#BahagiaDiRumah Mertua?

Apakah jawaban Anda dengan judul di atas? Kalau tidak tinggal di rumah mertua sulit menjawabnya, paling hanya bisa menerka-nerka atau berdasarkan pengalaman orang lain. Berbeda dengan mereka yang memang “harus” tinggal dengan mertua. Mungkin ada yang benar-benar bahagia, atau yang tidak bahagia atau terpaksa pura-pura bahagia karena tak ada pilihan. Masing-masing punya ceritanya sendiri.

Arti dan parameter bahagia berbeda bagi setiap orang. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan). Bagaimana bahagia di rumah mertua? Salah faktor yang menyebabkan kurang sinkron dengan mertua adalah perbedaan generasi sehingga pola pikir yang berbeda, belum lagi karena adat istiadat yang memberi batas “SUCI” antara mertua dan menantu. Dalam pengasuhan anak tak jarang kedengaran “Dulu suamimu mama kasi ini itu bla bla…..” sementara pasangan suami istri sudah punya alur sendiri untuk buah hati mereka, tapi mungkin mertua merasa lebih “berpengalaman” dan “berhasil” jadi perlu turut berkontribusi. Berbeda sama orang tua zaman sekarang, kemana-kemana atau ngapa-ngapain sudah ada modal informasi dari internet. Tapi tetap digarisbawahi tidak semua orangtua seperti itu. Banyak juga yang tetap memberi otoritas penuh kepada menantu dan anak.

Cerita seorang sahabat yang stres tinggal dengan mertua bahkan sampai ada keinginan berpisah dari suami. Ia merasa keluarga suami terutama ibu mertua terlalu jauh mencampuri urusan keluarga bahkan cenderung berlebihan dan suami pun kesannya lebih membela ibunya. 

“Keluar aja dari rumah”. Mungkin adalah saran kebanyakan orang. Tapi tidak semudah itu. Ada keadaan yang seolah-olah “memaksa” harus tinggal dengan mertua/orangtua pasca menikah. Memang tidak mudah. Karena itu di sinilah kekompakan pasangan diuji. Misalnya tinggal bersama orangtua suami, maka kecenderungan suami lebih kemana? Prioritas harusnya tetap kepada istri dan anak. Dan yang lebih penting lagi membuat kesepakatan bersama, jika situasi begini maka baiknya respon suami adalah itu dan respon istri adalah demikian. Jadi saat membuat kesepakatan kontribusi atau pendapat pasangan tetap mendapat porsi yang semestinya sehingga tidak merasa dinomorsekiankan. Semua ini adalah komunikasi yang terjalin dengan baik kepada keluarga inti maupun kepada pihak mertua. Jangan sampai juga mertua merasa diabaikan atau diperlakukan dengan tidak pantas. Mereka orang tua, yang harus dihormati dan kelak pun kita menjadi orang tua.

Terimakasih kepada tabloid Nova yang kini merayakan Novaversary. Tak terasa telah 28 tahun memberi inspirasi, hiburan maupun informasi kepada keluarga Indonesia. dengan suguhan yang menarik, resep yang menggiurkan, cerpen yang menggugah hati, tips-tips cantik yang mudah, serta sederet rubrik menarik lainnya. Tak pernah bosan dengan konten yang selalu up o date. Melalui lomba menulis #Bahagiadirumah ini semakin meningkatkan kecintaan dan kerinduan pembaca akan rumah. Menjadikan rumah satu-satunya tempat paling membahagiakan bagi keluarga-keluarga Indonesi bersama orang-orang terkasih. Sekalipun mengembara ke ujung dunia hati tetap kembali ke rumah. Karena semua hal baik berawal dari rumah, lahirnya generasi yang tangguh juga dari rumah. Menempa pribadi hebat rumahlah tempatnya. Jangan tinggalkan rumah, jangan menduakan apalagi menghianati rumah.  

family

Jadi bagaimana? Bahagia dirumah mertua? Karena semua orang berhak bahagia, maka raihlah kebahagiaanmu dimanapun. #Bahagiadirumah Mertua? Siapa takut? *** 

 

 

novaversary

Yuk ikutan… share pengalaman dengan menulis

 

 

 

 

Advertisements

Sinopsis film “LAMARAN”

Salah satu film komedi yang rilis 15 juli 2015. Jujur saya baru tahu ada film ini. Maksud saya, terkadang saya tahu ada film-film indonesia yang akan dan sedang tayang di bioskop sekalipun saya tidak menontonnya. Tapi yang ini saya benar-benar tidak tahu ‘blas’ kalau film berjudul “lamaran” ini ada. Kurang gaul ya.

