Will you marry me “Mr. B?”

Yang menginginkan suami seperti Mr. B? Jangan berhenti berharap. Yang sudah terlanjur tapi jauh dari ideal? Ga perlu kuatir, semua indah pada waktunya. Semua karena kasih karunia.

Do you believe it Rut meminta Mr. B menikahinya? Cewek melamar cowok? no la yaww… Begitu kan? Kembali kita berselancar di kitab Rut. Kali ini mari melihat dari sudut pandang Rut. Kadang saya berpikir, apa sih isi kepalanya Rut sampai mau menikah dengan Mr. B dan yang paling penting, ko mau maunya dia ikut dengan Naomi yang jelas-jelas tak memiliki masa depan. Mending Orpa, memilih kembali kepada keluarganya lebih jelas masa depannya. It means Rut itu anti mainstream. Isn’t it?

Rut dalam bahasa Inggris disebut Ruth artinya “belas kasih“. Ia menikah dengan Mahlon putera Naomi namun meninggal karena bencana kelaparan. Sebentar kita bayangkan betapa kejamnya kelaparan yang melanda Moab ketika itu hingga banyak yang meninggal.

Diperkirakan Rut hidup sekitar tahun 11 SM. Rasa-rasanya sudah tidak mungkin lagi bagi Naomi bertahan di Moab dengan bencana kelaparan ini. Hingga tersiar kabar di Yehuda ada makanan. Berangkatlah Naomi bersama kedua menantunya. Tapi di tengah perjalanan Naomi menyuruh keduanya kembali kepada orang tuanya. Perpisahan ini mengharukan, sebab mereka menangis dengan keras.

1:8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku1:9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras 

Orpa dan Rut jelas orang baik-baik penuh kasih kepada suami masing-masing dan juga kepada mertuanya Naomi. Pasti nieh menantu idaman semua orang… Mau….

Nak, sebelum menetapkan pasangan hidupmu siapa, coba deh baca ini tulisan mama, menantu idaman mama ya nak.” Ntr saya ngomong gitu sama anakku ah.

Orpa yang mungkin secara logika baginya sangat masuk akal penjelasan Naomi, ia tak lagi memiliki anak laki-laki kalaupun ada tidak mungkin lagi mereka menunggu hingga cukup umur menikahi lagi dengan Orpa ataupun Rut. Keputusan Orpa ini begitu masuk akal tak heran memang dia meninggalkan Naomi dan kembali ke keluarganya. Umur masih sangat memungkinkan untuk menikah lagi, membangun rumah tangga dan memiliki anak. Lalu Rut? Kebanyakan orang akan mengambil keputusan seperti Orpa, tapi tidak dengan perempuan Moab yang satu ini. Ia bersikeras ikut dengan Naomi, hingga maut memisahkan. Saya tidak kebayang loyalitas seorang Rut kepada mertuanya yang sangat jarang terjadi di dunia fana ini.

 1:16 Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku  

1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”

Woww… Rasa kagum yang luar bisa untuk Rut. Lalu mengapa segitu setianya Rut kepada Naomi? Apa yang terjadi selama Rut menjadi menantunya? Dari gambarannya sangat jelas secara lahiriah dan secara rohani. Rut dan Orpa jelas perempuan berasal dari Moab. Mereka tidak mengenal Allah. Berbeda dengan Naomi dan keluarganya mereka menyembah Allah. Lha kenapa bisa-bisanya Rut mau mengikuti Naomi dan Allahnya Naomi? Pandangan saya, Naomi berhasil mendidik Rut secara rohani. Naomi menjadi pembimbing rohani bagi Rut. Jadi selain berperan sebagai mertua, Naomi juga sebagai ibu rohani bagi Rut. Pernyataan Rut “Allahmulah Allahku” menjadi catatan penting bagi semua yang membaca. Artinya Rut menyerahkan diri kepada Allah dan tahu betul siapa Allah. Kalau tidak dia pasti kembali kepada dewanya di Moab. Jadi hubungan Rut dan Naomi pasti sangat dekat dan intim. Karena dia lakukan dengan kesadaran penuh dan kerelaan hati untuk ikut degan Naomi. Sampai-sampai ia berkata:

Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu

bisa juga berarti;

Kiranya aku dihukum dengan berat jika aku tidak setia terhadap sumpahku ini

 

Kedua perempuan itu akhirnya berjalan dari Moab hingga Betlehem.

The following map shows that Moab about sixty miles from Bethlehem. This would be a good two day journey for Naomi and Ruth who made the trip barefoot. Sumber: http://www.betemunah.org/timing.html

 

Saat tiba di Betlehem sedang musim menuai jelai. Seorang Rut menunjukkan bahwa dia seorang perempuan yang begitu baik. Ia langsung berinisiatif menyampikan ke Naomi hendak memungut jelai di ladang orang yang bermurah hati. Sebab dalam hukum Musa, Allah memerintahkan orang Israel untuk mengizinkan orang miskin dan berkekurangan memungut hasil panen yang masih tertinggal dari penuaian (Im 19:9; 23:22; Ul 24:19). Allah ingin agar mereka yang berkecukupan ikut berbagi dengan mereka yang berkekurangan (bd. 2Kor 8:13-15). Rut pergi dan kebetulan yang luar biasa yang saya percaya ini adalah rancangan Allah, ia ada di ladang milik Mr. B alias Boas. Tak habis-habisnya Rut menunjukkan betapa mulia hatinya. Rut tidak kenal siapapun di sana, namun orang-orang mengetahui kalau dirinya adalah menantu Naomi.

