Mudik ke Baruara, Balige 2016

Woww… tak disangka, ternyata kami sekeluarga mudik tiap tahun tiga tahun terakhir. Kami mengingat-ingat kembali bagaimana proses kami mudik. Karena untuk mudik bukan hal mudah kami. Baik dari waktu maupun dana. Sungguh ini adalah kasih karunia. Bayangkan, berapa banyak orang yang ingin mudik menghampiri tanah kelahiran tapi tak bisa karena tak ada lagi yang harus dijumpai di sana, tak biaya atau tak sempat. Bisa mudik itu rasanya luar biasa.

Tahun 2016 kami mudik dalam rangka pernikahan adik bungsu kami. Atur waktu, lihat sela yang bisa dimanfaatin, ternyata tak punya banyak waktu. Jumat, 5 Agustus kami berangkat dari Jakarta dan mendarat di Silangit Airport sekitar jam 11 siang. Kali pertama kami menginjak Silangit Airport. Senang juga Bandara Silangit beroperasi, jadi lebih dekat ke rumah, coba kalau di Kuala Namu, masih harus menempuh 5-6 jam lagi untuk tiba di Balige.

Hari pertama, 5 Agustus 2016

Tiba di Silangit kami disambut hangat oleh kerabat. Fantastic man… kami dibawa makan BPK yang enak di Balige. Namanya Tambar Lihe. Pernah ke sana? Sepengamatan saya di sana pengunjung tak berkesudahan baik makan di tempat maupun yang take away. Geva aja makan banyak, sampai inangtuanya heran. Melintasi jalan dari Silangit-Balige-Baruara, tak terlalu berbeda jauh. Saya melihat setiap tempat dan kenangan masa lalu muncul. Masa kecil dan tumbuh besar di tempat ini. Itu mengingatkan saya akan perjalanan hidup yang tak mudah, mengingatkan saya siapa saya dan berasal dari mana.

Mendekati rumah, detak jantung semakin dipacu. Setengah berlari menuju rumah, saya berteriak memanggil Bapak dan Mamak. Kami disambut bapak, dan saya berlari memeluk Mamak saya. Kerutan di wajahnya telah bertambah tapi masih tetap setegar karang dan sekuat baja. Kakak yang datang dari Belanda dan abang yang dari Australia sudah di rumah. Bagaimana saya tidak berbahagia pulang ke rumah. Sebenarnya saya baru makan BPK, tapi tiba di rumah melihat masakan mamak, tidak akan tahan, pasti pengen makan. Selalu ada ruang untuk masakan mamak.

Mulai dari Sopo (rumah adat) hingga pekarangan belakang masih seperti dulu. Ada sedikit renovasi untuk mempercantik dan memudahkan mamak saat bekerja di dapur. Dan yang tak kalah hebatnya, pohon mangga yang saya tinggalkan sudah berbuah. Waowww… luar biasa. Dulu saya pesimis kalau pohon itu akan berbuah. Rupanya sang waktu memberi saya jawaban. Bukan mangga ternyata kueni apa bacang lupa saat saya konfirmasi ke mamak.

Geva tak tahan melihat air dalam ember, okelah saya izinkan dia berenang dalam ember. Air di Baruara aih mak, dinginnya persis seperti es. Brr….. Abang dan keluarga tiba dari Dumai, rumah makin ramai. Bertemu pertama kali dengan Anggy, ponakan yang pintar. Bertemu dengan Holy dan Geby yang luar biasa hebat dan pandai. Dan Geva bertemu dengan paribannya ini untuk pertama kali. Kadang Geva mau ditinggal dan bermain besama sepupunya, kadang juga tidak. Bahkan saya harus menggendong kemana pun. Sebab ia butuh waktu untuk beradaptasi dengan tempat dan orang baru. Malam hari datang lagi kerabat dari Pakam, inanguda dan Rony, ada juga Bapauda dan Inanguda Grace. Tambah ramai lagi, datang lagi namboru dan amang boru dan pariban dari Medan. Lama sekali tak berjumpa dengan mereka. Bertemu iban kecil Moses. Hello Moses, welcome! Malamnya kami tidur secepat mungkin sebab pagi-pagi benar harus sudah bangun untuk dirias.

Hari kedua, 6 Agutus 2016

Jam 4 pagi mulai adegan merias terus menerus sampai semua selesai sekitar jam setengah 8. Inilah pengalaman saya dengan salon Toba. Mereka sudah tiba di rumah jam setengah 4. woww, tepat waktu juga ya. Tapi kayaknya mesti belajar banyak bagaimana menghadapi klien atau customer. Saya yakin mereka ahli dalam hal merias, mereka juga punya pelanggan yang amat banyak, dan jam terbang tinggi. Sedikitpun saya tidak meragukan itu. Congratulation guyss!!!!

Tapi…..

Sangat jauh berbeda saat saya memakai jasa salon di Jakarta maupun di Medan. Amat sangat jauh.

Kasus 1: Riasan mamak, saya liat itu tidak sesuai buat orangtua dan jelek banget terutama di bagian alis dan bibir. Saya tidak terima dong ya, ini mamak saya, yang punya hajat loe rias begini. Itu di benak saya. Secara reflek saya nyelutuk “ko lipstiknya kayak itu?” serius ga banget dah…. Yang merias memasang wajah kusut tak terima diprotes. Mungkin dia menyadari betapa buruknya hasil riasannya terhadap mamak dan ia pun akhirnya mengubah walau tak sebagus ekpektasi saya. Saya juga ga setuju dengan alis yang dia bentuk untuk mamak. Udahlah saya biarkan saja.

Kasus 2: Kakak saya mau dicukur alisnya tanpa persetujuan. Itu kan belum tentu diterima oleh yang bersangkutan. Saya ingat betul memakai jasa salon di Medan, periasnya meminta persetujuan saya, apa boleh dicukur. Di Jakarta juga sama. Bahkan saya pernah nieh di salon Jakarta “Gimana Ka, cocok ga?” karena ada yang kurang pas, saya menjawabnya lama. “Gpp ka, kasi tahu aja, nanti saya perbaiki”. Kan kalau tukang salonnya begini enak ya. Dia juga makin mahir menangani orang dan yang paling penting, pelanggan ga kapok balik ke sana.

Kasus 3: Bulu mata, nieh perempuan kalau ke salon emang ribetnya selangit dah. Kakak saya kan pake kacamata, bagi dia ga perlu pakai bulu mata karena kan kena kaca matanya. Dia jelasin ke tukang salon. Sama dengan inanguda Yani, yang juga pakai kacamata. Trus ga nayaman kan, tau ga itu tukang salon jawab apa ” Kalau ga mau ga usah pake salon lah”. ya elah, bu bu… gitu doang udah kebakaran jenggot.

