Perasaan baru kemarin ya dimulai kelasnya. Ah, tak terasa ya sudah 30 hari tantangan menulisnya. Terharu dan sedikit bangga (boleh dong kan) ternyata aku bisa menulis tanpa bolong, tanpa telat.

Kalau boleh jujur (ya harus dong), awalnya aku pesimis ikut challenge ini. Bagaimana tidak, pernah trauma dengan salah satu komunitas literasi. Kala itu (tuh kan jadi curcol) diri ini amat sangat semangat mau belajar menulis, mulailah cari sana-sini. Lihat di IG ada yang mengadakan kelas menulis di group wa. Boleh juga nieh pikir saya.

Bayarnya lumayan mahal yang mengharuskanku menabung dan akhirnya mendaftar. Singkat cerita, lewat dari tanggal yang ditetapkan tak ada berita, saya tanya dong narahubung, eh malah nanya balik ke saya ikut kelas apa? Katanya dia lupa akan dimasukkan ke batch berikutnya. Oke saya iyakan. Lalu tanggal batch berikutnya pun hampir lewat, kembali bertanya dan jawabannya sama. Maafkan, saya tidak bisa lagi, lalu meminta mereka refund. Nah, bagian ini juga tidak mudah yang katanya (lagi) ada prosedur. Wah, saya bersikeras tidak lagi berminat. Setelah melalui tahap yang panjang akhirnya beliau refund. Kapok rasanya. Tidak menaruh curiga karena followers-nya banyak. Lalu dipertemukan di #30dwcjilod15. Pesimis dulua , kalausama seperti yang dulu ya sudahlah. Apalagi ada kemunduruan dari tanggal awal ya. Paling sama saja, begitu pikiran saya.
Ternyata oh ternyata, awesome.

Sangat sangat bagus. Ada rasa minder karena ternyata yang ikut jagoan-jagoan semua sudah banyak yang menerbitkan buku pribadi. Atau aktif di dunia literasi. Lha saya? Benar-benar tidak ada.apa-apanya. Jauh sekali rasanya. Tapi tidak boleh berkecil hati karena tujuan awal saya ada membiasakan diri. Yang menarik lagi ada kelas Upgrading Fighters. Rasanya wow mendapat ilmu langsung dari sumbernya. Hah… (sambil mebelalak) luar biasa, kapan lagi. Dan yang lebih dahsyat lagi, bisa japri mentor kalau mau tanya-tanya. Dimana lagi ada yang begituan. Ada lagi namanya kuis mendadak. Seriously ini benar-benar deg-degan harus siap sedia jari dan otak karena waktunya sempit. Gilaa… memicu adrenalin­čśů

Ada lagi yang unik di hari dengan tema tertentu pagi sampai malam tema itu terus berputar-putar di otak saya. Tapi waktu itu sudah jam 10.00 malam belum satu huruf pun yang diketik. Aduh bagaimana ya tapi saya harus memaksa diri mencari ide dan menulis. Dan ternyata bisa. Lega rasanya..

Terima kasih untuk semua Mentor kalian luar biasa. Terima kasih kepada seluruh figthers yang memberi semangat dan feedback. Terima kasih untuk members #squad2, gengs we did it. Dan yang paling yahud selama 30 hari ini, Madam Guardian. Pasti sangat kerepotoan tapi dengan ikhlas setia menolong. Sukses selalu ya Mba. Tercapai semua cita-cita dan Allah senantiasa menyertai Mbak. Semoga kita bisa mewujudkan project antologi.
Kalian semua luar biasa, dan terperangkap dalam #30dwcjilid15 adalah berkah tersendiri bagi saya. Salam literasi! Maju terus literasi Indonesia.

Advertisements

Bolehkah Menitip Rindu?

Pelangi memamerkan kemolekannya tapi sendu yang tampak olehku.

Teringat akan bunda nan jauh di sana apa kabar aku rindu.

Entah mengapa aku disenggol oleh alam memancing nuraniku membuka suara kepada wanita terhebat itu.

Iya, kami berselisih paham, kubanting pintu dan meninggalkannya dalam kepiluan.

Ego anak perempuan ini sungguh tangguh, tidak terbendung. Itulah aku.

Aku rindu bunda, manusia super yang tak terkalahkan oleh apapun.

Kadang ingin kumaki akhirat yang memanggil ayah begitu cepat. Membiarkannua seorang diri memikul kuk yang tak semestinya.