Film ini mengisahkankan tentang karir pengacara muda gadis Batak bernama Tiar. secara tak senganja menggagalkan percobaan pembunuhan yang tiba-tiba muncul di kantor milik tulangnya (red:paman) yang mengancam keselamatan klien mereka Basuki. Sejak itu nama Tiar terus melejit dan selalu tampil di layar kaca. Riko sang paman akhirnya mempercayakan kasus ini kepada si gadis belia. Arief Rupawan yang menjadi kambing hitam menjadi bulan-bulanan tat kala Tiar tampil membela Basuki. Lantaran ketakutan menghantuinya kalau-kalau Tiar membongkar kedoknya. Ia pun mulai menguntit dan berusaha melumpuhkan langkah Tiar. Untuk melindungi Tiar dari mafia dan pembunuh bayaran suruhan Arif, 2 agen rahasia pun diutus.

agar proses penyamaran berjalan lancar, Aan resepsionis di kantor Tiar pun dilibatkan menjadi pacar ‘boongan” untuknya. Padahal sejak awal ibunya Tiar berusaha menjodohkannya dengan Raymond pemuda batak yang kaya, ganteng dan mapan. Tiar dan Aan pun menjalani skenario sebagai pasangan kekasih hingga melibatkan keluarga besar. Keluarga Tiar shock mengetahui kalau putri kebanggan mereka memliki pacar dari kalangan non batak. Tak kalah ibunya Aan yang lebih menghendaki Aan menikah dengan sesama Sunda tapi berusaha menerima. Kondisi ini dimanfaatkan ibunya Tiar menggagalkan rencana pernikahan mereka.

Saat kasus selesai, dan Aan pun dibebastugaskan sebagai pacar boongan Tiar, ksedihan dan kehilangan menghujani Aan karena memang ia sudah lama menaruh hati pada gadis pengacara muda itu. Bahkan ia jatuh cinta pada Tiar. Kesempatan menjadi pacar boongan selama ini menjadi momen yang berharga bagi Aan karena bisa menjadi sosok penting bagi orang yang disayang terlebih lagi ia menjadi semakin dekat dengan Tiar walapaun dari awal orang tua Tiar menolak Aan sebagai menantu tapi Aan dengan kepolosan dan keluguanya telah mampu mengesankan hati ibunya Tiar. Dan aan adalah satu-satunya orang yang bisa membawa ibunya Tiar mencapai impannya menjadi sebagai stand up comedian.

Kala Aan resign dari kantor Tiar berusaha mengejar di saat akan wawancara di tempat baru. Tiar degan semangat berapi-api menghampiri Aan ke ruang interview dan seperti sedang merekomendasikan Aan tapi diujung orasinya ia sedang mengungkapkan perasaanya kepada Aan. Langkah serib Aan menghampiri Tiar dengan rona bahagia.

Namun Tiar yang juga sudah jatuh cinta kepada Aan mengihklaskan kalau mereka tidak bisa bersama karena perbedaan yang ada. ini membuat Tiar sedih dan ibunya tak tahan melihat keaadan putrinya. Akhirnya setelah merunding dengan Bu Euis ibunda Aan, mereka melamar Tiar tanpa sepengatahuan keduanya.**

Mengundang tawa, menceritakan betapa batak itu amat banyak tetek bengek adatnya. Bernyanyi dan bernyanyi adalah ciri khas pesta Batak. Dikemas dengan sederhana dan menarik memberi pesan moral yang dalam kalau cinta tak memandang adat. Ia bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Memperjuangkan impian adalah hak setiap individu, seperti Aan yang dengan berani resign mencari pekerjaan lain yang lebih baik.*** (Fin/rs:1642016)

