Kau Tak Perlu Mencintaiku

Kapan nikah? C’mon itu salah satu pertanyaan “terkutuk” bagi sebagian orang. Jadi kawan hindarilah pertanyaan semacam itu. Yang pernah mengalami pasti tahu rasanya

Kembali ke judul, ini adalah ulasan novel. A very her own first book I guest.

Judul: Kau Tak Perlu Mencintaiku

Penulis: Almino Situmorang

Penerbit: Gagasmedia

183 hal; 11,5 cm

Rara, gadis batak wanita karir sukses, sedang menyandang gelar jomblo. Gadis berusia 28 tahun ini sepertinya belum bisa move on dari Taka. Pemuda dari negeri Samurai yang telah berhasil menyabet hati Rara. Mereka berkenalan saat Rara mengikuti program pertukaran pelajar dari kampus di negeri matahari terbit itu. Bak tersihir oleh kepribadian Taka yang langka di kalangan pria, selama setahun menjadi pemandu sekaligus  sahabat terbaik baginya. Rara pun menaruh hati. Apa daya gayung tak bersambut saat dikenalkan kepada orangtuanya. Berharap gadis mereka menikah dengan sesama suku Batak. Apalagi Rara menjadi harapan satu-satunya menikah dengan sesuku setelah Abangnya menikah sengan wanita bule kini dan tinggal di Amerika. Padahal ia telah “martumpol” (janji pra nikah) dengan seorang gadis. Keluarga pun harus menanggung malu.

Ingin rasanya Rara mengabaikan semua kemauan keluarga dan menikah diam-diam dengan TAka toh ini hidupnya, dia yang akan menjalani. Peduli setan dengan omongan orang. Hello Rara, loe kan orang Batak. Emangnya gampang. Seolah olah sisi dirinya yang lain berteriak padanya mengingatkan siapa dirinya. Kalau Rara menikah dengan Taka, apa jadinya dengan kedua orangtua mereka. Ayah dan ibunya meyakinkan Rara kalau ia dan Taka tak akan bisa bersatu. Apalagi Taka ia bukan seorang yang beragama. Bagaimana dengan anak-anak mereka kelak. Tapi tidak bagi Rara, ia merasa Taka adalah orang yang paling tepat menjadi pendamping hidupnya, pria Jepang yang selalu menjadi tempat curahan hati, peraduan kegaluan kapan pun ia selalu ada bagi Rara.

Perkenalanan yang tak direncanakan dengan Arga. Saat itu ayah Rara sakit parah dan hal yang paling diinginkannya adalah melihat putrinya menikah. Jadilah Rara dan Arga menikah formallitas demi kebaikan sang ayah. Tentu saja tak mudah menjalaninya karena kedua insan ini tak saling mencintai dan bukan itu saja, keluarga besar pasti andil dalam rumah tangga. Bukan hanya dua individu saja. Rara bagaimana denganmu? Ya benar, masih terpaut dengan Taka. Bagaimana dengan Arga? Sejarah asmaranya masih di lampu merah. Tak ada yang berhasil bahkan cenderung kandas sebelum bersemi. Dan sekarang ia menjadi “suami” peningkatan level yang super cepat tapi bagaimana rasanya? Arga menjalani dengan tulus dan membantu sebanyak yang ia bisa. Hingga akhirnya Ayah Rara meninggal. Arga tetap melakukan apapun yang mampu ia lakukan. Ia bahkan rela mencari kakak iparnya ke Amerika dan membawa ke Jakarta. Pesan terakhir dari Ayah disampaikan kepada Jogi kakak iparnya. Kalau ayah mereka sangat mencintai kedua anaknya dan menyesal telah memaksakan kehendaknya.

Tak bisa dipungkiri hari berganti pesona Rara tak tertepis lagi oleh Arga. Ia pun mulai menyukai Rara bahkan jatuh hati pada wanita galak,  tegas, marah tapi dibalik itu ia sangat lembut dan rapuh. Rara sudah melepas Taka dan kini membuka pintu hatinya seluas mungkin bagi suami sahnya itu. (Fin:rs/3616)

 

image

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s