Kasus 4: saya merasa dia memasang bulu mata saya yang sebelah kanan terlalu ke kiri dan saya tidak nyaman. Dengan berat hati dia memindahkannya. ok, bagus dong ya dia tampung aspirasi saya. Nah saat selesai dirias ternyata dia pasangnya terlalu rendah. Jadi ga sama lentiknya dan itu kentara. Saya bilang dong sama tukang salonnya, “Ka ntar tolong benerin ya ini ga sama tingginya”. Lalu saya coba perlihatkan padanya dimana ketidakcocokannya. Perias menjawab, “tadi katanya terlalu ke kiri”, ya ilah….. sekarang masalahnya bukan telalu ke kiri lagi keles….Melihat mukanya yang sudah mutung tingkat kakap, udahlah ga usah diperbaiki. Sebel banget saya..  Udah ilfil.

Biasanya kalau tukang salon kalau sudah selesai kita akan diperlihatkan hasilnya lalu ditanya, bagaimana apakah ada yang kurang atau apalah. Ini sama sekali tidak ada. Perbaiki sedikitlah ibu -ibu tukang salon. Kita salon bayar, tapi tidak happy dan tidak akan kembali. Juga tidak akan merekomendasikan ke siapapun. Saya yakin kalau dia nyalon di Jakarta macam gituan, ke laut aja. Semoga membaik ke depannya ya ibu-ibu yang super hebat…

holy
Kak Holy sedang dirias mewakili semua keluarga ya. Abisnya kesan tak enak dengan perias

Hari H pesta begitu riuh dan sibuk. Rentetan upacara pemberkatan maupun adat dimulai. Saya yang sedang mengusung misi utama dari Jakarta berfoto sebanyak mungkin dengan kerabat maupun teman lama tak satu pun terwujud. Sibuknya setengah hidup. Boro-boro mau foto liat hp aja ga sempat. Beughhh…. Untung masih ingat nafas. Namanya pesta Batak ya, apalagi masih original di daerah asal jangan harap cepat selesai. Emangnya pesta di Jakarta, jam 5 sore sudah rampung. Satu lagi pesta Batak ga bakalan bisa sempurna dan menyenangkan bagi semua orang. Ga di kampung, ga di Jakarta yang saya kira dimana pun PASTI ada saja yang kurang kalau jadi suhut (yang punya hajat). Jadi ya biar saja, berusaha memberi yang terbaik. Itu saja. TITIK. Acara adat baru selesai malam hari sekitar jam 8 malam tamu undangan sudah meninggalkan arena pesta. Dilanjutkan makan bersama dengan dongan sahuta. Untung dua gadis remaja cantik Ranti dan Juni mau membantu jadi pekerjaan terasa lebih ringan kalau tidak, pingsan dah. Pesta berakhir tanpa foto dengan siapapun. Misi gagal. Belum lagi Geva demam. Lengkaplah. Malamnya masih ada lagi diskusi keluarga perihal pesta hingga larut.

Hari ketiga, Minggu, 7 Agustus 2016.

Pagi-pagi benar saya sudah niatkan harus bangun pagi menyiapkan sarapan pagi. Rupanya saya terlambat bangun, sudah jam 6 pagi. Mamak sudah bangun pagi-pagi benar. Inanguda juga sudah beberes rumah.  Secepat mungkin harus menyiapkan sarapan pagi. Malam sebelumnya saya sudah cek stok apa yang bisa dijadikan sarapan. Walau tak sepenuhnya sama dengan rencana semula berubah berkat ide adek pengantin baru. Secepat yang saya bisa saya kerjakan semua. Tada….. akhirnya tersaji juga makan pagi ala kadarnya. Lumayan… Sebab amang boru, namboru, inanguda, bapauda dan sepupu lainnyan akan pergi ziarah ke makam opung kemudian langsung berangkat menuju Medan. Jamuan makan siang di hotel ompu Herti di Lumban Silintong pun tanpa kehadiran mereka tapi Inanguda Pakam masih ada. Nantulang dan kedua puteranya turut meramaikan.

Kami mencoba naik boat bebek. Idih dasar parno akut, takutnya setengah mati. Sulit menikmati. Maunya cepat cepat kembali. Tidak demikian dengan yang lain terlihat begitu antusias. Apalgi Geva dia pengen mencelupkan tangannya ke danau saat boat melaju seperti sepupunya yang lain.

Belum berakhir, lanjut dengan naik kapal ke hotel Tiara Bunga. Yang ini pemandangan mantap pisan. Kayaknya betah berlama-lama kalau liburan di sini.  View langsung ke Danau Toba yang super aduhai. Siapa yang tak mau. Namun tak bisa berlama-lama sebab kapal harus segera kembali untuk mengangkut penumpang.

Acara dadakan muncul saat hendak meninggalkan rumah makan. Kami bersepakat meluncur ke Baba Udan kampung halaman Mamak. Astaga….. sejuta kenangan manis tertulis disana. Teringat bagaimana kami ke rumah oppung di Sibarani berjalan kaki melintasi perkampungan. Terkadang kami ke sana naik mobil mengunjungi Oppung boru (Nenek) semasa hidupnya. Kami semua saling melontarkan kenangan bersama Opung di rumahnya, bagaimana ia menata rumahnya, memberi sambutan pada kami. Ia sangat tidak punya, tapi setiap kami ke sana beliau memberi kami uang 25 perak dan sering sekali kami membawa pulang hasil bumi. Kami tidak akan saling menceritakan pengalaman ini kalau kami tidak mampir ke sana. Tidak banyak berubah. Rumah original oppung telah direnovasi menjadi lebih modern di bagian belakang, namun di bagian depan masih seperti dulu. Nantulang menempati rumah itu kini. Syukurlah supaya terawat. Jadi terinspirasi menulis part khusus untuk ini. Mudah-mudahan terwujud.

Hari sudah gelap, kami memutuskan kembali ke rumah, meninggalkan kampung halaman mamak yang tak akan terlupakan.