lamaran

Sutradara Monty Tiwa

Produser Gope T. Samtani

Konsumen Cerdas Memilih Produk Cerdas

Berapa kali Anda terkecoh oleh produk yang ditawarkan? Merasa tertipu? Rugi? Ya itulah salah satu keluhan menjadi konsumen kala barang atau jasa yang diperoleh tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Lalu apakah Anda melaporkan kasus ini? Banyak konsumen lebih memilih diam dan tidak bertransaksi lagi dengan oknum yang sama ketimbang melaporkannya kepada pihak yang bewenang. Alasannya beragam, mungkin ribet, bertele-tele, tidak sempat, tidak percaya akan ditindaklanjuti dan sebagainya. Tutup mata pun kita tahu kasus-kasus demikian bertebaran. Sudah rahasia umum kalau pelaku usaha pada dasarnya menganut prinsip mendapatkan keuntungan maksimal dengan biaya minimal sehingga berpotensi merugikan konsumen, baik langsung maupun tidak langsung. Negara berperan penting dalam hal pemberdayaan konsumen karena pihak konsumen sering menjadi pihak yang dirugikan karena ketidakmampuan untuk memperjuangkan kepentingannya dan minimnya kepercayaan publik pada kekuatan pemerintah. Ini membuktikan perlindungan konsumen di Indonesia masih belum efektif.

Jumlah penduduk Indonesia mencapai 255 juta jiwa, dan setiap individu ini memerlukan barang dan jasa untuk melangsungkan hidup. Besarnya penduduk Indonesia adalah potensi pasar menggiurkan baik produk dalam negeri maupun impor.

Menurut Undang Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) Pasal 1 ayat 2 “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”

Saat hendak membeli barang bagaimana habit konsumen pada umumnya? Apakah sudah mengecek kemasan dengan teliti? Tanggal kadaluarsa? Tapi apakah itu cukup? Sebagai konsumen cerdas semestinya paham apa yang menjadi hak konsumen dan perlindungan konsumen. Tentunya tak asing bagi kita betapa banyak produk yang beredar menggunakan bahan berbahaya dan tak layak pangan. Sebagai contoh tahu, bakso hingga sayuran segar yang menggunakan pengawet seperti formalin, borax, makanan berpewarna tekstil, yang jelas-jelas tak boleh ada dalam bahan makanan. Mengapa perlu mejadi konsumen cerdas? Sekilas memang terlihat sepele, tapi jika ditinjau lebih jauh efek globalnya sangat luas. Jelas penting karena ini akan menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia secara tidak langsung akan berpengaruh pada ketahanan nasional, keberlangsungan pergerakan ekonomi makro dan mikro, persaingan usaha, tenaga kerja dan produktivitas individu Indonesia.

cek label
Teliti sebelum membeli

Contoh kasus, banyak akibat buruk yang ditimbulkan apabila mengkonsumsi pewarna tekstil Rhodamin B dalam jangka panjang. Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar/berfluorosensi. Termasuk golongan xanthenes dyes yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, sebagai pewarna kain, kosmetika, produk pembersih mulut, dan sabun dilarang digunakan dalam pembuatan makanan. Termasuk zat karsinogen (penyebab kanker) dan zak aktif sehingga bisa berikatan dengan protein bahkan ke DNA. Bila terserang penyakit kronis akibat Rhodamin B, tentu harus mengeluarkan dana berobat, kehilangan waktu, bahkan kehilangan nyawa. Bayangkan beapa banyak kerugian yang harus ditanggung baik negara maupun diri sendiri? Sebenarnya hal itu tak perlu terjadi jika dari awal konsumen lebih teliti. Karena itu edukasi sebagai konsumen cerdas berada di posisi krusial. Ditambah pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab sulit diberantas.

Mengenai bahaya Rhodamin B dan bahan-bahan berbahaya lainnya yang berpotensi ada dalam bahan makanan telah dipublikasikan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk publik. Terkadang pengetahuan yang minim dari pelaku usaha juga bisa mejadi penyebab Rhodamin B masuk dalam bahan pangan, tapi tak sedikit yang melakukannya dengan sengaja karena harga murah, demi menekan biaya produksi. BPOM selaku lembaga yang berwenang dalam pengawasan peredaran makanan, minuman, obat temasuk kosmetik terus berusaha membersihkan produk tak layak dipasaran. Baru-baru ini BPOM Banjarmasin melakukan pemusnahan terhadap obat maupun kosmetik illegal, merupakan salah satu langkah riil agar terhindar dari produk berbahaya. Barang illegal tidak memiliki dokumen, jadi tidak jelas asal muasalnya tidak ada jaminan keamanan.

