Minggu Sengsara

Peringatan hari kematian Tuhan Yesus diperingati setiap tahun disebut Jumat Agung, ‘Good Friday’ dua hari sebelum hari Paskah. Perbedaan tanggal setiap tahunnya itu dikarenakan penanggalan tahun yang berbeda terhadap Kalender Gregrorian dan Kalender Julian. Dapat kita baca di sini penetuan tanggal paskah.

Banyak artikel yang bisa kita baca di internet mengenai Minggu Sengsara. Minggu sengsara adalah hari-hari seminggu menjelang penyaliban Tuhan Yesus,  kematian, penguburan dan puncaknya adalah kebangkitan dari kematian.

Kematian di kayu salib diperkenalkan oleh bangsa Persia kira-kira tahun 90 SM dan kemudian secara luas dipakai oleh penguasa Romawi. Pada dasarnya itu adalah kematian yang disebabkan oleh sesak nafas. Korban harus dipatahkan pada bagian tumit hingga kakinya untuk mengurangi tekanan pada saluran udara di paru-paru. Ini akan menimbulkna rasa sakit yang mengerikan, tapi setidaknya butuh 9 hari sebelum akhirnya korban meninggal.

Dimana  Yesus disalib?  Dimana Abraham mempersembahkan Ishak, tempat yang disebut Golgata, di Gunung Moria.

Nubuat Tentang Minggu Sengsara

Apa yang dialami Tuhan Yesus sudah dinubuatkan sejak lama bahkan ratusan tahun sebelum kejadian itu benar-benar terjadi. Sejenak kita lihat kutipan dari perjanjian lama yang terdapat di Injil, secara khusus pekan terakhir hidup Yesus. Berikut kutipanya,

  1. Dia masuk kota dengan jaya, mengendarai seekor keledai – Za 9:9; Mzm 118
  2. Dia kan dibunuh seperti seorang gembala – Za 13
  3. Dia akan dihianati demi 30 keping perak – Za 11:1-13; Mzm 41:10
  4. Dia akan diberi anggur asam – Mzm 69:22
  5. Mereka membuang undi atas pakaiannya- Mzm 22:19
  6. Tulangnya tidak jadi mereka patahkan – Kel 12:46; Bil 9:12; Mzm 34:21
  7. Dia akan ditusuk- Za 12:10; Mzm 22:17
  8. Dia akan mati diantara para penjahat – Yes 53:10,13
  9. Kata-kata kematian-Nya telah diramalkan – Mzm 22:2
  10. Dia akan dikuburkan oleh seorang yang kaya -Yes 53:9 (terjemahan versi KJV dan BIS lebih jelas)
  11. Bangkit pada hari yang ketiga – Yun 1:17— Mat 12:39; Kej 22:4
  12. Kebangkitan-Nya akan disusul dengan kehancuran Yerusalem – Dan 9, 11, 12

Bisa saja Yesus berkata  saaat penyaliban “Cukup! Saya tidak di sini lagi.” Apa yang membuat Yesus tetap bertahan? Itu karena cinta-Nya kepada kita.

Adalah suatu kebiasaan untuk menuliskan tuduhan pada kayu salib sehingga semua orang tahu mengapa korban dihukum. Tidak terduga seorang Pilatus secara pribadi menulis dan menaruhnya di kayu salib. Dia menulis dalam bahas Ibrani, Yunani dan Latin,  “Yesus Orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. Seperti sebuah pengakuan pribadi akan jati diri Yesus Raja yang sesungguhnya. Tulisan ini ditentang oleh Herodes sebab ia adalah raja orang Yahudi ketika itu, tapi oleh Pilatus tidak mengijinkan ia mengatakan “Apa yang telah tertulis,tetap tertulis.” Cara menulis keempat kata itu dalam bahasa Ibrani adalah YHWH, nama Allah sendiri yang tak boleh diucapkan di kalangan Yahudi. Ini sangat menarik bagaimana Allah menyatakan dirinya kepada orang banyak melalui seorang Pilatus. Bagaimana penulisan kalimat di salib Yesus sehingga membentuk YHWH? Di tulisan selanjutnya. *** (Fin/rs:220316).

image
Tulisan di kayu salib Yesus

 

nb: dari berbagai sumber.

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s