Superman Bersandal Merah

Dengan cepat kaki mungil itu menghampiriku, masih dengan kesadaran seadanya, kedua bola matanya masih enggan untuk dibuka lebar-lebar. “Ma baju superman ma…” rengekannya yang khas yang tak asing meminta baju superman miliknya. Saya menoleh ke sisi lain dimana saya duduk ternyata baju superman ada di jemuran yang kemungkinan terlihat olehnya dari kamar tidur dan langsung tanpa basa basi minta untuk dipakai detik ini juga. Stelan baju dan celana superman yang beberapa bulan ini begitu ia gilai. Baju ini diberi oleh nantulangnya di Dumai sudah lama saat Geva kira-kira berusia setahun.

Kapan tepatnya ia mulai menggilai baju ini saya lupa. Tapi kisah ini begitu menggetarkan hatiku. Ia ingin setiap saaat memakai baju superman ini. Sulit sekali baginya melepas kalau sudah menempel di badan. Tentu dengan bujuk rayu kelas internasional harus saya kerahkan agar ia mau. Kalau mau tidur saya bilang ganti baju yang berlengan panjang dan celana panjang biar nanti tidak kedinginan tapi kecintaannya pada baju superman membuat ia tak mau menanggalkan. “Besok boleh ko pake lagi.” dan tanpa lelah saya membujuknya ia pun mau. Bangun pagi langsung ditagih tapi kan si baju belum kering atau belum dicuci, kembali saya mengeluarkan trik “Nanti pulang sekolah boleh pakai lagi, sekarang pakai yang ini dulu (pakaian ke sekolah)” sambil terus merengek namun menuruti. Pulang sekolah syukur-syukur si baju sudah kering bisa langsung pakai sebab sepanjang jalan di sekolah sudah dia bilang nanti pakai baju apa Ma? “baju superman” di sekolah juga masih disebut, “nanti di rumah pake baju apa ma?” , “baju superman”. Kalau jam sekolah sudah berakhir ia ingin segera pulang.”Ma pulang, mau pake baju apa Maaa?” “baju superman”. Tiba di rumah ternyata masih basah. Bola matanya mulai menunjukkan rasa kekecewaan yang dalam seolah ada penghianatan diantara kesepakatan kami. Ia akan menahan airmata sekuat tenaga. Tak jarang tangisnya pecah karena harus menunda memakai baju superman. Ia akan menunggui sang baju di jemuran, diambil, dipegangin, dijemur lagi, sebentar lagi diambil, dipegang apakah cukup kering lalu dijemur kembali. Kerap juga ia memaksa tetap ingin mengenakan sekalipun masih basah. Hasrtanya yang kuat kadang sulit saya bendung. Terkadang saya setrika sampai kering, dan ia akan kegirangan dengan wajah dan tawa yang renyah. Itulah adalah desiran arus kebahagiaan bagi saya. Karena ia lihat pernah saya setrika secara ajaib menjadi kering dan langsung bisa dipakai, jadilah ia pun menjadikan ini senjata agar bisa dipakai segera saat masih basah. Tapi kan tidak semua kondisi cara ini berhasil kalau masih plek baru dicuci airnya masih menetes dengan kecepatan tinggi tentu saja tak mungkin ini berhasil. Maka jurus bujukan harus extra dikeluarkan. Pakai saja dulu ini itu, nanti, ayo kita beli es krim, lihat video anu bla bla bla… Oh baju superman walau kini sudah kekecilan di badannya namun tetap saja membawa pesona bagi anakku. Seolah-olah saat mengenakan baju itu ada kekuatan baru yang muncul menjadi super hero. Tak bisa menggambarkan kegembiraannya setiap kali ia memakai baju superman. Tak akan cukup sejuta lagu menceritakan kebahagiaannya. Entah sampai kapan baju superman ini akan menggairahkan anakku.

