Will you marry me “Mr. B?”

Yang menginginkan suami seperti Mr. B? Jangan berhenti berharap. Yang sudah terlanjur tapi jauh dari ideal? Ga perlu kuatir, semua indah pada waktunya. Semua karena kasih karunia.

Do you believe it Rut meminta Mr. B menikahinya? Cewek melamar cowok? no la yaww… Begitu kan? Kembali kita berselancar di kitab Rut. Kali ini mari melihat dari sudut pandang Rut. Kadang saya berpikir, apa sih isi kepalanya Rut sampai mau menikah dengan Mr. B dan yang paling penting, ko mau maunya dia ikut dengan Naomi yang jelas-jelas tak memiliki masa depan. Mending Orpa, memilih kembali kepada keluarganya lebih jelas masa depannya. It means Rut itu anti mainstream. Isn’t it?

Rut dalam bahasa Inggris disebut Ruth artinya “belas kasih“. Ia menikah dengan Mahlon putera Naomi namun meninggal karena bencana kelaparan. Sebentar kita bayangkan betapa kejamnya kelaparan yang melanda Moab ketika itu hingga banyak yang meninggal.

Diperkirakan Rut hidup sekitar tahun 11 SM. Rasa-rasanya sudah tidak mungkin lagi bagi Naomi bertahan di Moab dengan bencana kelaparan ini. Hingga tersiar kabar di Yehuda ada makanan. Berangkatlah Naomi bersama kedua menantunya. Tapi di tengah perjalanan Naomi menyuruh keduanya kembali kepada orang tuanya. Perpisahan ini mengharukan, sebab mereka menangis dengan keras.

1:8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku1:9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras 

Orpa dan Rut jelas orang baik-baik penuh kasih kepada suami masing-masing dan juga kepada mertuanya Naomi. Pasti nieh menantu idaman semua orang… Mau….

Nak, sebelum menetapkan pasangan hidupmu siapa, coba deh baca ini tulisan mama, menantu idaman mama ya nak.” Ntr saya ngomong gitu sama anakku ah.

Orpa yang mungkin secara logika baginya sangat masuk akal penjelasan Naomi, ia tak lagi memiliki anak laki-laki kalaupun ada tidak mungkin lagi mereka menunggu hingga cukup umur menikahi lagi dengan Orpa ataupun Rut. Keputusan Orpa ini begitu masuk akal tak heran memang dia meninggalkan Naomi dan kembali ke keluarganya. Umur masih sangat memungkinkan untuk menikah lagi, membangun rumah tangga dan memiliki anak. Lalu Rut? Kebanyakan orang akan mengambil keputusan seperti Orpa, tapi tidak dengan perempuan Moab yang satu ini. Ia bersikeras ikut dengan Naomi, hingga maut memisahkan. Saya tidak kebayang loyalitas seorang Rut kepada mertuanya yang sangat jarang terjadi di dunia fana ini.

 1:16 Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku  

1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”

Woww… Rasa kagum yang luar bisa untuk Rut. Lalu mengapa segitu setianya Rut kepada Naomi? Apa yang terjadi selama Rut menjadi menantunya? Dari gambarannya sangat jelas secara lahiriah dan secara rohani. Rut dan Orpa jelas perempuan berasal dari Moab. Mereka tidak mengenal Allah. Berbeda dengan Naomi dan keluarganya mereka menyembah Allah. Lha kenapa bisa-bisanya Rut mau mengikuti Naomi dan Allahnya Naomi? Pandangan saya, Naomi berhasil mendidik Rut secara rohani. Naomi menjadi pembimbing rohani bagi Rut. Jadi selain berperan sebagai mertua, Naomi juga sebagai ibu rohani bagi Rut. Pernyataan Rut “Allahmulah Allahku” menjadi catatan penting bagi semua yang membaca. Artinya Rut menyerahkan diri kepada Allah dan tahu betul siapa Allah. Kalau tidak dia pasti kembali kepada dewanya di Moab. Jadi hubungan Rut dan Naomi pasti sangat dekat dan intim. Karena dia lakukan dengan kesadaran penuh dan kerelaan hati untuk ikut degan Naomi. Sampai-sampai ia berkata:

Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu

bisa juga berarti;

Kiranya aku dihukum dengan berat jika aku tidak setia terhadap sumpahku ini

 

Kedua perempuan itu akhirnya berjalan dari Moab hingga Betlehem.