Ayah.. ayah.. Aku bingung apakah aku harus juga rindu padamu? Tak ada hal menarik yang kuingat akan dirimu.Tapi kuucapkan terima kasih karena memberiku kesempatan melalang buana di dunia yang penuh drama.

Bagaimana caranya membuka mulut lalu mengucapkan ‘MAAF’. Tiba-tiba aku lupa dan paru-paru keberatan mengeluarkan sedikit udara untuk satu kata itu.

Bunda tersayang, aku cinta padamu. Preettt… Itu teori saja. Tak pernah kata itu keluar dari mulutku ini. Rahang tiba-tiba kaku seperti membeku.

Jujur saja aku pun kadang membenci diriku yang tak bernyali berkata sayang pada bunda. Pada orang lain? jangan ditanya. Aku mungkin yang paling jago. Tapi mengapa untuk bunda jadi bungkam?

Takut setengah mati kalau sampai terlambat, tapi yang ada menunda-menunda lagi.

Baiklah aku harus berani. Kukumpulkan semua amunisi. Di atas segalanya mohon pengampunan pada-Mu ya Sang Pencipta. Begitu durhakanya anak ini. Masih layakkah hamba melangkah?

Bunda aku rindu, sangat rindu. Maafkan anakmu.*** (Fin/rs:191118)

#30dwc

#30dwcjilid15

#pejuangdwc

#day30

Ucaplah Syukur

Untuk apa saya ada di dunia ini? Masih belum paham? Silahkan cari sendiri. Satu hal yang saya yakini. Bukan kebetulan kita semua ada di dunia lengkap dengan latar belakangnya. Tinggal masing-masing menemukan mau apa di dunia sebelum ajal menjemput.

Maunya sih lahir di keluarga kaya raya. Mau cuci kaki ke Sungai Nil tinggal duduk manis, eh sudah tiba. Atau mau sekedar berfoto dengan cheetah liar ala Afrika cukup angkat telepon semua lancar. Lha kalau jauh dari itu mau apa? Beranggapan ini tidak adil? Mari arahkan pandangan ke sisi lain. Di mana banyak orang yang tidak bisa makan walau hanya sekali sehari. Saya? Tidak segitunya. Masih cukup sandang, pangan dan papan. Tidak melarat atau hampir punah. Apa yang kurang dalam diri saya sehingga berdebat hebat dengan kisah hidup orang lain yang lebih ‘punya’? Saya kurang bersyukur, saya tidak bersyukur.

Sudut lain di bumi menohok sangat menohok. Betapa jauh lebih beruntung saya dibanding mereka. Orang tua, keluarga, suami, anak, mata pencaharian, negara semuanya dalam keadaan baik. Sekilas boleh dicek keadaan negara Venezuela sekarang. Mereka dulu kaya raya, minyak bumi melimpah, kini melarat sulit dibangkitkan lagi. Indonesia? Tergolong mudah, apa saja ada. Kecuali beberapa daerah pedalaman terutama daerah perbatasan. Tapi tetap tidak separah Venezuela. Krisis yang bekepanjangan, orang mau operasi harus cari semua peralatan sendiri mulai dari sarung tangan hingga dokternya. Listrik sehari hanya menyala 3-5 jam. Bahan makanan langka dan mahal sampai-sampai mengharuskan mereka makan daging busuk. Kebayang? Give up!! Sekiranya itu terjadi di Indonesia.

Mengucap syukur pada Sang Khalik atas segala anugerah yang dipercayakan pada saya, pada anda pada kita semua. Hal sekecil apa pun itu. Karena di luar sana yang saya sangat yakin, ada jutaan insan yang sangat mau di posisi saya dan anda sekarang. Mereka yang diberi kelimpahan harta? Merasa beruntung? Belum tentu. Kebahagiaan di dunia hanya bisa dinikmati dengan satu cara yaitu BERSYUKUR. Mari mulai dengan yang umum yang kadang terlupakan.

Bersyukur untuk tubuh yang sehat. Bersyukur untuk keluarga yang penuh cinta. Bersyukur untuk air bersih yang melimpah. Bersyukur hari ini masih cukup untuk makan. Bersyukur masih ada uang beli kuota. Bersyukur masih bisa melihat senja yang menawan. Dan sebagainya. Memulai hari dengan bersyukur akan menambah semangat hidup.

