The Painted Veil

Buku novel terjemahan, kalau dicovernya tercantum cetak 2006. Settingan zaman 1900-an saat Hongkong masih negara koloni Inggris.

Judul: The Painted Veil (Stambul Cinta)

Penulis: W. Somerset Maugham

penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

304 halaman, 20 cm

 

Kitty sudah menunjukkan kecantikannya sejak masih kecil. Sehingga ia dirawat betul-betul oleh ibunya berharap ada pria kaya nan raya menjadi menantunya. Selalu tampil mempesona di setiap acara pesta. Dan waktu terus berlalu Kitty masih lajang bahkan tergolong tua diantara teman sebayanya yang sudah pada menikah. Ia berkenalan dengan Fane Walter seorang ahli bakteri yang bertugas di Hongkong. Walter sering mendatangi berbagai pesta yang dihadiri Kitty sebab ia begitu terpesona. Ia pun memberanikan diri berkenalan dengan Kitty dan mengajaknya berdansa disuatu pesta. Tak lama setelah perkenalan itu, Walter melamar Kitty mengajaknya ikut ke Hongkong tempat dimana ia bertugas. Kitty tidak terlalu mengenal Walter dan tak mencintainya sama sekali. Tapi mengetahui adiknya Doris akan menikah bahkan dengan seorang bangsawan membuatnya kebakaran  jenggot. Demi menahan rasa malu lebih baik menikah dengan Walter. Setiba di Hongkong tak banyak yang bisa Kitty lakukan dan begitu membosankan ditambah ia tak cinta Walter sama sekali. Walter mengajak Kitty ke acara pesta yang diadakan oleh keluarga Townsend, Charles Townsend Asisten Sekretaris Koloni, bisa dibilang pekerjaannya lumayan bergengsi dbanding dengan Walter. Makan malam di rumah Townsendlah awal pertemuan Kitty dengan Charles yang begitu melekat dihati Kitty. Apalagi Charles penampakaan sangat menarik, ia sering merawat diri dan menjaga agar tubuhnya tetap bugar dan ideal. Charles tersihir memandang Kitty amat cantik. Ia pun mulai menebar pesonanya kepada Kitty dan mendapat sambutan hingga berlanjut ke hubungan serius. Mereka kerap bertemu di toko cendera mata. Kitty begitu hanyut dan bahagia dengan Charles, seperti menemukan hidupnya yang hilang. Ia begitu yakin bahwa Charles akan menikahinya.

Kitty sedang besama Charles di kamar siang itu, tiba-tiba ada gerak langkah gagang pintu diputar. Mereka kaget dan takut kalau kalau itu Walter. Tapi Charles yakin itu bukan Walter paling hanya salah seorang amahnya.Kalau pun itu Walter biarlah sekalian dia tahu, pikir Kitty.

Tak seperti biasanya Walter berbicara serius dengan Kitty, ternyata ia mau mengajak Kitty ikut bersam nya ke Meitanfu di Cina Selatan daerah yang sedang kena wabah kolera hebat hingga salah seorang misionaris meninggal. Walter bersedia bertuga di sana. Perjalanan 10 hari dari Hongkong. Kityy jelas menolak karena itu sama saja dengan mengantar nyawa. Tenyata Walter memberinya plihan, dia boleh tidak ikut asal menceraikan Walter dan berjanji Charles juga harus menceraikan istrinya dan menikahi Kitty seminggu kemudian. Rasa gelisah bercampur panik ia menemui Charles yang sedang rapat di kantornya. Tak bisa menghindar, Charles menemui Kitty. Ia memberi tahu Charles kalau tenyata Walter mengetahui hubungan mereka dan menjelaskan pilihan yang diberikan Walter. Kitty salah Charles tak mau menceraikan istrinya. Rasa kecewa dan rasa sakit diterima Kitty merasa dirinya bodoh mempercayai pria seperti Charles.