Adegan-adegan di luar dugaan sering terjadi jika ia sudah sangat suka sesuatu. Berkaitan dengan baju si superman ini sering sekali ia tidak mau disuruh mandi. Karena itu berarti ia harus melepas baju superman dan memakai baju yang lain. Di beberapa kesempatan pun ia kekeh ingin tetap memakai baju itu sekalipun masih belum kering tanpa disetrika. Yang paling tragis dari semuanya itu adalah saat mau ke sekolah dia tidak mau ganti baju. Tepat dilihat dijemuran si baju sontak dia tunjuk dan teriak “baju Geva”. Saya ambil sembari saya jelaskan belum bisa dipakai karena masih basah secara habis dicuci coy, tapi ia tidak terima, saya paksa pun tetap tidak mau. Akhirnya ia tetap memakai baju itu dalam keadaan basah hingga kering di badan.

Masih dengan baju yang sama mandi sebelum berangkat sekolah, tapi tetap ingin memakai baju itu. Jadilah ia mandi tapi tetap mau mengenakan baju yang sudah ia pakai tidur semalaman. Di sekolah dikira ia belum mandi. Astaga nak…

Nah kejadian ini lebih kompleks lagi ia sama sekali tidak mau mengganti baju, apalagi mandi. Jadilah kami ke sekolah tanpa mandi tanpa ganti baju. Woww…. kemon men itu soal baju superman. Begitu obsesinya dia dengan si baju yang kini sudah kekecilan. Akhirnya saya berkali kali harus langsung mencucinya begitu selesai dia pakai supaya cepat kering dan bisa dipakai lagi.

Kejadian yang cukup menggelikan saya kira. Ia punya dua celana yang sama, tersebutlah celana superman 1 dan celana superman 2. Jika yang satu kotor atau basah ia akan bertanya celana superman 1 mana ma? itu atinya ia sedang mengindetifikasi celana yang mana yang sedang ia pakai?

 “Celana superman 1 mana ma?”, saya akan mulai mengamati celana yang ia gunakan. Jika saya jawab dipakai geva, maka tahap selanjutnya adalah,

“mana celana superman 2 ma?”.

“di lemari” itu artinya celana superman 2 dalam kondisi baik dan layak pakai.

“mama ambil celana superman 2” seraya melepas si celana superman 1 yang sedang dikenakan. saya mengambil dan ia pun mulai menyerukan ganti celana superman 1. Namun apabila kondisi si celana superman 2 sedang tidak dilemari, misalnya di jemuran atau di tempat baju kotor maka selagi masih dipakai harus diambil. Kalau tidak bisa dipakai misalnya sangat basah maka lebih baik memakai celana superman 1 yang mungkin hanya basah sedikit. Intinya harus memakai celana superman.

Ini lain lagi. Ia akan bertanya dimana keberaaan celana superman yang lain selain yang sedang ia pakai. Bila di lemari atau sudah kering, maka ia akan meminta dengan wajah lebih gembira. Luar biasa bahagianya dia sebab kedua celana kesayangannya sedang dalam kondisi siap pakai. Hal ini jarang terjadi. Apa yang dia lakukan? Sangat di luar dugaan.

“Mana celana superman 1 ma?”

“Di lemari.”

“Celana superman 2?”

“Dipake Geva.”

Ia pun berlalu dengan membawa serta rona bahagia di wajahnya. Eitsss.. jangan salah. Jangan senang dulu. Tak lama kemudian ia kembali dan minta supaya celana superman 2 yang sedang dikenanakan diganti. “Ma, ganti celana superman 2. Pake celana supeman 1.”

Saat ditanya kenapa diganti apa basah atau kotor. Rasanya tidak ia sedang tidak bermain kotor atau memegang sesuatu yang mengakibatkan kotor atau basah atau ngompol? Semua saya periksa tidak ada yang salah dengan celananya. Okelah saya ganti dengan celana superman 1. Lalu ia pun berlalu kembali tenggelam dengan kesibukannya. Tak lama kemudian ia datang lagi mau pipis katanya. Baik, saya antar dia pipis tapi ada permintaanya “ma ganti celana superman 1, pakai celana superman 2.”