2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.

 2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti. 

Rut ini tahu sopan santun. Sebab ia minta ijin terlebih dahulu sebelum memungut jelai. Dari ia datang memungut jelai tak berhenti seketika pun. Kepribadian yang begitu mengagumkan. Dan saya yakin Mr. B menyimak itu dengan baik dan menyimpan dalam hati. Mr. B memperbolehkan dia minum dari tempayan, mengikuti pekerja-pekerja perempuan. Respon yang begitu merendah ditunjukkan oleh Rut, sebab ia memang orang asing saat berhadapan dengan Mr. B. Tahu betul siapa dirinya.

 2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepada: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing? 

Rut sujud hingga mukanya sampai ke tanah. Sikap rendah hati Rut begitu tulus. Bagaimana seorang Rut mempunyai kepribadian yang begitu menawan sementara ia adalah orang Moab penyembah dewa-dewa. Saya yakin hidup bersama keluarga Naomi memberinya pengaruh baik, Rut merasakan sendiri pengalaman hidupnya yang luar biasa bersama keluarga suaminya almarhum sehingga ia tidak ragu sedikitpun untuk mengikut mertuanya sekalipun ia janda mertuanya janda sekilas tak ada harapan. . Mengetahui Rut memungut jelai di ladang Mr. B, Naomi mulai menyusun strategi. Tadaa…

Barangkali mulailah nama Boas hilir mudik dalam benak mertua Rut itu, memgingat-ngingat lagi siapa Boas bagaimana ia kini, mengapa tidak begini begitu. Dan sebagainya. Muncullah ide brilian. Jeng jeng…..

Rut berdandan sebaik mungkin, menghampiri laki-laki tersebut yang sedang menampi jelai, tapi tak boleh ketahuan oleh Mr. B dia disana.

 3:4 Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.” 

 3:6 Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya. 

3:7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

 3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. 

3:9 Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” Jawabnya: “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu  melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.” 

Rut taat kepada Naomi, ia ikhlas melakukan apa yang diminta mertuanya itu tanpa sela sedikitpun. Apa kesan yang muncul saat membaca ini? Rut terasa murahan menggoda Mr. B? atau Naomi tega bener menyuruh menantunya melakukan itu. Mari kita lihat ini dari sudut pandang adat istiadat pada masa itu. Hal itu dilakukan dengan sopan dan tanpa maksud seksual. Karena Mr. B tetap tinggal di tempat pengirikan untuk menjaga hasil panennya ketika malam, Rut pergi kesana dan dengan tindakannya menunjukkan kasih dan keinginannya agar ia menikahinya selaku keluarga almarhum suaminya   yaitu, sebagai penebus. Mr. B menanggapi dengan santun dan sangat lembut, tidak murka atau memandang jijik kepada Rut. Karena memang itu adalah tanggung jawab Mr. B. Paginya Rut dibekali jelai sebelum pulang kepada mertuanya. Mr. B sangat bermurah hati dan berbelas kasihan. Mengikuti prosedur yang semestinya agar bisa menikahi Rut. Ia masih menunjukkan kesetiaannya kepada mertuanya, dengan ikut ke Israel. Tapi tidak sampai di situ, Rut juga bersedia menyampaikan maksud kepada Mr. B agar menikahinya agar tidak terputus garis keturunan Naomi. Butuh hati yang besar untuk melakukannya, ini bukan perkara mudah.

3:10 Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Betapa inner beauty Rut ini terpancar ya. Bukan mengejar-ngejar orang muda tapi ia merelakan diri ingin dinikahi Mr. B, ia tidak egois mengikuti nafsu orang-orang muda. tapi rasa kasihnya yang besar kepada Naomi sehingga ia ikhlas. Dan akhirnya Mr. B menikah dengan Rut. Jika ada catatan kehidupan pernikahan pasangan ini saya yakin akan menjadi cerita yang teramat fantastic kaena kedua pribadi yang begitu baik dan berkenan kepada Tuhan.

Rut itu…..;

  1. setia dan taat

Perempuan Moab ini memutuskan tetap mengikut Naomi sampai mati. Allahmulah Allahku, salah satu statement yang begitu menggertarkan mengingat Rut dari bangsa yang menyembah dewa-dewa. Peran keluarga Naomi yang pasti telah dirasakan dengan baik oleh Rut sehingga ia dengan kesadaran penuh mengambil keputusan mengikut Naomi. Ini pun tak lepas dari Naomi yang saya yakin sekaligus menjadi pembimbing rohani bagi Rut. Bahkan saat Naomi meminta Rut menikah dengan Boas , ia ikhlas demi meneruskan garis keturrunan bagi keluarga mertuanya. Bahkan dirinya melakukan tepat seperti yang diarahkan Naomi.

Image result for naomi and ruth
Rut memutuskan ikut dengan Naomi. Sumber: https://www.soifixmyeyes.com/ruth/a-tale-of-two-sisters

 

 

2. Pekerja keras, peka dan cekatan

Tiba di Betlehem Rut langsung minta ijin memungut jelai di ladang orang yang bermurah hati, dan ia terus menerus memungut jelai tanpa berhenti. Inisiatif yang timbul dari dirinya sendiri tanpa disuruh atau diminta oleh Naomi yang menandakan ia peka dengan keadaan.