Di Meitanfu, Walter sangat sibuk hampir tak ada waktu di rumah. Hanya pulang di malam hai untuk makan lalu sibuk di lab pribadinya. Waddington, Deputi Komisaris tinggal dengan seorang perempuan China bangsawan yang tergila -gila padanya, menjadi teman obrolan Kitty setiap hari. Ia mengajak Kitty ke biara dan bertemu suster serta anak-anak yatium piatu. Disanalah Kitty seperti menemukan kegunaan dirinya. Ia begitu tersentuh dengan kebaikan dan kerja keras para biarawati yang jauh datang dari Prancis meninggalkan semua yang dimiliki demi melakukan tugas mulia. Akhirnya ia meminta kepada suster kepala agar memperbolehkannya membantu mereka. Di biara juga Kitty mendengar kalau ternyata suaminya yang ia kenal dingin, kaku dan tak menarik ternyata dipuji dan dibanggakan semua orang di dalam biara. Kalau Walter pribadi yang sangat sayang kepada anak-anak terutama bayi dan sangat peduli dengan  mereka. Ada rasa bangga.

Seisi biara tiba-tiba dihebohkan pingsannya Kitty. Ia tidak sadarkan diri jatuh saat belajar musik bersama anak-anak. Ia pikir dirinya sudah mati kena kolera yang mematikan itu. Suster kepala memandang dengan senyum dan mengatakan kalau ia sedang hamil. Walter penasaran anak siapakah itu, Kitty hanya menjawab ia tidak tahu. Musibah menimpa suaminya yang kena kolera dan sekarat saat Kitty menemuinya. Ia melihat Walter begitu menderita dan pada akhirnya meninggal. Bagaiman perasaan Kitty? Sedih? atau senang karena akhirnya ia terbebas?

Kepala biara tidak menginzinkan Kitty lagi untuk membantu di biara walau sebenarnya Kitty sangat ingin sebab ia tak tahu kemana lagi dan harus melakukan apa. Ia bertolak ke Hongkong tanpa sepengetahuannya Dorothy menemuinya dan memberi ucapan dukacita. Waddingtonlah yang mengirim kabar kepada keluarga Townsend. Kitty berencana menginap di hotel saja, dan menjual rumah serta perabotan Walter dengan diam-diam kemudian kembali ke London. Dorothy bersikeras mengajak Kitty tinggal di rumahnya, lama tak menikmati fasilitas, Kitty pun mengiyakan. Bertemu dengan Charles sudah pasti, setengah mati pria itu merayunya agar mau kembali padanya. Nafsu tak bisa dibendung yang akhirnya menuai penyesalan dan marah pada dirinya. Tak ingin berlarut-larut ia secara diam-diam berangkat ke London. Kabar ibunya sedang sekarat ia teriam namun tak sempat bertemu tak begitu disesalinya karena memang tak ada rasa sayang yang dalam. Apa yang terjad pada Kitty sekarang karena perbuatan ibunya. Tak jauh berbeda dengan ayahnya, kini merasa terbebas dari kecaman istrinya.  Kitty memutuskan ikut ayahnya yang akan bekerja ke Bahama walau sulit bagi ayahnya apalagi kondisi Kitty yang sedang hamil. Mereka akan memulai hidup baru di tempat baru sebagai ayah dan anak.

image

 

Movie

Telah difilmkan dengan judul sama. Menurutku, penggambaran buku lebih menarik. Sosok Chaerles kurang menawan. Ada beberapa perbedaan seperti ending, Kitty bertemu dengan Charles di London tanpa sengaja dan saat itu anaknya sudah besar (9 tahun)’ sementara di buku mereka bertemu di rumah Charles. Isu politik begitu kuat di film, sedangkan buku tidak bgtu kentara. Mungkin untuk menaikkan unsur drama. Tapi penggambaran suasana pedesaan di Cina begitu nyata dan tersuguhkan dengan baik dan beberapa titik lainnya. (Fin/rs:31716)

 

 

image

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s