Apa Tulisan di Salib Yesus Sebenarnya?

 

Maaf kalau judulnya terkesan kontroversial. Tidak berniat mencari sensasi. Serius!! Hanya melanjutkan tulisan dari postingan sebelumnya. Tulisan apa yang tertera di Salib Yesus sebenarnya? Secara luas tulisan itu dikenal “INRI”. Semasa saya SD kata guru agama ada di Alkitab, saya cari dong tapi tidak ditemukan yang mengarah ke INRI, karena memang bukan itu.

Yoh 19:19

dan Pilatus menyuruh memasang tulisandi atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

Bukan INRI. Lalu mengapa bisa muncul INRI? Mari kita amati gambar berikut

image

Yoh 19:20 jelas tertulis,

Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Kemungkinan besar Pilatus, gubernur Romawi, mendiktekan kalimatnya dalam bahasa Latin, kemudian perwira centurion yang bertugas memimpin pelaksanaan penyaliban menggoreskan kata-kata itu dan terjemahannya di atas sebilah papan. Kata-kata “Raja orang Yahudi” adalah ejekan terbuka Pilatus terhadap orang Yahudi. Demikian pula tambahannya bahwa “raja” mereka berasal dari Nazaret, berarti pula seorang Galilea yang umumnya dianggap rendah di Yudea.
Perbedaan dan persamaan keempat Injil menulis kata-kata tersebut,

Matius 27:37      : “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”
Markus 15:26     : ” Raja orang Yahudi.”
Lukas 23:38         : “Inilah Raja orang Yahudi.”
Yohanes 19:19   : ” Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

 

Injil Yohanes adalah satu-satunya yang menyinggung Pilatus dan Nazaret maka bisa dipastikan bahwa Yohanes mengutip tulisan itu dalam bahasa Latin, bunyinya: IESUS NAZARENVS REX IVDAEORVM (bahasa Latin menggunakan ‘I’ and ‘V’ dimana bahasa Indonesia memakai ‘Y’ dan ‘U’). Bahwa kata-kata ini memang bahasa Latin diperkuat dari penggunaan akronim Latin ‘INRI‘ oleh gereja mula-mula dan pada gambar penyaliban Tuhan Yesus dari abad-abad permulaan.

Lukas adalah seorang Yunani yang berpendidikan tinggi (dokter/tabib di Kolose 4:14) dan Injilnya ditujukan kepada seorang aristokrat Yunani (‘Teofilus yang mulia’ di Lukas 1:1). Hal ini mengindikasikan bahwa Lukas menyalin isi kalimat bahasa Yunani, yang berbunyi: OUTOS ESTIN O BAS ILEUS T N IOUDAI N.

Injil Matius ditujukan kepada orang Yahudi dan mengutip banyak ayat Perjanjian Lama untuk membuktikan bahwa Yesus adalah penggenapan nubuatan tentang Mesias. Sepantasnya Matius mengutip kata-kata bahasa Ibrani (lihat gambaran papan).

Injil Markus adalah yang terpendek dari keempat Injil dan lebih bersifat ringkasan, karenanya Markus hanya mencantumkan kata-kata serupa yang ditulis dalam ketiga bahasa yaitu: “Raja orang Yahudi”.

Papan itu sendiri ditulis oleh orang Romawi, tentunya bahasa Latinlah yang dituliskan terlebih dahulu, baru kemudian ditentukan panjangnya kalimat dalam dua bahasa yang lain. Ukuran huruf tentunya harus cukup besar, karena bisa masih bisa dibaca oleh orang banyak dari kejauhan (Yohanes 19:20). Di jaman itu orang tidak menggunakan spasi di antara kata-kata seperti sekarang, sehingga kalimat bahasa Latin (Injil Yohanes) terdiri dari 26 huruf tanpa spasi. Kalimat Yunani (Injil Lukas) terdiri dari 30 huruf tanpa spasi, sehingga ukuran huruf harus lebih kecil sedikit dari huruf Latin dan tidaklah cukup untuk memuat 16 huruf tambahan dari kata “Yesus, orang Nazaret” dalam bahasa Yunani. Kalimat dalam bahasa Ibrani (Injil Matius) mengandung 19 huruf, karena bahasa Ibrani tidak menggunakan huruf hidup seperti bahasa yang lain. Namun rupanya si penterjemah, kemungkinan besar seorang Yahudi, menganggap kata Nazaret tidak relevan. Akhirnya papan itu dapat direkonstruksi sebagai berikut:

image

Dalam bahasa Latin tulisan “Iēsus Nazarēnus Rēx Iūdaeōrum” berbunyi Yeshua Hanazarei Vemelekh Hayhudim. Jika disingkat akan menemukan YHVH (huruf V dan W di dalam bahasa dianggap sama) yang merupakan nama TUHAN orang Israel, yaitu Yahweh.

Inilah alasan imam-imam kepala orang Yahudi marah (Yohanes 19:21) dan mereka meminta Pilatus mengganti tulisan itu dengan “Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi”, yang tentu saja alasan sebenarnya karena ingin menghapus kata YHVH. Dan Pilatus, yang tidak tahu menahu mengenai makna tulisan itu bersikeras tidak menggantinya (ayat 22). Yesus hari itu tergantung di atas kayu salib dengan kata YHVH terpampang di depan semua orang. Berawal dari ejekan namun menjadi simnol pengakuan. *** (Fin:rs/01042016)

 

Nb: dikutip dari berbagai sumber

 

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s