Ini adalah malam terakhir bagi kami di rumah. Tak selera makan karena masih kenyang, belum lagi kudapan nikmat ala Medan di sajikan di rumah nantulang. Tetiba, ada yang minta indomie rebus, kaena ingin sesuatu yang lebih hangat dan nikmat barang kali. Saya sudah membayangkannya. Kayaknya memang enak. Saya menawarkan diri untuk memasak, sekedar info aja, indomie yang saya masak enaknya beyond your imagination. Bukannya sombong, cuma sedikit pamer, tapi warung sebelah tidak menjual brand indomie namun brand lainnya yang mirip. Yang lain mengusulkan membeli bakmi. Jadilah bakmi dieksekusi. Karena mungkin terlalu malam, langganan yang biasa sudah tutup. Memang salah satu misi adalah menikmati bakmi di Balige yang super enak. Lumayan dapat walau tak seperti ekspektasi. Rupanya mereka pulang juga membawa durian. Berhubung sedang tidak musim durian, harganya pun mahal dan yang jual cuma satu orang. Kurasa saya makan durian paling banyak dan masih berasa kurang. Enak bo. Lain kali pasti bisa dapat banyaklah duriannya ya Tulang. Jadilah adegan makan bakmi dan durian. Minggu malam tidak terlalu begadang sudah terasa penat.  Geva yang sedang demam, malamnya menangis hebat. Hikkss… ada kali setengah jam. Haduhh… bo, jam setengah 2 pagi, coba bayangkan.

Hari keempat, Senin 8 Agustus

Kami berencana akan di rumah saja mengumpulkan stamina untuk perjalanan nanti malam ke Belawan, ditambah Geva masih belum fit. Rombongan Dumai pun akan segera bertolak. Maklum jauh sekali rumahnya, dan adek-adek harus sekolah esoknya. Sekitar jam 10 pagi mereka berangkat yang tentunya didahului poto-poto original artinya poto muka sesungguhnya tanpa riasan, idih… lecek juga muka ini ya. Kesibukan dilanjutkan mamak, merapikan barang-barangnya, lalu memasak arsik kesukaan kami. Enaknya tak tertandingi. SUPERRR.. Saya packing barang-barang. Tapi dalam sekejap sudah sepakat akan pergi ke pemandian air panas Sipoholon. Karena kami memang tak ada rencana bepergian, saya tidak menggubris obrolan itu. Lihat jam, masih cukup waktu. Konfirmasi jam keberangkatan masih sangat cukup. Lobi punya lobi diputuskanlah kami ikut tapi tidak ada adegan mandi. Kembali saya tidak membawa persiapan baju ganti.

IMG_20160808_095411_HDR
Sebelum berpisah dengan kloter Dumai

Tiba di Pemandian, lihat sana lihat sini yang bertepatan milik Kak Tanda. Yori yang sangat bersemangat mau nyemplung. Hebohlah…. mandi di kolam air panas. Geva tak kalah heboh merengek mau melihat ke kolam. Oke, saya bawa dong, ingat ya nak, kita tidak mandi. Rupanya dia nangis dan kekeh mau nyemplung. Tanya sana sini gimana nieh. Ya udahlah, saya bawa Geva nyemplung tanpa baju. Trus saya gimana? Ga bawa baju ganti. Untunglah ide cemerlangnya kakak keluar. Di situ kan ada jual celana pendek. Alhasil, jadilah saya nyemplung setengah badan, di pingir saja di bagian tangga. Geva udah mau ke tengah, kan iri dong dia lihat yang lainnya main di kolam ke sana kemari, sementara dia cuma ditangganya saja. Keluar dari kolam susahnya minta ampun…. Apalagi karena sedang tak enak badan cenderung rewel. Beughhh… kesabaran diuji. Satu yang menarik adalah, ada yang memesan indomie rebus termasuk si Tulang karena udah memang pengen banget malamnya. Saat makan dia bilang “ini yang aku mau tadi malam” pucuk dicinta ulam pun tiba. Dia makan dengan lahap. Hahaha…. Hari beranjak malam kami harus bergegas kembali ke rumah. Masih ada lagi adegan makam malam. Bah… aku ga lagilah.. Cukup sudah… Jam 10 malam, mobil datang dan akan membawa kami ke Belawan untuk melanjutkan perjalanan dengan KM Kelud menuju Jakarta. Mudik pun berakhir bersama orang-orang tercinta. Mudah-mudahan bisa berkumpul lagi dengan formasi yang lebih lengkap dan dalam suasana sukacita. Tuhan memberkati, aku cinta kalian semua. Sampai jumpa….

IMG_20160808_213943
Menunggu jemputan segera meluncur ke Belawan

Ini mudik paling fantastis kami dari tiga tahun ini. Terima kasih untuk semua keceriaan kita selama di kampung halaman. Karena itu selagi masih ada kesempatan, mudiklah. Sebab esok hari kita tak pernah tahu  apa yang akan terjadi. (Fin:rs/28816)

 

Sailing KM. Kelud (Part 2, End)

Jam 10 teng di hari Selasa 9 Agustus 2016 kapal mulai bergerak meninggalkan Belawan tak lama kemudian pemeriksaan tiket dilakukan. Saat pemeriksaan tiket penumpang harus berada sesuai yang tertera di tiket. Semua pintu yang menuju anjungan akan dikunci.

Kamar kelas 1a memiliki 2 tempat tidur, kamar mandi dalam, lemari dan televisi. Bedanya dengan kelas 1B hanya jumlah tempat tidur yaitu 4. Kelas 2A memiliki 6 tempat tidur dan kelas 2B, 8 tempat tidur. Kelas 2 kamar mandi bersama tidak ada dalam kamar, mereka disediakan loker untuk menaruh barang. Kamar kelas 2 tak sempat difoto karena ada penghuni. Tapi terlihat jelas saat berjalan di koridor kalau pintu sedang terbuka seperti apa rupanya. Untuk lebih jelasnya kunjungi situs resmi pelni https://www.pelni.co.id/. Tapi meskipun kamar mandi bersama sangat cukup jumlahnya tidak terlalu menimbulkan antri. Ada kejadian unik saat melintas dari kamar mandi wanita kelas 2 dek 5 sisi kanan.

Seorang ibu saya lihat sedang meremas-remas sesuatu berwarna hitam dengan banyak buih sabun di wastafel kamar mandi. Saya penasaran lebih tepatnya kepo dan berhenti 1-2 detik mencari tahu ibu itu ngapain sebenarnya. Tak lama muncul seorang bocah dengan berlumuran sabun dari dalam wastafel. Astaga, ternyata sang ibu memandikan anaknya dalam wastafel. Hampir saja seperti adegan horor film anak keluar dari sumur terus muncul dari tv dengan wajah tertutupi rambut. Sang ibu menunjukkan raut tak senang karena saya pandangi. Tadinya saya mau foto tapi rasanya kurang etis ya.