tidak sni

Berapa persen barang yang digunakan sehari-hari adalah buatan dalam negeri? Coba perhatikan. Hampir bisa dipastikan dominan buatan luar bukan? Bukan hal baru lagi Indonesia kebanjiran produk impor terutama dari Cina, bahkan yang terkesan seperti ‘rongsokan’ pun berduyun-duyun mendapat tempat di Indonesia. Karena itu menjadi konsumen cerdas mutlak dimiliki. Salah satu cara mudah adalah mengenal label SNI (Standar Nasional Indonesia). Produk bertanda SNI lebih memberikan jaminan kepastian atas kesehatan, kemanan dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungannya (K3L). Standar Nasional Indonesia (SNI) dan label bahasa Indonesia pada barang menjadi instrumen penting yang bisa menjadi patokan konsumen dalam memilih produk. Pengetahuan mengenai dua hal tersebut harus ditularkan secara luas bagi konsumen di antara ‘glondongan’ produk luar yang masuk ke Indonesia.

SNI
Logo SNI yang semestinya ada di barang yang diperdagangkan terutama yang impor

Tak jarang konsumen lebih memilih produk impor karena harga yang jauh lebih murah, dan jumlahnya sangat banyak. Ambil saja contoh barang elektronik seperti ponsel. Dengan spesifikasi sama sebut saja buatan Korea jatuh di harga 5 juta, produk Cina hanya di harga 2-3 juta. Bagaimana orang tidak beralih. Apalagi produk dalam negeri, terkesan ‘sudah jelek mahal pula’. Itu baru satu produk, masih ada ratusan produk lain dengan kasus sama atau hampir sama. Ibarat kata ‘kehilangan muka’ di rumah sendiri. Diharapkan upaya nyata dari pemerintah agar produk Indonesia lebih dilirik, pelaku usaha dengan produk berkualitas tinggi dan terjangkau. Kokohnya produk dalam negeri akan mendobrak laju gerak ekonomi, dampaknya adalah peningkatan taraf hidup, menguatnya nilai rupiah terhadap mata uang asing.

Kami menderegulasi kebijakan supaya semua produk sesuai SNI,” ujar Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo, Senin, 1 November 2015.

Salah satu informasi penting yang ditebitkan Kemendag adalah “Cerdas Memilih Produk Telematika dan Elektronik” agar tidak salah pilih. Membangkitkan industri dalam negeri, dengan cara mencintai produk nasional berarti turut juga menggerakkan ekonomi bangsa. Mungkin pernah mendengar slogan “APA YANG KAMU BELI ADALAH APA YANG KAMU DUKUNG”, sangat menggelitik dan mendorong konsumen berpikir mau membeli barang yang mana.

Neraca-1806-Mainan Berlabel SNI Akan Lindungi Anak Indonesia (men)
Kebijakan yang tepat dari Kemenperin

Pemerintah harus terus menerus menggalakkan dan mensosialisasikan konsumen cerdas dan perlindungan konsumen di seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media, menggandeng lembaga-lembaga, pendekatan personal, seluruh cara harus ditempuh. Sekalipun internet telah meluas namun tak sedikit juga belum bisa mencapai informasi. Mungkin tidak akan terwujud dalam waktu singkat tapi dengan usaha tiada henti pasti didapat progress. Gerakan Konsumen Cerdas dan perlindungan konsumen memberi dampak yang luar biasa secara untuk ketahanan ekonomi bangsa.

neraca 2011-2015
Sekilas nilai ekspor dan impor Indonesia. Sekalipun nilai ekspor lebih tinggi namun kebanyakan meupakan bahan mentah

 

Terlihat dari visi misi Ditjen PKTN (Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga) yang secara nyata telah memberi hawa segar bagi konsumen. Dibutuhkan langkah yang semakin gesit untuk meningkatkan jumlah konsumen cerdas. Tidak sampai di situ, agar menjadi konsumen cerdas salah satu alat bantu penting adalah ‘Layanan Pengaduan yang mudah, cepat dan dekat dengan masyarakat. Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tertera dengan jelas bagaimana mestinya konsumen dengan hak dan kewajibannya begitu juga pelaku usaha. Perlindungan konsumen merupakan prasyarat mutlak dalam mewujudkan perekonomian yang sehat keseimbangan antara perlindungan kepentingan konsumen dan pelaku usaha.

