Review Buku: Tanjung Luka

Review Buku
By: Rose Tam

Judul Buku: Tanjung Luka
Penulis: Benny Arnas
Penebit: PT Gramedia Pustaka Utama
289 hlm; 13.5 cm x 20 cm

Kau berjanji aka membantuku, Mae?” Tanjungluka menatap Mae, ia memohon. “Kau berjanji akan membantuku dan juga ayahku?”
Maesaroh mengangguk pelan seraya memejamkan matanya sekejap.
= = = = =
Ia benar, Mae membantu Tanjungluka dengan segala upaya. Tapi apa yang terjadi akhirnya pada Mae?
Tanjungluka nama seorang laki-laki kira-kira berumur 18-19 tahun atau setara kelas 3 SMA. Bertempat di Lubuklinggau Sumatera Selatan.

Kelahirannya yang tak biasa dianggap sebagai kutukan sehingga keluarga mereka—ayah, Barkumkum dan ibu Markonet—tak pernah lepas dari kesusahan.
Kematian Mami Berong di bedeng kontrakan mereka menyeret Barkukmkum jadi tersangka utama. Sidik jarinya ditemukan di linggis yang digunakan untuk membunuh mucikari itu. Markonet yang sudah diusir Barkumkum ternyata di tempat kejadian juga Karimah, seorang nenek lanjut usia tetangga mereka. Hanya saja Tanjungluka tidak percaya kalau ayahnya yang seorang garin mesjid membunuh mucikari itu.
Perubahan Barkumkum yang menjadi ‘gila’ mendorong Luka dengan segala menyembuhkan dan membebaskan ayahnya dari segala tuduhan. Di RSJ di mana Barkum dirawat ia bertemu Maesaroh yang bekerja di bagian dapur. Api asmara mulai timbul sehingga Luka tidak segan membagi kisah hidupnya dengan Mae yang membantunya melarikan ayahnya ke kampung halamannya di Binjai.
Di Binjai mereka dikejutkan karena Karimah ternyata nenek Mae. Lalu kejutan lain bertubi-tubi mencapai telinga Luka. Ia membiarkan itu terkubur tapi waktu berpendar mengulik Luka untuk mengetahui sebenarnya soal Mami Berong.

Tengah malam mungkin didorong oleh rasa sayang kepada ayahnya, sesuatu yang mengerikan akhirnya dilakukan Luka, tanpa sepengetahuannya juga ternyata dilakukan ayahnya kepada Mae.

Ke Tabarenah mereka pergi tapi kobaran emosi ayah dan anak itu di perjalanan mereka membunuh Matnuk supir travel sekaligus mantan napi teman Barkumkum di penjara.

Markonet, Barkumkum, Tanjungluka bertemu dalam emosi yang meluap. Luka yang polos dikejutkan lagi dengan hal yang lebih mengerikan soal ibu dan ayahnya. Bukan hanya itu, ia bahkan berubah seperti yang dilakukan orangtuanya. Kekacauan yang berlapis-lapis seakan mengamini kutuk yang sering digemborkan warga.

Kalau ibunya ternyata bisa menjadi….

Dan yang membunuh Mami Berong ternyata adalah…

Ayahnya, ibunya. Luka telah menghabiskan pikiran, tenaga, ketenangan, kedamaiannya selama ini untuk sesuatu yang tak pantas diperjuangkan.

Mungkin satu-satunya yang ia sangat sayangkan adalah kematian Maesaroh yang terpaksa dilakukan ayahnya demi Luka.

Dihadirkan dengan khas daerah yang sangat sederhana. Alurnya menawan. Penulis benar-benar memanjakan pembaca dengan memberi kejutan yang tak henti-hentinya. Halaman-demi halaman selalu menahan dan memaksamu membalikkan ke halaman berikutnya.

Namanya Tanjungluka tapi ko judulnya Tanjung Luka?

Bagiku buku ini epic. Jenius!

Terima kasih Bang Benny

Depok, 19 September 2020

#reviewbuku

#clubbuku

#tanjungluka

#clubbaca

#1minggu1buku

#rosetam

#bennyarnas

#rosetamb

#booktagram

SUTI

Review Buku

By: Rose Tam

Judul Buku: Suti

Penulis: Sapardi Djoko Damono

Penebit: PT Kompas Media Nusantara

192 hlm; 13 cm x 19 cm

Judulnya Suti, tapi menurutku isinya lebih dominan bukan pada Suti.

Gadis desa yang tidak tahu siapa ayahnya adalah pendatang di desa Tungkal, Solo. Usianya masih belia tapi sudah menikah dengan seorang duda yang umurnya hampir sama dengan ibunya. Yang pada akhirnya hanya menginginkan ibunya.

Keluarga Pak Sastro baru datang dan rumahnya dekat makam Mbah Pamin, salah satu makam keramat. Punya dua anak laki-laki Kunto dan Dewo. Mereka dari keluarga priyayi Bu Sastro disegani di kampung.
  

Suti akhirnya bekerja di rumah Bu Sastro segera menjadi idola dan dianggap anak sendiri. Wanita itu benar-benar seorang priyayi. Suti juga segera menjadikan Bu Sastro sebagai panutan.  