Pemberitahuan setiap jam makan akan ada. Penumpang kelas 1 dan 2 di ruang makan tersendiri. Menu sama, prasmanan. Kelas ekonomi antri di pantri dengan makanan yang sudah dipack dalam aluminium foil. Tidak sempat melihat apa menu kelas satu. Sebenarnya bukan tidak sempat tapi apa iya saya panggil penumpangnya yang mungkin percakapannya begini yang dengan logat Sumatera yang kentara. Anggap saja yang akan saya comot untuk ditanyai anak pramuka yang SMP.

saya:  Eh, adek pramuka yang cakep dan menawan. Dirimu penumpang kelas ekonomikan? (menebarkan senyum termanis sepanjang sejarah)

pramuka:  iya ka. Ada apa ya Ka? (sambil menatap curiga dan berkata dalam hati. ‘sombong amat sih nieh orang mentang-mentang saya penumpang ekonomi ga usah disebut-sebut biasa aja kelesss)

 saya:  Begini dek, kelas ekonomi makanannya apa ya? (menyampaikan maksud demi rasa penasaran dan kelengkapan laporan di blog)

pramuka:     wah, kakak ngajak ribut ya. Tanya-tanya makanan saya. Mentang-mentang saya di ekonomi trus kakak mau pamer gitu. Mau apa ka? (mata melotot, teman-teman di belakang ikut memanas). Mau tukaran makan sama saya? hah…. (mendongakkan dan mendekatkan wajahhnya ke saya)

Tuh, rusuh kan. Maka saya putuskan tak usah keponisasi dah. Untung cuma percakapan khayalan. jadi ngeri sendiri. Tapi dari yang terlihat sekilas sangat cukup dan ga buruk-buruk amat. Mini mart juga menjual lauk di kelas ekonomi barangkali ada yang merasa kurang. Tapi tentu saja harga satu lauk barangkali setara dengan sebungkus nasi padang yang nasinya segunung. Wehh… Resiko man!!!

Menu makan di kelas 1 dan 2 sangat sedehana.  Hari pertama makan siang, nasi, ayam goreng, ikan kembung layang balado, sayur asem, buah semangka. Lainnya sayur sop, sayur bening, tempe goreng, ayam balado. Itulah digonta-ganti. Sekilas tampak dari penampilan rasanya bubar. Eits…. itu hanya tampang saja jangan terkecoh. Saya dan bapake sependapat kalau tastenya ga mengecewakan. Bahkan bagi saya itu tergolong enak. Sayur dan sambal juga enak. Ini namanya juru masaknya NIAT. Terkadang ada jus kemasan, buah dan susu cair kemasan serta biskuit. Jam makanlah waktu yang tepat merefil botol minum maupun termos air. Di luar itu restoran tutup. Kalau kepepet bisa  beli di pelnimart atau alfamart yang harganya selangit. Kalau lagi rajin turun ke dek 4 air minum panas dan dingin melimpah.

Biasanya saat makan saya selalu sisihkan punya Gevariel dalam wadah, karena selama di kapal dia tak terlalu berselera makan. Atau bisa saja minta makan 2 jam kemudian. Mau saya cari kemana. Ini tips juga bagi yang punya anak, bawa wadah buat persiapan makan anak. Satu lagi kalau pas jam makan, air minumnya kan kemasan gelas, nah bawa dah itu beberapa pieces buat persiapan di kamar. Lebih praktis soalnya, minum dengan sedotan, habis langsung buang.

Sebelum memutuskan memilih naik kapal, sudah browsing jauh-jauh hari apa sih hebatnya KM Kelud kini dibanding dulu. Amat sangat menarik dan menarik minat untuk mencoba. Banyak fasilitas yang telah diperbaiki menurut informasi media. Berikut beberapa perbandingan dari hasil browsing dan fakta hasil pengamatan di atas kapal.

  1. Gym

Hari pertama kami lihat gym nya ada yang pakai. Ada yang bermain tenis meja dan alat kebugaran lainnya. Initinya semua alat terpakai. Cuma yang saya curiga, ini kan baru naik kapal apa iya penumpangnya begitu menggebu-gebu mau mencoba sehingga begitu naik kapal langsung ke gym? Sangat tak lazim ya, sebab kami ke sana tak lama setelah naik ke kapal. Hari kedua saya coba ke sana kali-kali bisa bakar kalori. Tadaa… terkunci dan tak ada keterangan apapun. Masih penasaran karena belum tentu ada kesempatan nmencoba gym kapal laut lagi sxaya coba ke sana kali kedua. Woww…. masih terkunci. Hari ketiga karena masih pengen dan penasaran. Suit suitttt…… terkunci juga bro!! So bisa simpulkan sendiri kan. Buat saya ini bulls***.

gym
Gym yang selalu terkunci

Saran: beri keterangan di pintu, hanya untuk awak kapal. Atau kalau terbuka untuk umum dibuka jam sekian sampai jam sekian. Atau harus ada member (kayak gym pro aja). Kan enak ya. Saya selaku penumpang akan bilang Oooo…. fasilitas abal-abal tho. Udah gitu aja. Selesai. Tak perlu gembor-gembor di media.

2. Playground

Kalau lihat di webnya sih bagus ya dan cocok buat Gevariel. Apalagi yang punya anak balita dan batita cucok cuy…. Cari punya cari, di sana kata petugas.

Oke kami ke sana, ruangan sedang dipakai rombongan pramuka untuk rapat. Baiklah boleh dicoba sore nanti. Sore hari saya ke sana, ehem ehem.. terkunci. Besoknya saya ke sana lagi penasaran dong, apa yang tersebar di media dan Gevariel pasti senang. Apalagi hiburan buat 3 hari di atas kapal coba. Masih berharap. Lagi-lagi terkunci. Saya lihat dari luar memang banyak barang pramuka. Tapi menurutku itu tak masalah. Jadi ke sana lagi masih terkunci juga, saya menyerah. Akhirnya saya tanya petugas poliklinik saat berkunjung ke sana. Menurut beliau semua permainan SUDAH DICOPOT. Itu artinya playground sudah tak ada kan. Hello…. Lalu mengapa masih sounding dari speaker bapak yang terhormat. Ya sudahlah, Anda berhadapan dengan PNS dan sejenisnya.

Saran: Update dong. Tulis keterangan di pintu sedang dalam perbaikan. Atau ditutup sementara (kadang keterangan ini bisa juga berarti selamanya). Kalau misalnya sudah jadi ntar bikin aja jam buka. Saat penumpang membludak kasih jatah, kelas ekonomi dari jam 4 pagi sampai jam 7 malam. Kelas 1 dan 2 jam 3 pagi sampai selesai. Itu misalnya lho, yang penting jelas, jangan buat penumpang bingung dan merasa TERTIPU. Hari gini masih begitu ke laut aja dah. Tapi jangan deh, kalian kan pasti jago berenang, wong setiap hari di laut.

