Sailing KM. Kelud (Part 2, End)

Jam 10 teng di hari Selasa 9 Agustus 2016 kapal mulai bergerak meninggalkan Belawan tak lama kemudian pemeriksaan tiket dilakukan. Saat pemeriksaan tiket penumpang harus berada sesuai yang tertera di tiket. Semua pintu yang menuju anjungan akan dikunci.

Kamar kelas 1a memiliki 2 tempat tidur, kamar mandi dalam, lemari dan televisi. Bedanya dengan kelas 1B hanya jumlah tempat tidur yaitu 4. Kelas 2A memiliki 6 tempat tidur dan kelas 2B, 8 tempat tidur. Kelas 2 kamar mandi bersama tidak ada dalam kamar, mereka disediakan loker untuk menaruh barang. Kamar kelas 2 tak sempat difoto karena ada penghuni. Tapi terlihat jelas saat berjalan di koridor kalau pintu sedang terbuka seperti apa rupanya. Untuk lebih jelasnya kunjungi situs resmi pelni https://www.pelni.co.id/. Tapi meskipun kamar mandi bersama sangat cukup jumlahnya tidak terlalu menimbulkan antri. Ada kejadian unik saat melintas dari kamar mandi wanita kelas 2 dek 5 sisi kanan.

Seorang ibu saya lihat sedang meremas-remas sesuatu berwarna hitam dengan banyak buih sabun di wastafel kamar mandi. Saya penasaran lebih tepatnya kepo dan berhenti 1-2 detik mencari tahu ibu itu ngapain sebenarnya. Tak lama muncul seorang bocah dengan berlumuran sabun dari dalam wastafel. Astaga, ternyata sang ibu memandikan anaknya dalam wastafel. Hampir saja seperti adegan horor film anak keluar dari sumur terus muncul dari tv dengan wajah tertutupi rambut. Sang ibu menunjukkan raut tak senang karena saya pandangi. Tadinya saya mau foto tapi rasanya kurang etis ya.

Pemberitahuan setiap jam makan akan ada. Penumpang kelas 1 dan 2 di ruang makan tersendiri. Menu sama, prasmanan. Kelas ekonomi antri di pantri dengan makanan yang sudah dipack dalam aluminium foil. Tidak sempat melihat apa menu kelas satu. Sebenarnya bukan tidak sempat tapi apa iya saya panggil penumpangnya yang mungkin percakapannya begini yang dengan logat Sumatera yang kentara. Anggap saja yang akan saya comot untuk ditanyai anak pramuka yang SMP.

saya:  Eh, adek pramuka yang cakep dan menawan. Dirimu penumpang kelas ekonomikan? (menebarkan senyum termanis sepanjang sejarah)

pramuka:  iya ka. Ada apa ya Ka? (sambil menatap curiga dan berkata dalam hati. ‘sombong amat sih nieh orang mentang-mentang saya penumpang ekonomi ga usah disebut-sebut biasa aja kelesss)

 saya:  Begini dek, kelas ekonomi makanannya apa ya? (menyampaikan maksud demi rasa penasaran dan kelengkapan laporan di blog)

pramuka:     wah, kakak ngajak ribut ya. Tanya-tanya makanan saya. Mentang-mentang saya di ekonomi trus kakak mau pamer gitu. Mau apa ka? (mata melotot, teman-teman di belakang ikut memanas). Mau tukaran makan sama saya? hah…. (mendongakkan dan mendekatkan wajahhnya ke saya)

Tuh, rusuh kan. Maka saya putuskan tak usah keponisasi dah. Untung cuma percakapan khayalan. jadi ngeri sendiri. Tapi dari yang terlihat sekilas sangat cukup dan ga buruk-buruk amat. Mini mart juga menjual lauk di kelas ekonomi barangkali ada yang merasa kurang. Tapi tentu saja harga satu lauk barangkali setara dengan sebungkus nasi padang yang nasinya segunung. Wehh… Resiko man!!!

Menu makan di kelas 1 dan 2 sangat sedehana.  Hari pertama makan siang, nasi, ayam goreng, ikan kembung layang balado, sayur asem, buah semangka. Lainnya sayur sop, sayur bening, tempe goreng, ayam balado. Itulah digonta-ganti. Sekilas tampak dari penampilan rasanya bubar. Eits…. itu hanya tampang saja jangan terkecoh. Saya dan bapake sependapat kalau tastenya ga mengecewakan. Bahkan bagi saya itu tergolong enak. Sayur dan sambal juga enak. Ini namanya juru masaknya NIAT. Terkadang ada jus kemasan, buah dan susu cair kemasan serta biskuit. Jam makanlah waktu yang tepat merefil botol minum maupun termos air. Di luar itu restoran tutup. Kalau kepepet bisa  beli di pelnimart atau alfamart yang harganya selangit. Kalau lagi rajin turun ke dek 4 air minum panas dan dingin melimpah.