3. Pribadi yang santun, rendah hati dan tulus

Memungut jelai itu seperti pekerjaan yang hina karena itu untuk orang miskin, Rut tak malu malah ia sangat tekun melakukannya. Sekalipun di bangsa Israel ada hukum bahwa butir jelai yang tertinggal menjadi jatah kaum miskin, Rut dengan santun meminta tetap ijin  kepada pekerja di ladang dimana ia hendak memungut jelai, sekalipun sebenarnya itu tidak diperlukan. Ia juga sangat lembut sopan dan santun menanggapi pertanyaan Mr. B, bahkan disebut menyembah hingga mukanya sampai ke tanah.

4. Perempuan baik-baik, tidak egois

sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Sangat terkesan dengan perkataan Mr. B yang menegaskan kalau Rut ini sangat baik. Kebaikan Rut diketahui bahkan satu kota. Ia juga tidak egois karena merelakan dirinya menikah dengan Mr. B yang usianya sepertinya terpaut sangat jauh. Tidak mengejar-ngejar yang  muda-muda tapi tunduk dengan hukum bahwa masih ada kerabat yang wajib menebus mereka dan menikahi dirinya.

5. Parasnya menawan

Tidak ada cukup bukti kalau Rut menawan, atau ayat pendukung pun tak ada. Tapi saat membaca kisah pertemuan Mr. B dengan Rut seperti menggambarkan kalau Rut itu amat menawan. Alasannya, saat Mr. B melihat perempuan yang terasa asing sedang memungut jelai di ladangnya ia sepertinya tertarik untuk ingin lebih tahu siapa dia. Kemungkinan orang lain di sana juga ada sedang memungut jelai entah orang miskin dari tempat lain karena memang itu diperbolehkan dan diatur dalam hukum taurat. Terlebih lagi Mr. B yang murah hati sangat mungkin banyak orang asing memungut di sana. Tapi perhatiannya tertuju ke Rut yang sepertinya berparas menawan dan menarik dipandang. Atau bisa saja begitu melihat wajah Rut ada ketertarikan seksual yang timbul dalam diri Mr. B bisa saja. Apalagi setelah mengetahui siapa Rut makin memperkuat rasa yang dialaminya.

Related image
Salah satu ilustrasi Boas melihat Rut yang sedang memungut jelai. Sumber: http://kids.christiansunite.com/Bible_Stories/Bible_Story_036.shtml

Mr. B memenuhi janjinya akhirnya menikahi Rut dan memiliki anak bernama Obed yang kemudian dari garis keturunan inilah lahir Daud yang adalah garis penerus lahirnya Yesus. Jadi Pernikahan Mr. B dengan Rut tidak semata-mata love story yang haru biru namun ada rancangan Allah bagi mereka dan bagi dunia ini. Sesuatu terlihat mengerikan dan tak ada harapan namun pemeliharaan Allah itu nyata dan ada.

“So, Mr. B will you marry me?”

“Yes, I do”

Jangan berhenti berharap, jangan berhenti percaya keajaiban. Awesome… (Fin:rs30318)

NB:Tulisan ini hanya analisis penulis semata.

Advertisements

Suami Idaman “Mr. B”

Apa kriteria calon suami/istri Anda? Apa pun itu ntr pas udah nikah ga akan seindah itu. Tapi tak mengapa, keep going on.

Salah satu yang menarik dari perjanjian lama adalah seorang pria bernisial B. Tertarik untuk mengulasnya. Ia ada di kitab Rut. Siapakah dia? dia adalah Mr. B.

Kerabat dekat Naomi yang adalah mertua Rut. Mr. B ini berasal dari kaum Elimelekh. Rut sendiri adalah perempuan Moab. Mereka baru tiba di Betlehem menempuh pejalanan panjang dari Moab. Saat mereka tiba bertepatan dengan musim menuai jelai. Ide menarik muncul dari Rut, minta izin sama Naomi memungut jelai di ladang orang yang sedang panen.

Dalam hukum Musa, Allah memerintahkan orang Israel untuk mengizinkan orang miskin dan berkekurangan memungut hasil panen yang masih tertinggal dari penuaian (Im 19:9; 23:22; Ul 24:19). Allah ingin agar mereka yang berkecukupan ikut berbagi dengan mereka yang berkekurangan (bd. 2Kor 8:13-15

Tau-tau Rut ini lagi di ladangnya Mr. B. Saat melihat Rut, ia bertanya sipakah gerangan.

Rut 2:5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?” 

2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab. 

2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti. 

Mengetahui siapa Rut, ia langsung diperlakukan  istimewa oleh Mr. B dan sangat bermurah hati padanya. Sepertinya salah satu yang membuat Mr. B terkesan adalah kesetiaan Rut pada Naomi. Ia langsung memberi lebih kepada Rut, bahkan ia tak perlu memungut jelai, jika ia haus ia boleh minum dari tempayan yang tersedia.

Melihat hasil yang dibawa Rut, Naomi terkejut dan penasaran siapa yang sangat bermurah hati pada menantunya. Setelah mendengar penjelasan Rut, taulah Naomi siapa Mr. B ia adalah Boas. Bahkan ia temasuk yang wajib menebus Naomi. Tradisi di Israel jaman dulu. Proses menebus ada di pasal 4 Kitab Rut. Barang siapa membeli tanah yang hendak dijual Naomi harus juga menikahi Rut untuk meneruskan keturunan bagi Naomi.

Naomi mulai membuat rencana agar Rut mendapat perhatian dari Boas. Rut mulai bedandan, lalu melakukan persis seperti yang dikatakan Naomi. Sehabis makan dan minum Boas tiduran diujung timbunan jelai. Sedang Rut berbaring dekat kaki Boas. Saat ia terjaga kaget karena ada perempuan di kakinya. Tentulah Boas akan menaruh perhatian penuh. Ini salah satu strategi Naomi yang unik untuk menarik perhatian Boas dan ini berhasil!! Boas mendengar dan menampung semua apa yang disampaikan Ruth bahwa Boas akan menebus keluarga Naomi dan akan menikahi Rut.

