Joshua

Buku ini sangat unik. Halaman pertama mulai menebak-nebak apa isinya? Paling Joshua ini ternyata psiko, buronan, atau terkena sanksi federal. Ternyata jauh sekali… Saat membacanya saya benar-benar ditarik ke dalamnya dan terhanyut. Seperti langit dan bumi begitulah ternyata isi buku ini dari yang saya bayangkan sebelumnya. Pembaca ditarik terus hanyut dalam alur cerita rasa penasaran diakhir cerita. Sangat menginspirasi, membangun pikiran positif pada. Karakternya kuat membawa imajinasi ke masa lalu dengan satu pribadi.

Judul: Joshua

jenis: fiksi terjemahan

penulis: Joseph F. Girzone

penerbit: Gramedia

360 halaman, 20 cm

Joshua pria 30 tahunan tiba-tiba muncul di perkampungan Auburn yang penduduknya sedikit sehngga mereka sangat kenal satu dengan yang lain. Desa ini jauh dari kota dan penduduknya terdiri dari berbagai denominasi.

Katolik, Prebestirian, Metodis, Yahudi, Baptist, Protestan. Mereka memegang teguh ajaran agamanya masing-masing. Kehadiran Joshua menjadi buah bibir. Mereka mulai menbak-nebak siapa dia. Tak da yang berani mendekat karena sosoknya yang misterius. Tukang pos akhirnya meberanikan diri bertamu ke rumah Joshua dan ia mendapat sambutan hangat bahkan dijamu dengan makan siang yang ia masak sendiri. Sejak itu orang-orang pun makin terbuka dengan Joshua. Joshua seorang tukang kayu. Ia membuat boneka kayu kecil berupa burung atau lainnya dan memberikannya pada anak-anak. Ia tidak menarik banyak ongkos dari pelanggannya tapi cukup untuk membayar tagihan dan keperluannya sehari hari.

Joshua akan mengerjakan patung Nabi Musa untuk sinagoga Yahudi. Walaupun itu tak lazim sebab Yahudi ta memperbolehkan ada patung di sinagoga, rupanya itu akan diletakkan di aula. Untuk itu ia membutuhkan kayu yang utuh dan bagus. Pemilik menawarkan akan mengantar nanti, namun joshua menolak dan meyakinkan pemilik bahwa ia bisa membawanya. Itu adalah saat mencengangkan karena kayu yang sangat berat diperkirakan 100kg. Joshua membawanya sepanjang jalan seorang diri dan bnayak warga yang melihat tercengang dan tak yakin seseorang menawarkan bantuan tapi Joshua menolak. Patung begitu memukau dan hidup. Orang Yahudi yang melihatnya pun bgtu terharu. Sama seperti dia membuat patung Rasul Petrus yang memberi pesan berbeda kepada dua gereja.

Ketidaknyamanan langsung dirasakan pemimpin agama  sebab setiap penjelasan Joshua tentang agaman dan Tuhan. Menurut Joshua saat ini kebanyakan pemimpin  sedang mengalihfungsikan ritual, struktur dan tradisi dalam agama menjadi penguasa. Joshua hadir dengan kemisteriusannya. Ia kerap diundang oleh pemimpin gereja untuk bertanya secara langsung pendapat Joshua akan Tuhan, agama dan gereja. Joshua seperti menelanjangi setiap orang yang berbicara dengannya. Seolah-olah sorot matanya berbicara dan membuat lawan bicara tak bisa berbuat macam macam. Namun bagi mereka yang merindukan kedamaian berbicara dengan joshua seperti setetes air di gurun pasir. Begitu hangat, damai dan sangat sederhana. Tak butuh waktu lama bagi Joshua mendapat simpatik dari banyak orang. Tapi tetap saja manusia adalah manusia yang sama dengan manusia pertama dengan segala kekurangan namun adalah ciptaan yang paling berharga. Pastor di gerja Katolik sangat tidak terima dirinya dikritik oleh Joshua kala ia mengundang joshua ke tempatnya dan berdiskusi tentang Tuhan, yang ada adalah ia mengadukannya ke uskup, keuskupan pun mengundang Joshua dan mencari kebenaran cerita Pastor. Sebenarnya uskup setuju dengan Joshua tidak mendapati apa yang salah tapi ia tidak bisa mengambil keputusan. Selanjutnya ia pun disuruh meghadap Kardinal di Vatican Roma. Asisten pastor yang menyukai Joshua sudah menduga kalau Joshua difitnah oleh pastor. Karena uskup tak mau mengeluarkan uang untuk tiket perjalanan Joshua ke Vatican ia  mengatur supaya ia ikut kapal ke Roma. Joshua akan bekerja sebagai ganti biaya tiket. Sebelum hari keberangkatan dan tanpa sepengetahuan  Joshua teman temannya berkumpul di kediaman Joshua. Begitu banyak orang yang datang yang menandakan betapa Joshua sosok yang dikagumi. Mereka mengetahui ia akan ke Vatican dan kemungkinan tak kembali.