Biasanya saat makan saya selalu sisihkan punya Gevariel dalam wadah, karena selama di kapal dia tak terlalu berselera makan. Atau bisa saja minta makan 2 jam kemudian. Mau saya cari kemana. Ini tips juga bagi yang punya anak, bawa wadah buat persiapan makan anak. Satu lagi kalau pas jam makan, air minumnya kan kemasan gelas, nah bawa dah itu beberapa pieces buat persiapan di kamar. Lebih praktis soalnya, minum dengan sedotan, habis langsung buang.

Sebelum memutuskan memilih naik kapal, sudah browsing jauh-jauh hari apa sih hebatnya KM Kelud kini dibanding dulu. Amat sangat menarik dan menarik minat untuk mencoba. Banyak fasilitas yang telah diperbaiki menurut informasi media. Berikut beberapa perbandingan dari hasil browsing dan fakta hasil pengamatan di atas kapal.

  1. Gym

Hari pertama kami lihat gym nya ada yang pakai. Ada yang bermain tenis meja dan alat kebugaran lainnya. Initinya semua alat terpakai. Cuma yang saya curiga, ini kan baru naik kapal apa iya penumpangnya begitu menggebu-gebu mau mencoba sehingga begitu naik kapal langsung ke gym? Sangat tak lazim ya, sebab kami ke sana tak lama setelah naik ke kapal. Hari kedua saya coba ke sana kali-kali bisa bakar kalori. Tadaa… terkunci dan tak ada keterangan apapun. Masih penasaran karena belum tentu ada kesempatan nmencoba gym kapal laut lagi sxaya coba ke sana kali kedua. Woww…. masih terkunci. Hari ketiga karena masih pengen dan penasaran. Suit suitttt…… terkunci juga bro!! So bisa simpulkan sendiri kan. Buat saya ini bulls***.

gym
Gym yang selalu terkunci

Saran: beri keterangan di pintu, hanya untuk awak kapal. Atau kalau terbuka untuk umum dibuka jam sekian sampai jam sekian. Atau harus ada member (kayak gym pro aja). Kan enak ya. Saya selaku penumpang akan bilang Oooo…. fasilitas abal-abal tho. Udah gitu aja. Selesai. Tak perlu gembor-gembor di media.

2. Playground

Kalau lihat di webnya sih bagus ya dan cocok buat Gevariel. Apalagi yang punya anak balita dan batita cucok cuy…. Cari punya cari, di sana kata petugas.

Oke kami ke sana, ruangan sedang dipakai rombongan pramuka untuk rapat. Baiklah boleh dicoba sore nanti. Sore hari saya ke sana, ehem ehem.. terkunci. Besoknya saya ke sana lagi penasaran dong, apa yang tersebar di media dan Gevariel pasti senang. Apalagi hiburan buat 3 hari di atas kapal coba. Masih berharap. Lagi-lagi terkunci. Saya lihat dari luar memang banyak barang pramuka. Tapi menurutku itu tak masalah. Jadi ke sana lagi masih terkunci juga, saya menyerah. Akhirnya saya tanya petugas poliklinik saat berkunjung ke sana. Menurut beliau semua permainan SUDAH DICOPOT. Itu artinya playground sudah tak ada kan. Hello…. Lalu mengapa masih sounding dari speaker bapak yang terhormat. Ya sudahlah, Anda berhadapan dengan PNS dan sejenisnya.

Saran: Update dong. Tulis keterangan di pintu sedang dalam perbaikan. Atau ditutup sementara (kadang keterangan ini bisa juga berarti selamanya). Kalau misalnya sudah jadi ntar bikin aja jam buka. Saat penumpang membludak kasih jatah, kelas ekonomi dari jam 4 pagi sampai jam 7 malam. Kelas 1 dan 2 jam 3 pagi sampai selesai. Itu misalnya lho, yang penting jelas, jangan buat penumpang bingung dan merasa TERTIPU. Hari gini masih begitu ke laut aja dah. Tapi jangan deh, kalian kan pasti jago berenang, wong setiap hari di laut.