 “Kenapa?” saya bilang “yang ini masih bersih masih bisa dipakai”, tapi ia tidak mau. Hal itu berulang terus sampai salah satu celana benar-beanr basah atau kotor dan tak bisa dipakai lagi. Ternyata oh teryata ia mau supaya kedua celana tepakai olehnya. Karena tidak mungkin memakai celana sekaligus 2 maka dipakailah secara bergantian. wowww…

Yang ini beda lagi, kalau sedang mengenakan baju superman atau celana superman maka pasangannya harus superman juga. Jadi waktu itu malam mau tidur saya suruh dia ganti baju pakai baju tidur. Eh tidak mau dan ngotot harus pakai baju superman. Jadi pikir saya nanti saja saya ganti pas dia tidur. Setelah dia terlelap saya pun mengganti celananya saja dengan celana panjang. Ia pun tertidur dan secara ajaib tak lama kemudian ia terbangun mengamati pakaian yang ia kenakan seolah-olah memastikan bahwa pakaian supermannya masih komplit. Saat dia lihat celananya beda langsung ia minta ganti bajunya “ma… baju apa ma…?” itu artinya saya harus menyebut satu baju yang bukan superman karena celanan yang dikenakan bukan celana superman. Misalnya baju bintik-bintik. Ia pun akan mengulang tanda setuju. Dan masih banyak lagi kenangan baju superman yang kelak akan kurindukan.

Bagaimana dengan sandal berwarna merah? Ini adalah sandal bergambar pokemon Pikachu tak ada yang istimewa. Saya membelinya sudah lama lupa tepatnya kapan dari nantulang mama Tiara. Sebelumnya ia tak pernah memakai sandal dengan model seperti itu. Rada ragu juga waktu membelinya. Tapi saya coba saja siapa tahu dia mau. Dipakaikan ke kakinya dia tidak mau merasa aneh dengan model sandal ini sebab belum pernah. Akhirnya jadilah si sandal nangkrak di rumah beberapa bulan. Saya sodorkan kembali tapi belum mau. Jeda beberapa waktu kembali saya sodorkan kali ini dengan pujian yang lebih dahsyat. ‘Wah sandalnya bagus ya, warna red. Sandal baru Pa, bagus kan pa. Coba pakai bang pasti bagus’. Akhirnya ia pun mau tapi tidak bertahan lama. Lumayan ada kemajuan. makin lama durasi bertambah dan terus membaik hingga sekarang tak mau lepas dari sandal merah, hingga jelek banget. kemana-mana maunya pakai sandal merah. hohoho…. jangan gini juga kali. Kemana pun ia harus memakai si sandal merah. Coba tawarkan sandal biru atau hijau yang terjadi adalah suara tangisnya meledak. Okelah…. tapi hebatnya kalau sekolah minggu ia mau memakai sepatu walau pun setelah tawar menawar dengan sandal red. Pernah juga sekalinya ia ke sekolah minggu mengeluarkan kengototannya tetap memakai sandal merah. Hmm… daripada memperpanjang debat tiada ujung ini saya izinkan dia dengan sandal merah tapi dengan satu syarat harus mengenakan kaos kaki biar menyamarkan sandalnya itu. 🙂

Kostum yang paling sempurna menurut si bocah kami. Superman bersendal merah.

Perfecto….

(Fin:rs/14616)

IMG_0039
promo sate
kaki
dengan sandal merah yang sudah usang
IMG_0026
full costume, superman bersandal merah
Advertisements

Geva Belajar Berenang

Ini Geva berenang sama Papa. Biasanya berenang cuma di ember. Tapi hari itu kami membawa ke kolam renang. Sudah lama sebenarnya tapi karena faktor cuaca tertunda lagi lagi. Hari ini udah niat kalau hujan ya pulang. Tapi bertepatan tidak hujan jadilah eksekusi berenangnya.

Awalnya Geva benar benar takut dan tidak mau oleh Papanya digendong pelan-pelan. Akhirnya Geva mau dan kegirangan.. Beberapa kali lagi pake neck ring abis itu pake yang ditangan.

Geva berenang
Geva memberanikan diri