Picture2
Panduan singkat menjadi konsumen cerdas

Apalagi di era MEA yang memberi ruang bagi produk-produk baik barang maupun jasa dari negara-negara ASEAN bersaing secara sehat dan bebas, bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia ‘unjuk gigi’, namun bisa menjadi ‘bumerang’ tajam kala itu tidak disikapi dengan tepat dan sigap. Tak lupa regulasi terhadap masuknya barang impor diawasi, ruang yang cukup untuk  produk dalam negeri, untuk meraih konsumen Indonesia cerdas dan produk dalam negeri yang bersinar untuk Indonesia lebih maju.

Agar semakin popular di telinga masyarakat umum Konsumen Cerdas dan Perlindungan Konsumen, pemerintah menetapkan 20 April sebagai Hari Konsumen Nasional. Tema yang diangkat tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, yaitu “Gerakan Konsumen Cerdas, Mandiri dan Cinta Produk Dalam Negeri” dengan sub tema “Konsumen Cerdas Dengan Nasionalisme Tinggi Menggunakan Produk Dalam Negeri”. Beberapa rangkaian kegiatan peringatan Harkonas 2016 antara lain Bulan Pengaduan Konsumen selama Februari – April 2016, seminar, lomba karya tulis untuk mahasiswa, wartawan dan blogger serta jalan sehat dan sepeda santai. Diharapkan dengan kegiatan lomba menulis ini pesan pemerintah tersampaikan dengan jangkauan lebih luas menuju konsumen Indonesia cerdas.*** (Fin/rs:13041016)

 

 

 

si koncer
Maskot (Koncer) Konsumen Cerdas Hewan kancil yang dianalogikan mempunyai sikap cerdik dan hati-hati dibandingkan hewan lain. Kancil selalu memiliki banyak akal dalam menjalani kehidupannya sehingga selalu terhindar dari marabahaya. Diharapkan perilaku konsumen bisa seperti kancil cerdik, pintar dan bersikap berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi barang dan atau jasa

 

 

 

*Ditulis untuk mengikuti Lomba Menulis yang diadakan Kemendag dalam rangka memperingati HARKONAS 2016

LOMBA BLOGGER

 

Yohanes Pemakan Belalang

Kalau kita membaca kisah Yohnes pembabtis salah satu informasi yang kita temukan adalah ia makanannya belalang dan madu hutan.

Matius 3:4

Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Pertama mengetahui ini yang terpikirkan oleh saya adalah, Yohanes menangkap belalang lalu membakarnya untuk dijadikan santapan. Bagi saya itu agak aneh sebenarnya. Okelah Yohanes memilih memakan yang alami yang tersedia di alam. Tapi pilihanya kenapa harus belalang? Pisang saja kenapa rupanya? Belalang seperti apa yang dimaksud? Barangkali Yohanes Pembabtis anti-mainstream?

Yohanes adalah utusan Allah yang mendahului Yesus. Masa kecil Yohanes tidak banyak diketahui, kecuali ketika masih dalam kandungan Elisabet, ia melonjak kegirangan sewaktu Maria berkunjung ke rumah ibunya. Saat Yohanes sudah enam bulan di dalam kandungan ibunya, Maria,ibu Yesus, mengunjungi rumah mereka, segera setelah malaikat Gabriel memberitakan bahwa ia akan mengandung bayi Yesus atas kuasa Roh Kudus.Lukas 1:26-40 Dengan demikian Yohanes berusia lebih tua sekitar 6 bulan dari Yesus. Mengingat Yesus diperkirakan lahir sekitar bulan September 6 SM, maka Yohanes diperkirakan lahir pada bulan Maret 6 SM.

Yohanes diberi gelar Pembaptis karena pekerjaannya yaitu membabtis orang-orang Israel untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus. Setelah Yesus, yang berselisih usia 6 bulan dengan Yohanes, berumur 30 tahun dan akan memulai pelayananNya, maka Ia mendatangi Yohanes untuk dibaptiskan.

Membahas tentang Yohanes Pembabtis cukup panjang dari lahir hingga wafat. Sebenarnya saya akan lebih fokuskan pada makanannya yaitu belalang. Terjemahan Inggris menyebut sebagai berikut:

Matt 3:4

Now John wore clothing made from camel’s hair with a leather belt around his waist, and his diet consisted of locusts and wild honey.