3. Mini teater

Hari pertama menuju dek 2 tempat bioskop berada, lagi baik apa gimana nieh. Ada petugasnya kami bertanya seputar bioskop. Film apa, jam berapa, tiket berapa. Kalau judul belum diketahui tapi dia menyebut kemungkinannya. Biasanya akan diberitahu melalui pengeras suara. Malam pertama tidak ke teater tapi tidur lebih awal, karena memang lelah perjalanan Balige-Belawan. Hari kedua saya ke sana sekedar meliput saja sudut-sudut kapal, saya mengikuti tanda ke mini teater, dan saudara-saudara keahlian fasilitasnya muncul alias terkunci. Ini sama sekali tidak terpikir oleh saya sebab hari sebelumnya buka dengan waktu kurang lebih sama. Ya sudahlah… Malam kedua kesempatan terakhir, kami menyusurui dek 2 jam 7.15 malam, karena film tayang pertama jam 7.30, yang kedua jam 9. Judulnya lupa, bayar tiket 15 ribu per orang. Hanya dalam hitungan detik, kami memutuskan keluar dari teater, tidak jadi nonton. Sebenarnya lumayan banyak yang nonton hampir semua kursi terpenuhi. Banyak juga yang duduk lesehan dan atau berdiri. Tapi tempatnya kurang nyaman (ya iyalah, loe cuma bayar 15rebo mau mewah. Mimpi kale….). Begitu masuk bau kaki bo.. dah gitu panas membuat Gevariel tak nyaman dan mulai gelisah, menangis dan berteriak. Mengganggu buat yang lain. Dan yang paling tak mengenakkan filmnya bajakan. Haduh… berapa sih harga film. Unduh dari internet yang bagus punya yang gratis juga banyak. Malu dong memutar film bajakan. .

Saran: Tayangkan film original. Masa bajakan. Sebaiknya langsung tulis di pintu teater buka jam sekian film pertama tayang jam sekian judul ini, film kedua tayang jam sekian, judul itu. Harga tiket 15 ribu rupiah. Kan enak ya saya ga harus bolak balik. Informatif sedikit apa salahnya ya…

mini teater
Pintu masuk teater
  1. Minimarket

Ada mini market tradisional namanya pelnimart, di setiap dek sepertinya ada. Menjual jajanan, kopi dan lainnya. Di dek 8 ada mini market modern Alfamart dan disinilah dek tertinggi yang bisa dinaiki penumpang. Tampilan seperti pada umumnya Alfamart hanya harga yang di luar standar. Bisa mencapai 2 hingga 3 kali dari harga normal. Contohnya, minuman yang normalnya seharga 5 ribu di sini bisa 12 ribu. Beda lagi dengan popmie, kalau harga normal barangkali haganya 3-4 ribu, di sini 14 ribu. 4 kali lipatnya. Wajarlahlah ya.. Bagi yang suka makan, ngemil atau minum kopi, bawalah yang banyak. Toh air panas cukup banyak kalau mau menyeduh. Jadi ga perlu beli di warug kapal.

IMG_20160810_131318
Pelnimart dek 6
IMG_20160810_092059
Kasir alfamart turut bepose
  1. Poliklinik

Ada di dek 7 saya ke sana hanya minta hansaplast karena kaki terluka. Tapi di sana jelas ditulis, pagi buka jam… sore buka jam… darurat buka 24 jam lumayan ya.

  1. Mushola/ruang kebaktian

Lengkap ada di dek 7. Cukup luas dan nyaman. Sedangkan untuk umat Kristiani restoran dijadikan tempat kebaktian.

  1. Live music

Hari pertama dan ketiga live music ada juga saat makan siang. Untuk malam hari dimulai pukul 9. Kami tidak mencobanya  karena harus berpakaian rapi, tak boleh mengenakan celana pendek dan pakai sandal. Bukannya apa-apa, malas ganti kostum.

8. WiFi/sinya

Ada satu blog yang menyebut (lupa, lebih tepatnya sudah malas nyari) kalau di KM. Kelud itu ada wifi gratis di seluruh dek. Wah, senang dong ya. Apalgi bapake membayangkan bisa bekerja di atas kapal. saat di Terminal Bandar Deli Belawan, free wifi memang ada dan kenceng. Namun di atas kapal, totally berbeda dengan info si blogger. tidak ada free wifi. yang ada mereka menjual voucher wifi untuk Telkomsel dengan harga mahal. Kalau tidak salah, 25 rb untuk 50 dan 45 rb untuk 100MB. See.. dan itu tidak di semua tempat. Hanya di beberapa spot. Kecewa sekali. Kalaupun ada paket data, seringnya sinyal hanya di G, tidak sampai E atau pun H+. Tapi saat sandar di pelabuhan bisa dapat sinyal E maupun H+. Langsung update status. Jiahhh…

Kalau sinyal ponsel relatif selalu ada untuk provider telkomsel ya. Kadang memang hilang tenggelam tapi masih bisa telpon kerabat. Npmr xl hanya ada sinyal saat di pelabuhan saja. Yang lainnya kurang tahu dab.