Kunto terkadang membawa Suti ke bioskop, ke perpustakaan atau sekedar nongkrong dengan teman. Kunto sepertinya jatuh hati pada Suti, demikian juga Suti. Tapi dengan status Suti yang masih bersuami tidak mudah bagi Kunto juga Suti. Ia memperkenalkan Suti sebagai adik. Seperti juga ibu dan bapaknya.

Kejadian yang diprediksi pun terjadi, Suti umur 19 tahun jangan bilang tidak tahu birahi, seminggu berdua dengan Pak Sastro di rumah saat dipukuli jiwa wanitanya meraung-raung ingin merasakan dipathil oleh lawan jenis.

Tak lama setelah kembali dari Jakarta, Suti dan ibunya menghilang, tak ada yang tahu kemana mereka pergi.


Dua tahun, setelah Pak Sastro meniggal, Kunto menikah dengan saudara jauh di Surabaya. Suti kembali.

Bu Sastro merasa Kunto tidak tertarik dengan perempuan, sehingga ia memilih Suti untuk menarik memunculkan rasa itu pada Kunto. Bu Sastro pun tahu kelakukan suaminya yang suka main perempuan, dengan sengaja ia menempatkan Suti di rumah berdua dengan suaminya, agar rahim Suti dibuahi. Dan benar, Suti melahirkan anak peremapuan, seperti yang pernah dijanjikan Pak Sastro kalau ia akan memberikan anak perempuan baginya. Meski itu dengan Suti.

Itu makanya mengapa menurutku seakan sebagian besar kisah Suti di buku ini diotaki oleh Bu Sastro.

Halaman 42 disebut, Adik Kunto masih duduk di kelas tiga SMP. Bla bla bla. Dewo nama anak ini.
tapi menjelang akhir buku dua kali setidaknya disebut “Bungsu” yang mengacu pada “Kunto”. Salah satunya halaman 169, coba baca ulang apa iya gagal paham, ternyata tidak. Lalu di halaman 178, kembali menyebut Dewo si bontot. Membingungkan ya…

Tapi gereget tokoh Suti membuta pembaca penasaran.

Depok, 13 September 2020

#reviewbuku

#suti

#clubbuku

#clubbaca

#1minggu1buku

#rosetam

#sapardidjokodamono

Ensiklopedia Pintar Bumi Kita

Review Buku

By: Rose Tam

Judul Buku: Ensiklopedia Pintar Bumi Kita

Judul Asli: MON PREMIER LAROUSSE DE NOTRE PLANETE

Penulis: Pascal Chauvel

Penebit: PT. Bhuana Ilmu Populer

Dilihat dari sampulnya pasti buku untuk anak-anak. Dan memang begitu. Ini buku anak saya. Piss…

Di sini dihadirkan kondisi bumi secara umum dan isinya. Sekalipun orang dewasa pasti akan tertarik membaca buku ini. Menghadirkan informasi menarik, sederhana dan pengetahuan akan bumi terutama.

Bagaimana terjadi bumi dan tata surya berdasarkan teori Big Bang, gambaran singkat akan peradaban manusia purba hingga menjadi sekarang, perkembangan binatang-binatang, keadaan di berbagai belahan bumi.

Salah satu yang menarik adalah pemaparan tentang iklim, seakan itu sesuatu hal baru. Apa jangan-jangan waktu pelajaran iklim zaman sekolah aku ngantuk ya atau absen? Salah dua menarik lainnya dalah halaman “PENCETAK REKOR” rekor-rekor tentang gunung, berlian terberat, perbandingan suhu dan sebagainya.

Di akhir disajikan bahwa bumi makin panas dan harus dan sebaiknya apa yang harus dilakukan untuk menjaga bumi.

Awalnya saya prediksi akan dibaca paling dua hari, paling lama tiga hari, lalu saya siapkan buku lainnya. Ternyata salah, sekalipun tulisannya hanya sedikit tapi lustrasi setiap halaman begitu menggoda. Saya terpana melihat satu per satu gambar yang ada. Seakan setiap goresan kuas dan penemuan warna berbicara. Saya bukan pengagum lukisan, tapi kali ini saya betah berlama-lama memandangi gambarnya. Karena semua gambar di dalam buku adalah karya lukisan dari beberapa orang. Entah magis apa yang ada di sana hingga mampu menarikku ke dalam setiap gambarnya, bukan hanya menarik tapi mataku tertahan lama enggan beranjak.

Depok, 30 Agustus 2020

Go Set A Watcman

Seseorang mungkin saja mendidih dalam hatinya, tapi dia tahu bahwa jawaban lemah lembut akan lebih berguna daripada kemurkaan. -Harper Lee, Go Set A Watchman-

***********************

Review buku

Oleh: Rose Tam

Judul buku     : Go Set A Watcman

Penulis           : Harper Lee

Alih bahasa   : Berliani Mantili Nugrahani &Esti Budihabsari

Penerbit        : Qanita

Halaman       : 288 halaman, 20.5 cm

Termasuk buku terbaik bahkan menurut data mengalahkan Harry Potter.

Berisi tentag rasisme di Amerika antara kulit putih dan kulit hitam di awal abad 19. Kebingungan saat membaca karena penyebutan tokoh dengan nama berbeda padahal sama yaitu Henry dan Hank. Tokoh utama Jean Louise dari keluarga terpandang Finch di Maycomb County di Alabama. Dikisahkan ia kembali dari New York berusia 26 tahun.

