Dear daughter in law…

Gimana rasanya punya mertua? Suka? Tidak suka? Ibu mertua saya sudah meninggal beberapa bulan sebelum saya menikah. Jadi tidak merasakan bagaimana memiliki seorang ibu mertua. Cerita hubungan perempuan-menantu perempuan sangat beragam, kebanyakan kabarnya kurang baik bukan Maklumlah beda generasi beda pemikiran beda latar belakang, itu kan orang “asing” yang beda dalam banyak hal. Tapi banyak juga hubunngan menantu dengan mertua itu berhasil dalam arti kata berjalan dengan baik, tidak menimbulkan konflik yang berarti dan harmonis. Kalau sudah begitu yang lihat juga enak kan. Berarti maintenance nya mantap…

Ini masih di seputaran Kitab Rut. Sudah melihat Boas dan Rut sekarang Naomi. Bagaimana pribadinya? Tiga tokoh utama Rut, Naomi dan Boas. Kisahnya begitu menggetarkan hati. Kali ini mari kita lihat dari sudut pandang Naomi.

Nama Naomi artinya “menyenangkan“. Ia berangkat ke Moab bersama suaminya, Elimelekh, dan dua orang anaknya, Mahlon dan Kilyon. Di Moab, Naomi kembali mendapat musibah yaitu meninggal suami dan anak-anaknya. Ia kemudian bermaksud untuk kembali ke tanah Yehuda karena lagi bencana kelaparan di sana. Perempuan itu mengajak serta kedua menantunya ke Yehuda. Mereka berkemas dan berangkat bersama. Tidak yakin bagi Naomi memboyong kedua menantunya ke Yehuda, sangat tidak adil rasanya memisahkan mereka dari tanah kelahirannya dan sanak keluarga dengan masa depan yang tak jelas.. Sekian lama menimbang-nimbang Naomi memutuskan menyuruh mereka pulang karena itu jauh lebih baik dibanding ikut ke Yehuda. Karena sesungguhnya Naomi sudah tidak memiliki apapun. Sedangkan menantunya masih sangat mungkin untuk menikah lagi dan memiliki masa depan yang lebih menjanjikan. Barangkali saat istirahat di perjalanan Naomi menyatakan maksud hatinya agar kedua menantunya kembali kepada keluarganya. 

 1:8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; 

1:9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras

Pasti berat bagi mereka semua harus berpisah. Naomi begitu mengasihi kedua menantunya sebab ia mencium mereka, mendoakan mereka senantiasa Tuhan menunjukkan kasihNya kepada mereka. Kedua menantu Naomi, Rut dan Orpa sepertinya juga amat mengasihi keluarga suaminya dan mertuanya. Hubungan ibu mertua dan menantu perempuan yang sangat dekat, harmonis. Barangkali itulah salah satu alasan mengapa kedua perempuan Moab itu sulit meninggalkan Naomi. Pada akhirnya Orpa melepas Naomi dengan berat hati. Sedangkan Rut terus mengikut Naomi.

Image result for naomi and ruth
Sumber: https://www.soifixmyeyes.com/ruth/a-tale-of-two-sisters

Keluarga Elimelekh berangkat ke Moab dengan personil lengkap, sepertinya keluarga yang bahagia dan lumayan punya.

1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku

1:21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku.”

Naomi merasa, kemalangannya menunjukkan bahwa Allah tidak lagi berkenan kepadanya, melainkan memusuhinya. Sehingga ia tidak mau lagi disebut Naomi tetapi Mara artinya “pahit“. Ia dan keluarganya menderita dampak-dampak bencana kelaparan dan terpaksa mengungsi (ayat Rut 1:1). Lagi pula, Naomi kehilangan suaminya (ayat Rut 1:3) dan kedua putranya. Tampaknya, Tuhan telah meninggalkannya dan bahkan menentangnya.

Tiba di Betlehem saat musim panen Rut memungut jelai di ladang yang ternyata adalah kepunyaan Boas, ia terkejut mendapat perlakukan sangat baik dari Boas. Mengetahui itu ladang Boas, barangkali langsung berkelana pikiran Naomi mengenai Boas. Informasi dikumpul sebanyak-banyaknya memastikan bagaimana keadaannya sekarang. Tidak salah lagi, selain ia kerabat yang wajib menebus Naomi ia juga kaya raya dan murah hati. Seperti ada harapan baru baginya, Allah tidak meninggalkan dia sepenuhnya. Keyakinan Naomi ini menghidupkan kembali harapannya meneruskan keturunan bagi keluarganya.

Ulangan 25:5-6

25:5 “Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar.

25:6 Maka anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel.