Joshua pun membawa pengaruh baik selama di kapal. Ia menjadi pelayan di ruang makan melakukannyatugas dengan sangat baik. Kapten pun terkesan dengan Joshua yang lembut, kasih dan sangat baik. Ia juga membawa perubahan besar kapten secara pribadi. Saat terdengar kabar kalau seorang awak kecelakaab dan meninggal, Joshua mendengar namanya  itu adalah putera seorang imam Yahudi di Auburn. Ia segera menghampiri jenazah, meletakan tangannya dan tak lama kemudian si anak hidup kembali. Pesan Joshua gar tak memberi tahu siapa-siapa. Ternyata di kejauhan sang kapten melihat. Dokter segera menemui dan menemukan tak ada luka lagi sama sekali. Ia tak percaya tapi kapten kapal menceritakan apa yang dilihatnya. Karena dokter harus menulis laporan ia bertanya pada Joshua apa laporan yang akan ditulisnya? Sedangkan ia sendiri tidak percaya pada Tuhan. Joshua menjawab dengan lembut, agar sang dokter menulis seperti apa adanya. Kalau ada yang tidak percaya biarlah.

badai dahsyat datang dan menghantam kapal membuat kapal terombang ambing. Di anjungan seorang lekaki berusaha berdiri dan kapten mengira ia mencoba bunuh diri. Kapten mencoba berteriak tapi ia tahu si laki laki tak akan bisa mendengarnya. Namun hal aneh terjadi ia bukan bunuh diri. Ia bangkit mengangkat kedua tangan ke arah badai. Badaipun reda. Kapten tak salah lagi itu adalah joshua. Kapten merasa kalau Joshua adalah…

Tiba hari Joshua fihadapkan sidang dihadapan Kardinal. Ia diserang dengan pertanyaan pertanyaan yang menuduh dan menyudutkan, tapi ia tetap tenang dan lembut. Kardinal Ricardo yang memimpin sidang merasa apa yang disampaikan Joshua benar tapi yang terus mencercanya. Tiba-tiba Kardinal Ricardo terkena stroke. Joshua datang dan meraba bagian tangan. Sang Kardinal bisa merasakan saat joshua meraba tangannya seolah olah ada energi baru yang muncul dan menghidupkannya. Tapi yang lain membentak dan menyuruh Joshua menjauh.

Laporan sidang diterima Pau, dan surat rekomendasi dari Kardinal Ricardo agar Paus bertemu langsung dengan pemuda itu. Joshua menemui Paus tidak lama dan Paus merasa tidak senang seorang anak muda yang tak bersekolah teologi berkotbah padanya.

Kardinal Riccardo, kapten Ponzelli dan Michael Szeneth, awak kapal yang dihidupkan Joshua, bertemu membicarakan Joshua dan apa yang dilakukannya. Pengalaman hebat mereka bersama Joshua telah sampai pada kesimpulan. Mereka beranggapan kalau Joshua itu adalah… Segera berlari ke penginapan di mana Joshua berada petugas menunjukkan kamarnya, tapi saat mereka tiba, ia tak di sana hanya ada sandal, medali emas matahri dari Marcia teman di Auburn, dua koin romawi. Akan jadi rahasia mereka bertiga bukti kalau Joshua pernah ada diantara mereka. (Fin:rs/290616)

 

image
Penulis adalah pensiunan imam

 

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s