Sebab Setiap Anak Istimewa

Setiap tahap pertumbuhan anak berbeda.  Perlu dicatat tidak harus sama dengan orang lain. Anak orang lain umur segini udah begini begitu bla bla,  jadi otangtua khwatir seringnya memaksa anak untuk begitu begini biar tidak kalah saing sama uang lain.  Iya atau iya? Terus terang saya kadang merasa begitu,  tapi saya ingat lagi betapa istimewanya anak saya,  kalau dia tidak sama dengan anak lain itu sangat bisa dan saya anggap kalau anak saya anti mainstrem yang penting tumbuh kembangnya positif dan sesuai usianya.  Sesimpel itu.  Betul? Betul.  Baiklah.

Hari demi hari bersama Geva saya menyaksikan hal-hal baru dan menarik.  Membawa mainan kesukaan saat tidur,  dan otomatis mencarinya saat bangun pagi.  Ini menarik,  karena saya adalah satu-satu yang in charge di sini sebab apa pun itu sang bocah akan langsung menagih, no excuse.  Kadang bisa dirayu dan ditenangkan tentu saja itu bukan pekerjaan mudah ibarat perang kudu bertaburan air mata dan darah dulu. Ini mah lebih cocok di adegan sinetron ya daripada perang.  Pokoknya drama kelas paus,  kakap ma kalah. Yang begini ini memaksa saya lebih jeli mengingat,  benda apa yang lagi hits buat dia,  dan saat dia lengah lupa pada si benda saya tidak boleh, selalu awas dan menyelamatkan mainan kalau tak ingin situasi genting berhadapan dengan saya nanyinya.  Bukannya apa-apa,  urusannya panjang bo.  Kalau anak lain mungkin dibilang,  “Maaf Nak,  mainannya sudah rusak.”  serta merta si anak paham dan tak merengek lagi,  woww,  amazing.  Kalau Geva,  beughhh jangan harap.  Pokoknya kudu berdarah-darah dulu.  Karena itu saya harus awas.

Kebiasaan baru yang tak kalah hits dari lagunya Afgan adalah semangat dengan full power jumping on the bed sesudah mandi.  Pertanyaannya berapa lama itu bisa terjadi?  Hoho bisa sampai 30 menit.  Nah, trus masalahnya apa.  Gitu kan.  Ga masalah sih kerjaan banyak bo dan yang paling berpengaruh saat mau berangkat sekolah, arghhh naik pitam rasanya.  Tapi saya melihat suara tawanya yang renyah, kegembiraan hatinya, kebahagiaan yang terpancar ingin membiarkan saja. Semangat ini hanya terjadi sehabis mandi. Ada energi baru yang muncul rupanya begitu keluar dari kamat mandi.

Kekinian lagi selain minta AC harus nyala dan saat itu tidur di samping saya. Nah posisi pun harus seperti yang dia kehendaki. Tak ada ampun walau setitik melenceng. ‘Mama bobo’  itu artinya, saya tidur terlentang,  kepala beralaskan bantal di sisi kiri kasur, selanjutnya dia akan berbaring di sisi kanan dengan kepala beralaskan lengan saya.  Artinyan lengan kanan memanjang ke kanan tentunya dan mulailah ia berbaring dengan menyamping ke kiri sambil memeluk saya. Sampai kapanpun adegan tidur tak akan terpatri kalau posisi ini tidak terrealisasi.

Selalu ada hal baru yang mungkin tak akan terulang dan akan dirindukan.. Jadi apapun yang sedang disukai anak saat ini,  membuat orangtua jadi bulan-bulanan mungkin,   nikamatilah. Kelak itu akan menorehkan kenanganan manis yang tak kan pudar oleh keganasan waktu. (Fin:rs/250117)

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s