Kadang saya berpikir ko Naomi genit amat ya, mpe nyuruh-nyuruh Rut segitunya. Yang perlu diketahui adalah, Naomi itu janda, tidak memiliki keturunan, ini seperti musibah baginya seolah-olah Allah mau melenyapkan dia dari muka bumi ini. Kedua, Boas itu kerabat dekat dan salah satu yang wajib menebus Naomi. Sehingga sangat wajar bila ia melakukannya.

Boas segera membereskan urusan ini. Keesokan paginya ia pergi ke kota. Karena masih ada yang lebih berhak dari dia untuk menebus Naomi, ia mengkonfirmasi, yang bersangkutan, awalnya mau tapi begitu dia tahu harus juga menikahi Rut, penolakan yang ada. Pertanda baik bagi Boas yang memiliki kesempatan lebih besar. Di hadapan para tua-tua yang menjadi saksi kalau Boas yang akan memiliki semua

 4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: “Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi; 

4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi.”

Akhirnya, Boas menikah dengan Rut. Kisah yang sangat mengagumkan. Keduanya berkenan kepada Tuhan. Boas baik hati, begitu juga dengan Rut

Siapakah Boas ini selain kerabat dekat Naomi dari kaum Elimelekh? Apakah dia sinlge, duda, jangan-jangan sudah punya istri, umurnya berapa?

1. Yang pasti sudah tidak muda lagi.

Seperti tertera di ayat 10 pasal. Bahkan salah satu sumber menyebut Boas berumur kira-kira delapan puluh tahun saat menikahi Rut. Ia juga menyebut Rut dengan sebutan anakku. Jadi hampir bisa dipastikan kalau Rut minimal seumuran dengan anak nya Boas.

3:10 Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali f  itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya. 

3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

2. Boas itu baik hati dan penuh kasih

Jelas, terlihat bagaimana ia memperlakukan Rut saat ia memungut jelai, bahkan sangat baik. Ia juga mengucapkan salam setiap bertemu pekerja-pekerjanya. “Tuhan kiranya menyertai kamu”. Seperti ucapan salam Syalom . Yakin ia pasti memperlakukan pekerja-pekerjanya dengan sangat baik.

3. Seorang yang kaya raya

2:1 Naomi itu mempunyai seorang sanak  dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya  dari kaum Elimelekh namanya Boas.

4. Bertangung jawab

Boas bersedia menebus keluarga Naomi dan menikahi Rut yang memang menjadi tanggung jawabnhya. Kalau ia mau bisa ia menolak dengan berbagai alassan.

5. Pekeja keras

Memang ia petani yang kaya tapi tetap turut mengerjakan pekerjaan. Ia turun tangan langsung padahal saya yakin pekerja-pekerjanya tidak kurang cukup untuk mengerjakannya.

3:2 Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan; 

3:7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu

6. Sigap dan tidak menyalahi aturan

Bersegera menindaklanjuti permintaan Rut yang mau mereka ditebus oleh Boas. Malam saat Rut menemuinya, keesokan harinya, Boas segera ke pintu gerbang menemui orang yang lebih berhak menebus Naomi. Dia tidak takabur tapi mengkuti prosedur

7. Tegas dan gaul

Dan lagi Boas benar-benar membuatnya hitam di atas putih dengan memanggil para tua-tua menjadi saksi. Mestilah Boas ini orang terpandang karena dalam waktu singkat bisa mengumpulkan tua-tua dan mereka yang jadi saksi. Artinya kesepakatan ini sah, kuat dan ada hukum yang mengikat.

4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel. 

4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: “Engkau saja yang membelinya.” Dan ditanggalkannyalah kasutnya.

Pada akhirnya Boas menjadi penerus generasi yang kelak menjadi garis keturunan Daud.

So, jadi tidak salah kalau Mr. B alias Boas adalah salah satu contoh suami idaman bukan?

 

Image result for boaz
Ilustrasi Rut tidur di kaki Boas. Sumber: http://targuman.org/2015/12/29/boaz-centrally-marginalized-2/
Related image
Ilustrasi, kerabat Naomi melepas kasut sebagai tanda sah Boas yang akan menebus Naomi. Sumber: http://www.tabernaculoiglesiadedios.com/biblicas

 

Rut, kepribadiannya tidak kalah menarik. Saya yakin Boas tidak serta merta mau menikahi Rut begitu saja, pasti sudah memiliki pertimbangan, sebab menikah bukan perkara mudah. (Fin:rs/28318)

 

*tulisan ini hanya analisi penulis semata

Siapa Lidia?

Itu nama ibu saya. Di orang Batak adalah tabu menyebut nama orangtua. Jadi salah satu bentuk ejekan di kalangan anak-anak adalah menyebut nama orang tua. Sekarang sudah banyak yang meninggalkan hal itu, karena perubahan jaman. Justru anak harus didorong untuk mengetahui identitas diri dengan benar termasuk mengetahui nama kedua orangtua mereka.

Lidia dalam bahasa Inggris ditulis Lydia bisa kita temukan di Kisah Para Rasul 16:13-15. Namun bisa kita baca dari ayat 12. Ia bukan orang Israel namun menganut agama Yahudi. Beberapa sumber menyebut ia wanita pertama di Eropa yang bertobat.

12. dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

13. Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.

14. Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

15. Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.

