Sailing with KM. Kelud (Part 1)

Well this is my first trip by ship. Bepergian dengan kapal laut sudah tidak trend. Orang cenderung lebih memilih pesawat karena harga terjangkau dan relatif sama dengan harga tiket kapal maupun bis, dan ajaibnya waktu tempuh hanya hitungan jam. Berbeda dengan dengan menggunakan kapal laut atau bis AKAP hitungan perjalanan hari bahkan minggu kalau jauh. Belum lagi kalau kendaraan rusak di perjalanan, akan ada extra time. Sangat tak mengenakkan. Apalagi kalau naik bis, selama dalam bis pilihannya hanya satu DUDUK. Posisi kaki berubah sedikit, berdiri sebentar. Sedangkan naik kapal, bisa jalan-jalan sekitar kapal, belanja di minimarket. Lebih variatiflah namun yang dilihat laut lagi laut lagi.

Pengalaman pertama buat saya dan Gevariel. Opsi ini terpilih setelah browsing sana sini dan petimbangan kiri kanan. Berita kalau KM. Kelud TJ. Priok – Belawan sudah berbenah diri dan menyerupai kapal pesiar berhasil menarik penumpang seperti kami. Kalau punya waktu bisa dicoba.

Oke, kami tiba di Belawan sekitar jam 6 pagi Selasa 9 Agustus 2016, dan ternyata saat tiba di Belawan masih rumit menemukan terminal untuk kapal KM Kelud. Bertanya kepada orang mereka menjawab sekedar saja seolah-olah kami ini orang lama dan hapal semua tempat di sana. Ada yang jawab dekat jalan layang, hingga terminal ditemukan tak ada jalan layang saya lihat. Ada yang bilang ikuti saja angkot merah. Hello…  Kalau angkotnya mau pulang ke rumah gimana? Dan lagi angkot sebentar bentar berhenti menaikkan dan atau menurunkan penumpang atau sekedar ngetem.  Okelah, pelan-pelan ditelusuri  dan akhirnya ketemu, Terminal Penumpang Bandar Deli. Here we are. Pelabuhan tidak ada fasilitas trolley jadi barang kudu angkat sendiri atau dibantu jasa porter. Tiba di sana sudah banyak penumpang berseragam pramuka. Tertulis di jaketnya Kontingan JAMNAS Sumatera Utara. Rupanya peserta Jambore Nasional  yang diadakan di Cibubur. Jumlah mereka ribuan dari seluruh kabupaten Sumatera Utara. Ada juga kontingen Provinsi Aceh. Kebayang kan penuh dengan anak-anak sekolah dah alhasil niat mengeksploarsi sisi sisi kapal sedikit terhalang oleh penumpang yang membludak.

Akan dikenakan biaaya pas, kami kena 25 ribu. Mobil 10 ribu, per orang 5 ribu. Kayaknya begitu deh rinciannya.  Masuk gerbang ada rasa senang melihat ruang tunggunya bagus dan nyaman. Ooo.. Jangan sombong dulu anak muda. Ternyata pintu Check-in baru dibuka jam 8 pagi. Rasanya gimana gitu ya.. sial-sial pasrah. Sambil menunggu pintu dibuka saya sempatkan membeli sarapan dekat terminal. Lontong medan dan nasi  berserta lauknya. Untung lontong medannya enak sesuai ekspektasi.

Jam 8 pintu dibuka langsung check-in. Ada yang aneh nieh, barang kok ga discan ya? Bawa apa aja lolos dah. Tapi drama check-in bukan di sana. Petugas check in sudah ditempatnya ada 8 counter, sekilas image PNS dan BUMN sirna karena ternyata tampak lumayan. Drama pun dimulai, tanya petugas yang jaga pintu “Apa barangnya bisa ditinggal pak atau harus sekalian dibawa?” Niatnya supaya bapake bisa check-in duluan dan kami jaga barang di luar agar prosedur lebih simpel. Tapi jawaban sang petugas yang menyuruh membawa barang sekalian pun kami turuti. Saya pikir mau ditimbang kalau sizenya besar, sebab tak ada scan x-ray pkiran saya tidak akan masalah. Ternyata tak prlu bawa barang. Penumpang langsung antri menunjukkan ktp dan tiket. Beughhh… rasanya pengen marah. Dari 8 counter yang buka hanya satu yang dipakai untuk check in. Trus yang lainnya ngapain? Penumpang sudah antri panjang nan lebar lengkap dengan barang bawaan yang tak sedikit. Naik darah rasanya melihat adegan check-in ini. Bagaimana tidak, penumpang dengan koper super besar antri lama memandangi counter lain yang kosong melompong. Citra buruk langsung bermunculan yang tadinya sempat sirna. Padahal KM. Kelud hanya sekali seminggu saja memberangkatkan penumpang tak bisa bagus.