The following map shows that Moab about sixty miles from Bethlehem. This would be a good two day journey for Naomi and Ruth who made the trip barefoot. Sumber: http://www.betemunah.org/timing.html

 

Saat tiba di Betlehem sedang musim menuai jelai. Seorang Rut menunjukkan bahwa dia seorang perempuan yang begitu baik. Ia langsung berinisiatif menyampikan ke Naomi hendak memungut jelai di ladang orang yang bermurah hati. Sebab dalam hukum Musa, Allah memerintahkan orang Israel untuk mengizinkan orang miskin dan berkekurangan memungut hasil panen yang masih tertinggal dari penuaian (Im 19:9; 23:22; Ul 24:19). Allah ingin agar mereka yang berkecukupan ikut berbagi dengan mereka yang berkekurangan (bd. 2Kor 8:13-15). Rut pergi dan kebetulan yang luar biasa yang saya percaya ini adalah rancangan Allah, ia ada di ladang milik Mr. B alias Boas. Tak habis-habisnya Rut menunjukkan betapa mulia hatinya. Rut tidak kenal siapapun di sana, namun orang-orang mengetahui kalau dirinya adalah menantu Naomi.

2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.

 2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti. 

Rut ini tahu sopan santun. Sebab ia minta ijin terlebih dahulu sebelum memungut jelai. Dari ia datang memungut jelai tak berhenti seketika pun. Kepribadian yang begitu mengagumkan. Dan saya yakin Mr. B menyimak itu dengan baik dan menyimpan dalam hati. Mr. B memperbolehkan dia minum dari tempayan, mengikuti pekerja-pekerja perempuan. Respon yang begitu merendah ditunjukkan oleh Rut, sebab ia memang orang asing saat berhadapan dengan Mr. B. Tahu betul siapa dirinya.

 2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepada: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing? 

Rut sujud hingga mukanya sampai ke tanah. Sikap rendah hati Rut begitu tulus. Bagaimana seorang Rut mempunyai kepribadian yang begitu menawan sementara ia adalah orang Moab penyembah dewa-dewa. Saya yakin hidup bersama keluarga Naomi memberinya pengaruh baik, Rut merasakan sendiri pengalaman hidupnya yang luar biasa bersama keluarga suaminya almarhum sehingga ia tidak ragu sedikitpun untuk mengikut mertuanya sekalipun ia janda mertuanya janda sekilas tak ada harapan. . Mengetahui Rut memungut jelai di ladang Mr. B, Naomi mulai menyusun strategi. Tadaa…

Barangkali mulailah nama Boas hilir mudik dalam benak mertua Rut itu, memgingat-ngingat lagi siapa Boas bagaimana ia kini, mengapa tidak begini begitu. Dan sebagainya. Muncullah ide brilian. Jeng jeng…..

Rut berdandan sebaik mungkin, menghampiri laki-laki tersebut yang sedang menampi jelai, tapi tak boleh ketahuan oleh Mr. B dia disana.

 3:4 Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.” 

 3:6 Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya. 

3:7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

 3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. 

3:9 Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” Jawabnya: “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu  melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.” 

Rut taat kepada Naomi, ia ikhlas melakukan apa yang diminta mertuanya itu tanpa sela sedikitpun. Apa kesan yang muncul saat membaca ini? Rut terasa murahan menggoda Mr. B? atau Naomi tega bener menyuruh menantunya melakukan itu. Mari kita lihat ini dari sudut pandang adat istiadat pada masa itu. Hal itu dilakukan dengan sopan dan tanpa maksud seksual. Karena Mr. B tetap tinggal di tempat pengirikan untuk menjaga hasil panennya ketika malam, Rut pergi kesana dan dengan tindakannya menunjukkan kasih dan keinginannya agar ia menikahinya selaku keluarga almarhum suaminya   yaitu, sebagai penebus. Mr. B menanggapi dengan santun dan sangat lembut, tidak murka atau memandang jijik kepada Rut. Karena memang itu adalah tanggung jawab Mr. B. Paginya Rut dibekali jelai sebelum pulang kepada mertuanya. Mr. B sangat bermurah hati dan berbelas kasihan. Mengikuti prosedur yang semestinya agar bisa menikahi Rut. Ia masih menunjukkan kesetiaannya kepada mertuanya, dengan ikut ke Israel. Tapi tidak sampai di situ, Rut juga bersedia menyampaikan maksud kepada Mr. B agar menikahinya agar tidak terputus garis keturunan Naomi. Butuh hati yang besar untuk melakukannya, ini bukan perkara mudah.

3:10 Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Betapa inner beauty Rut ini terpancar ya. Bukan mengejar-ngejar orang muda tapi ia merelakan diri ingin dinikahi Mr. B, ia tidak egois mengikuti nafsu orang-orang muda. tapi rasa kasihnya yang besar kepada Naomi sehingga ia ikhlas. Dan akhirnya Mr. B menikah dengan Rut. Jika ada catatan kehidupan pernikahan pasangan ini saya yakin akan menjadi cerita yang teramat fantastic kaena kedua pribadi yang begitu baik dan berkenan kepada Tuhan.