Tidak terlalu greget, setengah bagian ketertarikan untuk membaca sama sekali kurang. Mungkin karena isu yang diangkat rasisme jadi lebih mengarah ke sejarah.

Menjelang akhir buku mulai timbul konflik. Jean dengan ideliasnya menganut bahwa kulit hitam berhak setara dengan kulit putih. Ia yakin seluruh keluarganya pun demikian karena dari sejak umur dua tahun ayahnya mengajarkan mereka demikian.

Namun saat sang ayah ternyata tidak seperti yang dia pikirkan, menyetujui kalau kulit hitam tidak boleh dan tidak akan pernah setara dengan kulit putih. Ia bahkan menemukan Henry/Hank yang sudah ada dalam rencananya untuk menikahi pria pekerja keras itu, sangat munafik. Melakukan apapun yang tidak sesuai hati nurani demi penerimaan warga padanya yang dijuluki ‘sampah Maycomb’.

Jean mengunjungi Calpurnia. Wanita kulit hitam yang bekerja di ruman Jean sejak ia berumur dua tahun yang mengajarkan Jean banyak hal apalagi setelah ibunya meninggal saat umurnya baru dua tahun. Namun di luar dugaan Calpurnia merasa tidak senang dengan kedatangan Jean apalagi saat itu anaknya terlibat tabrakan dengan kulit putih dan terancam hukuman berat.

Jean merasa asing di kota kelahirannya sendiri dan ingin pergi, semua orang seolah berubah total. Penjelasan lugas dari Dr. Finch sedikit melegakannya, dan akhirnya berbaikan dengan Atticus setelah memarahinya.Tapi untuk Hank sepertinya ia tak lagi.

Karena manusia lahir dengan warna kulit bukan kemauan siapapun. Itu adalah kehendak Tuhan.

Mengapa buku ini terasa membosankan? Mungkin juga karena tidak terlalu paham rasisme atau tidak merasakannya. Kedua, bisa juga bahasa terjemahannya yang kurang lentur. Tapi mengapa ia masuk best seller? Bisa jadi pesannya, ada lho orang yang memegang teguh prinsip hidupnya sekalipun pada akhirnya ia berdiri sendiri.

Mungkin membaca versi asli akan memberi sudut pandang yang berbeda. Bisa dicoba.

Depok, 23 Agustus 2020

#clubbuku

#clubbaca

#1minggu1buku

#rosetam

#reviewbuku

#harperlee

#gosetawatchman

#harperleebooks

SELINGKUH

Review Buku
Oleh: Rose Tam

Judul: Selingkuh
Judul asli: ADULTERIO
Penulis:
Alih bahasa: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 320 halaman, 20 cm

Disajikan dengan Linda sebagai tokoh utama sebagai “aku”. Mungkin akan beberapa bagian yang terkesan rumit tapi tetap memberi sensasi tersendiri. Gambaran khususnya wanita kebanyakan tidak selalu seperti yang tampak. Ada lobang hitam dalam hati namun wanita lihai menutupinya dan bertahan dalam kesakitan. Rangkaian waktu mungkin akan mengoyakkan semuanya.

Linda, usia pertengahan tiga puluhan. Usia pernikahan sepuluh tahun. Ia memilki segalanya yang diidamkan wanita pada umumnya. Suami kaya dan menyanginya, dua orang anak yang sangat dia sayangi, pekerjaan yang disukainya. Kesehariannya terasa begitu monoton. Bangun pagi, mempersiapkan anak-anak sekolah, bekerja, kembali ke rumah.

Sesuatu dalam dirinya seakan berontak. Menginginkan yang lebih menantang, tidak menjemukan, dan membangkitkan gairah hidupnya.

Pemilihan dewan di depan mata. Sebagai salah satu jurnalis andalan di kantornya Linda ditugaskan untuk mewawancarai Jacob Konig salah satu calon kuat yang ternyata mantan pacarnya semasa remaja. Jacob telah menikah namun belum memiliki anak. Istrinya dari keluarga kaya dan seorang profesor.

Hentakan yang terpecah-pecah dalam diri Linda meronta. Dimulailah. Ia pun memikirkan Jacob hari demi hari, membayangkan kenikmatan yang menjalan di sekujur tubuhnya. Ada rasa bersalah tapi setidaknya itu menambah indeks kebehagiaannya yang bahkan ini pun disadari oleh keluarganya termasuk suami.

Semakin lama mereka semakin mahir dan keliaran imajinasi di antara dua manusia dewasa dengan jenis kelamin berbeda terus membara. Linda bahkan semakin cakap memyembunyikan dari suaminya dengan berperilaku tenang. Lida menemukan lagi dirinyanyang telah lama terpendam oleh karirs, keluarga, suami bahkan anak-anak.

Makan malam Linda-suaminya, Jacob-Marie seusai menghadiri pesta memberi rasa canggung bagi mereka berdua. Marie melontarkan kalimat tentang cemburu membuat Linda panas dan beranggapan semua kalmat itu ditujukan padanya. Tanpa sadar ia membuka suara mengaku telah berselingkuh dengan suaminya. Semenatar Marie sama sekali tidak menyindir Linda.
Putus asa dan hampir mati karena kekalutan pikirannya. Merasa akan kehilangan segalanya dan hidupnya berantakan.