 

Sumber: http://pmarksabbatical.blogspot.co.id/2015/07/trip-to-turkey-thyatirasardis.html. Thyatira is in modern Akhisar, and is an ancient ruin as are all of these places.

 

Paulus dan rombongan menemukan perempuan-perempuan dalam rumah ibadah. Salah satu diantara mereka Lidia, penjual kain ungu. Kain ungu kala itu kain yang digunakan bahan pakaian kaum bangsawan. Harganya pasti relatif lebih mahal secara yang beli kaum berada. Tiatira kota kuno kini masuk wilayah Turki.

Ayat 14 menyebut Tuhan membuka hatinya. Kadang saya berpikir mengapa Tuhan tidak membuka hati semua orang untuk Kristus. Hahah.. konyol sekali ya. Entahlah saya yakin Tuhan punya alasan tersendiri mengapa membuka hati yang dan yang lain tidak. Misteri Ilahi tak perlu bertanya-tanya adau mendesak mencari jawaban.

Setidaknya Lidia ini harus ramah kepada pelanggan, berpenampilan menarik (enak dipandang), berdagang barang mahal artinya punya modal karena kain ungu tidak murah. Analisis sederhana dari segi pekerjaan adalah, bisa jadi Lidia berasal dari keluarga yang punya, setidaknya dia sudah belajar berdagang jauh sebelum ia memulai profesi sebagai pedagang, yang paling memungkinkan adalah ia belajar dari orangtuanya cara berdagang, relasi yang banyak diantara para kaum bangsawan. Dan yang tak tak kalah menarik, hampir bisa dipastikan ia berdagang dengan baik sehingga pelanggan loyal padanya. Tidak ada ayat yang menyebut pembelinya loyal, namun kesan yang timbul karena ia adalah orang Yahudi yang sangat kuat dengan hukumnya mata ganti mata gigi ganti gigi. Ia senang belajar, mau mendengar Paulus saat di rumah ibadat.

Ayat 15, ia dibaptis bersama seisi rumahnya.

Tidak disebut siapa suaminya, ada kemungkinan ia adalah janda atau single. Namun sumber lain menyebut ia tidak menikah. Seisi rumahnya siapa saja? Minimal pekerja-pekerjanya, mungkin juga ada kerabat lain. Seluruhnya dibaptis. Lidia ini orangnya baik, bisa dipercaya, karena jika tidak, tidak mungkin seisi rumahnya mau dibaptis begitu saja. Mesti sudah melalui proses yang lama dan panjang mereka mengenal Lidia dan merasakan dampak baik hidup bersama Lidia. Setelah mendengar injil dari Paulus, ia langsung mau dibaptis. Tidak menunda-nunda atau pikir-pikir dulu. Ia juga mengaku bahwa ia orang percaya. Tidak malu atau sungkan dengan imannya. Salut dengan hatinya yang kokoh untuk imannya yang tidak mudah di kalangan orang Yahudi

Lidia mendesak Paulus dan rekannya (sepertinya yang dimaksud adalah Silas) mampir ke rumahnya setelah mereka dibaptis. Tampaknya Lidia ini memang cukup berada, hingga sedikit memaksa Paulus dan Silas untuk mampir ke rumahnya hendak menjamu mereka di rumahnya. Tidak semua orang begitu, bahkan jarang. Kalau pun ada sepertinya kebanyakan adalah basa basi. Iya nggak sih?.

 

Jadi sedikit kesimpulan yang bisa saya doc terhadap pribadi Lidia adalah:

1.Pedagang kain ungu

Seorang pedagang, kudu rajin, kerja keras, pintar, penampilan dan tutur kata yang menarik. Kalau tidak bisa cabut pelanggannya. Berdagang kain ungu yang tergolong mahal juga butuh modal. Ada kemungkinan juga Lidia ini orang kaya. Yang tak kalah penting, ia mesti memiliki pergaulan yang luas terutama di kalangan atas. Harusnya ia berdagang dengan jujur dan menjaga loyalitas pelanggan. Sebab ia orang Yahudi yang sangat kuat hukum, dan ia pun ada di rumah ibadah mendengar ceramah. Kalau pedagang lain mungkin lebih memilih istirahat setelah seminggu berdagang. Kepribadiannya sangat menarik dan disukai.

2. Memberi pengaruh baik

Ia dan seisi rumahnya dibaptis. Artinya ia memberi pengaruh baik. Mungkin sebagai ibu atauvpun majikan. Rasanya tidak akan semudah itu orang mau dibaptis jika belum tahu bagaimana Lidia ini memberi pengaruh baik bagi kehidupan orang rumahnya selama ini.

3. Baik hati mau memberi tumpangan/jamuan

Lidia mendesak agar Paulus dan rekannya mau singgah di rumahnya. Ini mencerminkan ketulusan dan apresiasi yang besar dari seorang Lidia kepada orang yang telah menolongnya. Jika ia tidak berhati baik, tak mungkin melakukan ini.

4. Tegas dengan imannya

Ia mendengar Paulus, percaya dan dibaptis dan ia mengaku bahwa ia orang percaya. Fantastis, ia tegas dan yakin dengan imannya bahkan di hadapan Paulus.

Jadi paham mengapa hatinya terbuka untuk injil alau mungkin bukan itu alasan Tuhan. Namun dari segi kepribadian Lidia jadi ada gambaran yang jelas. Tidak salah kalau Lidia adalah perempuan yang istimewa. Hanya beberapa ayat namun memberi penbertian yang dalam dan kuat untuk seorang Lidia.