3. Mini teater

Hari pertama menuju dek 2 tempat bioskop berada, lagi baik apa gimana nieh. Ada petugasnya kami bertanya seputar bioskop. Film apa, jam berapa, tiket berapa. Kalau judul belum diketahui tapi dia menyebut kemungkinannya. Biasanya akan diberitahu melalui pengeras suara. Malam pertama tidak ke teater tapi tidur lebih awal, karena memang lelah perjalanan Balige-Belawan. Hari kedua saya ke sana sekedar meliput saja sudut-sudut kapal, saya mengikuti tanda ke mini teater, dan saudara-saudara keahlian fasilitasnya muncul alias terkunci. Ini sama sekali tidak terpikir oleh saya sebab hari sebelumnya buka dengan waktu kurang lebih sama. Ya sudahlah… Malam kedua kesempatan terakhir, kami menyusurui dek 2 jam 7.15 malam, karena film tayang pertama jam 7.30, yang kedua jam 9. Judulnya lupa, bayar tiket 15 ribu per orang. Hanya dalam hitungan detik, kami memutuskan keluar dari teater, tidak jadi nonton. Sebenarnya lumayan banyak yang nonton hampir semua kursi terpenuhi. Banyak juga yang duduk lesehan dan atau berdiri. Tapi tempatnya kurang nyaman (ya iyalah, loe cuma bayar 15rebo mau mewah. Mimpi kale….). Begitu masuk bau kaki bo.. dah gitu panas membuat Gevariel tak nyaman dan mulai gelisah, menangis dan berteriak. Mengganggu buat yang lain. Dan yang paling tak mengenakkan filmnya bajakan. Haduh… berapa sih harga film. Unduh dari internet yang bagus punya yang gratis juga banyak. Malu dong memutar film bajakan. .

Saran: Tayangkan film original. Masa bajakan. Sebaiknya langsung tulis di pintu teater buka jam sekian film pertama tayang jam sekian judul ini, film kedua tayang jam sekian, judul itu. Harga tiket 15 ribu rupiah. Kan enak ya saya ga harus bolak balik. Informatif sedikit apa salahnya ya…

mini teater
Pintu masuk teater
  1. Minimarket

Ada mini market tradisional namanya pelnimart, di setiap dek sepertinya ada. Menjual jajanan, kopi dan lainnya. Di dek 8 ada mini market modern Alfamart dan disinilah dek tertinggi yang bisa dinaiki penumpang. Tampilan seperti pada umumnya Alfamart hanya harga yang di luar standar. Bisa mencapai 2 hingga 3 kali dari harga normal. Contohnya, minuman yang normalnya seharga 5 ribu di sini bisa 12 ribu. Beda lagi dengan popmie, kalau harga normal barangkali haganya 3-4 ribu, di sini 14 ribu. 4 kali lipatnya. Wajarlahlah ya.. Bagi yang suka makan, ngemil atau minum kopi, bawalah yang banyak. Toh air panas cukup banyak kalau mau menyeduh. Jadi ga perlu beli di warug kapal.

IMG_20160810_131318
Pelnimart dek 6
IMG_20160810_092059
Kasir alfamart turut bepose
  1. Poliklinik

Ada di dek 7 saya ke sana hanya minta hansaplast karena kaki terluka. Tapi di sana jelas ditulis, pagi buka jam… sore buka jam… darurat buka 24 jam lumayan ya.

  1. Mushola/ruang kebaktian

Lengkap ada di dek 7. Cukup luas dan nyaman. Sedangkan untuk umat Kristiani restoran dijadikan tempat kebaktian.

  1. Live music

Hari pertama dan ketiga live music ada juga saat makan siang. Untuk malam hari dimulai pukul 9. Kami tidak mencobanya  karena harus berpakaian rapi, tak boleh mengenakan celana pendek dan pakai sandal. Bukannya apa-apa, malas ganti kostum.

8. WiFi/sinya

Ada satu blog yang menyebut (lupa, lebih tepatnya sudah malas nyari) kalau di KM. Kelud itu ada wifi gratis di seluruh dek. Wah, senang dong ya. Apalgi bapake membayangkan bisa bekerja di atas kapal. saat di Terminal Bandar Deli Belawan, free wifi memang ada dan kenceng. Namun di atas kapal, totally berbeda dengan info si blogger. tidak ada free wifi. yang ada mereka menjual voucher wifi untuk Telkomsel dengan harga mahal. Kalau tidak salah, 25 rb untuk 50 dan 45 rb untuk 100MB. See.. dan itu tidak di semua tempat. Hanya di beberapa spot. Kecewa sekali. Kalaupun ada paket data, seringnya sinyal hanya di G, tidak sampai E atau pun H+. Tapi saat sandar di pelabuhan bisa dapat sinyal E maupun H+. Langsung update status. Jiahhh…

Kalau sinyal ponsel relatif selalu ada untuk provider telkomsel ya. Kadang memang hilang tenggelam tapi masih bisa telpon kerabat. Npmr xl hanya ada sinyal saat di pelabuhan saja. Yang lainnya kurang tahu dab.

Secara umum kapal dibagi tiga, depan, tengah dan belakang. Biasanya depan dan tengah adalah kamar, belakang fasilitas umum terutama di dek 5 dan 6. Dek 2,3 dan 4 adalah untuk penumpang kelas ekonomi.

Pelabuhan Tanjung Balai, Karimun dan Pelabuhan Batu Ampar, Batam

Sekitar jam 6 pagi hari kedua, KM. Kelud tiba di Tanjung balai Karimun. Di Tanjung Balai penumpang dibawa dengan kapal kecil menuju KM. Kelud karena sepertinya tidak memadai untuk kapal besar bersandar. Sebelum mencapai Tanjung Balai, notifikasi di hp akan memberi tahu kalau sedang ada di luar negeri dan ponsel akan roaming. Akan berlaku tarif negara bersangkutan. Entah Singapura entah Malaysia, tidak terlalu menaruh perhatian. Tapi tidak berlangsung lama. Notifikasi selamat datang kembali di Indonesia akan diterima oleh ponsel, tarif normal kembali. Tapi sayang tak ada poto karena kelelahan perjalanan Balige-Belawan bawaan malas ngapa-ngapain. Nyesal juga sih. Padahal belum tentu naik lagi.