Di luar dugaan suaminya tidak tidak mengusir malah mengajaknya bepergian hanya berdua saja. Terbang dengan pralayang tidak ada dalam daftar keinginanya di muka bumi namun ia jabanin demi  suaminya. Terbang membuka pintu pada dirinya, di antara keheningan semesta yang maha luas dan dia tidak ada apa-apanya.
Pada akhirnya Linda menemukan hidup hanya sesederhana mencintai. Jacob dan Marie yang ada dalam petualangan terlarang Linda telah membawa dirinya kembali pada cintanya. Karena pada akhirnya hanya cinta yang tidak akan lenyap. (Fin:rs/15820)

Depok, 15 Agustus 2020

#clubbuku
#clubbaca
#1minggu1buku
#rosetam
#reviewbuku
#paulocoelho
#adulterio
#paulocoelhobooks

The Duke and the Lady in Red

Review Buku
Judul : The Duke and the Lady in Red
Penulis: Lorraine Heath
Penerbit: Elex Media Komputido

Seorang perempuan lajang dari kalangan rakyat jelata bernama Rose, melarikan diri dari ayahnya dan membawa sang adik –Harry dengan kelainan daging tumbuh di mana-mana yang membuatnya tampak seperti monster. Rose mengajak serta Merrick dan Sally, istrinya sepasang manusia paling kerdil di dunia, dan seorang lagi Joseph yang bertubuh sangat tinggi.
Sebagai inisiator pelarian ini, Rose bertanggung jawab menghidupi mereka semua. Terutama Harry. Pria itu sangat dicintai Rose lebih dari apapun.
Dalam mendapatkan uang Rose menipu orang-orang kaya. Kali ini korbannya adalah Duke Avendale. Seorang bangsawan dengan kekayaan yang tak perlu diragukan.
Pertemuan pertama mereka telah membuat Avendale jatuh hati dengan Rose. Dalam gaun balutan merah Rose berhasil menarik perhatiannya dan segera ingin memiliki Rose seutuhnya seperti yang ia lakukan pada setiap wanita yan g dilihatnya. Rose mengaku sebagai janda tapi sebenarnya ia adalah perawan.
Permainan dimulai, hingga Rose berhasil membawa uang lima ribu pounds dan berniat melarikan diri bersama dengan teman-temannya ke Skotlandia. Namun gerak itu terhenti karena tepat sebelum mereka beranglat tertangkap oleh Avendale. Terjadilah kesepakatan Rose akan tinggal bersama Sang Duke selama tujuh hari.

Banyak hal terjadi selama tujuh hari dan semakin membuat Avendale mencintai Rose begitu pun sebaliknya. Tapi Rose tidak berharap itu jadi kenyataan mengingat kasta mereka yang berbeda.

Satu per satu rahasia Rose terbuka terutama sola Harry yang selalu ia sembunyikan dari siapapun bukan malu tapi lebih pada takut orang akan memandang aneh pada Harry seperti perlakuan ayah mereka di masa lalu.
Avendale akhirnya mengetahui kondisi Harry, dan melihat bagaimana besarnya cinta Rose padanya sungguh membuat hati Avendale terenyuh. Ia pun membuat kesepakatan baru dengan Rose. Rose mau memberi kebahagiaan di sisa hidup Harry karena sepertinya hidupnya tak akan lama. Avendale setuju dengan syarat Rose mau tinggal dengannya selama yang diinginkan Avendale.

Satu per satu kejutan untuk Harry diberikan Duke. Hingga ia benar-benar merasa manusia seutuhnya dan “pria” seutuhnya. Dia sangat bahagia dan sangat menyukai Duke.

Menulis dan membaca adalah dua hal paling disukai Harry. Sedikit demi sedikit ia menulis kisah hidupnya dengan Rose bagaimana kakaknya itu telah mengalami hidup yang teramat berat. Kisah itu pin selesai dan Harry meninggal.

Detektif yang telah mengincar Rose akhirnya menemukannya dan menangkap Rose. Beberapa bangsawan telah melaporkannya dengan aduan penipuan. Ia akhirnya di penjara. Berharap hidupnya akan berakhir di sana dan Duke akan melupakannya atau meninggalkannya.

Tapi ia salah Sang Duke selama dua puluh tujuh hari mencari dan melunasi semua utang kepada orang yang pernah ditipu Rose. Alih-alih berlanjut ke sidang, Avendale membawanya pulang.

Rose awalnya merasa hidupnya kembali dan Avendale akan menerimanya ia bahkan bersedia jika pun hanya sebagai wanita simpanan.

Esok harinya, bahkan Rose masih belum bangun Duke membangunkan Rose kalau kereta sudah siap membawa mereka ke stasiun. Tiket untuk mereka sudah disiapkan ke Skotlandia. Keterkejutan hebat melanda Rose, ternyata ia tidak akan bisa hidup bersama Avendale.

Rose, Merrick, Sally dan Joseph duduk di dalam kereta dengan suasana sedih. Di hati Rose berkecamuk apa maksud Sang Duke. Akhirnya ia ingat itu semua karena kecintaan Duke untuknya, memberi Rose kebebasan persis seperti yang dia inginkan saat Avendale bertanya mau apa setelah Harry meninggal.
Rose tersadar kereta telah meninggalkan peron dan Avendale. Tanpa ragu ia ke pintu dan melompat dari kereta, berlari kembali ke Avendale.

