Ulang Tahun (Ulang) Tiup Lilin

Ulang tahun ke-lima, terasa sangat berbeda. Baru kali ini Gevariel tiup lilin di rumah. Sebelumnya sebelumnya di rumah oppung tahun lalu di rumah Yori, oppung Baruara lagi datang. Sejenak menilik keseruan ulang ahun ini. Senin, 9 Juli adalah hari H. Jadi beberapa hari sebelumnya sudah sounding Geva akan ulang tahun hari Senin. Mau tiup lilin ga? tanya saya. Dia bilang dengan penuh semangat “mau”. Saya tanya lagi mau kue ulang tahun? Kembali dijawab “Mau”. Sehari sebelumnya diajak oppung mau beli hadiah, dapatlah dia hadiah ulang tahun sepeda.

Kuenya mau yang kayak apa? Lama dia menjawab. Saya kasih beberapa referensi gambar dari website bakery. Melihat beberapa kue dia pilih blackforest. Lalu beralih ke kue karakter, sempat memilih kue minion, tapi beberapa saat kemudian ia kembali ke blackforest punya si Breadtalk. Akhirnya “deal”.

Keesokan harinya saya kembali menanyakan kue yang bagaimana yang Geva mau, konsisten menjawab blackforest. Setiap hari saya tanya hingga di hari H mau ke toko kue, jawaban tetap di black forest. Salut juga dengan konsistensinya. Tibalah hari Senin, kami pergi beli kue.  Selama perjalanan dia gusar apakah kami akan membeli kue atau mau jemput oppung. Saya yakinkan dia kalau kami akan membeli kue, tapi bapaknya suka manas-manasin ‘mau jemput oppung dulu baru beli kue’. Sesuatu yang tidak bisa diterima Geva, bukan skenario yang ada di timeline ya. Tangisan pun meledak. Kembali  saya bilang padanya bahwa kami akan membeli kue, papa akan menjemput oppung. Kayaknya dia percaya terbukti dari suaranya mereda dan fakta berbicara kami turun di depan Cinere mall. Dia memastikan “Mau apa Ma?” Saya jawab mau beli kue. Wajah bahagia, nada suara, gumaman lagu ulang tahun terdengar begitu membahagiakan. Saya memberi kesempatan padanya untuk memilih sendiri kuenya. Sempat kalap karena kuenya banyak tidak seperti saat melihat gambar di website. Awalnya dia bingung, saya arahkan ke pilihan semua berbentuk bulat seperti balckforest. Dapat kuenya, rasa bahagianya bertambah.

Oppung dijemput, nyampe di rumah Geva ganti baju, mengenakan baju kesukaannya. Menyanyikan lagu, meniup lilin dan makan kue..

“Selamat ulang tahunya Nak, doa mama dan papa untukmu setiap hari. Kelak engkau jadi berkat bagi banyak bangsa-bangsa”

 

36823186_1999677263375928_2121165415555006464_n

 

36883286_1999677286709259_2295899842095874048_n

 

36908172_1999677243375930_195839913013280768_n

 

Dia tidak mau ganti baju, makan kue sepuasnya… Terlihat sangat bahagia hari itu. Terharu..

Tidak sampai di situ, malamnya, katanya masih mau tiup lilin lagi tapi pakai pizza yang warna hitam. Eaa…. Oke karena ini hari ulang tahunnya jadilah kubeli juga pizza itu sudah jam 10.30 malam, setengah jam lagi toko tutup. Kami berdua kembali menyanyikan lagu Happy birthday sama tiup lilin dan potong pizzanya… Mboke sudah tidurlah, bapake main futsal sama anak-anak. Hahah….

Masih ditiup lagi padahal pizzanya tinngal beberapa gigitan saja

L

 

Malam-malam tiup lilin pake pizza black

Lagu selamat ulang tahun, tiup lilin potong kue terus berkumandang setiap hari. Masih dalam rangkaian ulang tahun, Papanya memberi dia kesempatan bermain di mall di arena mainan anak, Fun World. Tapi dia juga mau berenang. Saat ditanya mau main ke Fun world atau mau berenang. Tau apa yang dia jawab, “main dulu baru berenang.” Beughhh.. Menang banyak doi ya..oke main ke Fun world dan 2 hari kemudian berenang. Apakah sudah selesai di situ?

Tidak kawan… Hari Jumat yaitu 13 Juli, mau minta tiup lilin lagi. Saya bilang udah bang kan udah beli kue, udah potong kue sama oppung. Ternyata Mboke pajangin tulisan Happy birthday di garasi, digosok sedikit provokasi. “Geva tiup lilin di sini ada tulisan hepi besdei kemarin kan ga ada tulisan.” Jadilah saya bikin bolu super dadakan, dan trada….. tiup lilin lagi (kali ke-3). Lagu Selamat ulang tahun, Tiup Lilin dan Potong Kue bergema…

 

Ketiga kalinya

Geva juga berulang kali menonton video dirinya ulang tahun. Apakah sudah selesai?

Hahaha.. Belum cess… Sabtu 21 Juli kami ada acara di rumah kerabat di daerah Bojong, syukuran rumah baru. Perjalanan pulang dari sana penuh perjuangan dengan kemacetan tingkat bertingkat… Kawan kita Geva minta tiup lilin lagi saudara-saudara. Pake bolu buatan mama katanya… Tiba di rumah jam 9 malam, nafas sebentar, saya tawarkan pake martabak saja tiup lilinnya. Setuju dia. Tapi setelah saya pikir-pikir dan semua bahan ada, akhirnya jadilah bikin bolu dadakan lagi dan tiup lilin lagi untuk keempat kalinya.

L

 

Keempat kali.

Lucu sekali ulang tahun mu yang ke-5 ini nakku… Lagu ulang tahun tiada padam hingga detik ini. Hingga lahir lagu “Selamat ulang tahun, Tiup lilinnya, Potong kuenya… potong kuenya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga.” Ini lagu to the point banget ya.. Aku tidak tahu masih ada kah tiup lilin jilid 5 diulang tahun ke lima ini?

Yang pasti selamat ulang tahun ya anakku sayang, doa terbaik untukmu senantiasa.. Tuhan memberkati tumbuh kembangmu nak.. (Fin:rs27718)