Mengucap syukur setiap hari bukan sulap bukan sihir bukan sim salabim. Itu latihan. Seperti kata pepatah, Ala bisa karena biasa. Harus dimulai dari sekarang. Kala terbiasa mengucap syukur seperti ada aliran energi baru dalam raga. Tidak percaya? Silahkan coba.***(Fin/rs:181118)

#30dwc

#30dwcjilid15

#day29

#pejuang30dwc

#squad2

Masih Harus Bersabar

Tangannya yang mungil sibuk memainkan apa saja yang dianggap menarik. Tak peduli itu benda apa pun. Bocah umur lima tahun yang kata kebanyakan orang ganteng. Iya, terima kasih kepada Maha Pencipta yang memberikannya. Tak jarang kupandangi dia saat bermain sendiri tanpa kusadari air mata mengalir. Rasa syukur yang melimpah karena Allah memberi kami kesempatan menjadi orang tua bagi anak pertama kami. Namun begitu ada rasa rindu bagi kami juga bagi keluarga besar kiranya ia memiliki adik. Kasihan kelak besar tak ada tempat beradu, berbagi.

Sejujurnya kami sebagai orang tua pun amat sangat berharap dan berusaha. Makanya setiap melihatnya, air mata mengalir. Kalalulah ia punya adik, ia akan belajar banyak hal tentang hidup. Berdoa agar Tuhan mengabulkan. Bukan kami tidak mau atau menunda mungkin belum rezeki.

Kami harus bersabar entah kapan diberi lagi. Sebentar lagi anak kami ini akan berusia enam tahun, semakin hari saya pun semakin bertambah umurnya. Kalau kata dokter harus cepat-cepat takut lewat batas umur. Di setiap akhir tahun rasa sedih yang lebih menyelubungi hati ini. Itu artinya berubah angka pada umur yang menanjak naik.

Misteri Illahi apa yang akan terjadi. Meski begitu harus bersabar entah sampai kapan kami diajar untuk sabar, berusaha dan berdoa. Dengan iman dan percaya bahwa buah kesabaran dan doa ini akan datang.*** (Fin/rs:171118)

#30dwc

#30dwcjilid15

#pejuang30dwc

#day28

Cinta Pertama

Ayah dan ibu apa kabar?
Maafkan putrimu lama tak memberi berita
Bahkan sekedar menelepon pun sangat jarang
Cinta kalian selalu berlimpah
Yang tak penah berkurang kadarnya
Banyak hal kalian lewati demi anak-anak namun tak sekalipun keluhan terlontar
Apa yang harus kukatakan lagi
Aku tak sanggup, menjadi anak kalian sangat istimewa dalam hidupku
Doaku untuk ayah dan ibu kiranya hal terbaik disediakan Sang Khalik, dan merasakan kebahagiaan bagi kalian

Kakakku yang pertama, nan jauh di seberang pulau
Terima kasih sudah menjadi teladan bagi kami
setiap jasamu tak sanggup kubalas
Maafkan aku kakak betapa sering kumenyusahkanmu
Tak mampu kuucapkan betapa ingin kumemberi
Ya Tuhan doaku untuk kakak sulung kami, anugerahkanlah baginya hikmat yang besar di hidupnya

Kakakku kedua yang terkasih
Bagaimana cerita kalian dari negeri kincir angin?
Rasa haru tak bisa kuhindari setiap kali kudengar suara kalian di ponsel
Teknologi membuat jarak seolah tak lagi jauh sebab kita bisa saling bertatap muka kapan saja
Perhatianmu yang tak pernah lepas dari kami bahkan untuk hal terkecil sekalipun
Terima kasih untuk cinta terbaikmu
Hanya doa yang bisa kupanjatkan, perlindungan Tuhan senantiasa sertamu. Hidup yang bernilai kekal semakin berlimpah bagimu

Kaka ketigaku sayang
Engkau yang paling mengerti
Bahkan sejahat apapun diri ini, kebaikanmu semakin berlipat
Kakakku, maafkan kejahatanku
Aku sangat malu di masa lalu sering tak jarang aku jahat padamu
Tak pantas kamu memiliki adik sepertiku
Kuharap aku bisa memperbaiki
Kudoakan kakak kelak dikenang dan dicintai banyak orang. Mulianya hatimu semakin melebar bagi banyak jiwa