Duke menerima Rose, megambilnya sebagai istri meski melanggar tradisi. Mereka bahkan menamai anak pertama dengan nama Harry.  Dari Rose, Duke mengerti cinta, keluarga, pengorbanan yang sebenarnya, yang selama ini hilang dalam hidupnya.


Depok, 8 Agustus 2020

#clubbuku
#clubbaca
#1minggu1buku
#rosetam
#reviewbuku
#lorraineheath
#thedukeandtheladyinred
#dukeavendale
#roselongmore

Review Buku The Five Anchestors

Sebenarnya masih nunggu yang keempat sama kelima. Tapi sepertinya terjemahan ke Bahasa Indonesia belum ada.

Biksu dari kuil Cangzhen di era 1640-an M China. Kuil Changzen terbakar bahkan mahaguru tewas. Tersisa 5 murid terbaik yaitu Fu si Macan, Malao si Ular, Seh si Ular, Hok si Bangau dan Long si Naga yang berusia masih sangat muda berkisar 11-16 tahun tapi kemampuan mereka luar biasa.

Salah satu saudara seperguruan mereka yang meningglakan kuil bernama Ying, ia mendendam pada Mahaguru. Menurut Ying semestinya ia menjadi naga namun mahaguru mendidiknya menjadi elang. Ia mengincar Naskah Naga milik Mahaguru. KArena dengan begitu Ying akan menjadi naga seutuhnya.
Demi mecapai tujuannya, Ying begabung bahkan berhasil menjadi Panglima kepercayaan kaisar. Dengan pasukan dari kaisar ia berhasil menghancurkan kuil Cangzhen termasuk seribu biksu.

Saat terjadi penyerangan mahaguru menyuruh murid tebaiknya berpencar, pada faktanya Fu, tidak tega meninggalakn guru seorang diri meghadapai Ying. Begitu juga Malao dan dan Hok.

Fu berhasil merebut Naskah Naga sebanyak epat gulungan. Membuatnya menjadi buronan.

Dalam pelariannya Fu, Seh maupun Malao bertemu dengan orang-orang yang namanya mirip seperti mereka. Nama hewan dalam bahasa Kanton.

Satu per satu terbuka kartu. Fu ternayta masih memiliki ayah, begitu juga Seh dan Malao. Bahkan Hok bertemu ddengan ibu kandungnya.

Pengalaman mereka bertemu dan akhirnya bersahabat dengan binatang sesuai nama mereka.

Ying masih mencari naskah naga tapi langkhnya terhambat dan a ditangkap Raja. Tonglong parajurit nomor satunya menjebaknya.

Kecurigaan semakian bercabang, siapa Tonglong, siapa Bing, siapa siapa-siapa …?

Menyajikan konflik yang berlapis dan tak tertebak. Alur maju mundur tidak menjadikannya ruwet. Bertualang bersama bocah-bocah gundul dalam balutan hubah oranye. Bagaimana kelanjutannya? Masih menanti.

Yang suka baca komik pasti suka buku ini. Bahasanya luar biasa.

Domba Oh Domba

Perumpamaan Gembala yang baik dan domba-domba selalu manis untuk dibaca. Kisah ini membuatku jatuh cinta baik yang di Mazmur maupun di Injil.

Tuhan sebagai Gembala yang baik dan manusia adalah domba-dombanya.

Pernah terpikir mengapa disebut domba? Sementara yang bisa dijadikan ternak ada banyak hewan. Seperti kambing, sapi, kuda, kelinci, ayam, bebek dan sebagainya.

Menggambarkan manusia sebagai domba sangat menarik. Pasti domba itu punya sesuatu yang beda dari yang lain. Entah itu baik atau buruk.

Postingan beberapa waktu yang lalu tentang domba yang hilang tidak tergambar secara spesifik seperti karakter domba. Yang pasti dia lemah.

Daging domba itu mahal ya, jarang lagi. Ada pas lebaran haji saja. Ga ada hubungannya. Pisss.

Pada dasarnya domba,

#Lemah. Domba itu hewan yang lemah, tidak bisa berlari cepat. Tidak ada pertahanan. Jika pemangsa datang ya sudahlah, selamat datang kematian. Itu sebabnya ia hanya bergantung pada gembalanya. Makanya ia juga jinak dan tidak berbahaya dan cenderung agak dungu.

#Cerdik. Domba memiliki perhatian dan peka terhadap suara. Maka ia hanya mengenali suara gembalanya. Yoh 10: 4-5

#Tangkas. Bisa melompat. Maz 114:4,6

#Berbulu. Bulu domba bisa menghangatkan. Ayub31:20

#Beranak banyak. Berkembang biak dengan cepat. Mzm 107:41; 144:13 ; Kid 4:2; Yeh 36:37

#Mudah terpengaruh. Berikut salah satu kisah yang saya kutip dari sabda.org:

Di dekat Desa Gevas di bagian timur Turki, saat para gembala sedang sarapan, salah satu domba mereka terjun dari tebing setinggi empat belas meter dan mati. Lalu, saat para gembala itu masih terpana, domba-domba lainnya ikut terjun. Seluruhnya ada 1.500 domba yang tanpa berpikir panjang menjatuhkan diri ke jurang. Untunglah 1.000 domba yang terjun belakangan selamat karena tertopang oleh tumpukan bulu domba dari domba-domba yang meloncat lebih dulu. Menurut The Washington Post, 450 domba mati.