Jam 8 pagi kapal melanjutkan perjalanan ke Batam, kira-kira jam 9 tiba di Batam tepatnya Pelabuhan Batu Ampar. Dari informasi yang kami peroleh, mestinya kapal sandar di Pelabuhan Sekupang, berhubung dalam perbaikan maka Batu Ampar dimanfaatkan yang tadinya tujuan utama Pelabuhan Batu Ampar adalah Pelabuhan cargo, untuk bongkar muat barang.  Pintu penumpang baru dibuka 9.30 WIB, penumpang tujuan Batam akan turun dan menaikkan penumpang lainnya yang akan ke Jakarta. Kapal berangkat dari Batam pukul 13.00. Jadi banyak penumpang yang menyempatkan diri berkeliling sejenak. Dari hasil browsing ada beberapa rekomendasi tempat. Kamu memutuskan ke Mall Nagoya Hill saja. Tadinya sih mau naik taksi saja. Di pelabuhan sudah banyak angkot yang menunggu dengan jurusan terbanyak Batu Aji. Dan mobil pribadi yang difungsikan sebagai taksi. Kebanyakan mengangkut penumpang seperti kami yang hanya mampir sebentar sopir akan menunggu untuk diantar kembali ke pelabuhan.Anak pramuka banyak yang carter angkot kaena meeka rombongan, cocoklah.

Tak banyak yang kami lakukan di Nagoya, memesan secangkir kopi dan  bubur ayam yang rasanya hancur. Bermain di kids zone lalu berkeliling sebentar dan kembali ke pelabuhan. Kesan yang saya dapat di Batam tak jauh beda dengan dengan Jakarta, hanya di Batam sepertinya matahari ada 2 sebab teriknya sungguh amat sangat menyengat.

Waktunyakembali ke Pelabuhan. oh iya, sebaiknya belilah segala keperluan ketika turun di Batam. Semacam kopi, popok anak, ayam goreng KFC klau lagi pengen, roti buat bekal atau apa sajalah. Sekilas kami lihat di Nagoya harga minuman sejenis wine dan genk lebih murah hingg separuhnya dibanding di Jakarta. Tapi belim tentju lolos X-ray. Berhati-hatilah membawa barang. Tiba di pelabuhan Batu Ampar, periksa tiket dan kartu identitas, masuk barang untuk discan dan langsung menuju ruang tunggu yang luas namun sederhana. Bis trans Batam akan membantu penumpang ke kapal karena jaraknya lumayan jauh. Jam 1 siang teng, bunyi semacam terompet kapal berdengung dan kapal pun melaju menuju Tanjung Priok Jakarta. Kapal akan melewati pulau-pulau api jarak jauh. Di sore hari cerah nikmati kembali sunset yang awesome.

Saat malam hari di luar teramat gelap, seolah-olah sedang ada di dunia lain. Kalau dilihat lama-lama takut juga. Persis seperti film horor.

Hari ketiga, cuaca serah, kembali menikmati keajabain matahari terbit. Pemandangan laut yang luas yang mengingatkan akan kebesaran Sang Pencipta. Menjadikan laut bergelora menelan apa saja yang masuk. Jam 5 sore sudah mendekati Tanjung Priok, banyak kapal yang lalu lalang. Menunggu kapal benar-benar berhenti dan penumpang turun sekitar setengah tujuh malam. Jasa porter di Tanjung Priok lebih mahal. Kami membayar 100 ribu. Tapi sudahlah, daripada angkat sendiri dari dek 6 ke luar kapal. Rupanya sebelum keluar dari terminal barang, masih ada pemeriksaan X-ray. Jadi berhati-hatilah membawa barang yang mungkin bisa ditahan dan akan ditanyai petugas. Tiba di Tanjung Priok tidak sempat lagi dokumentasi, hari sudah malam. Apalagi di Jakarta kejahatan selalu mengintai. Kami fokus untuk mawas diri dan memutuskan tak lagi bermain-main dengan gadget. Apalagi ada Gevariel yang harus extra menjaganya. Pesan Go-Car, cap cus langsung melaju ke rumah. Perjalanan pun berakhir.

Kalau kelak ada kesempatan melakukan perjalanan naik kapal, nikmatilah semuanya. rasakan keagungan-Nya yang tak terselami. Yang bisa disimpulkan dari perjalanan ini hanya satu. Tuhan itu Maha Besar dengan segala ciptaannya.**** (Fin:rs/17816)

 

IMG_20160810_103754_HDR
Awalnya ragu bawa payung dari Jakarta, ternyata manfaat banget di Batam yang panasnya luar biasa bak punya 2 matahari
IMG_20160810_103615
Penumpang turun di Pelabuhan Cargo Batu Ampar, Batam

 

IMG_20160810_104023_HDR
Aktivitas Pelabuhan Batu Ampar

 

IMG-20160814-WA0004[1]
Mampir ke Mall Nagoya Hill, menunggu pesanan

IMG-20160814-WA0003[1]
Paling ga bisa lihat arena bermain. Dari jauh udah diteriakin
IMG-20160814-WA0002[1]
Bubur yang dipesan tak jadi dimakan demi bermain

IMG_20160810_124859_HDR
Ruang Tunggu Batu Ampar

 

IMG_20160810_124902_HDR
Sisi lain ruang tunggu Batu Ampar
IMG_20160810_125506_HDR
Trans Batam mengangkut Penumpang dari ruang tunggu ke kapal

IMG_20160810_125427_HDR

 

IMG_20160810_124957_HDR
Aktivitas pelabuhan Batu Ampar
IMG_20160810_103640_HDR
Kebanyakan container penghuni pelabuhan
IMG_20160810_103657_HDR
Mengangkut sampah kapal
IMG_20160810_131052
Penumpang masuk dari dek paling bawah di Batam pelabuhan Batu Ampar
IMG_20160810_131108
Jangan sampai ketinggalan kapal, segera naik
IMG_20160811_060028_HDR
Awesome
IMG_20160810_131302
Mungkin sedang mengagumi lukisan
IMG_20160811_165907_HDR
Mendekati Tanjung Priok, salah satu kapal PERTAMINA dengan warnanya yang mencolok
IMG_20160811_173212_HDR
Sunset hari ketiga Tanjung Priok

 

kelud tj balai
Salah satu poto menaikkan penumpang di Karimun. Sumber: analisadaily.com
karimun batam peta
Kira-kira jarak Tanjung Balai Karimun-Batu Ampar, Batam. Sumber google map

 

rute pelni
Kayaknya masih berlaku sampai sekarang. Sumber: 3.blogspot.com

 

anjungan dek 7
Anjungan dek 7
anjungan dek 7 12
anjungan dek 7 lainnya
anjungan dek 6 sama dengan 5
anjungan dek 6. Sama persis dengan anjungan dek 5

 

sunrise
Tak henti-hentinya mengagumi sunrise maupun sunset. Sempurna..

Video segera upload di youtube. Link akan dishare.

Semoga bermanfaat…..

