sedikit uang yang sudah mereka keluarkan. Seribu golden adalah mas kawin yang diminta keluarga Likas. Tanpa ada perlawan apapun Djamin setuju. Tanpa ada tawar menawar Menawar atau keberatan sedikitpun. Djamin dan Likas menikah tanpa pesta asat karena situasi negeri yang masih perang. Walau sebenarnya Proklamasi kemerdekaan sudah berkumandang.

Likas tinggal di perkemahan tentara di Aceh dalam keadaan hamil sambil mengajar Bahasa Ingris untuk anak-anak yang ada di sana. Putri pertamanya pun lahir di tengah gejolak perang. Perang mereda Djamin pindah ke Jakarta dan naik jabatan. Ini membuat Likas tidak percaya diri saat harus menghadiri undangan dengan pejabat-pejabat. Djamin tidak kehabisan akal ia meminta Nyonya Ong mengajari Likas bagaimana berpenampilan, berjalan, berpakaian, cara makan dan sebagainya. Sehingga Likas tampil lebih percaya diri. G30SPKI juga hampir merebut nyawa Djamin yang kala itu menjabat sebgai asisten Jendral Ahmad Yani. Beruntung hanya ada 2 yang selamat salah satunya Djamin Ginitng. Mereka memiliki 4 Putri tinggal di Jakarta di jalan Sisingamangaraja.
Djamin pernah menjabat menjadi anggota DPR bahkan di tahun 70-an ia menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kanada. Awalnya baik walau ia tidak begitu tertarik dengan tugas sebab merasa bahwa dirinya adalah tentara dan tugasnya di lapangan. Djamin menyuruh Likas pulang ke Indonesia dan menyampaikan surat kepada Presiden. Mereka berpisah di bandara. Tak berselang lama Likas yang sudah di Jakarta menerima kabar dari Ottawa kalau suaminya Djamin meninggal. Likas tertekan dan larut dalam kesedihan hingga ia minta kepada pendeta agar dipertemukan dengan suaminya. Likas memutuskan bergabung dengan adiknya Mulia mengurusi perkebunan keluarga mereka. Sebab mereka adalah petani, ayahnya petani dan Likas mau melibatkan diri.

Likas Tarigan atau Likas Gintings wanita tegar dari Sibolangit menikah dengan Djamin Ginting yang berasal dari Desa Suka kabupaten Karo. Semangatnya tak terkatakan untk suami dan keluarganya. Semangatnya untuk mengajar, belajar dan mengangkat derajat perempuan karo. Bahkan kini masih hidup bersama anak cucu dan cicitnya. Ia juga mendirikan monumen dan museum untuk mengenang suaminya.

3 Nafas Likas, hilang. Tiga sosok yang paling berpengaruh dalam hidupnya. Ibunya yang senantiasa menjaga dan merawt dan menjadikan Likas wanita tangguh. Njore kakaknya, karena dialah Likas bisa menjadi seperti sekarang. Djamin, sang suami, so yang sangat dicintai dan mencintainya yang menjadi sahabat terdekat baginya. Yang mencintai negeri ini dan berjuang keras untuk kemerdekaan.

Dalam setiap tarikan nafas didedikasin untuk siapa?

 

image

 

Casts
Atiqah Hasiholan sebagai Likas Tarigan (Likas Ginting)
Vino G. Bastian sebagai Djamin Ginting
Tuti Kirana sebagai Likas Tua
Marissa Anita sebagai Hilda
Mario Irwinsyah sebagai Mulia
Arswendi Nasution sebagai Ngantari Tarigan (ayah Likas)
Ernest Samudra sebagai Njore (kakak Likas)
Tissa Biani Azzahra sebagai Likas kecil.
Anneke Jodi sebagai Uni Mayar.

Menurut saya efek perangnya sangat bagus, lokasi juag oke banget. Keren ini film. Film ini juga membangkitkan kecintaan terhadap tanah air, menyemangti kaum perempuan agar tidak lipa kodratnya sebagai perempuan. Bravo film “3 Nafas Likas”.*** fin(rs:250216)

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s