Rut itu…..;

  1. setia dan taat

Perempuan Moab ini memutuskan tetap mengikut Naomi sampai mati. Allahmulah Allahku, salah satu statement yang begitu menggertarkan mengingat Rut dari bangsa yang menyembah dewa-dewa. Peran keluarga Naomi yang pasti telah dirasakan dengan baik oleh Rut sehingga ia dengan kesadaran penuh mengambil keputusan mengikut Naomi. Ini pun tak lepas dari Naomi yang saya yakin sekaligus menjadi pembimbing rohani bagi Rut. Bahkan saat Naomi meminta Rut menikah dengan Boas , ia ikhlas demi meneruskan garis keturrunan bagi keluarga mertuanya. Bahkan dirinya melakukan tepat seperti yang diarahkan Naomi.

Image result for naomi and ruth
Rut memutuskan ikut dengan Naomi. Sumber: https://www.soifixmyeyes.com/ruth/a-tale-of-two-sisters

 

 

2. Pekerja keras, peka dan cekatan

Tiba di Betlehem Rut langsung minta ijin memungut jelai di ladang orang yang bermurah hati, dan ia terus menerus memungut jelai tanpa berhenti. Inisiatif yang timbul dari dirinya sendiri tanpa disuruh atau diminta oleh Naomi yang menandakan ia peka dengan keadaan.

3. Pribadi yang santun, rendah hati dan tulus

Memungut jelai itu seperti pekerjaan yang hina karena itu untuk orang miskin, Rut tak malu malah ia sangat tekun melakukannya. Sekalipun di bangsa Israel ada hukum bahwa butir jelai yang tertinggal menjadi jatah kaum miskin, Rut dengan santun meminta tetap ijin  kepada pekerja di ladang dimana ia hendak memungut jelai, sekalipun sebenarnya itu tidak diperlukan. Ia juga sangat lembut sopan dan santun menanggapi pertanyaan Mr. B, bahkan disebut menyembah hingga mukanya sampai ke tanah.

4. Perempuan baik-baik, tidak egois

sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Sangat terkesan dengan perkataan Mr. B yang menegaskan kalau Rut ini sangat baik. Kebaikan Rut diketahui bahkan satu kota. Ia juga tidak egois karena merelakan dirinya menikah dengan Mr. B yang usianya sepertinya terpaut sangat jauh. Tidak mengejar-ngejar yang  muda-muda tapi tunduk dengan hukum bahwa masih ada kerabat yang wajib menebus mereka dan menikahi dirinya.

5. Parasnya menawan

Tidak ada cukup bukti kalau Rut menawan, atau ayat pendukung pun tak ada. Tapi saat membaca kisah pertemuan Mr. B dengan Rut seperti menggambarkan kalau Rut itu amat menawan. Alasannya, saat Mr. B melihat perempuan yang terasa asing sedang memungut jelai di ladangnya ia sepertinya tertarik untuk ingin lebih tahu siapa dia. Kemungkinan orang lain di sana juga ada sedang memungut jelai entah orang miskin dari tempat lain karena memang itu diperbolehkan dan diatur dalam hukum taurat. Terlebih lagi Mr. B yang murah hati sangat mungkin banyak orang asing memungut di sana. Tapi perhatiannya tertuju ke Rut yang sepertinya berparas menawan dan menarik dipandang. Atau bisa saja begitu melihat wajah Rut ada ketertarikan seksual yang timbul dalam diri Mr. B bisa saja. Apalagi setelah mengetahui siapa Rut makin memperkuat rasa yang dialaminya.

Related image
Salah satu ilustrasi Boas melihat Rut yang sedang memungut jelai. Sumber: http://kids.christiansunite.com/Bible_Stories/Bible_Story_036.shtml

Mr. B memenuhi janjinya akhirnya menikahi Rut dan memiliki anak bernama Obed yang kemudian dari garis keturunan inilah lahir Daud yang adalah garis penerus lahirnya Yesus. Jadi Pernikahan Mr. B dengan Rut tidak semata-mata love story yang haru biru namun ada rancangan Allah bagi mereka dan bagi dunia ini. Sesuatu terlihat mengerikan dan tak ada harapan namun pemeliharaan Allah itu nyata dan ada.

“So, Mr. B will you marry me?”

“Yes, I do”

Jangan berhenti berharap, jangan berhenti percaya keajaiban. Awesome… (Fin:rs30318)

NB:Tulisan ini hanya analisis penulis semata.

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s