 

 

Sailing with KM. Kelud (Part 1)

Well this is my first trip by ship. Bepergian dengan kapal laut sudah tidak trend. Orang cenderung lebih memilih pesawat karena harga terjangkau dan relatif sama dengan harga tiket kapal maupun bis, dan ajaibnya waktu tempuh hanya hitungan jam. Berbeda dengan dengan menggunakan kapal laut atau bis AKAP hitungan perjalanan hari bahkan minggu kalau jauh. Belum lagi kalau kendaraan rusak di perjalanan, akan ada extra time. Sangat tak mengenakkan. Apalagi kalau naik bis, selama dalam bis pilihannya hanya satu DUDUK. Posisi kaki berubah sedikit, berdiri sebentar. Sedangkan naik kapal, bisa jalan-jalan sekitar kapal, belanja di minimarket. Lebih variatiflah namun yang dilihat laut lagi laut lagi.

Pengalaman pertama buat saya dan Gevariel. Opsi ini terpilih setelah browsing sana sini dan petimbangan kiri kanan. Berita kalau KM. Kelud TJ. Priok – Belawan sudah berbenah diri dan menyerupai kapal pesiar berhasil menarik penumpang seperti kami. Kalau punya waktu bisa dicoba.

Oke, kami tiba di Belawan sekitar jam 6 pagi Selasa 9 Agustus 2016, dan ternyata saat tiba di Belawan masih rumit menemukan terminal untuk kapal KM Kelud. Bertanya kepada orang mereka menjawab sekedar saja seolah-olah kami ini orang lama dan hapal semua tempat di sana. Ada yang jawab dekat jalan layang, hingga terminal ditemukan tak ada jalan layang saya lihat. Ada yang bilang ikuti saja angkot merah. Hello…  Kalau angkotnya mau pulang ke rumah gimana? Dan lagi angkot sebentar bentar berhenti menaikkan dan atau menurunkan penumpang atau sekedar ngetem.  Okelah, pelan-pelan ditelusuri  dan akhirnya ketemu, Terminal Penumpang Bandar Deli. Here we are. Pelabuhan tidak ada fasilitas trolley jadi barang kudu angkat sendiri atau dibantu jasa porter. Tiba di sana sudah banyak penumpang berseragam pramuka. Tertulis di jaketnya Kontingan JAMNAS Sumatera Utara. Rupanya peserta Jambore Nasional  yang diadakan di Cibubur. Jumlah mereka ribuan dari seluruh kabupaten Sumatera Utara. Ada juga kontingen Provinsi Aceh. Kebayang kan penuh dengan anak-anak sekolah dah alhasil niat mengeksploarsi sisi sisi kapal sedikit terhalang oleh penumpang yang membludak.

Akan dikenakan biaaya pas, kami kena 25 ribu. Mobil 10 ribu, per orang 5 ribu. Kayaknya begitu deh rinciannya.  Masuk gerbang ada rasa senang melihat ruang tunggunya bagus dan nyaman. Ooo.. Jangan sombong dulu anak muda. Ternyata pintu Check-in baru dibuka jam 8 pagi. Rasanya gimana gitu ya.. sial-sial pasrah. Sambil menunggu pintu dibuka saya sempatkan membeli sarapan dekat terminal. Lontong medan dan nasi  berserta lauknya. Untung lontong medannya enak sesuai ekspektasi.

Jam 8 pintu dibuka langsung check-in. Ada yang aneh nieh, barang kok ga discan ya? Bawa apa aja lolos dah. Tapi drama check-in bukan di sana. Petugas check in sudah ditempatnya ada 8 counter, sekilas image PNS dan BUMN sirna karena ternyata tampak lumayan. Drama pun dimulai, tanya petugas yang jaga pintu “Apa barangnya bisa ditinggal pak atau harus sekalian dibawa?” Niatnya supaya bapake bisa check-in duluan dan kami jaga barang di luar agar prosedur lebih simpel. Tapi jawaban sang petugas yang menyuruh membawa barang sekalian pun kami turuti. Saya pikir mau ditimbang kalau sizenya besar, sebab tak ada scan x-ray pkiran saya tidak akan masalah. Ternyata tak prlu bawa barang. Penumpang langsung antri menunjukkan ktp dan tiket. Beughhh… rasanya pengen marah. Dari 8 counter yang buka hanya satu yang dipakai untuk check in. Trus yang lainnya ngapain? Penumpang sudah antri panjang nan lebar lengkap dengan barang bawaan yang tak sedikit. Naik darah rasanya melihat adegan check-in ini. Bagaimana tidak, penumpang dengan koper super besar antri lama memandangi counter lain yang kosong melompong. Citra buruk langsung bermunculan yang tadinya sempat sirna. Padahal KM. Kelud hanya sekali seminggu saja memberangkatkan penumpang tak bisa bagus.

Kalau tidak salah katanya counter yang lainnya untuk chek-in peserta jambore. Tapi selama yang saya lihat, peserta jambore sudah check-in dari jam 7 dan diwakili oleh pimpinan rombongan, saat jam 8 yang meladeni rombongan jambore pun hanya 2 counter bergantian. Lalu counter 5 lainnya ngapain? Drama belum berakhir. Lanjut mau masuk ke kapal, boarding pas discan dan penumpang masuk melalui pintu otomatis. Beberapa penumpang boarding pass discan tapi tidak berfungsi, membuat antrian tambah lagi, ada lagi yang tak mau antri langsung menyerobot masuk. Ya ampun, mau ngejar apa sih…, yang paling lucu dari semuanya adalah, ada penumpang sudah berdiri di depan scanner tapi dia belum memiliki boarding pass artinya belum check-in, yang kemungkinan anggota rombongannya yang bertugas check-in. Tapi jangan antri di depan pintu dong bu… Nah lo, bingungkan. Menurut ku masih semrawut. Kami naik kapal dengan susah payah karena jauh ya ke dek 6 cuy… Lapor ke informasi diberi kunci kamar dengan uang jaminan kunci 50000 rupiah. Kami mendapat 2 kunci kelas 1B satu lagi untuk 1A sesuai tiket. Oh iya saat masuk kamar nyamuknya banyak banget, sampe merinding dah. Yang mau naik kapal bawalah lotion anti nyamuk, terutama yang bawa bayi maupun balita. Periksalah fungsi kelengkapan di kamar begitu masuk. seperti flush, keran air, televisi kalau tidak lengkap atau berfungsi segera hubungi petugas. Taruh tas dan kita bisa mulai berjalan-jalan di kapal, mengenal spot-spot yang ada di kapal. Sampai jam 10 ABK masih sibuk menaikkan penumpang, barang termasuk container.