Kalau tidak salah katanya counter yang lainnya untuk chek-in peserta jambore. Tapi selama yang saya lihat, peserta jambore sudah check-in dari jam 7 dan diwakili oleh pimpinan rombongan, saat jam 8 yang meladeni rombongan jambore pun hanya 2 counter bergantian. Lalu counter 5 lainnya ngapain? Drama belum berakhir. Lanjut mau masuk ke kapal, boarding pas discan dan penumpang masuk melalui pintu otomatis. Beberapa penumpang boarding pass discan tapi tidak berfungsi, membuat antrian tambah lagi, ada lagi yang tak mau antri langsung menyerobot masuk. Ya ampun, mau ngejar apa sih…, yang paling lucu dari semuanya adalah, ada penumpang sudah berdiri di depan scanner tapi dia belum memiliki boarding pass artinya belum check-in, yang kemungkinan anggota rombongannya yang bertugas check-in. Tapi jangan antri di depan pintu dong bu… Nah lo, bingungkan. Menurut ku masih semrawut. Kami naik kapal dengan susah payah karena jauh ya ke dek 6 cuy… Lapor ke informasi diberi kunci kamar dengan uang jaminan kunci 50000 rupiah. Kami mendapat 2 kunci kelas 1B satu lagi untuk 1A sesuai tiket. Oh iya saat masuk kamar nyamuknya banyak banget, sampe merinding dah. Yang mau naik kapal bawalah lotion anti nyamuk, terutama yang bawa bayi maupun balita. Periksalah fungsi kelengkapan di kamar begitu masuk. seperti flush, keran air, televisi kalau tidak lengkap atau berfungsi segera hubungi petugas. Taruh tas dan kita bisa mulai berjalan-jalan di kapal, mengenal spot-spot yang ada di kapal. Sampai jam 10 ABK masih sibuk menaikkan penumpang, barang termasuk container.

Jam 10 teng, tanda kapal akan berlayar terdengar. Kapal mulai bergerak meninggalkan Belawan, dan tak lama kemudian pengumuman pemeriksan tiket dikumandangkan agar penumpang berada di seat yang tertera di tiket. Penumpang tidak diperbolehkan berkeliaran di kapal hingga pengumuman pemeriksaan tiket telah selesai diumumkan. kalau sudah selessai pemeriksaan tiket, burrr…. penumpang langsung berhamburan ke anjungan terutama anjungan dek 7, sekedar duduk-duduk, bercakap-cakap maupun berpoto.

Kami mulai mengitari kapal, melihat penumpang di anjungan, di dek ekonomi, dan spot-spot lainnya. Menurut saya ini sangat menarik apalagi saya belum penah mengalaminya. Penumpang dari Belawan banyak ibu-ibu dengan barang bawaannya terutama sayuran. mereka akan turun di Tanjung  Balai Karimun untuk berjualan sayur. Setiap jam makan akan ada panggilan melalui pengeras suara. Kelas 1 dan 2 ke ruang makan, kelas ekonomi antri di pantry.

 

IMG-20160814-WA0006[1]
Antrian penumpang di pintu masuk
IMG-20160814-WA0007[1]
Hanya satu counter yang dibuka sementara yang lainnya tak meladeni check-in
IMG_20160809_094004_HDR
Pemandangan Terminal Bandar Deli dari atas kapal

 

IMG_20160809_094639_HDR
Sisi lain pelabuhan yang tampak dari atas kapal

 

IMG_20160809_095204_HDR
Baru mampir dari dari Alfamart, sejenak menikmati anjungan dek 7

 

IMG_20160809_100415_HDR
Kamar kelas 1B
IMG-20160814-WA0005[1]
Koridor kamar dek 6
dek 2
Salah satu sudut kelas ekonomi dek 2 yang banyak anak pramuka

 

dek 21
Dek 2 lainnya
dek 3
Dek 3 dengan anak pramukanya
IMG_20160809_130316_HDR
tidur pulas lelah perjalanan Balige-Belawan

 

IMG_20160810_190458_HDR
Menikmati sunset yang menakjubkan

 

IMG_20160810_190328
What a wonderful sunset

 

To be continued…….

(Fin:rs/16816)

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

2 thoughts on “Sailing with KM. Kelud (Part 1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s