Lalu saya mencoba mencari arti locust di kamus dan google translate. Google translate memberi arti seperti ini

locust

Locust, bukan hanya sebatas serangga saja tapi juga sejenis kacang-kacangan atau disebut carob tree maupun carob bean. Carob tree atau carob bean nama ilmiahnya adalah Ceratonia siliqua.  Pod (polong) jadi secara fisik seperti kacang polong. Ilustrasi struktur carob bean.

penampang carob

Carob bean atau kacang belalang, tersebar luas di Mediterania timur dan berbeda-beda namanya di tiap-tiap negara.

Carob sedikit manis  dan digunakan dalam bentuk bubuk, chip, atau bentuk sirup sebagai bahan dalam kue dan cookies, dan sebagai pengganti cokelat. Sebagai bahan makanan di masa Pra-Paskah hingga hari Jumat Agung.

Sementara cokelat mengandung kadar theobromine yang beracun untuk beberapa mamalia, carob mengandung secara signifikan lebih sedikit kafein dan theobromine, sehingga digunakan untuk membuat rasa coklat untuk anjing atau hewan lainnya.

Carob digunakan sebagai pakan kaya energi untuk ternak, terutama untuk ruminansia, meskipun kandungan tannin yang tinggi dapat membatasi penggunaannya. carob polong terutama digunakan sebagai pakan ternak di Kepulauan Malta, di Semenanjung Iberia, carob digunakan untuk memberi makan keledai.

Apakah Yohanes memakan belalang bakar? Ternyata tidak. Bukan itu yang dimaksud tapi locust bean atau carob bean. Dan ternyata makanan ini sudah lama digunakan sebagai tradisi diet di kaum Yahudi.

Galery Carob tree

sirup carob

Di Siprus, sirup carob dikenal sebagai  Cyprus’s black gold, dan secara luas diekspor. Di Malta, sirup (ġulepp tal-Harrub) terbuat dari carob polong. Ini adalah obat tradisional untuk batuk dan sakit tenggorokan. sirup carob juga digunakan di Crete sebagai pemanis alami, dan dianggap sebagai sumber alami kalsium. Mengandung kalsium tiga kali lebih banyak dari susu. Hal ini juga kaya akan zat besi, fosfor, dan serat alami (Karena rasa yang kuat, dapat ditemukan dicampur dengan jeruk atau cokelat).

 

cookies carob

Chocolate chip cookies dengan bubuk carob sebagai pengganti bubuk coklat

 

buah carob

matang carob

mentah matang carob

Sangat mirip dengan kaliandra yang ada di Indonesia tapi kulitnya lebih keras dan tebal. Manfaat dan kandunganya yang luar biasa, tak salah lagi locust bean disebut sebagai   roti Yohannes Pembabtis. *** (Fin:rs/242016)

 

Daftar Pustaka

Alkitab, terjemahan berbagai versi

http://davesgarden.com/guides/pf/go/38318/#b

https://id.wikipedia.org/wiki/Calliandra

https://en.wikipedia.org/wiki/Ceratonia_siliqua

http://www.feedipedia.org/node/320

Jejak-jejak Suci 4 oleh Bayu Probo

 

Apa Tulisan di Salib Yesus Sebenarnya?

 

Maaf kalau judulnya terkesan kontroversial. Tidak berniat mencari sensasi. Serius!! Hanya melanjutkan tulisan dari postingan sebelumnya. Tulisan apa yang tertera di Salib Yesus sebenarnya? Secara luas tulisan itu dikenal “INRI”. Semasa saya SD kata guru agama ada di Alkitab, saya cari dong tapi tidak ditemukan yang mengarah ke INRI, karena memang bukan itu.