Secara umum kapal dibagi tiga, depan, tengah dan belakang. Biasanya depan dan tengah adalah kamar, belakang fasilitas umum terutama di dek 5 dan 6. Dek 2,3 dan 4 adalah untuk penumpang kelas ekonomi.

Pelabuhan Tanjung Balai, Karimun dan Pelabuhan Batu Ampar, Batam

Sekitar jam 6 pagi hari kedua, KM. Kelud tiba di Tanjung balai Karimun. Di Tanjung Balai penumpang dibawa dengan kapal kecil menuju KM. Kelud karena sepertinya tidak memadai untuk kapal besar bersandar. Sebelum mencapai Tanjung Balai, notifikasi di hp akan memberi tahu kalau sedang ada di luar negeri dan ponsel akan roaming. Akan berlaku tarif negara bersangkutan. Entah Singapura entah Malaysia, tidak terlalu menaruh perhatian. Tapi tidak berlangsung lama. Notifikasi selamat datang kembali di Indonesia akan diterima oleh ponsel, tarif normal kembali. Tapi sayang tak ada poto karena kelelahan perjalanan Balige-Belawan bawaan malas ngapa-ngapain. Nyesal juga sih. Padahal belum tentu naik lagi.

Jam 8 pagi kapal melanjutkan perjalanan ke Batam, kira-kira jam 9 tiba di Batam tepatnya Pelabuhan Batu Ampar. Dari informasi yang kami peroleh, mestinya kapal sandar di Pelabuhan Sekupang, berhubung dalam perbaikan maka Batu Ampar dimanfaatkan yang tadinya tujuan utama Pelabuhan Batu Ampar adalah Pelabuhan cargo, untuk bongkar muat barang.  Pintu penumpang baru dibuka 9.30 WIB, penumpang tujuan Batam akan turun dan menaikkan penumpang lainnya yang akan ke Jakarta. Kapal berangkat dari Batam pukul 13.00. Jadi banyak penumpang yang menyempatkan diri berkeliling sejenak. Dari hasil browsing ada beberapa rekomendasi tempat. Kamu memutuskan ke Mall Nagoya Hill saja. Tadinya sih mau naik taksi saja. Di pelabuhan sudah banyak angkot yang menunggu dengan jurusan terbanyak Batu Aji. Dan mobil pribadi yang difungsikan sebagai taksi. Kebanyakan mengangkut penumpang seperti kami yang hanya mampir sebentar sopir akan menunggu untuk diantar kembali ke pelabuhan.Anak pramuka banyak yang carter angkot kaena meeka rombongan, cocoklah.

Tak banyak yang kami lakukan di Nagoya, memesan secangkir kopi dan  bubur ayam yang rasanya hancur. Bermain di kids zone lalu berkeliling sebentar dan kembali ke pelabuhan. Kesan yang saya dapat di Batam tak jauh beda dengan dengan Jakarta, hanya di Batam sepertinya matahari ada 2 sebab teriknya sungguh amat sangat menyengat.

Waktunyakembali ke Pelabuhan. oh iya, sebaiknya belilah segala keperluan ketika turun di Batam. Semacam kopi, popok anak, ayam goreng KFC klau lagi pengen, roti buat bekal atau apa sajalah. Sekilas kami lihat di Nagoya harga minuman sejenis wine dan genk lebih murah hingg separuhnya dibanding di Jakarta. Tapi belim tentju lolos X-ray. Berhati-hatilah membawa barang. Tiba di pelabuhan Batu Ampar, periksa tiket dan kartu identitas, masuk barang untuk discan dan langsung menuju ruang tunggu yang luas namun sederhana. Bis trans Batam akan membantu penumpang ke kapal karena jaraknya lumayan jauh. Jam 1 siang teng, bunyi semacam terompet kapal berdengung dan kapal pun melaju menuju Tanjung Priok Jakarta. Kapal akan melewati pulau-pulau api jarak jauh. Di sore hari cerah nikmati kembali sunset yang awesome.