Alkitab acap kali mengumpamakan manusia sebagai domba (Mazmur 100:3; Yesaya 53:6; Matius 9:36). Perhatian kita mudah teralih dan kita rawan terhadap pengaruh kelompok, sehingga kita lebih memilih mengikuti orang banyak daripada hikmat Sang Gembala.

Menjadi gembala yang baik bagi domba tidak mudah, ia harus telaten dan sabar. Merawat domba butuh tenaga lebih, karena sering nayasar dan terluka. Tapi domba itu peka terhadap kasih sayang.

2 Sam 12:3 Si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.

 

Gambaran domba tak dapat membela dirinya terhadap orang yang hendak mengguntingi bulunya (Yes 53:7), atau terhadap orang yg hendak membantainya (Yes 53:7; Kis 8:32; Mzm 44:23 dan Rm 8:36; Yer 12:3)

Yesuslah Gembala yang Baik.

Yoh 10: 11-14

11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Bahkan di dunia komersil ada perbedaan yang lumayan antara daging domba dan kambing. Kutipan dari kompas.com;

Daging domba mungkin tidak sepopuler daging kambing di Indonesia. Padahal, menurut Direktorat Gizi Departmen Kesehatan RI, daging domba memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada daging kambing per 100 gramnya.

Dalam setiap 100 gram daging domba terdapat 206 kalori, 17,1 gram protein, dan 14,8 gram lemak. Adapula 10 mg kalsium, 191 mg fosfor, 2,6 mg zat besi, 0,15 mg vitamin B1, serta 66,3 gram air.

Daging domba bertekstur lebih empuk dan baunya tidak begitu menyengat dibanding daging kambing. Biasanya diolah menjadi lamb chop, lamb shank, atau kebab. Namun, daging domba juga bisa menggantikan daging kambing dalam hidangan tradisional seperti sup, gulai, tongseng, dan sate.

Tapi tidak disebut, daging kambing bisa mengganti daging domba untuk hidangan.

Pada akhirnya,

Matius 25:32-33

32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,

33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

SASTRA | Floresa.co
Sumber: Floresa.co

 

(Fin:rs/27720)

 

NB:Tulisan diambil dari berbagai sumber. Tidak mutlak hanya penggambaran dan pemahan penulis.

Kapan Anak bisa Cebok Sendiri?

Sekali lagi setiap anak berbeda ya, tidak usah dipaksakan kalau target bisa-bisa saja tapi saat mau si anak mencapai titik tertentu pastikan terjadi dengan smooth dan happy.

Salah satu kasus “CEBOK”. Kapan anak bsia cebok sendiri? Kalau aku dulu umur empa- lima tahun yang bisa kuingat udah bisa sendiri.

Anakku Geva umur berapa? Umur enam tahun itu pun menjelang tujuh tahun. Tapi aku senang akhirnya dia bisa menemukan sendiri dan mau  sendiri.

Dia kalau pup aja mencium bau pupnya yang semerbak bisa muntah, gimana mau cebok? Tapi itu belum berakhir kan.

Beberapa tahap yang saya lalui akhirnya dia mau cebok sendiri:

1. SOUNDING

Setiap saya cebokin selalu ingatkan, “sebentar lagi udah harus cebok sendiri ya. Mama ga bisa terus menerus ada sama-sama Geva. Misalnya di sekolah, atau acara study tour dari sekolah atau dari tempat lain seperti ke bla bla.” Dia kan berpikir dalam hti membenarkan apa yang saya ucapkan.

2. SHOW

Setiap melakukan saya selalu kasi tahu step-steonya apa. Pertama ini. kedua ini, ketiga ini dan seterusnya.

3. TUJUAN

Ungkapkan mengapa harus CEBOK. Apa baiknya jika tidak dilakukan apa buruknya.

Berulang kali hari demi hari dan tenunya sabar.

Suatu hari Geva tiba-tiba bilang “Ma aku mau coba cebok sendiri.” Wah aku kaget setengah hidup, senangnya… Permaya melakukan ia merasa jijik minta ampun dan hampir muntah. Tidak apa-apa. Tapi aktivitas ini dia minta atas kemauan sendiri. Itu poinnya.

Lalu keesokan harinya apa dia langsung mau? Tidak juga dia mulai berdalih “gantian ya sama mama.” kondisi ini tidak bisa saya paksakan. Kembali ke 3 step tadi.

kemudian dia membagi tugas, Geva yang semprot, mama yang cebokin. Tapi kejadian berikutnya tidak serta merta kami bertukar tugas ya, tetap saja dia masih bagian yang semprot.

Entah angin apa dia minta lagi “Geva mau coba ma.” Tentu saja saya persilahkan. Pernah juga saat aktivitas ini saya menyemprot lalu ke tangannya tetesi sabun, eh mau juga meski di awal dia ga mau. Jadi sebenarnya dalam dirinya sudah ada keinginan dan sedikit saja desakan tertentu dapat membuatnya mau.