 

lidia-kis.jpg
sumber: https://id.pinterest.com/pin/512495632577069736/

Tulisan ini hanya analisis penulis secara pribadi. (Fin:rs/25318)

Ngurus Pindahan E-ktp Njlimet?

Gimana rasanya seperti tidak punya warga negara? Saya pikir itulah yang dialami adik saya. Ya ga dek? Itu mah asumsiku saja. Tidak sepenuhnya benar. Emang kenapa? Kepo kan…

Gimana tidak, bertahun-tahun lamanya dia tak bisa mengurus e-ktp. Mau bikin paspor ga bisa. Nah lo. Ok inilah alkisah sang e-ktp.

Saya dan adik saya yang bontot pernah tinggal di Cikarang Bekasi di rumah kakak ber-ktp Cikarang Bekasi. Anjuran biar adik kami yang kini domisili Dumai, Riau bikin paspor kalau-kalau ada urusan keluar negeri, kala itu bapak jatuh sakit dan memutuskan berobat ke KL. Adik kesayangan kami tak bisa membuat paspor terhalang di dokumen ktp. Emang sih dia punya ktp namun bukan yang elektronik, entahlah kenapa yang jelas tidak bisa.Jauh sebelum kejadian ini adik sudah pernah pindah ke Balikpapan. Di Balikpapan dia juga memiliki ktp, yang non el.

Saya ingat kami bersama-sama ke kantor kecamatan untuk rekam data. Tak lama kemudian adik saya pindahlah ke Balikpapan, sementara e-ktp belum selesai sempurna, lalu di Balikpapan membuat lagi ktp manual. Hasil rekam data e-ktp terdaftar di Bekasi, benar. Nah perekaman data selesai, keluarlah surat pindah dari Bekasi dengan data yang terekam di e-ktp. Sementara adik saya sudah di Balikpapan. Data e-ktp ini terlunta-luntalah. Ditanya Bekasi bilang di Balikpapan, tanya Balikpapan bilangnya di Bekasi, tanya Dumai bilang masih di Bekasi. Jadi intinya adalah ada di Bekasi.

Bekasi sudah mengeluarkan surat pindah jadi merasa tidak ada lagi recordnya, ke Balikpapan belum masuk karena surat pindah yang sah terlambat keluar . Nah, bingung ga loe.. Gue bingung…

Awalnya pasrah aja, kasih aja diurus sama calo bayarlah kali 2 jutaan. Adik saya mah kaga diurus-urus karena bingung juga kali memulai darimana dan kesibukan dikarenakan pekerjaan tidak sempat trus masih ada ktp manual. Saya tanya dia ada ga temannya yang bisa dihubungi di Balikpapan? nggak ada. jadi bagaimana? Saya merasa ada waktu untuk mengurusnya akhirnya saya bilang sama adik, coba saya bantu.

1.

Saya minta potoin potokopi ktp Balikpapan, jadi ketahuan kelurahan, kecamatan dsb. Dapat kelurahannya, langsung cek di google ternyata punya akun fb. Mulai coba kontak menceritakan permasalahannya, bahwa saya butuh surat pengantar rt, rw, kalau boleh ada no hp ketua rt. Yang saya tidak sangka, admin sangat sangat welcome dan mencoba membantu saya dengan memberi kontak seseorang di dukcapil Kota Balikpapan. Sebut saja namanya Ibu Ani. Cuma di sini Ibu Ani sangat aktif langsung menelpon saya dan berusaha membantu “TAPI ini bukan jalur UMUM ya bu”. Paham kan maksud saya. Kali kerjasama dengan petugas kelurahan entahlah. Saat itu saya bilang aja, “iya bu, gampang”. Disearch no ktp adik saya benar masih masuk data pemkab Bekasi. Lalu saya menjadi musafir di dunia maya, utak atik web pemkab Bekasi, kementrian dalam negeri, dirjen kependudukan dsb.

2.

Berhari-hari melancong di web pemkab bekasi. Termasuk di kolom kontak kami untuk pengaduan tak membuat saya menyerah. Berbagai artikel perihal ktp dengan kasus yang mirip saya baca, saya kontak namun tak ada jawaban. Lebih dari satu kali saya melayangkan pengaduan lewat cara ini. Bertanya-tanya ya kenapa ga telpon aja. Iya saya juga. Saya juga mencoba menghubungi lewat telpon yang tertera, tapi tak satupun jawaban, yang ada hanya bunyi dengingan menyedot pulsa yang tidak sedikit. Lalu saya menemukan situs dukcapil kabupaten Bekasi yang kala itu berasa angin segar walau berujung sama saja. Kalau dilihat wowww bingit lengkapnya luar biasa… Mau ngecek status ktp, kk, ada. Yang paling fantastis ada “layanan interaktif” khusus untuk ktp dan hal lainnya, bahkan nama dan no telp Kasi Kependududkan setiap kecamatan terpampang nyata.

Situs Disdukcapil Kab. Bekasi
Tampilan SitusDisdukcapil Kab. Bekasi yang sekilas nampaknya sudah memenuhi kebutuhan warga zaman now semua bisa diakses.

 

Saya kliklah “operator KTP-EL” yang sempat terlintas di benak Bekasi canggih amat ya. Muncul laman seperti berikut:

Laman "Operator KTP-EL"
Lengkap setia’p kecamatan

Kesan pertama yang muncul kala itu adalah, “mana nomor teleponnya? katanya layanan interkatif”. Pikiran saya langsung saya ubah haluan, mungkin maksudnya kalau ditelpon ke kantor yang terima nama-nama tertera. oke saya lanjut buka laman Kasi Kependudukan.