Pria hebat yang mempunyai hati seluas samudra
Bahkan seluruh hidupmu kamu mampu ikhlas demi keluarga
Tak kau lewati waktu tanpa memikirkan keluarga
Dengan apa kubalas hati malaikatmu kakak keempat?
Doaku agar cintamu tak pernah pudar. Penjagaan Allah tak lepas dan hidupmu makin jadi berkah

Kadang aku lupa, kalau kamu sudah menikah
Bukan lagi anak kecil
Bahkan kini tanggung jawab yang sejati untuk keluargamu sudah kau emban
Aku ingat pernah memukulmu dan kamu tahu aku sangat menyesal, amat sangat menyesal
Maafkan aku adik bungsu yang tak punya nyali berterus terang
Tak jarang kupaksa kamu untuk ini dan itu
Semua hanya karena aku amat takut kamu akan salah jalan
Karena jika itu terjadi,
aku tak bisa memaafkan diriku
Doaku untukmu adikku, kiranya hatimu terus tulus dan diberkati. Kasihmu yang besar biarlah semakin besar

Kalianlah cinta pertama dan terhebat di hidupku
Betapa beruntungnya memiliki kalian di hidupku
Tuhan terima kasih untuk mereka semua

Rose Tamb

Depok, 16 November 2018

#30dwc

#30dwcjilid15

#pejuang390dwc

#day27

Bawakanku Rasamu

Setiap sudut bumi kutinggalkan jejak
Berharap kamu menemukannya
Gelombang jiwa tiada mereda  bergejolak
Walau hanya bayangan yang seolah nyata
Memaksaku memakukan diri hingga akhir babak
Demi satu tulang rusuk yang hilang entah kemana

Tak kudamba dirimu seperti Raisa atau Isyana yang banyak digilai
Cukup dia yang mendatangiku dalam mimpi
Menghangatkan relung jiwa sampai kumati
Sekalipun diri tak seelok candi

Merayu angin agar membawamu kemari
Ia menyerah tak berani
Dibawanya serta aromamu yang wangi
Agar niat tetap kukuh, suci membungai hati

Percaya, ku tetap di sini
Sambil membenahi diri untukmu kasih
Memantaskan diri bersanding dengan putri
Tanpa sisa masa lalu atau bidadari
Jika kau di sana , diamlah menanti
Kaki berkejar-kejaran hendak menghampiri

Mengirimmu padaku adalah hal terindah
Kelak kita bersama mendayung perahu dengan satu arah

Denganku sebagai nahkoda
Memeluk keturunan kita dengan cinta

Kupercaya waktu akan bekerja sama
Membisikkan jeritan sukma agar segera bersama

Menikmati ikatan batin tanpa siksa

Yang menjadi indah pada masanya

 

 

#30dwc

#30dwcjilid15

#pejuang30dwc

#squad 2

#day26

Lambaian Andai

Andai saja…
Betapa nikmatnya bisa berandai-andai
Memilikimu sekali lagi
Kini hanya sebatas ‘andaikan’

Menjelma menjadi angin
Tentu saja membuatku bebas menyentuh tubuhmu
Bahkan melumat bibirmu yang merona

Kadang aku datang sebagai badai kala gusar
Semilir sepoi menyeka wajahmu di lain waktu
Bisa juga kuajak temanku hujan, petir dan kilat bila Kamu bersamanya
Lalu buliran beningmu rontok

Ronde berikutnya aku sendirian membalut jasmanimu
Membisikkan alunan alam
Kamu tertawa kecil kegelian
Kutambah sedikit irama lagu kesukaan kita
Wah, ternyata kamu masih ingat

Lalu dia pun datang membuyarkan kesenangan ini
Ingin kuajak lagi para kawanan lama
Tapi daya tiba-tiba binasa
Renyah suara tawamu
Corak wajahmu yang seketika berjingkrak
Tak memberiku lagi rongga
Aku disejajarkan dengan imajiner

Kuputuskan berlalu
Berhembus ke segala penjuru
Kutabrak gunung, kuamuk laut, kuserbu daratan semua terdiam

Apa perlu kusewa gacoan?
Agar kamu kembali padaku?

Sekali lagi kuremas sintal tubuhmu sambil mematikan radar aroma nafasmu
Dan kuberi lambaian terakhir

Angin maafkan ku pun beranjak

#30dwc

#pejuang30dwc

#30dwcjilid15

#squad2

#day25