Sekarang dia udah sombong, “ma udah bisa sendiri.” Tiba-tiba udah nongol dalam keadaan bersih.

 

See! Menurut aku itu awesome. Menurut yang lain itu biasa, sok aja atuh…

Tiap anak berbeda, tiap orang tua berbeda. Temukan sendiri. (Fin:rs/7720)

Darah Uria (3:End)

Kegelapan malam terasa lebih mencekam di perkemahan prajurit Panglima Yoab, begitu berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Bau ketakutan mencuat dengan kuat ke udara di tengah-tengah kumpulan prajurit. Dalam kemah pimpinan, Panglima Yoab dan beberapa bawahannya sedang mengatur strategi terbaik untuk penyerangan kota Raba. Sementara para prajurit tiba-tiba tidak banyak bicara, tidak ada nyanyian kegembiraan, minuman memabukkan pun seakan terkunci rapat di gudang, makan hanya seadanya, kebanyakan lebih memilih diam, berbicara irit atau berbisik dan termenung.

“Mungkin aku akan mati. Sampaikan salam untuk istri dan anakku. Aku belum sempat mengatakan pada putra sulungku kalau aku sangat bangganya padanya….” Seorang prajurit membuka suara dengan pelan dan melambat, “mestinya aku memeluknya saat aku berangkat. Karena mungkin saja itu hari terakhir kami bertemu.” lanjutnya lagi. Yang lain mulai mengikuti seandainya mereka mati dan ada yang selamat untuk meneruskan amanat mereka.

Tak ada yang tersisa di perkemahan, hanya sisa-sia pembakaran tenda dan barang-barang dalam pantauan pemandangan. Kelompok penjaga perkemahan pun semua tewas, ada kepalanya dipenggal, tubuhnya terpotong, tergantung di tiang, terbakar, tertusuk pedang dan sebagainya. Semua yang bisa diambil, dijarah sampai habis-habisan. Pasukan yang terluka kembali ke perkemahan dengan hati miris. Mereka saling merawat yang terluka dengan peralatan seadanya. Setidaknya sedikit perbekalan yang tersimpan dalam tanah untuk jaga-jaga menyelamatkan banyak sekalipun beberapa harus mati. Mereka menelan kekalahan terhebat sepanjang sejarah. Perhitungan strategi Panglima Yoab benar-benar di luar jangkauan. Jumlah pasukan Raba tiba-tiba muncul dalam jumlah yang sangat besar menyapu bersih di medan perang dan menyerang perkemahan seperti hantu. Taburan air mata yang membanjiri seluruh area perkemahan amat sangat pahit dan tak terlupakan. Di sanalah Panglima Yoab mendapat cedera parah dan meninggalkan bekas sayatan pedang yang sangat besar di punggungnya. Segelintir yang selamat tak pernah bisa melupakan kenangan akibat kekalahan melawan Raba.

Dan kini genderang perang sudah ditabuh lebih banyak membangkitkan kengerian ketimbang keberanian. Namun sebagai seorang prajurit harus lebih menonjolkan sisi keberaniannya demi tanah air. Bergabung dalam satuan prajurit Raja Vadid adalah suatu kehormatan dan kebanggan untuk berjuang hingga akhir hayat. Tak terkecuali Uria yang rela meninggalakan istrinya Batsy meski baru menikah, ketika kemesraan masih di puncak tertinggi dalam, ketika birahinya sedang berkobar melebihi semburan letusan gunung berapi.

Fajar menyingsing disertai gerimis menemani persiapan pasukan dalam penyerangan. Mengasah pedang, tombak, lembing, merapikan anak panah, mengenakan baju zirah dari kaki hingga kepala, menyiapkan kereta perang, kuda, bahkan menulis wasiat, dan sebagainya. Kesibukan rutin jelang perang. Hanya saja kali ini mereka lakukan dalam bisu yang pekat dan menyengat.

Iringan-iringan pasukan kembali bergerak menuju pusat kota Raba. Beberapa berbincang ringan atau bernyanyi lagu perjuangan. Tertawa oleh lelucon konyol untuk menghibur hati, bertikai karena perbedaan pendapat tentang hal remeh-temeh, membuat tebak-tebakan hambar atau hal-hal lainnya untuk menghabiskan waktu dalam perjalanan yang masih beberapa jam lagi. Bukan hal mudah menempuh jarak dari perkemahan satu hari satu malam, fisik dan mental harus lebih kuat dari baja.

Pemandangan yang hampir tak pernah terlihat dengan jarak hanya empat jam dari kota Raba, seluruh rombongan prajurit berhenti, dan pimpinan berkumpul di satu titik tentu saja mendekat di mana Yoab berada. Seakan-akan dialah magnetnya dan bawahannya butiran besi. Panglima Yoab dan bawahannya mematangkan strategi lebih tepatnya memastikan karena ia membuat sedikit perubahan yang tentu saja menimbulkan sedikit perdebatan.

Masing-masing pemimpin pasukan seratus menyiapkan anggotanya berbaris, membawa senjata terbaik, bendera dan tentu saja memberi semangat. Pimpinan kelompok Uria berpidato lebih panjang, menjelaskan kalau mereka kali ini mendapat kehormatan ada di barisan paling depan. Sontak menimbulkan banyak tanya dan merasa janggal dengan perubahan yang begitu mendadak dan belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi tentu saja tidak seorang pun yang berani bertanya atau menolak.