Saat malam hari di luar teramat gelap, seolah-olah sedang ada di dunia lain. Kalau dilihat lama-lama takut juga. Persis seperti film horor.

Hari ketiga, cuaca serah, kembali menikmati keajabain matahari terbit. Pemandangan laut yang luas yang mengingatkan akan kebesaran Sang Pencipta. Menjadikan laut bergelora menelan apa saja yang masuk. Jam 5 sore sudah mendekati Tanjung Priok, banyak kapal yang lalu lalang. Menunggu kapal benar-benar berhenti dan penumpang turun sekitar setengah tujuh malam. Jasa porter di Tanjung Priok lebih mahal. Kami membayar 100 ribu. Tapi sudahlah, daripada angkat sendiri dari dek 6 ke luar kapal. Rupanya sebelum keluar dari terminal barang, masih ada pemeriksaan X-ray. Jadi berhati-hatilah membawa barang yang mungkin bisa ditahan dan akan ditanyai petugas. Tiba di Tanjung Priok tidak sempat lagi dokumentasi, hari sudah malam. Apalagi di Jakarta kejahatan selalu mengintai. Kami fokus untuk mawas diri dan memutuskan tak lagi bermain-main dengan gadget. Apalagi ada Gevariel yang harus extra menjaganya. Pesan Go-Car, cap cus langsung melaju ke rumah. Perjalanan pun berakhir.

Kalau kelak ada kesempatan melakukan perjalanan naik kapal, nikmatilah semuanya. rasakan keagungan-Nya yang tak terselami. Yang bisa disimpulkan dari perjalanan ini hanya satu. Tuhan itu Maha Besar dengan segala ciptaannya.**** (Fin:rs/17816)

 

IMG_20160810_103754_HDR
Awalnya ragu bawa payung dari Jakarta, ternyata manfaat banget di Batam yang panasnya luar biasa bak punya 2 matahari
IMG_20160810_103615
Penumpang turun di Pelabuhan Cargo Batu Ampar, Batam

 

IMG_20160810_104023_HDR
Aktivitas Pelabuhan Batu Ampar

 

IMG-20160814-WA0004[1]
Mampir ke Mall Nagoya Hill, menunggu pesanan

IMG-20160814-WA0003[1]
Paling ga bisa lihat arena bermain. Dari jauh udah diteriakin
IMG-20160814-WA0002[1]
Bubur yang dipesan tak jadi dimakan demi bermain

IMG_20160810_124859_HDR
Ruang Tunggu Batu Ampar

 

IMG_20160810_124902_HDR
Sisi lain ruang tunggu Batu Ampar
IMG_20160810_125506_HDR
Trans Batam mengangkut Penumpang dari ruang tunggu ke kapal

IMG_20160810_125427_HDR

 

IMG_20160810_124957_HDR
Aktivitas pelabuhan Batu Ampar
IMG_20160810_103640_HDR
Kebanyakan container penghuni pelabuhan
IMG_20160810_103657_HDR
Mengangkut sampah kapal
IMG_20160810_131052
Penumpang masuk dari dek paling bawah di Batam pelabuhan Batu Ampar
IMG_20160810_131108
Jangan sampai ketinggalan kapal, segera naik
IMG_20160811_060028_HDR
Awesome
IMG_20160810_131302
Mungkin sedang mengagumi lukisan
IMG_20160811_165907_HDR
Mendekati Tanjung Priok, salah satu kapal PERTAMINA dengan warnanya yang mencolok
IMG_20160811_173212_HDR
Sunset hari ketiga Tanjung Priok

 

kelud tj balai
Salah satu poto menaikkan penumpang di Karimun. Sumber: analisadaily.com
karimun batam peta
Kira-kira jarak Tanjung Balai Karimun-Batu Ampar, Batam. Sumber google map

 

rute pelni
Kayaknya masih berlaku sampai sekarang. Sumber: 3.blogspot.com

 

anjungan dek 7
Anjungan dek 7
anjungan dek 7 12
anjungan dek 7 lainnya
anjungan dek 6 sama dengan 5
anjungan dek 6. Sama persis dengan anjungan dek 5

 

sunrise
Tak henti-hentinya mengagumi sunrise maupun sunset. Sempurna..

Video segera upload di youtube. Link akan dishare.

Semoga bermanfaat…..

 

 

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

2 thoughts on “Sailing KM. Kelud (Part 2, End)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s