Laman "Kasi Kependudukan Kec"
Ini lebih fantastik karena per kecamatan, lengkap dengan nomor telp.

Harapan kembali muncul, ini lebih keren lagi pikir ku. Pertama saya kirim pesan singkat, takutnya lagi meeting atau yang lain tidak nyaman, tidak ada balasan. Hari pertama tidak ada respon, hari kedua saya coba sms lagi tetap tak ada. Masih berpikiran baik mungkin sedang melakukan hal lain. Hari ketiga saya pastikan saya menelepon tidak jam istirahat, tidak jam sholat sehingga akan ada peluang telp dari saya dijawab. Beepp.. beepp… bepp.. tak ada jawaban saya coba lagi, tetap tak ada, hingga berkali kali berhari-hari. hasilnya NOL BESAR. Mulai sedikit memaki dalam hati.

3.

Tak mau putus asa coba cari sosial media Dukcapil kemendagri. Masih berpikir baik mungkin akan ditanggapi walau ujung-ujungnya akan diarahaka ke ktp asal. Tapi setidaknya saya mencoba, itu pikiran saya. Saya menemukan beberapa sosial media dukcapil, lalu web resmi, lalu direktorat juga nomor telpon. Semua saya kontak, berulangkali pula saya menceritakan kejadian ini, tapi tak ada respon satu pun. Bahkan no telpon resmi Dukcapil kemendagri saja tak ada yang jawab, telpon dirjen dukcapil pun tak ada. Betapa panas hati saya saat itu pejabat negara macam apa ini? Bre**s*k semua.  Itu tidak sekali dua kali saya coba kontak. Berkali kali dalam sehari, berhari berhari, berminggu-minggu. Kebayang ga jengkelnya hati ini pada pejabat daerah, pejabat negara. Pengen maki aja rasanya.

4.

Seperti menemui jalan buntu, saya harus bagaimana apakah saya melepas ini kepada ibu Ani petugas Dukcapil Balikpapan yang jelas-jelas  meminta imbalan? Alasan utama saya adalah tidak damai sejahtera dan belum benar-benar berusaha semaksimal mungkin. Yang pasti bayar namun belum tahu berapa, saya juga tidak ada jaminan apapun kalau ini akan beres, kalau iya oke, kalau tidak? Siapa yang akan berangkat ke Balikpapan untuk mengurus ini? Balikpapan itu jauh…. Dukcapil Bekasi gagal, kemendagri gagal, harapan saya satu-satunya Dukcapil kota Balikpapan. Tapi bagaimana? Putar otak kesana kemari, bolak balik klik ini ono yang berkaitan dengan para dukcapil. Terbersit dalam benak saya kenapa saya tidak langsung kontak dengan Dukcapil Kota Balikpapan saja ya? Kalau nomor Dukcapil Bekasi bisa saya temukan, kenapa Kota Balikpapan tidak?

Klik google, ketik di kolom pencarian Dukcapil Kota Balikpapan. wusshhh… muncul dia. Kesannya yang timbul jauh sekali saat membuka situs Bekasi punya, ga menarik secara tampilan. Tapi punya Kota Balikpapan lebih modern, ada woww karena berhari-hari bergelut dengan situs Bekas dan kemendagri yang bre**s*k. Ada nomor telepon, saya cek jam waktu Balikpapan masih ok, bukan jam sholat atau istirahat. Saat itu sekitar jam 2 WITA. Deg-degan saya memencet nomor teleponnya beepp…beeppp.. suara perempuan lembut , ramah menyambut saya, dengan diksi dan nada resmi. Hahh… apa saya salah pencet nomor pikirku. Tapi saat operator menyebut nama dan instansi saya semakin percaya benar ini yang memang saya tuju. Untuk kesekian kalinya saya menceritakan dari awal masalah ini, lalu disuruh tinggalkan nomor telepon supaya bisa dihubungi lagi jika orang yang saya perlukan sudah berkenan. Kejadiannya sangat cepat, hanya berselang sekitar 15 menit dari saya menutup telepon dengan operator itu, dia langsung menelpon saya. Memberitahukan sudah disambungkan dengan Kasi Disdukcapil kota Balikpapan Bapak Arif. Saya hampir tidak mempercayai yang sedang terjadi, seperti bermimpi. Baru kali ini berurusan dengan instansi pemerintah sekeren ini. Bapak Arif menyambut saya dengan ramah di seberang telepon, mendengarkan permasalahan saya, lalu beliau memberi saya no hpnya agar kami bisa komunikasi lewat Whatsapp. Menangis saya menemukan Bapak Arief dan Mb resepsionis, setelah berhari-hari saya bergelut dengan Bekasi dan Kemendagri. Saya merasakan aliran darah saya bak elektrolit kuat, mempercayai dunia masih banyak kebaikan. Sejak itu saya dan Pak Arif berkomunikasi membahas mengenai ktp ini. Benar adanya kalau data adik saya masih di Beaksi, beliau mengirim gambar hasil search. Usut punya usut, ternyata karena surat indah asli yang keluar setelah e-ktp masih dipegang adik saya.

Beliau menyarankan kalau ada kerabat yang bisa membantu di Balikpapapan semua ini bisa diurus “TANPA BIAYA”. Tercengang saya karena sangat berbeda dengan si Ibu Ani. Kalau memang tidak ada orang yang bisa bantu, pak Arief bersedia meminta bantuan asistennya saya hanya perlu mengganti ongkos bensin seperlunya. Opsi ini sangat baik, Pak Arif benar-benar menolong kami, dan memberi solusi terbaik, tidak mencoba berspekulasi, modus ataupun trik sedikitpun.

