Di Mana? (3)

Pelayat datang dan pergi, diiringi alunan ayat-ayat suci. Duka yang dalam bagi Firman dan Anita datang begitu saja hanya dalam hitungan jam sosok ibu pun harus menyusul ayah mereka yang lebih dulu meninggal.

Iringan pertanyaan berderet di benak si anak sulung. Merasa ada yang aneh dengan kematiannya ibu ya. Mengingat selama ini tidak ada riwayat sakit parah. Satu per Satu barang milik ibunya diperiksa dengan seksama. Ia yakin akan mendapat petunjuk. ‘Sial…’ umpatnya dalam hatu. Tak ada petunjuk apa pun. Ke dapur, kamar mandi kembali bak detektif memeriksa dengan teliti setiap barang yang ada.

Di ruang tamu nenek masih betah memandangi foto-foto lama. Mengingatkannya akan kenangan lama tentang mendiang putrinya. Sementara Anita, berbaring dengan mata terpejam di kamarnya. Beberapa hari waktu tidurnya memang terpotong banyak. Firman memandangi seisi rumah terasa sangat kosong dan hampa. Setiap sudut menyimpan kenangan demgan ibu.

“Man..?!” suara nenek memanggil “Coba ke sini deh.” mengangkat wajah kepada cucunya yantgsedang terbengong.

“Iya nek…” sahut Firman menghampiri neneknya.

(Bersambung)

#day15 #squad10

Advertisements

Published by

rosegevari

Menulis apa aja yang pengen ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s