Perjalanan dilanjutkan dan tak lagi mencoba mencari jawaban dari ketidakbiasaan yang terjadi. Kelompok kavaleri tingkat tiga di mana Uria berada tak luput dari obrolan. Apa kehabisan bahan pembicaraan sampai-sampai salah satu prajurit yang tidak jauh dari Uria membicarakan betapa hebat istrinya di ranjang, yang membuat si prajurit kewalahan. Obrolan khas ala pria itu melebar sampai kemana-mana, sampai pada kalimat, ‘Raja menjamu seorang prajurit’, dan mengirim pesan agar menyerang Raba’. Uria sangat tertarik, dan sepertinya orang yang mereka maksud itu adalah dirinya. Tapi ia harus memastikan perihal apa ini meski kuat instingnya mengatakan kalau ini berkaitan dengan dirinya. Ia mendekat, menanyakan lebih detail. Si prajurit tidak cukup mengenal Uria dan tidak tahu kalau orang yang dimaksud dalam desas-desus itu ada di sebelahnya. Ia mengaku memperoleh berita itu dari salah seorang teman di kelompok kavaleri satu. Setelah mendapat nama, Uria memacu kudanya menuju kelompok kavaleri satu. Ia menyisir setiap barisan dan akhirnya menemukan orang yang dimaksud. Istrinya bertugas mengantarkan susu ke istana dan mendapat berita itu dari pelayan lainnya. Uria mendapat cerita lebih lengkap dan benar itu adalah dirinya. Prajurit mabuk di dengan hadiah melimpah yang diperintah pulang ke istrinya tapi tidak pernah terjadi. Merasa hebat dan akan mendapat jabatan tinggi karena diperlakukan secara istimewa. Ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, raja

Susunan kelompok pajurit di medan perang khusus pada pasukan kavaleri tingkat tiga yang akan mengambil posisi di depan. Tingkat pertama dianggap paling kuat biasanya ada dibarisan depan bersama para pemanah, pemegang pedang, tombak dan lembing, dibagian tengah akan ada pasukan berkuda tingkat dua yang menyiapkan meriam atau tembakan api serta sebagian pasukan kereta yang membawa lata-alat, sisanya akan di barisan ketiga sebagai penjaga pimpinan pasukan. Uria yang ada di pasukan kavaleri tingkat tiga kena terhadap perubahan posisi yang dibuat oleh Yoab. Tidak ada bantahan hanya yang membantah semua harus siap.

Semua barisan pada posisi masing-masing. Teriakan perintah Panglima Yoab berkumandang memberi perintah. Uria merasa konyol dengan dirinya yang berharap akan naik jabatan, merasa istimewa dengan jamuan raja tapi hanya tipuan muslihat iblis keparat untuk menipu rakyat dari perbuatan bejat dengan Batsy istrinya. Kebencian dan geram beranak pinak dalam benaknya kepada raja dan maupun kepada Batsy. Raja yang telah ia agung-agungkan seumur hidupntya, yang ia banggakan dan sangat disanjung seluruh rakyat dikenal dan ditakuti banyak kerajaan lain tapi kali ini Uria merasa jijik dengan raja.

Perang pun pecah, pasukan Raja Vadid menyerang kota Raba, serangan demi serangan dilancarkan, pedang dihunus dan mencabut nayawa hujan panah satu sama lain juga saling berhadapan. Dentingan pedang ada di mana-mana. Korban berjatuhan sangat cepat tanpa kata pembuka. Kavaleri tingkat tiga yang berada di depan menjadi korabn pertama yang jatuh. Pun Uria terkena pedang, ia tersungkur ke tanah, tak lagi berdaya seperti hatinya yang tiba-tiba membeku. Matanya menangkap Yoab yang telah undur ke belakang dan memandangnya. Dulu Yoab berlari sekuat tenaga menghampiri Uria dan menyelamatkannya, tapi tidak untuk kali ini, panglima yang terkenal gagah berani itu menjauh dan sepertinya sedang menanti kematian Uria.

Ia telah berkomplot dengan raja agar membunuh Uria dengan cara yangs sangat hina. Dan usaha raja menyingkirkan Uria kali ini pun berhasil. Kematian datang padanya di saat yang sangat menyakitkan bagi hati dan jiwanya. Ia sangat membenci raja, itu sangat jelas, ia juga membenci istrinya dan yang lebih menyakitkan lagi ia pun membenci Yoab yang telah menjadi soko guru baginya selama ini.

Hujan disertai petir membasahi mereka semua, menimbulkan alirian air berwarna merah. Angin kencang, gemuruh yang berkecamuk pun menyentak Raja Vadid yang termemung menanti kabar dari medan perang. Bukan kabar kemengan tapi kabar kematian seseorang.

Kabar itu datang ke istana, sesungguhnya itulah diharapkan raja. Tapi justru kabar itu pula yang menghantuinya hingga kematian menjemput. Ia telah mencurahkan darah Uria demi menutup dosanya telah menghamili Batsy.

Raja Vadid kini dengan leluasa bisa mengambil Batsy menjadi memiliki seutuhnya dan selamanya. (Fin/rs:311219)

https://www.churchofjesuschrist.org