Kontak di ponsel dikutak katik, siapa diantara teman saya ini yang domisili Balikpapan. atas bawah, atas bawah, mencoba mencari tidak menemukan.

Berkas sudah dikirm ke Bekasi ke rumah kakak, mau diurus sama teman mungkin dengan cara belakang. Dengar-dengar cerita bisa berbiaya 2 juta. Buat saya itu amat mahal, mungkin adik saya ikhlas aja keluar segitu asalkan beres. Tapi aku ga ikhlas, kenapa tidak coba cari cara lain yang benar dan  semestinya, sehingga masalah apapun nanti bisa dipertanggungjawabkan. Maksud hati disampaikan ke adik, agar berkas jangan serah terima dulu. Bersyukur belum terlambat, berkas masih di rumah kakak. Kalau menurut saya sih itu belum tentu diurus dengan cepat, atau bisa jadi dilimpahkan ke orang lain, pokoknya ga jelaslah, mereka kan cuma butuh “hepeng”.

5.

Kembali bertanya ke sana kemari siapa yang bisa saya kontak di Balikpapan, teman SD, SMP, SMA, kuliah nihilll.. Teman suami nihill, kerabat nihilll. Sementara opsi Pak Arif dan asistennya yang urus menjadi opsi utama. Akhirya ada satu nama muncul yang direkomendasikan oleh teman komunitas, saya sudah tanya beberapa hari yang lalu namun baru ingat balas hari itu. 1000 persen  sangat bisa saya percaya.

Saya kontak beliau namanya Bang Alfi, kembali saya utarakan latar belakang dan maksud saya, dan beliau menyanggupi dan bersedia membantu. Dasar melo saya nangis lagi. Seseorang yang tidak saya kenal, tidak pernah berjumpa, tidak tahu sepak terjang hanya dengan menyebut nama orang yang dia kenal saya juga kenal, diberi jalan keluar oleh Yang Maha Kuasa. Akhirnya berkas dikirim ke Balikpapan, diterima oleh Bang Alfi. Selang beberapa hari setelah berkas diterima, Bang Alfi menuju kantor Dukcapil Kota Balikpapan, serah terima berkas, lalu diminta kembali sekitar 2 hari kemudian dan suratnya sudah jadi, tangal 15 Desember berkas semua beres dan sudah masuk ekspedisi. Sekitar 4-5 hari, berkas tiba di Dumai di kediaman adik saya, dan sekarang ktpnya sudah beres, sudah e-ktp. Saya memang kejar supaya ga kebentur libur Natal dan tahun baru. Total waktu semuanya kurang lebih sebulan.

Tadaaa... Ini dia E-KTP adik saya
Senang akhirnya sudah jadi.

Saya minta dikirim no rekening Bang Alfi mau bayar ongkir sama bensin ke dukcapil, tapi Bang Alfi menolak. Kami tidak keluar uang sepeser pun.

Kebaikan Tuhan itu ada dan nyata, orang-orang baik itu masih ada. Jangan pernah berhenti berharap, jangan pernah berhenti percaya mujizat.

*******

Penghargaan dan Terima kasih yang setinggi-tinginya untuk Pak Arif, Kasi Dukcapil Kota Balikpapan yang tulus, sungguh-sungguh dan totalitas melayani. Semoga bapak dilimpahkan berkah, rezeki, kebahagiaan untuk bapak dan keluarga

Terima kasih yang tak ternilai untuk Bang Alfi dan keluarga, yang bersedia menolong saya tanpa pamrih sekalipun tidak mengenal saya. Sukses terus ya Bang, sehat selalu buat Bang Alfi dan keluarga.

Terima kasih kak Eli, Mas Herry yang mengenalkan saya dengan Bang Alfi, kiranya Tuhan menambahkan berkah di keuarga kalian.

Terima kasih operator telpon kantor Disdukcapil Kota Balikpapan, yang berhasil membuat saya shock dan hampir tak percaya kalau yang saya hubungi itu kantor pemerintahan. Sukses selalu…

Terima kasih Admin sosmed  Kelurahan Gunung Sari Ulu yang merespon dengan baik, membalas pesan saya dengan sangat baik

Terima kasih buat Kakak yang sudah berusaha bertahun-tahun memperjuangkan di Pemkab Bekasi

Terima kasih untuk Ibu Ani karena dirimu saya terdorong untuk terus mencari jalur yang benar.

Tidak terima kasih Pemkab Bekasi, Disdukcapil Bekasi, Dukcapil Kemendagri, Dirjen dukcapil, maaf mengingat kalian rasananya pengen maki. Lebih baik hapus saja situs kalian itu, karena semua itu om**g kos**g…

 

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Pak Arief Kasi Dukcapil Kota Balikpapan yang kinerjanya luar biasa…

 Hormat saya untuk kinerja Disdukcapil Kota Balikpapan, ga pake lama, ga pake uang yang ga jelas, ga kusut, ga ribet, ga neko-neko. kerja keja kerja. Luar biasa… Salut.. Baru nemu yang begini di Indonesia cuma di sini. Bravo Disdukcapil Kota Balikpapan.

Apakah mengurus pindah e-ktp njilemet? Mungkin iya mungkin tidak tergantung bagaimana kita mengelolanya.

Saya menulis ini untuk mengingatkan pada diri saya sendiri, masih ada orang baik, jalur yang benar itu selalu lebih baik. Ada kepuasaan tersendiri. (Fin:rs/23318)