Jam 10 teng, tanda kapal akan berlayar terdengar. Kapal mulai bergerak meninggalkan Belawan, dan tak lama kemudian pengumuman pemeriksan tiket dikumandangkan agar penumpang berada di seat yang tertera di tiket. Penumpang tidak diperbolehkan berkeliaran di kapal hingga pengumuman pemeriksaan tiket telah selesai diumumkan. kalau sudah selessai pemeriksaan tiket, burrr…. penumpang langsung berhamburan ke anjungan terutama anjungan dek 7, sekedar duduk-duduk, bercakap-cakap maupun berpoto.

Kami mulai mengitari kapal, melihat penumpang di anjungan, di dek ekonomi, dan spot-spot lainnya. Menurut saya ini sangat menarik apalagi saya belum penah mengalaminya. Penumpang dari Belawan banyak ibu-ibu dengan barang bawaannya terutama sayuran. mereka akan turun di Tanjung  Balai Karimun untuk berjualan sayur. Setiap jam makan akan ada panggilan melalui pengeras suara. Kelas 1 dan 2 ke ruang makan, kelas ekonomi antri di pantry.

 

IMG-20160814-WA0006[1]
Antrian penumpang di pintu masuk
IMG-20160814-WA0007[1]
Hanya satu counter yang dibuka sementara yang lainnya tak meladeni check-in
IMG_20160809_094004_HDR
Pemandangan Terminal Bandar Deli dari atas kapal

 

IMG_20160809_094639_HDR
Sisi lain pelabuhan yang tampak dari atas kapal

 

IMG_20160809_095204_HDR
Baru mampir dari dari Alfamart, sejenak menikmati anjungan dek 7

 

IMG_20160809_100415_HDR
Kamar kelas 1B
IMG-20160814-WA0005[1]
Koridor kamar dek 6
dek 2
Salah satu sudut kelas ekonomi dek 2 yang banyak anak pramuka

 

dek 21
Dek 2 lainnya
dek 3
Dek 3 dengan anak pramukanya
IMG_20160809_130316_HDR
tidur pulas lelah perjalanan Balige-Belawan

 

IMG_20160810_190458_HDR
Menikmati sunset yang menakjubkan

 

IMG_20160810_190328
What a wonderful sunset

 

To be continued…….

(Fin:rs/16816)

Sparkle

Saat beli buku ini ga nyangka isinya tentang girlband semacam JKT48. Aih, saya anti banget ama yang gituan. Karena menurut saya mereka tak lebih segerombolon cewek yang pamer paha trus jingkrak jingkrak di atas panggung. Buku ini memberi gambaran lebih luas menjadi personil girlband.

judul: SPARKLE

penulis: EVE SHI

penerbit: NOURA BOOKS

dimensi: 276 HALAMAN, 13X19 CM

 

Rosalie dan Divya sahabat karib tanpa direncanakan lolos seleksi menjadi personil idol band bernama SPARKLE. Lika liku yang tak mudah mereka lewati dengan begitu banyak aturan yang mengikat. Masih berseragam putih abu-abu pula menambah tantangan dalam membagi waktu. Sehingga mereka harus membagi waktu untuk sekolah, latihan, show mengerjakan PR, memperhatikan keluarga dan sebagainya. Personil yang berjumlah enam belas orang serta staf manajemen juga harus dihadapi dengan aneka ragam sifat dan karakter. Sekilas orang awam menilai girlband semacam ini sama sekali tak menjual dan hampir bisa dipastikan karir mereka hanya bertahan sesaat. Sisi lain dan perjuangan gadis muda melakoni dunia keratisan.

Rosalie gadis pintar dan baik hati. Memutuskan tergabung dengan sparkle dengan segala konsekuensi yang ada walau dukungan keluarga minim mengingat padatnyajadwal yang akan dihadapi Rosalie. Tapi Rosalie kekeh akan terus berjuang karena ksempatan seperti ini belum tentu datang dua kali. Personil dilarang poto bareng penggemar  di luar show, harus selalu ngetwit yang baik-baik di twitter, setiap surat atau apapun yang masuk harus diseleksi staf dan yang paling tak mengenakkan personil tidak diperbolehkan pacaran.

Divya sahabat karib Rosalie sama -sama lolos audisi dan menjadi personil Sparkle. Merasa sangat beruntung karena sahabat karibnya juga diterima. sehingga ada teman dekat untuk berbagi dan yang paling penting ada teman pulang di larut malam.

Setiap personil punya masalah sendiri. Divya pernah dikritik penggemar kalau ia jelek dan keriting. Ia juga tak memiliki fanbase (akun penggemar) dan memiliki paling sedikit follower twitter. Hal ini sangat menggangu dan membebani Divya. Bagi mereka harus berjuang tampil sempurna adalah mutlak hingga rela meninggalkan makanan yang enak-enak.Ttak beda jauh dengan Rosalie. Gimana mau terkenal penggemar saja tak ada. Sedikit keberuntungan memihak Rosalie karena tak berselang lama aku fanbase nya terbit. Rasa senang namun tak terlalu ditunjukkan demi menjaga perasaan sahabatnya.

Bersinggungan dengan cowok teman sekelas Rosalie sebenarnya ia sukai dan yang tak diketahinya adalah kalau si cowok pun menyukainya. Di luar dugaan Sam begitu dia disapa menghindari Rosalie tiba-tiba tanpa sebab. Rosalie merasa kehilangan tapi tak tahu harus memulainya dengan apa. Rupanya Sam baru tahu kalau personil Sparkle tidak boleh pacaran.

Salah seorang penggemar fanatik Rosalie di twitter  sebenarnya membuatnya tak nyaman tapi ia jarang menggubris. Diam-diam si penggemar menguntitnya ke rumah dan sekolah. Hingga kiriman aneh dari penggemar diterima Rosalie isinya hanya satu lembar yaitu poto rumah Rosalie. Sontak saja ia ketakutan karena merasa diteror. Nyawa pun hampir melayang, malam itu Rosalie sendirian di base camp, si penggemar mencoba membunuh Ros beruntung anak sang pemilik manajemen berada di sana membantu Rosalie dan mereka berhasil lolos tapi jaket Rosalie berhasil dibawa.

Rupanya staf sudah mencoba menyelidiki siapa sebenarnya pelaku teror itu. Usut punya usut staf mencoba menjebak pelaku. Terkuaklah misteri teror yang ternyata salah satu staff yang sedikitpun tak akan menaruh curiga sebab orangnya baik, ramah dan dekat personil sparkle. Ia pun dikeluarkan. Bagaimana dengan Divya, akhirnya ia punya fanbase walau yang membuat itu kakakknya sendirimdengan begtiu ia merasa diperhatikan dan didukung. Sam? Apakah berakhir harapannya? Pengalaman salah seorang personil yang pacaran jauh sebelum tergabung dengan Sparkle, merahasiakan hubungan dari publik. (Fin/rs:150816)

 

WIN_20160815_14_46_38_Pro