Saya yakin Naomi tahu betul bahwa Boas bukan orang yang pertama berhak untuk menebusnya masih ada yang lain yang lebih berhak, namun demikian sepertinya hati Naomi sudah tertatrik dan terpaut kepada Boas. Inipun mesti melalui pertimbangan yang matang. Boas memang memiliki kepribadian yang luar basa, ia murah hati, kerja keras, bertangung jawab, kaya raya, dan lagi ia seorang yang betul-betul percaya Tuhan, sebab ia memberi salam dan perhatian layaknya Tuhan memelihara dia. Karena itu Boas ada dalam prioritas Naomi untuk menjadi suami Rut.

Rut mulai diarahkan untuk mencari suami dan ditekankan pada Boas dimana mereka sudah pernah bertemu. Tampil lebih dari biasanya, mengenakan pakaian bagus, mungkin pakaian nomor satu miliknya. Setiap detail diikuti Rut semua yang diperintahkan mertuanya. Informasi mengenai Boas diketahui betul oleh Naomi dengan detail. Habis ini, itu lal ini lalu itu, sampai ia tidur dimana ia pun tahu. Sehingga saat melancarkan “serangan” ia bisa membuat strategi yang sangat mantap. Perhitungannya sangat akurat. Benar ia mengenal Boas dari dulu dan masih sampai sekarang. Saat Boas menyampaikan maksud menanyakan kepada yang lebih berhak, Naomi dan Rut menunggu. Apa yang akan terjadi jika kerabat yang lebih uatama itu bersedia menikahi Rut. Mengingat Naomi mesti orang percaya, ia mulai percaya Allah sedang membuka jalan baginya. Ia menanti penuh harap atas doa-doanya, kalau ia akan memiliki generasi penerus.

Kabar bak itu pun tiba, Boas akhirnya menikah dengan Rut. Atas karunia Allah lahirlah anak mereka yaitu Obed. Pada akhirnya Naomi diberkati Tuhan, ia dipelihara melalui jalan yang sepertinya sangat sulit dan mustahil bagi Naomi. Sebab ia bertekun dalam imannya, teguh hatinya kepada Allah maka Allah menjawab doanya.

Obed kemudian memperanakkan Isai, Isai memperanakkan Daud. Lihat betapa besar bangsa yang diselamatkan dari kejadian yang dialami Naomi. Allah mengenal hati Naomi menetapkan dia menjadi bagian dari karya keselamatan. Begitu juga dengan Rut yang dahulu termasuk ke dalam “kafir” tapi Tuhan pakai dengan luar biasa.

Naomi you are so,

1. Tekun mengajar anggota keluarga

Terbukti bagaimana Orpa dan Rut menunjukkan kebaikan mereka terhadap kelurag Naomi. Bahkan Rut turut serta dengan Naomi ke Yehuda dan mengabdikan diri kepada Naomi.

2. Pengertian dan penuh kasih

Ia memahami betul kalau kedua menantunya tidak mungkin bersama-sama dengan dia lagi. Sehingga meminta mereka kembali kepada keluarga masing-masing dan ia juga mendoakan mereka dengan penuh berkat. Kebaikan hatinya begitu terlihat. Ia juga memperlakukan menantunya dengan sangat baik, layaknya anak sendiri. Tak heran mengapa Rut tak mau meninggalkan Naomi.

3. Detail dan akurat

Saat mengarahkan Rut untuk mendekati Boas, begitu detail dan tak melenceng sedikitpun. Tidak membuatnya secara sembarangan atau tidak sopan. Tapi dengan lembut dan terarah. Boas pun menghargainya berusaha memenuhinya dengan cara yang tepat. Yang tak kalah menarik Naomi dengan sengaja memilih Boas bagi Rut bukan yang lain sekalipun masih ada yang lebih berhak yang sepertinya juga kaya sebab ia tak keberatan membeli tanah dari Naomi.

4. Memelihara iman dengan tekun

Naomi awalnya sepertinya tidak lagi ada harapan, tapi saat ia melihat Allah membuka jalan baginya, ia  bertekun dan terus mempercayai Allah. Ia pun akhirnya berbahagia sebab Allah begitu memelihara hidupnya.

 

Kitab Rut sangat menarik dan memberi hal yang sangat dalam. Teladan hidup antar mertua dan menantu, kepribadian yang begitu mengasihi Tuhan, sehingga hidup dipelihara diberi kemenangan pada akhirnya kepada semua yang kepadanya Allah berkenan. Jangan berhenti berharap, jangan berhenti percaya mujizat, Dia mengerti, dia peduli.*** (Fin:rs/2418)

 

*tulisan ini hanya analisis penulis semata