Yoh 19:19

dan Pilatus menyuruh memasang tulisandi atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

Bukan INRI. Lalu mengapa bisa muncul INRI? Mari kita amati gambar berikut

image

Yoh 19:20 jelas tertulis,

Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Kemungkinan besar Pilatus, gubernur Romawi, mendiktekan kalimatnya dalam bahasa Latin, kemudian perwira centurion yang bertugas memimpin pelaksanaan penyaliban menggoreskan kata-kata itu dan terjemahannya di atas sebilah papan. Kata-kata “Raja orang Yahudi” adalah ejekan terbuka Pilatus terhadap orang Yahudi. Demikian pula tambahannya bahwa “raja” mereka berasal dari Nazaret, berarti pula seorang Galilea yang umumnya dianggap rendah di Yudea.
Perbedaan dan persamaan keempat Injil menulis kata-kata tersebut,

Matius 27:37      : “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”
Markus 15:26     : ” Raja orang Yahudi.”
Lukas 23:38         : “Inilah Raja orang Yahudi.”
Yohanes 19:19   : ” Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

 

Injil Yohanes adalah satu-satunya yang menyinggung Pilatus dan Nazaret maka bisa dipastikan bahwa Yohanes mengutip tulisan itu dalam bahasa Latin, bunyinya: IESUS NAZARENVS REX IVDAEORVM (bahasa Latin menggunakan ‘I’ and ‘V’ dimana bahasa Indonesia memakai ‘Y’ dan ‘U’). Bahwa kata-kata ini memang bahasa Latin diperkuat dari penggunaan akronim Latin ‘INRI‘ oleh gereja mula-mula dan pada gambar penyaliban Tuhan Yesus dari abad-abad permulaan.

Lukas adalah seorang Yunani yang berpendidikan tinggi (dokter/tabib di Kolose 4:14) dan Injilnya ditujukan kepada seorang aristokrat Yunani (‘Teofilus yang mulia’ di Lukas 1:1). Hal ini mengindikasikan bahwa Lukas menyalin isi kalimat bahasa Yunani, yang berbunyi: OUTOS ESTIN O BAS ILEUS T N IOUDAI N.

Injil Matius ditujukan kepada orang Yahudi dan mengutip banyak ayat Perjanjian Lama untuk membuktikan bahwa Yesus adalah penggenapan nubuatan tentang Mesias. Sepantasnya Matius mengutip kata-kata bahasa Ibrani (lihat gambaran papan).

Injil Markus adalah yang terpendek dari keempat Injil dan lebih bersifat ringkasan, karenanya Markus hanya mencantumkan kata-kata serupa yang ditulis dalam ketiga bahasa yaitu: “Raja orang Yahudi”.

Papan itu sendiri ditulis oleh orang Romawi, tentunya bahasa Latinlah yang dituliskan terlebih dahulu, baru kemudian ditentukan panjangnya kalimat dalam dua bahasa yang lain. Ukuran huruf tentunya harus cukup besar, karena bisa masih bisa dibaca oleh orang banyak dari kejauhan (Yohanes 19:20). Di jaman itu orang tidak menggunakan spasi di antara kata-kata seperti sekarang, sehingga kalimat bahasa Latin (Injil Yohanes) terdiri dari 26 huruf tanpa spasi. Kalimat Yunani (Injil Lukas) terdiri dari 30 huruf tanpa spasi, sehingga ukuran huruf harus lebih kecil sedikit dari huruf Latin dan tidaklah cukup untuk memuat 16 huruf tambahan dari kata “Yesus, orang Nazaret” dalam bahasa Yunani. Kalimat dalam bahasa Ibrani (Injil Matius) mengandung 19 huruf, karena bahasa Ibrani tidak menggunakan huruf hidup seperti bahasa yang lain. Namun rupanya si penterjemah, kemungkinan besar seorang Yahudi, menganggap kata Nazaret tidak relevan. Akhirnya papan itu dapat direkonstruksi sebagai berikut:

image

Dalam bahasa Latin tulisan “Iēsus Nazarēnus Rēx Iūdaeōrum” berbunyi Yeshua Hanazarei Vemelekh Hayhudim. Jika disingkat akan menemukan YHVH (huruf V dan W di dalam bahasa dianggap sama) yang merupakan nama TUHAN orang Israel, yaitu Yahweh.

Inilah alasan imam-imam kepala orang Yahudi marah (Yohanes 19:21) dan mereka meminta Pilatus mengganti tulisan itu dengan “Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi”, yang tentu saja alasan sebenarnya karena ingin menghapus kata YHVH. Dan Pilatus, yang tidak tahu menahu mengenai makna tulisan itu bersikeras tidak menggantinya (ayat 22). Yesus hari itu tergantung di atas kayu salib dengan kata YHVH terpampang di depan semua orang. Berawal dari ejekan namun menjadi simnol pengakuan. *** (Fin:rs/01042016)

 

Nb: dikutip dari berbagai sumber